RMI

RMI RMI is a non-profit organization established in 1992. RMI works closely with multistakeholders toward

Selama empat hari, sejak 9–12 April 2025, sebanyak 22 anak muda–terdiri dari 7 perempuan dan 15 laki-laki– yang berasal ...
28/05/2026

Selama empat hari, sejak 9–12 April 2025, sebanyak 22 anak muda–terdiri dari 7 perempuan dan 15 laki-laki– yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya mengikuti Pelatihan Fasilitator Pendidikan Lingkungan Seri Pertama. Pelaksanaan pelatihan ini merupakan rangkaian ketiga, setelah sebelumnya telah dilakukan di Kasepuhan, Lebak (2024) dan Ujung Kulon, Pandeglang (2025)

Pelatihan ini lahir dari pendekatan pendidikan kritis-kontekstual yang selama ini dikembangkan RMI dalam kerja-kerja pengorganisasian masyarakat dan pendidikan lingkungan. Pelatihan dilakukan secara dialogis untuk menghimpun pengalaman dan konteks sosial yang dimiliki dan dipahami oleh para peserta.

Melalui pendekatan partisipatif, pelatihan berusaha membangun suasana belajar yang lebih setara. Fasilitator tidak diposisikan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai penghubung agar peserta dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing.

Adapun hal yang menjadi topik utama dalam pelatihan seri pertama ini yakni: krisis pendidikan di Indonesia, politik ekologi, inklusi sosial, hak anak, hingga dasar-dasar fasilitasi.

Nyatanya, kaum muda tidak kekurangan energi dan kepedulian sosial. Yang sering kali hilang justru ruang untuk belajar secara jujur dan reflektif tentang realitas yang mereka hadapi sendiri. Kamu bisa membaca cerita mereka melalui link berikut:
https://rmibogor.id/anak-muda-kuningan-bangun-kesadaran-kritis-lewat-pendidikan-fasilitator-cya-ecr/

Kami dari Tongkrongan 20 Bulan Mei(sebuah refleksi tentang gerakan kaum muda saat ini)Hari Kebangkitan Nasional lahir da...
20/05/2026

Kami dari Tongkrongan 20 Bulan Mei(sebuah refleksi tentang gerakan kaum muda saat ini)

Hari Kebangkitan Nasional lahir dari berdirinya Boedi Oetomo yang dipelopori oleh Wahidin Soedirohoesodo. Ia percaya bahwa pendidikan dan kesadaran kolektif adalah jalan menuju bangsa yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Saat itu, Boedi Oetomo lahir dari para pelajar STOVIA, kelompok terpelajar pribumi yang mulai menyadari bahwa pendidikan dan kesadaran kolektif bisa menjadi jalan untuk mengubah nasib bangsa. Dari ruang-ruang belajar, lahir gagasan tentang persatuan, kemajuan, dan keberanian untuk bergerak bersama.

Dari sana, lahir berbagai gerakan kaum muda dan organisasi pergerakan seperti:
- Sarekat Islam
- Indische Partij
- Jong Java
- Jong Sumatra Bond
Kebangkitan kala itu dimaknai sebagai keberanian rakyat untuk berpikir dan menentukan nasibnya sendiri.

Saat ini, gerakan kaum muda pun berubah. Sekarang mereka lebih cair, kolektif, dan egaliter. Banyak kaum muda bergerak tidak berafiliasi terhadap organisasi manapun, tetapi karena kesadaran atas keresahan yang mereka rasakan. Orang menyebutnya sebagai gerakan sporadis dan rizomatik

Gerakan anak muda hari ini lahir dari ruang-ruang kecil. Dari tongkrongan, obrolan, hingga keresahan. Semangat dan keberanian itu muncul dan mendorong solidaritas yang lebih kuat melalui berbagai macam cara, sekalipun ancaman itu datang dari negara sendiri.

Apa yang mereka lawan? Kolonialisme yang telah berubah wajah menjadi bentuk pemiskinan struktutral, ketimpangan ekonomi-sosial, kriminalisasi, dan pembungkaman masyarakat sipil. Perlawanan hadir dalam banyak bentuk: demonstasi. musik dan seni , hingga aktivisme digital

Meskipun begitu ancaman itu nyata dihadapi oleh mereka yang bersuara. Pada gelombang demonstrasi besar Prahara Agustus 2025 misalnya, setidaknya 6.719 orang ditangkap di berbagai daerah di Indonesia. Per Februari 2026, tercatat 703 tahanan politik masih diproses hukum, 506 diputus bersalah, dan 348 dijerat Pasal 170 KUHP. Sebanyak 13 aktivis juga dituduh sebagai provokator.

Berdasarkan telusur yang dilakukan oleh BBC, menyebutkan bahwa mayoritas yang ditangkap adalah Generasi Z dengan jumlah 291 orang dari 329 orang yang teridentifikasi usianya. Sebagian merupakan mahasiswa/pelajar.

Selama masih ada ketidakadilan, selama masih ada suara yang dibungkam, dan selama masa depan terasa semakin sempit, akan selalu ada anak-anak muda yang memilih untuk bergerak.

Sebelum masuk ke era perputaran informasi cepat seperti saat ini, buku masih menjadi sumber informasi yang banyak diguna...
18/05/2026

Sebelum masuk ke era perputaran informasi cepat seperti saat ini, buku masih menjadi sumber informasi yang banyak digunakan oleh banyak orang. Namun sekarang, buku bukan menjadi satu-satunya medium pemberi informasi.

Kini, kita dihadapkan pada beragam bentuk media yang menyajikan pengetahuan secara lebih cepat, ringkas, dan mudah diakses.

Apakah hal tersebut sudah cukup, atau justru ada yang hilang dari cara kita memahami pengetahuan hari ini?

Selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh Kawan RMI yang merayakan! Di tengah berbagai kerusakan lingkung...
14/05/2026

Selamat memperingati Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh Kawan RMI yang merayakan!

Di tengah berbagai kerusakan lingkungan, ketidakadilan, dan ketimpangan, peringatan Kenaikan Yesus Kristus menjadi pengingat akan harapan, kasih, dan janji penyertaan Tuhan bagi umat-Nya. Kiranya kita tetap teguh dalam iman untuk terus berpihak kepada kelompok-kelompok marjinal.

Semoga peringatan ini membawa sukacita dan kekuatan bagi kita semua untuk bisa terus menjaga harapan dan memperat solidaritas demi terwujudnya keadilan sosial-lingkungan.

---

Happy Ascension Day of Jesus Christ to all RMI friends who celebrate!

Amid the many environmental crises, injustices, and inequalities we face today, the Ascension of Jesus Christ reminds us of hope, love, and God’s promise to always be with His people. May we remain steadfast in faith and continue to stand in solidarity with marginalized communities.

May this commemoration bring joy and strength to all of us, so that we may continue to nurture hope and strengthen solidarity in realizing social and environmental justice.

Forum KAWAL: Orang Muda Adat Mendorong Inisiatif di KampungSejak terbentuk pada 2021, Forum KAWAL telah merespon persoal...
11/05/2026

Forum KAWAL: Orang Muda Adat Mendorong Inisiatif di Kampung

Sejak terbentuk pada 2021, Forum KAWAL telah merespon persoalan serta tantangan yang mereka hadapi, dengan mendorong inisiatif yang dilakukan di beberapa wilayah adat Lebak, Banten.

Salah satunya mendorong inisiatif ekonomi melalui pengelolaan ternak, oleh orang muda adat.

Menjadi hal menarik, karena Inisiatif ini berasal dari suara orang muda yang memilih untuk mendorong ekonomi dengan memanfaatkan urunan uang kas kelompok yang telah mereka kumpulkan bersama.

Sebuah keputusan yang tidak diambil tergesa melainkan melalui diskusi forum, setelah melihat keberhasilan salah satu anggota yang lebih dulu memulai di kampungnya, Karang Combong.

Tak hanya inisiatif mengelola ternak, Anggota Forum KAWAL juga mendorong rencana inisiatif pengayaan keragaman hayati di Hutan Adat (di 3 Kasepuhan: Cirompang, Jamrut, dan Pasir Eurih) dengan menanam 1,000 bibit pohon picung (kluwek).

Pohon ini dipilih berdasarkan hasil pemetaan lahan yang menunjukkan sejumlah bagian hutan adat telah gundul dan rawan longsor, sementara pohon picung dikenal memiliki akar yang kuat.

Dari kedua inisiatif tersebut terlihat bagaimana keterlibatan orang muda dalam berbagai kegiatan strategis yang mampu menggerakkan perubahan, tidak hanya dari sektor ekonomi, tapi juga bagaimana mereka berupaya untuk mempertahankan keberlanjutan ruang hidup mereka untuk masa depan.

08/05/2026

“Dia 10, tapi...”

Di balik setiap tokoh dan kebijakan, selalu ada sisi yang dianggap merugikan masyarakat, tapi ada juga yang dinilai berpihak pada rakyat.

Menurut kamu, nilai yang diberikan sudah pas belum?
Kalau punya penilaian versi sendiri, tulis di kolom komentar ya!

Buruh, Kebijakan, dan Keberlanjutan Sosial-Lingkungan  Tanpa kita sadari, lingkungan di sekitar kita selalu terhubung de...
04/05/2026

Buruh, Kebijakan, dan Keberlanjutan Sosial-Lingkungan

Tanpa kita sadari, lingkungan di sekitar kita selalu terhubung dengan industri dan kebijakan yang ada di negara ini.

Tanah yang kita pijak, air yang kita jaga, dan udara yang kita hirup, bukan sekadar ruang kosong. Dari sanalah pangan dihasilkan, rumah dibangun, hingga bahan baku pakaian diproduksi.

Namun di sisi lain, sektor industri terus berkembang dengan memanfaatkan sumber kekayaan alam dalam skala yang tidak sedikit.

Di balik itu semua, ada peran buruh yang kerap tak terlihat. Mereka bekerja di ladang, hutan, pabrik, hingga ruang-ruang produksi lainnya yang bergantung pada alam sekitar.

Namun, di saat yang sama, perkembangan industri yang masif sering kali berjalan tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keadilan bagi kelompok buruh.

Eksploitasi sumber kekayaan alam tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memperbesar jarak ketimpangan sosial yang dirasakan oleh kelompok pekerja dan komunitas di sekitarnya.

Hari Buruh menjadi pengingat bahwa keadilan bagi buruh tidak bisa dipisahkan dari keadilan lingkungan. Keduanya saling terhubung dan memiliki dampak besar bagi kehidupan.

Mendorong kebijakan yang adil dan berpihak, berarti memastikan hak-hak buruh terlindungi, sekaligus menjaga ruang hidup tetap lestari untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Karena pada akhirnya, keadilan buruh tidak bisa dilepaskan dari keadilan ekologis.

Perjuangan Perempuan Adat di Tengah Ketidakpastian Hak Peran perempuan adat jauh melampaui urusan domestik. Mereka turut...
27/04/2026

Perjuangan Perempuan Adat di Tengah Ketidakpastian Hak

Peran perempuan adat jauh melampaui urusan domestik. Mereka turut berjuang untuk ruang hidup komunitasnya — menjaga pengetahuan, budaya, dan alam yang menopang kehidupan mereka.

Salah satunya terlihat pada kerja kolektif Tati, perempuan adat Kasepuhan Jamrut yang menjadi motor penggerak dalam mendokumentasikan pengetahuan lokal kampungnya bersama kedua temannya, Uniah dan Andri.

Namun hingga kini, RUU Masyarakat Adat — yang seharusnya menjadi payung hukum bagi perlindungan dan pengakuan hak Masyarakat Adat seperti Tati — masih tertahan di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) selama 16 tahun.

Kekosongan regulasi ini menciptakan tantangan nyata: mulai dari pengakuan hutan dan wilayah adat, kelembagaan adat, hukum dan peradilan adat, mekanisme rehabilitasi dan kompensasi, hingga perlindungan hak perempuan adat atas kekayaan alam di sekitarnya.

Belum lagi, dalam banyak proses advokasi wilayah adat, suara perempuan kerap dipinggirkan — padahal merekalah yang menyimpan dan merawat pengetahuan paling dalam tentang ruang hidup yang mereka kelola.

Lalu, bagaimana perempuan adat seperti Tati terus bertahan menjaga ruang hidupnya?

Baca cerita lengkapnya di https://bit.ly/Perjuangan-Perempuan-Adat !

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Bumi, salah satunya dengan melihat kembali akar persoalan yang meng...
23/04/2026

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Bumi, salah satunya dengan melihat kembali akar persoalan yang mengakibatkan krisis sosial-lingkungan hingga saat ini masih sering terjadi.

Karena dengan melihat apa yang telah terjadi di masa lalu, kita bisa mendekonstruksi sebuah pondasi yang telah tertanam sejak dulu, untuk mendorong sebuah perubahan yang lebih baik demi kehidupan yang akan datang.

Perlawanan Kartini, Bukan Hanya Kebaya dan Konde“Aku ingin dan aku harus berperang untuk kemerdekaanku. Bagaimana aku bi...
21/04/2026

Perlawanan Kartini, Bukan Hanya Kebaya dan Konde

“Aku ingin dan aku harus berperang untuk kemerdekaanku. Bagaimana aku bisa meraih kemenangan jika aku tidak berjuang? Tanpa perjuangan tidak akan ada kemenangan; aku harus berjuang, Stella, aku hendak menggapai kemerdekaanku.”

Kalimat ini ditulis oleh Raden Ajeng Kartini dalam suratnya kepada sahabatnya di Belanda, Estelle Zeehandelaar (yang ia panggil Stella). Surat-surat ini kemudian dihimpun dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, yang memperlihatkan cara Kartini berpikir.

Ada tiga hal yang mengusik Kartini selama hidupnya: feodalisme, patriarki, dan kolonialisme. Ia mengkritis feodalisme Jawa yang bersifat hirarki kaku, kolonialisme yang menyengsarakan, dan patriarki yang membatasi peran serta hak perempuan dalam masyarakat. Ketiganya melegitimasi ketidakadilan dan penderitaan.

Dalam salah satu suratnya, bahkan ia menulis “… dan masih juga, sejumlah orang Belanda mengumpati Hindia sebagai ‘ladang kera yang mengerikan.’ … negeri ini justru telah mengisi kantong mereka dengan emas.”. Kartini menyebutkan masa-masa penjajahan ini sebagai masa yang gelap gulita.

Dari seluruh kegelisahan itu, Kartini menyebut bahwa pendidikan adalah kunci pembebasan suatu bangsa. “Pemerintah tidak akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi pemerintah dapat memberikan daya upaya supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu. Daya upaya itu ialah pengajaran.”

Kartini juga secara tegas berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki harus mendapatkan hak sama dalam pendidikan tanpa diskriminasi. Hal tersebut ia wujudkan melalui sekolah perempuan pertama di Jepara pada saat itu.

Sekalipun sudah wafat, semangat Kartini tentang kebebasan, kesetaraan, kemajuan, keadilan, dan sikap anti-feodalisme terus digaungkan. Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam gerakan perempuan seperti Putri Mardika (1912), Kartini Fonds (1913), Kautamaan Istri/Sekolah Istri (1904), Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI), Aisiyah (1917), dan gerakan perempuan lainnya.

Peringatan Kartini seharusnya tidak hanya direduksi menjadi peringatan simbolik menggunakan kebaya dan konde. Melainkan menjaga kobar semangat dalam membangun gerakan yang melawan berbagai macam sistem yang menindas perempuan dengan terus menggaungkan pemikirannya.

Karena itu, semangat Kartini masih relevan. Selama masih ada ketimpangan dan ketidakadilan, gagasan tentang kemerdekaan yang Kartini perjuangkan masih belum sepenuhnya tercapai. Perjuangan itu tidak akan selesai sampai perempuan bisa merdeka atas dari dirinya dari sistem yang menindas.

Address

Jalan Sempur Kaler No 57
Bogor
16127

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281807117488

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RMI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share