27/05/2026
KISAH KERIKIL DI DALAM SEPATU.
Setiap kali pergi ke hutan untuk pencarian orang hilang,saya pasti memakai sepatu.
Karena medan di hutan banyak butiran pasir, tanah dan kerikil.
Dan setiap kali Baru jalan beberapa langkah baru terasa kalau kerikil dan butiran-butiran pasir itu masuk ke dalam sepatu, rasanya ngganjel dan gak nyaman. Setiap sudut kaki ada yang menggelitik, syaraf-syaraf di kaki mengirim sinyal ke otak, direspon oleh hati, kalau ini bisa merusak suasana pagi ini, harus segera dibersihkan.
Sepatu saya lepas dan saya balik, saya hentakkan beberapa kali hingga semua kerikilnya keluar, kaki saya lap dengan tangan, satu sepatu saya pakai.. satu lagi pun saya masukkan.
Legaaaa... losss... semua ganjelan kerikil itu telah hilang! Langsung enak buat jalan dan melanjutkan perjalanan.
Alurnya begini: kotoran yang mengganjal di kaki → syaraf-syaraf mengirim sinyal ke otak → otak memberitahu hati kalau ini bikin gak nyaman → hati dan otak sepakat untuk membersihkan → kaki dan tangan yang ikhtiar mengeksekusinya → semua kotoran hilang → legaaaa... nyaman terasa!
Itu baru kerikil dan pasir di kaki, mari kita ambil pelajarannya, bagaimana itu adalah utang-utang yang nempel di badan seumur hidup.
Dan sungguh hati itu gak bisa dibohongi, lubuk terdalamnya punya catatan tentang:
Utang uang di masa lalu dan sekarang.
Utang janji yang belum ditepati.
Utang omongan yang belum dibuktikan.
Utang komitmen yang dikhianati.
*Terus gimana supaya gak ganjel di hati, dan gak ditagih di akherat?*
Pilihannya cuma satu: selesaikan satu persatu,ikhtiar dengan sungguh-sungguh, dan berjuang!
Coba ambil kaca, bolpoint, kertas dan mulai flashback ke masa lalu hingga hari ini.
Waktu SD,ingat masa-masa itu, barangkali pernah pinjam uang jajan teman belum dikembalikan.
Waktu SMP,mulai nakal, makan tempe lima ngaku satu saja, bertahun-tahun bohongi ibu kantin sampai lulus belum terbayar
Waktu SMA, malah duit iuran kelas ditilep, minjem teman buat nraktir gebetan tak terbayar
Waktu Kuliah,hobi ngutang jadi kebiasaan, sampai bikin risih kawan dan teman, catat semua... bongkar memorynya....!!!
Waktu mulai usaha atau mulai godaan mulai banyak, gadaikan sertifikat ortu, utang kartu kredit dari satu jadi sembilan, utang tanpa agunan jadi santapan, utang modal usaha kok malah binasa.. tulis aja semuanya! Apalagi yang ini ada ribanya.. nyesek banget terasa!
“Wuik! Ada 80 list titik utang mas!”
Ya terima saja.. simpan catatan itu, dan niatkan karena Allah untuk menyelesaikannya satu persatu! Walau berat.. walau gak ringan... jangan cemen, dan pasang badan!
Sudah berani melakukan, harus berani menyelesaikan..
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menyampaikan:
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat), dan hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah)
Utang yang belum terselesaikan ternyata bisa jadi penghalang masuk surga..
Nabi juga melanjutkan..
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi)
Ikhtiarnya detailnya begini:
Jika kawan yang kau utangi tidak ketemu, ibu kantinnya juga entah pergi kemana, maka sedekahkan uangnya, dan buat akad dengan ALLAH bahwa itu adalah pembayar utangmu. Pahalanya agar disampaikan kepada orang yang pernah diutangi dan didzolimi.
Utang di lembaga keuangan, maka jangan kabur,komitmen melunasinya! Namun silahkan ikhtiar untuk tidak membayar ribanya.
Datang ke kantor OJK minta rincian detail sisa utang (SLIK OJK) . Negosiasi dengan pihak bank, bahwa punya itikad baik menyelesaikan, gak akan kabur! Namun sebagai orang beriman perintah meninggalkan riba tak bisa dibantah dengan mutlak, karena sampai akherat pertanggungjawabannya.
Satu lagi utang terbesar yang mungkin tak akan terbayar. utang budi kepada ibu dan bapak yang telah melahirkan dan merawat sejak dalam kandungan, susah payah merawat ketika sakit, siang malam mencari nafkah untuk makan, sekolah, hingga semua tercukupi. Tak akan terbayar dengan apapun juga..
Yang masih ada orang tuanya, ini kesempatan berharga. Bahagiakan mereka dengan tidak melukai hatinya, berikan nafkah walaupun mereka tidak meminta. Ajak pergi liburan bersama keluarga.. jangan bebani apapun dengan urusan kita di masa tua..
Yang orang tuanya sudah meninggal, kesempatan itu juga masih ada selama kita masih di dunia. berwakaflah untuk orang tua kita. Walau dengan hanya 1 ban Untuk ambulan gratis, untuk satu meter sumur yang dibuat di daerah kekeringan, atau untuk sak semen untuk bangunan tempat pengajian.. semua atas namakan orang tuamu, dan lakukan terus sepanjang hidupmu. Pahala akan mengalir terusss.. dan percayalah, nanti anak-anakmu yang akan membalasnya untukmu, melakukan hal yang sama hingga sampai di kuburanmu..
*_Mulailah untuk membersihkan kerikil di sepatumu_*
rasakan ketika pagi hari menyambut embun dan matahari, tak ada satupun ganjalan yang nempel di hati...!!!
Tenaaang..
merengkuh hidup dalam keberkahan Tuhan..
Aamiin.
Jika sudah muncul Ketenangan (sakinah) maka akan muncul kasih sayang Allah (mawaddah) dan akan muncul rahmatNya Allah (warohmah).
*Taubat itu wajib*
*Lunas utang itu bonus*
*Indonesia riba solution*
*Idul adha 1447H/2026M*