09/03/2026
Transmigrasi masih menjadi kebijakan dan praktek kebijakan yang penuh problem dan kontroversi. Mulai dari tumpang tindih klaim, ketidakpastian tenurial, konflik berkepanjangan dan ketimpangan penguasaan agraria.
Tak hanya itu, temuan di lapang menunjukkan nasib para transmigran tidak lebih baik dari apa yang dibayangkan pemangku kebijakan akibat ketidakpastian aset, minimnya sarana infrastruktur penghidupan dan pelemahan posisi tawar transmigran terhadap hasil kerja produksi yang selama ini ia kerjakan.
Sajogyo telah mewanti-wanti bahwa kebijakan transmigrasi adalah kebijakan yang sensitif. Berangkat dari studinya mengenai Transmigran Spontan di Way Sekampung (1957, 1975) dan berbagai tulisan beliau tentang transmigrasi di Lampung, problem penguasaan agraria, potensi meledaknya konflik agraria, dan krisis sosial ekologis menjadi masalah besar. Transmigrasi bukan sekadar masalah memindahkan penduduk, tetapi problem yang lebih mendasar secara politik dan ekonomi-politik. Problem inilah yang angkat menjadi fokus dalam agenda ini.
Karenanya, Sajogyo Institute dan Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, bekerja sama dengan Tempo Media Group, mengadakan Workshop Bersama dengan tema "Dinamika Agraria di Tanah Transmigrasi: Mengurai Benang Kusut, Mencegah Aksi Kebijakan Salah yang Berulang".
Acara terselenggara pada Kamis-Jumat (12-13 Maret 2026), pukul 15.00 WIB-selesai, di Ruang Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan, UGM Yogyakarta.
UNDANGAN BERSIFAT TERBATAS!
Kontak lebih lanjut, hubungi:
Rendy (0821-6283-7143)
Ghafur (0812-8960-6402)