LivE Knowledge

LivE Knowledge LivE Knowledge adalah media pengelolaan informasi dan pengetahuan tentang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Live Knowledge adalah rumah komunitas penyedia, pengelola informasi dan pengetahuan untuk sumber daya alam, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Membaca lima belas kata terakhir dalam kalimat Steven Topik seketika meretakkan dinding pengetahuan saya tentang sejarah...
15/04/2026

Membaca lima belas kata terakhir dalam kalimat Steven Topik seketika meretakkan dinding pengetahuan saya tentang sejarah kopi di Indonesia.

Saya sisir ulang kalimat itu untuk menahan agar konstruksi sejarah yang telah bertahun-tahun berdiri kokoh di kepala saya tidak runtuh begitu saja:

Membaca lima belas kata terakhir dalam kalimat Steven Topik seketika meretakkan dinding pengetahuan saya tentang sejarah kopi di Indonesia. Saya sisir ulang kalimat itu untuk menahan agar...

“Bagaimanapun juga,” sambung Nurlela, “kita harus bangga dengan konsep Kebun Kopi Tangguh Iklim.”“Sebab kita sendirilah,...
27/01/2026

“Bagaimanapun juga,” sambung Nurlela, “kita harus bangga dengan konsep Kebun Kopi Tangguh Iklim.”

“Sebab kita sendirilah, perempuan petani kopi yang sering dianggap tidak tahu apa-apa dan tidak pernah ke mana-mana, yang membuatnya. Kita pun membuatnya dengan menghidupkan kembali cara-cara nenek moyang kita, dan kita menerapkannya untuk masa depan anak cucu kita.”

“Yang penting, hasil kebun kopi kita lebih memuaskan, kebun kopi kita lebih sehat, rumah tangga kita lebih harmonis, dan kita lebih bahagia,”

Desmi Yati tertegun sejenak di bawah dedaunan hijau salah satu pohon kopi. “Di sini lebih banyak,” katanya pelan seolah ...
13/01/2026

Desmi Yati tertegun sejenak di bawah dedaunan hijau salah satu pohon kopi. “Di sini lebih banyak,” katanya pelan seolah enggan memberitahukan.

Tajuk pepohonan tersebut diharapkan bisa memayungi bunga dan buah kopi dari tetesan air hujan, terpaan angin, dan sengatan matahari.

Hasan Mukti menarik napas panjang, lalu melepaskannya perlahan. Sembari duduk bersila di atas karpet plastik merah, pand...
01/01/2026

Hasan Mukti menarik napas panjang, lalu melepaskannya perlahan. Sembari duduk bersila di atas karpet plastik merah, pandangannya lurus menatap pintu kayu yang terbuka lebar. Dari seberang rumah, terdengar deru pertemuan sungai Lisai dan Seblat yang mengalir tanpa henti.

Beban yang menyesak di dadanya selama tiga tahun terakhir mulai meluruh. Bersama anggota Komunitas Adat Sungai Lisai, ia telah bersepakat untuk menghadapi arus “kemajuan” yang perlahan menghanyutkan, bahkan nyaris menenggelamkan sejarah dan masa depan mereka.

Langkah Komunitas Adat Sungai Lisai kembali menanam padi riun merupakan ikhtiar untuk merawat kedaulatan pangan.

Siti Hermi sama sekali tak pernah menduga. Keputusan dia dan suaminya, Depi, mengubah cara memperlakukan kebun kopi seki...
16/12/2025

Siti Hermi sama sekali tak pernah menduga. Keputusan dia dan suaminya, Depi, mengubah cara memperlakukan kebun kopi sekitar tahun 2007 berdampak fatal. Satu per satu sumber penghidupan di kebun kopi yang menjadi penopang hidup keluarganya perlahan hancur.

Siti Hermi sama sekali tak pernah menduga. Keputusan dia dan suaminya, Depi, mengubah cara memperlakukan kebun kopi sekitar tahun 2007 berdampak fatal. Satu per satu sumber penghidupan di kebun kopi yang menjadi penopang hidup keluarganya perlahan hancur dan binasa.

Di tengah cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi akibat perubahan iklim, membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim juga berar...
02/12/2025

Di tengah cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi akibat perubahan iklim, membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim juga berarti mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

“Justru harus dimasifkan,” kata Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Bengkulu, M. Fajrin Hidayat, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (1/12/25) sore.

“Terutama di daerah-daerah hulu DAS yang bentang alamnya sudah berubah menjadi kebun-kebun kopi, sehingga meminimalkan risiko bencana longsor dan banjir yang bisa berdampak ke hilir,” tambah Fajrin.

Gerakan perempuan petani kopi membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim mendesak untuk dimasifkan untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Salah satu kearifan/praktik lokal yang diterapkan kembali oleh perempuan petani kopi (dan keluarganya) di Kepahiang dan ...
28/11/2025

Salah satu kearifan/praktik lokal yang diterapkan kembali oleh perempuan petani kopi (dan keluarganya) di Kepahiang dan Rejang Lebong untuk membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim, yang berkontribusi untuk mencegah bencana hidrometeorologi.




“Apalagi ibu-ibu juga sudah mengajukan Ranperdes (Rancangan Peraturan Desa), bahkan ada yang sudah disahkan menjadi Perd...
21/11/2025

“Apalagi ibu-ibu juga sudah mengajukan Ranperdes (Rancangan Peraturan Desa), bahkan ada yang sudah disahkan menjadi Perdes. Desa-desa lain bisa menyontoh. Harapan besarnya, nantinya bisa ada Perbup (Peraturan Bupati),” kata Suradi.

Pemda Rejang Lebong sepakat inisiatif perempuan petani kopi membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim diperluas.

"Dekolonisasi iklim sangat berkaitan dengan produksi pengetahuan (siapa yang dikutip, epistemologi mana, ontologi siapa,...
21/10/2025

"Dekolonisasi iklim sangat berkaitan dengan produksi pengetahuan (siapa yang dikutip, epistemologi mana, ontologi siapa, dan seterusnya), tetapi juga siapa yang diundang, siapa yang didengar, dan siapa yang membantu menetapkan agenda... Pada akhirnya, hal ini merupakan pergeseran geopolitik kritis dalam produksi pengetahuan serta evaluasi ulang keahlian dan para ahli."

Farhana Sultana

Foto 1: Perwakilan Koppi Sakti Bengkulu, Bupati Kepahiang, Kepala Dinas Pertanian Kepahiang, dan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kepahiang memegang poster sejumlah kearifan lokal dalam pengelolaan kebun kopi yang disepakati oleh Koppi Sakti Bengkulu untuk direvitalisi guna membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim, pada Kamis (16/19/25) di ruang kerja Bupati Kepahiang.

Foto 2: Ketua Koppi Sakti Bengkulu Supartina Paksi menyerahkan surat permohonan fasilitasi membangun Kebun KopinTangguh Iklim yang ditandatangani perempuan petani kopi di 10 desa di Kepahiang kepada Bupati Kepahiang.

Foto 3: Pengurus Koppi Sakti Bengkulu Siti Hermi menyerahkan Rekomendasi Kebijakan "Berdayakan Perempuan Petani Kopi untuk Membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim" yang disusun oleh Koppi Sakti Bengkulu kepada Bupati Kepahiang.

“Tidak ada generasi muda adat yang bisa menganyam. Menari adat, malu. Bermusik tradisional juga tidak mau. Jadi, sekolah...
18/10/2025

“Tidak ada generasi muda adat yang bisa menganyam. Menari adat, malu. Bermusik tradisional juga tidak mau. Jadi, sekolah-sekolah (formal) itu telah menjauhkan generasi muda adat dari tanah kelahiran, identitas, pengetahuan, tradisi dan budaya,” kata Kuyin.

Pendirian Sekolah Adat Tunggu Tubang merupakan upaya membangun jalan pulang bagi generasi muda adat Semende untuk mengintegrasikan diri dengan tanah kelahiran dan identitas.

“Ini yang saya cari,” ujar Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP dalam diskusi bersama perwakilan Koalisi Perempuan Petan...
17/10/2025

“Ini yang saya cari,” ujar Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP dalam diskusi bersama perwakilan Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Bengkulu di ruang kerjanya pada Kamis (16/10/25) siang.

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S. IP menginginkan agar konsep Kebun Kopi Tangguh Iklim dicontoh oleh perempuan petani kopi lainnya.

Address

Jalan EngGang No 86-87 RT 7 RW 2 Kelurahan Cempaka Permai
Bengkulu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LivE Knowledge posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to LivE Knowledge:

Share