23/07/2026
Sejak beberapa tahun belakangan, perubahan dramatis terjadi dalam relasi perburuhan formal secara global yang dipicu oleh arus informalisasi sektor informal. Perubahan ini ditandai oleh peningkatan kerentanan pekerja dan kondisi kerja, yang maujud dalam fleksibilitas hubungan kerja, pemendekan masa kontrak, dan pengurangan jaminan sosial, dlsb.
Perubahan relasi perburuhan ini, secara langsung mempengaruhi tidak hanya dinamika di dalam lokus produksi (ruang kerja) itu sendiri, tetapi juga mendefinisikan ulang hubungan antara buruh, negara, dan kapital. Dalam situasi demikian, gerakan buruh (dan gerakan sosial secara umum) juga mengalami dinamika di level strategi dan taktik dalam menghadapi tantang baru.
Dalam volume I ini, Kolokia menghadirkan tiga penelitian baru yang menyajikan dimensi dan sudut pandang berbeda dalam memahami dinamika relasi kerja, kondisi kerja, dan gerakan buruh (sosial) di tengah arus informalisasi sektor informal di Indonesia. Di Sesi I, Dedy Susanto akan menyajikan investigasinya yang mendalam, sekaligus otokritik, atas praktek kerja kontrak di institusi negara (Badan Pusat Statistik) dan bagaimana itu terhubung dengan kesadaran kelas para pekerja yang terlibat.
Di Sesi II, melalui penelitian etnografi di industri perikanan tangkap, Ayu Rikza dan Rusda Khoiruz Zaman mempertanyakan arus “informalisasi sektor informal”, mengingat informalitas yang selalu hadir dalam lintasan sejarah perburuhan perikanan tangkap itu sendiri.
Di Sesi III, Nurul Fauziah menyajikan gambaran makro dari perubahan lanskap perburuhan di Indonesia kiwari melalui pengamatannya atas pelemahan dan peminggiran posisi buruh perempuan yang terjadi melalui mekanisme komunikasi. Dalam penelitian tersebut, Nurul membedah operasi negara dan kapital dalam melemahkan taktik dan strategi pengorganisasian buruh melalui praktek pendisiplinan yang mereproduksi eksklusi politik, terutama, buruh perempuan.