06/05/2026
Gastrokolonialisme adalah praktik penaklukan melalui pangan.
Di Papua, beras dan mie instan diposisikan sebagai simbol kemajuan, sementara sagu dan umbi-umbian dianggap sebagai simbol keterbelakangan. Penyeragaman pola makan ini secara perlahan mencabut akar budaya masyarakat dari ekosistem aslinya.
Kedaulatan pangan sejati bukanlah penyeragaman apa yang dimakan, melainkan penghormatan terhadap apa yang tumbuh dan menghidupi orang-orang di tanahnya sendiri.
Narasi diringkas dari artikel Gastrokolonialisme di Tanah Papua (Indonesiana.id).