28/04/2022
Cerita dari lapang: Oven Adaptasi ✨
Narasi: Aditya Nurahma
Hal pertama yang kupikirkan saat mendapat topik fitokimia pakan owa jawa adalah: bagaimana caranya membawa laboratorium ke lapangan, ke rumah owa. Banyak peralatan dan perbahanan yang harus dibawa, salah satu yang paling menarik adalah oven. Bukan oven biasa, tapi oven adaptasi.
Oven ini hasil modifikasi supaya bisa beradaptasi dan beroperasi di rumah owa dengan minimal daya listrik dan minimal resiko. Targetnya adalah oven dengan suhu maksimal 50°C. Berawal dari oven kompor tua bermerek butterfly yang tersimpan di loteng rumahku, kini menjadi oven dengan dua buah lampu pijar sebagai pemanasnya.
Agak khawatir awalnya, karena uji coba oven hanya dilakukan di rumahku, di daerah Tebet yang terhitung panas dan kering. Khawatir suhunya tidak cukup tinggi untuk bisa mengeringkan sampel di lapangan yang dingin dan lembab. Sesampainya di rumah owa, akhirnya oven dicoba. Coba pakai satu dan dua lampu, coba susun begini dan begitu, lalu coba tambal dan tempel ini dan itu.
Aku coba-coba terus tiap harinya selama sekitar dua pekan karena suhunya ternyata masih fluktuatif, kadang terlalu rendah, kadang terlalu tinggi. Hingga kini, oven bisa beroperasi dengan cukup baik dan akupun sudah paham trik-triknya. Beberapa sampel pakan owa sekarang sudah sukses dikeringkan oleh oven ini. Terima kasih oven adaptasi. Semoga bisa terus bersahabat hingga penelitian ini rampung. Aamiin