Yayasan Botani Tropika Indonesia

Yayasan Botani Tropika Indonesia Yayasan Botani Tropika Indonesia adalah organisasi nirlaba yang fokus pada kegiatan penelitian botani serta bidang-bidang yang memiliki relasi dengan alam.

Februari 2026, Yayasan Botanika kembali meneliti hutan pegunungan di Kehje Sewen, Kalimantan Timur 🌿 Bersama PT RHOI–BOS...
09/03/2026

Februari 2026, Yayasan Botanika kembali meneliti hutan pegunungan di Kehje Sewen, Kalimantan Timur 🌿 Bersama PT RHOI–BOS Foundation, tim membangun petak ukur permanen di hutan primer ±1.200 mdpl untuk memantau dinamika ekosistem dan merekam kekayaan tumbuhan. Perjalanan yang penuh tantangan menuju “rumah orangutan” ini menjadi langkah kecil untuk memahami, menjaga, dan mendukung keberlanjutan hutan Kehje Sewen. 🦧🌳

Ardisia pyrsocoma B.C.StoneMarga Ardisia merupakan marga besar dengan jumlah jenisnya mencapai 1000 jenis dan tersebar l...
09/03/2026

Ardisia pyrsocoma B.C.Stone

Marga Ardisia merupakan marga besar dengan jumlah jenisnya mencapai 1000 jenis dan tersebar luas di seluruh wilayah tropika. Marga Ardisia diklasifikasikan ke dalam 14 sub marga berdasarkan karakter bentuk tumbuh/habitus, morfologi daun, posisi perbungaan, dan morfologi bunga dan terdapat 9 sub marga di kawasan Malesia. Sampai saat ini belum terdapat catatan lengkap mengenai marga Ardisia di Pulau Borneo namun berdasarkan penelitian terakhir tercatat sebanyak 94 jenis yang mendiami wilayah tersebut.
Ardisia pyrsocoma merupakan salah satu jenis yang tumbuh spesifik pada ekosistem hutan rawa gambut dan endemik Borneo. Habitusnya berupa perdu pendek dengan tinggi maksimal mencapai 5 m dan mempunyai karakter morfologi yang khas yaitu rambut lebat berwarna merah-keunguan yang menutupi ranting, tangkai daun, helaian daun, perbungaan dan kelopaknya yang juga menjadi epitet jenisnya (pyrsocoma mempunyai arti petasan yang merujuk pada warna rambutnya yang seperti api berkobar). Pada data Global Biodiversity Information Facility (GBIF) terdapat catatan spesimen yang berasal dari Sumatra dan perlu ditelaah lebih lanjut karena sebagian besar spesimen tersebut tampak tak memiliki morfologi rambut seperti pada spesimen tipe Ardisia pyrsocoma.
Habitat utama Ardisia pyrsocoma adalah hutan rawa gambut dan tampaknya ekosistem ini merupakan spesifik sebagai tempat tumbuhnya. Hutan rawa gambut merupakan salah satu tipe hutan yang banyak mengalami kerusakan. Selama 20 tahun terakhir tutupan hutan di area rawa gambut berkurang dari 77 % menjadi 36 % atau sebesar mencapai 54000 km2. Hal ini akan berpotensi dalam meningkatkan peluang kepunahan jenis terutama yang spesifik tumbuh di ekosistem hutan rawa gambut. Sehingga kepentingan dalam menjaga eksistensinya agar bertahan sampai di masa mendatang menjadi sangat krusial.

Ficus deltoidea subsp. deltoidea var. kunstleri (King) Corner.Ficus deltoidea merupakan salah satu anggota famili Morace...
13/01/2026

Ficus deltoidea subsp. deltoidea var. kunstleri (King) Corner.

Ficus deltoidea merupakan salah satu anggota famili Moraceae marga Ficus submarga Ficus dengan variasi morfologi yang sangat tinggi. Jenis ini mempunyai bentuk tumbuh yang beragam dari perdu sampai pohon kecil serta dapat tumbuh di permukaan tanah, sebagai epifit, atau epilitik (permukaan batuan). Variasi morfologinya terletak pada beragamnya karakter daun (ukuran, bentuk, pertulangan, keberadaan dan sebaran kelenjar lilin, dan panjang tangkai daun) dan buah/sikoniumya (ukuran, bentuk, warna saat masak, panjang dan diameter tangkai sikoniumnya). Variasi karakter tersebut membentuk suatu gradasi yang kontinyu sehingga menimbulkan permasalahan dalam pengelompokan varietasnya. Secara praktis Ficus deltoidea dibagi menjadi dua subjenis yaitu Ficus deltoidea subsp. deltoidea dan Ficus deltoidea subsp. motleyana.

Ficus deltoidea subsp. deltoidea sendiri mempunyai beberapa variasi karakter yang beragam dan terdapat 4 varietas yang berbeda dari perbedaan karakter ukuran daun, bentuk, percabangan tulang primer, keberadaan dan sebaran kelenjar lilin, dan panjang tangkai daunnya. Ke empat varietas tersebut antara lain var. angustifolia, var. kunstleri, var. lutescens, dan var. arenaria. Varietas kunstleri yang dikoleksi oleh Tim Botanika di daerah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mempunyai ukuran daun yang relatif besar dengan panjang mencapai 14 cm dan lebarnya 12 cm dimana rerata panjang dan lebar jenis ini hanya sekitar 8 cm, sebaran kelenjar lilin yang terletak di percabangan tulang primer dan 2 cabang di atasnya, serta ukuran buah/sikoniumnya yang relatif besar (diameter mencapai 2 cm).

Ficus deltoidea atau yang dikenal dengan nama umum Tabat Barito sudah cukup dikenal secara luas. Jenis ini dimanfaatkan secara tradisional sebagai tumbuhan obat untuk tonik pada wanita dan perawatan p***a persalinan. Tabat Barito juga populer sebagai tanaman hias dan beberapa kultivarnya telah diperdagangkan secara komersial sebagai tanaman hias pot di wilayah temperate.

Rigiolepis tenax merupakan salah satu jenis dari marga Rigiolepis (Famili Ericaceae) yang tersebar endemik di Borneo. Ma...
15/12/2025

Rigiolepis tenax merupakan salah satu jenis dari marga Rigiolepis (Famili Ericaceae) yang tersebar endemik di Borneo. Marga Rigiolepis sebelumnya merupakan salah satu seksi dari marga Vaccinium dan saat ini berdiri menjadi marga tersendiri terutama berdasarkan karakter ovariumnya (berjumlah 10 ruang). Marga Rigiolepis sendiri berjumlah sekitar 27 jenis dan di Borneo sendiri tercatat sebanyak 23 jenis (mencakup 2 sub jenis dan 5 varian). Marga Rigiolepis tumbuh pada habitat yang cukup beragam dari ekosistem mangrove dan hutan dipterokarpa dataran rendah, hutan sub pegunungan sampai puncak-puncak pegunungan, menempel pada substrat batuan kapur sampai rawa gambut pegunungan dan epifit pada pepohonan. Marga Rigiolepis juga berasosiasi dengan vegetasi riparian dimana beberapa jenisnya tumbuh sebagai epifit di pepohonan pinggir sungai menggantung pada cabang-cabang yang mengarah ke sungai.

Rigiolepis tenax dikoleksi pada asosiasi hutan rawa gambut dan kerangas di wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah dimana catatan sebelumnya hanya tersebar di Brunei, Sarwak, dan Kalimantan Barat. Perawakannya berupa epifit yang membentuk perdu pada pangkal batang pohon. Habitat hutan rawa gambut dan kerangas ini juga merupakan salah satu tipe ekosistem yang terancam mengalami degradasi baik dari aktivitas eksploitatif ilegal seperti penebangan kayu ilegal dan penambangan emas serta pengaruh dari konversi lahan yang menyebabkan penyusutan dan degradasi hutan rawa gambut. Kelompok epifit ini mempunyai kerentanan yang lebih tinggi terhadap degradasi ekosistem hutan dibandingkan kelompok pohon karena sifat tumbuhnya yang membutuhkan substrat/pohon untuk menempel dan berkembang serta dengan kondisi vegetasi hutan yang relatif masih utuh.

Hydnocarpus polypetalus merupakan salah satu jenis dari marga Hydnocarpus yang tersebar dari barat daya India, Selatan C...
27/10/2025

Hydnocarpus polypetalus merupakan salah satu jenis dari marga Hydnocarpus yang tersebar dari barat daya India, Selatan Cina, Indo-Cina, Semenanjung Malaya, sampai Filipina dengan jumlah jenisnya sebanyak sekitar 40 jenis.
Hydnocarpus berhabitus perdu sampai pohon pendek yang sebagian besar tumbuh di habitat hutan dataran rendah dengan karakteristik kayunya yang keras dan dimanfaatkan secara lokal untuk bangunan rumah (tiang, balok, konstruksi sementara), pintu, jendela, dan kayu bakar. Buah dari Hydnocarpus mempunyai bentuk bulat sampai agak silindris dengan mesokarp yang keras dan biji yang tersebar tak beraturan di dalam daging buahnya. Biji dari beberapa marga Hydnocarpus mengandung minyak dan dapat diekstraksi untuk dimanfaatkan sebagai obat kulit dan minyak lampu.

Hydnocarpus polypetalus yang dikoleksi oleh Tim Botanika mempunyai bentuk buah bulat yang ditutupi oleh tonjolan lunak yang melengkung dan ikal seperti rambut panjangnya mencapai 2 cm. Jenis ini dikoleksi dari hutan karet campuran di wilayah Kabupaten Sarolangun, Jambi. Merupakan sebuah bentuk penggunaan lahan tradisional dalam budaya masyarakat Jambi yang menanam pohon karet setelah masa tanaman semusim selesai dan membiarkannya tumbuh bersama pohon hutan liar lainnya. Pada tahun ke-10 pohon karet tersebut sudah dapat disadap dan dipanen dengan bentang lahannya yang lebih menyerupai hutan alam dibandingkan dengan kebun monokultur dan mempunyai keanekaragaman hayati yang lebih tinggi.

Phanera kockiana var. bakoensis merupakan jenis liana berkayu yang tumbuh membentuk rumpun semak dengan bunga yang melim...
27/07/2025

Phanera kockiana var. bakoensis merupakan jenis liana berkayu yang tumbuh membentuk rumpun semak dengan bunga yang melimpah dan semarak berwarna jingga sampai kemerahan. Jenis ini merupakan bagian dari jenis polong-polongan (Fabaceae).
Phanera kockiana merupakan jenis polimorfik dan tersebar luas dari Semenanjung Malaya sampai Nusa Tenggara dan saat ini terdapat 9 varian. Var. bakoensis adalah jenis yang tumbuh di hutan Kerangas Borneo yang sebelumnya dianggap endemik di Taman Nasional Bako, Sarawak. Namun koleksi selanjutnya mencatat jenis ini juga dijumpai di sekitar wilayah Taman Nasional Danau Sentarum dan Tim Botanika juga mencatat serta mengkoleksi di hutan kerangas di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Phanera kockiana var. bakoensis berbeda dengan varian lainnya dari ukuran daunnya yang lebih besar (panjang mencapai 20 cm), bertekstur kaku, dan bagian pangkal daunnya yang membulat sampai rata/rompong. Varian ini sepertinya juga berpotensi sebagai tanamn hias seperti var. kockiana yang telah tersebar luas dan umum dijumpai sebagai tanaman pergola di halaman rumah atau taman. Saat ini var. bakoensis belum mempunyai status kelangkaan oleh Daftar Merah IUCN karena belum dilakukan penilaian, dengan sebaran alaminya yang terbatas dan karakteristik habitatnya yang cukup spesifik, maka penilaian status kelangkaannya cukup segera diperlukan.

Bukan sekadar konferensi –   adalah ajakan untuk bertindak nyata. Di tengah dunia yang dipenuhi distraksi, kini saatnya ...
22/07/2025

Bukan sekadar konferensi – adalah ajakan untuk bertindak nyata. Di tengah dunia yang dipenuhi distraksi, kini saatnya kita mengarahkan kembali fokus pada krisis iklim dan langkah konkret demi masa depan Indonesia.

Dengan tema “Raising Indonesia’s Game: Staying Climate-Focused in Times of Great Distraction,” INZS 2025 akan membahas isu-isu krusial terkait perubahan iklim di Indonesia serta solusi menuju masa depan yang berkelanjutan.

🔔 Tandai di kalendermu – Sabtu, 26 Juli 2025 di Djakarta Theater, Jakarta.
🎟 Tiket tersedia di fpciclimate.org!

Ikuti dan untuk kabar terbaru seputar !

Botanika mendukung   sebagai ruang temu lintas suara dan lintas sektor—tempat di mana komitmen untuk masa depan rendah k...
04/07/2025

Botanika mendukung sebagai ruang temu lintas suara dan lintas sektor—tempat di mana komitmen untuk masa depan rendah karbon Indonesia diperkuat, dirawat, dan dirumuskan bersama.

📣 Tahun ini, Indonesia Net-Zero Summit kembali hadir sebagai panggung strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai lintas profesi dan generasi. Dari pemerintah hingga komunitas, dari pegiat lingkungan hingga akademisi, kita dipanggil untuk menerjemahkan keresahan iklim menjadi aksi konkret.

📅 Sabtu, 26 Juli 2025
📍 Djakarta Theater, Jakarta
🎟️ Tiket GRATIS tersedia di fpciclimate.org

Mari hadir, bersuara, dan bergerak bersama.
Karena krisis iklim tak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja—tapi harus oleh kita bersama. 🌏

MELESTARIKAN RAFFLESIA ZOLLINGERIANA DI BANYUWANGISebagai bentuk pengembalian informasi kepada masyarakat lokal, Yayasan...
06/05/2025

MELESTARIKAN RAFFLESIA ZOLLINGERIANA DI BANYUWANGI
Sebagai bentuk pengembalian informasi kepada masyarakat lokal, Yayasan Botani Tropika Indonesia bersama Pusat Riset Botani Terapan BRIN mengadakan pendidikan lingkungan bertema Upaya Konservasi Rafflesia zollingeriana di Banyuwangi.
Rangkaian acara meliputi: pemaparan dan diskusi interaktif tentang aspek biologi Rafflesia serta ancaman dan upaya konservasinya, pemutaran video animasi edukatif tentang Rafflesia, pelatihan lapangan (field trip) ke habitat alami Rafflesia zollingeriana untuk pengamatan langsung dan pengenalan morfologi tanaman beserta inangnya di habitat aslinya Hutan papring, Banyuwangi, juga lokakarya kreatif (workshop) pembuatan suvenir bertema Rafflesia, yang bertujuan untuk mendorong kreativitas sekaligus menanamkan nilai budaya dan konservasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal, paham dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian spesies langka ini.

Kayea coriaceaMerupakan jenis pohon pendek dengan tinggi sekitar 10 m yang tersebar secara alami di New Guinea (Papua Ne...
27/04/2025

Kayea coriacea
Merupakan jenis pohon pendek dengan tinggi sekitar 10 m yang tersebar secara alami di New Guinea (Papua New Guinea dan Pulau Sudest). Tim Botanika berhasil mengkoleksi spesimen jenis ini di wilayah Suaka Margasatwa Danau Bian, Merauke, Provinsi Papua Selatan. Jenis ini tumbuh pada habitat hutan rawa yang tergenang secara periodik pada pinggiran sungai dan danau. Kayea coriacea bersama jenis lainnya membentuk asosiasi vegetasi yang khas dengan bentuk pohon pendek berbatang bengkok-bengkok dari kelompok jenis Melaleuca, Syzygium, Lophostemon, dan Rhodamnia. Tipe vegetasi ini membentuk asosiasi yang unik karena merupakan transisi antara ekosistem perairan dengan vegetasi daratan kering.
Jenis Kayea coriacea disebut dengan nama Kayu Turun Air oleh masyarakat lokal setempat, merujuk pada kelompok jenis Jambu-jambuan atau yang menyerupainya yang tumbuh pada habitat tergenang. Jenis ini juga mempunyai variasi morfologi yang cukup tinggi pada karakter epidermis, permukaan daun, pertulangan daun, dan jumlah bakal biji (ovule) sehingga koleksi spesimen lanjutan pada area lainnya di kedepannya akan membantu dalam memahami karakter jenisnya secara mendalam.

Taxotrophis macrophyllaMerupakan jenis pohon berukuran pendek dengan tinggi maksimal 12 m dari keluarga Moraceae. Jenis ...
13/04/2025

Taxotrophis macrophylla
Merupakan jenis pohon berukuran pendek dengan tinggi maksimal 12 m dari keluarga Moraceae. Jenis ini juga kadang membentuk perdu dengan batang bercabang banyak dari pangkalnya. Daerah sebaran alaminya cukup luas meliputi Cina, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, dan Filipina dengan habitatnya adalah hutan dataran rendah mencapai ketinggian 700 m dpl.
Jenis ini dikoleksi oleh Tim Botanika dari hutan karst di Goa Batu Tapak Raja, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Perawakan tumbuhnya berupa perdu pendek dan mendominasi strata vegetasi bawah yang tumbuh menempel pada celah bebatuan karst pada lapisan tanah liat dan bahan organik yang tipis. Jenis ini juga dilaporkan merupakan jenis pionir yang adaptif terhadap gangguan pembukaan hutan dan dapat tumbuh di area terbuka dan rumpang hutan.

Karst merupakan ekosistem unik dan essensial karena menopang kehidupan liar yang terkadang sangat spesifik. Fungsi bentang lahan karst juga sangat penting sebagai area tangkapan dan simpanan air yang terkadang membentuk sungai bawah tanah sebagai sumber mata air yang penting. Vegetasi pada area karst seringkali mempunyai adaptasi yang spesifik terhadap ekosistem karst yang relatif miskin hara, lapisan tanah organik yang tipis, serta mengalami kejadian kekeringan yang periodik.

Antidesma stipulare merupakan jenis tumbuhan dari famili Phyllanthaceae yang masih satu kerabat dengan Buni (Antidesma b...
27/03/2025

Antidesma stipulare merupakan jenis tumbuhan dari famili Phyllanthaceae yang masih satu kerabat dengan Buni (Antidesma bunius). Jenis ini mempunyai area sebaran geografis yang luas dan dapat tumbuh pada tipe tanah yang beragam mulai dari liat, bepasir, gambut, batu kapur, sampai tanah ultrabasa.

Antidesma stipulare merupakan jenis penyusun hutan pada strata kanopi bawah yang juga berfungsi mendukung kehidupan pada relung ekologi tersebut (misal: pakan satwa liar). Keberadaannya pada habitat strata bawah hutan juga memberikan arti bahwa jika terjadi kerusakan dan pembukaan hutan, maka populasi jenis ini akan terancam dan bahkan hilang.

Kayu dari marga Antidesma tergolong dalam kelas kayu yang keras dan kuat tetapi karena ukurannya yang kecil menjadi kurang dimanfaatkan. Buah dari Antidesma stipulare juga bisa dikonsumsi seperti buah Buni (Antidesma bunius) dengan rasa yang manis masam. Banyak hal menarik lainnya dari A. stipulare yang dapat diungkap dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ada yang pernah menjumpai buah Antidesma stipulare di hutan? Comment dibawah yaa!

Address

Perumahan Taman Yasmin Sektor 1, Jalan Wijaya Kusuma V No. 10
Bogor
16112

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Botani Tropika Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share