Relung Indonesia

Call Directions Website Contact the organization

Relung Indonesia Promoting regenerative resilience for economic & eco-sustainability in combating climate change. AHU-0011620.AH.01.04. AHU-0022281.AH.01.12.

About Relung Indonesia Foundation

The Resiliensi Lingkungan Indonesia Foundation, known as Relung Indonesia, was established in Jakarta in 2018 by Notarial Deed No. 27 dated August 27, 2018 (Notary Kokoh Henry, SH., MKn), and officially legalized by the Ministry of Law and Human Rights through Decree No. In 2023, new leadership for the 2023–2028 period was formalized by Notarial Deed No. 04 dated September 19, 2023 (Notary Athanasia Dian Santi) and Decree No. Relung is a metamorphosis of the Institute for Education and Community Empowerment Studies (IECES), a grassroots movement founded in Yogyakarta in 2000 by Forestry students of Gadjah Mada University. From its roots, Relung has grown into a national foundation committed to environmental sustainability, inclusive natural resource governance, and regenerative rural economies. Relung’s approach is grounded in Regenerative-Resilience, combining ecological restoration, adaptive learning, and community empowerment. This includes reforestation and mangrove rehabilitation along the southern coasts of Yogyakarta and Central Java, sustainable agroforestry in the Menoreh Hills, and strengthening local food systems and livelihoods through inclusive innovation. Relung also addresses environmental, economic, and social vulnerabilities in rural communities—ranging from biodiversity loss and climate change to gender inequality and limited access to education, land, and fair markets. Through partnerships with local communities, government, private sector, and civil society, Relung promotes Green Knowledge—an integrated framework of traditional wisdom, scientific insight, and participatory learning to foster sustainability. With over two decades of grassroots experience, Relung envisions a dynamic harmony between humans and nature, and strives to be a leading actor in building a regenerative, just, and resilient Indonesia.

🎬 Hari Kedua Produksi Film Pendek & Dokumenter📍 Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Jawa Tengah🗓️ 6 Oktober 2026
06/10/2026

🎬 Hari Kedua Produksi Film Pendek & Dokumenter
📍 Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Jawa Tengah
🗓️ 6 Oktober 2026

🎬 Hari Pertama Produksi Film Pendek & Dokumenter📍 Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Jawa Tengah🗓️ 5 Oktober 2026Bagian dari R...
06/10/2026

🎬 Hari Pertama Produksi Film Pendek & Dokumenter
📍 Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Jawa Tengah
🗓️ 5 Oktober 2026

Bagian dari RBP REDD+ GCF Output 2 KP II Provinsi Jateng, film ini mengangkat tentang alam, budaya dan manusia.

Stay tuned! 👀

Setiap usaha yang bertahan lama berawal dari komitmen. 🌱Hari ini kami memulai seri pengembangan usaha kelompok masyaraka...
03/10/2026

Setiap usaha yang bertahan lama berawal dari komitmen. 🌱

Hari ini kami memulai seri pengembangan usaha kelompok masyarakat di sekitar Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I. Rangkaian ini terdiri dari 5 tahapan:

1️⃣ Penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen
2️⃣ Fasilitasi sarana dan prasarana usaha
3️⃣ Pelatihan teknis
4️⃣ Pendampingan awal penyusunan business plan dan pelembagaan
5️⃣ Pendampingan kedua untuk finalisasi business plan dan pelembagaan

Seri pertama dimulai dari Tahap 1: penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen. Komitmen ini mengikat kelompok masyarakat, Balai Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, penyuluh kehutanan CDK Wilayah X dan XI, serta Relung. Isinya tiga hal: mengelola usaha berbasis prinsip konservasi, mematuhi peraturan perlindungan hutan, dan aktif mengikuti seluruh pelatihan dan pendampingan. 🌳

Dari komitmen inilah kelompok melangkah ke tahap berikutnya, agar usaha bisa tumbuh mandiri dan hutan tetap lestari.

Geser untuk melihat selengkapnya ➡️ dan ikuti terus untuk seri berikutnya: Fasilitasi Sarana dan Prasarana Usaha.

Daun, bunga, dan air dalam motif batik mengingatkan kita bahwa budaya lahir dari alam yang dijaga.Selamat hari batik nas...
02/10/2026

Daun, bunga, dan air dalam motif batik mengingatkan kita bahwa budaya lahir dari alam yang dijaga.

Selamat hari batik nasional 2026

30/09/2026

Product Development Training – KWT Tanggamus 🌿

22-23 September 2026, 21 perwakilan dari 7 Kelompok Wanita Tani di Pulau Panggung dan Ulu Belu mengikuti pelatihan pengembangan produk usaha bersama trainer.

Selama dua hari, peserta belajar:
✔️ Mengenali calon pembeli dan kebutuhan pasar (market first)
✔️ Memetakan potensi bahan dan keterampilan lokal
✔️ Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) agar tidak rugi
✔️ Menyiapkan desain kemasan yang sesuai standar

Hasilnya, 7 produk lokal siap menuju tahap uji pasar: peyek kacang, opak singkong, kerupuk rendang, kerupuk labu siam, banana choco ball, emping jagung, dan keripik pisang.

Program Empowering Women Coffee Farmers (EWCF) oleh Yayasan Relung Indonesia.

Product Development Training: Dari Dapur Desa Menuju Pasar 🌿Pada 22-23 September 2026, 21 perwakilan dari 7 Kelompok Wan...
28/09/2026

Product Development Training: Dari Dapur Desa Menuju Pasar 🌿

Pada 22-23 September 2026, 21 perwakilan dari 7 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Pulau Panggung dan Ulu Belu berkumpul di GSG Pekon Tekad, Tanggamus, Lampung, untuk belajar mengembangkan produk usaha bersama trainer Relung.

📌 Materi pelatihan:
✔️ Prinsip market first: kenali pembeli dan kompetitor
✔️ Pemetaan potensi lokal dan pemilihan produk prioritas
✔️ Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
✔️ Desain kemasan: komposisi, netto, tanggal kedaluwarsa, izin P-IRT & Halal

Hasilnya, 7 produk lokal siap masuk tahap uji pasar: peyek kacang, opak singkong, kerupuk rendang, kerupuk labu siam, banana choco ball, emping jagung, dan keripik pisang.

Pendampingan berlanjut dengan penghitungan ulang HPP, uji resep, dan kunjungan Tim Halal pada awal Oktober. Ikuti terus perjalanannya di 👩‍🌾

Regulasi di tingkat kalurahan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berkelanj...
27/09/2026

Regulasi di tingkat kalurahan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berkelanjutan. 🌳

Melalui RBP REDD+ GCF Output 2 KP II Wilayah DIY, BPDLH bersama Yayasan Relung Indonesia mendampingi Kalurahan Sidoharjo dan Kalurahan Pagersari, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo, dalam menyusun Peraturan Kalurahan tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wanabraya—sistem pengelolaan hutan lestari oleh Kelompok Tani Hutan (KTH).

Proses penyusunan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, diskusi rancangan, finalisasi, hingga musyawarah kalurahan, sehingga peraturan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat setempat.

Ke depan, Peraturan Kalurahan ini akan menjadi payung hukum sekaligus memperkuat posisi KTH sebagai pengelola utama hutan rakyat—mendorong kesejahteraan masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan melestarikan dinamika sosial budaya.

🐦 Keseruan di Jogja Biodiversity FestivalRelung Indonesia turut hadir sebagai mitra pendukung dalam kegiatan pengenalan ...
24/09/2026

🐦 Keseruan di Jogja Biodiversity Festival

Relung Indonesia turut hadir sebagai mitra pendukung dalam kegiatan pengenalan keanekaragaman hayati di Muntuk, Bantul, 5 September 2026, yang digagas BKSDA DIY bersama Dinas Lingkungan Hidup DIY dan Karang Taruna Kalurahan Muntuk.

📌 Hasil pengamatan: 24-25 jenis burung
📌 3 jenis dilindungi: bubut jawa, elang ular bido, sikep madu asia

Karena menjaga alam dimulai dari mengenal dan melibatkan anak muda. 🌿

📸 Dokumentasi Tim Magang Kerja Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM

Program magang vokasi dimulai lagi!3 mahasiswa Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM, resmi memulai magang di Relung Ind...
17/09/2026

Program magang vokasi dimulai lagi!

3 mahasiswa Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM, resmi memulai magang di Relung Indonesia sejak awal September 2026.

Hari pertama:
✅ Pengenalan company profile
✅ Orientasi kantor
✅ Perkenalan diri & penyampaian tujuan magang

Yuk intip keseruan magang vokasi UGM angkatan ini!

Selama ini, KWT dampingan Project EWCF di Kec. Ulu Belu dan Pulau Panggung sudah aktif mengolah pisang, gula aren, hingg...
11/09/2026

Selama ini, KWT dampingan Project EWCF di Kec. Ulu Belu dan Pulau Panggung sudah aktif mengolah pisang, gula aren, hingga camilan lokal. Tapi ada satu hal yang masih perlu dilengkapi: jaminan bahwa produknya aman, bermutu, dan legal untuk dijual.

Lewat Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), 30 peserta dari 15 KWT belajar langsung dari DISKOPERINDAG, DINKES, dan KUA Pulau Panggung — mulai dari higiene produksi (CPPOB), legalitas usaha (NIB), hingga jalur Sertifikat Halal.

Fun fact: tanpa sertifikat PKP, izin usaha cuma bertahan 6 bulan. Dengan sertifikat ini, gratis dan berlaku hingga 5 tahun. 🌾

Dari dapur rumah menuju rak yang lebih luas, dimulai dari langkah kecil seperti ini.

📍 GSG Pulau Panggung, Tanggamus | 8 September 2026

Address

Omah Relung. Kalipentung RT03/RW17 Kalitirto
Berbah
55573

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6285175442708

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Relung Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Relung Indonesia:

Shortcuts

Share