30/08/2024
Garda Terdepan dalam Misi Penyelamatan Ekosistem Bumi
Solo, 28 Agustus 2024- Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menggelar Sarasehan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dengan tema yang relevan dan mendesak , โPeran PEH untuk Alam yang Berkelanjutanโ. Sarasehan ini menjadi wadah bagi para profesional PEH untuk mendiskusikan tantangan dan strategi dalam melindungi hutan Indonesia, dengan fokus khusus pada bagaimana generasi muda dapat berkontribusi secara nyata dalam upaya konservasi.
Acara yang dilaksanakan di Hotel Syariah, Solo ini dihadiri oleh PEH dari seluruh Indonesia dan merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan HKAN 2024 yang digelar di Boyolali. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga alam bukan hanya berada di tangan para profesional, tetapi juga di pundak generasi muda yang akan mewarisi bumi ini.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., menekankan pentingnya peran PEH sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan ekosistem. "Perlindungan hutan dan kelestarian alam adalah aspek penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam. PEH adalah ujung tombak dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya," ujarnya.
Prof. Satyawan juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan hutan, seperti deforestasi, degradasi hutan, dan perubahan iklim. Menurutnya, PEH perlu terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. "Teknologi dan metode pengelolaan hutan berkembang pesat. Oleh karena itu, penting bagi PEH untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dengan sesama tenaga teknis," tambahnya.
Lanjut di kolom komentar