12/09/2025
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi IPB dan Dinas Kesehatan Kota Bogor mengadakan acara Diseminasi dan Kunjungan Belajar mengenai Inovasi dalam pengembangan Produk-Porduk Turunan Kelapa Sawit.
Acara ini dilaksanakan di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi Universitas IPB pada hari Selasa, 2 September 2025. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Sabarudin menekankan bahwa pengembangan produk turunan kelapa sawit harus menjadi bagian dari inisiatif untuk pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Ini penting bagi petani sawit, usaha kecil, dan koperasi pekebun untuk belajar tentang pengembangan produk dan adopsi teknologi yang tepat, yang dikembangkan lembaga penelitian, seperti kemitraan dengan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi IPB saat ini.
Dwi Setyaningsih, Sekretaris di Pusat Peneilitian Surfaktan dan Bionergi, IPB mengapresiasi kolaborasi bersama SPKS. Kerjasama ini menjadi momentum pembelajaran bagi koperasi pekebun dan petani dalam melihat potensi pengembangan produk turunan sawit ke depan.
Vincent Haryono, Manager Koperasi Karya Mandiri, mengatakan bahwa di tingkat petani, pengembangan produk turunan sudah mulai dikembangkan dalam skala kecil seperti jamur sawit, stik dan dodol umbut sawit. Terdapat sejumlah kendala dalam pemasaran produk, seperti sulitnya akses pemasaran di pasar modern & ekspor, kurangnya branding & kemasan menarik, minimnya promosi digital (marketplace, media sosial) serta persaingan dengan produk industri besar.
Hardani Helmy Muhansyah, Kepala Devisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, mengatakan kolaborasi bersama lembaga riset dan penelitian, dalam kegiatan pemberdayaan dan program UMKM sawit diperlukan, agar hasil riset seperti jurnal dan karya ilmiah dapat diinformasikan dan diimplementasikan secara langsung kepada petani dan pelaku UMKM, terutama di sektor kelapa sawit.