Duta Wisata Seblat

Duta Wisata Seblat Wonderful Indonesia : people, culture, national beauty, natural resources, dan opportunity investment

05/09/2026

Hutan kita adalah paru-paru dunia, namun perlahan berubah menjadi lautan abu. Fakta pahit yang harus kita hadapi: tragedi ini sering kali bukan murni bencana alam. HUTAN INDONESIA ITU DIBAKAR, BUKAN TERBAKAR!

Masa depan ekosistem dan satwa liar kita sedang terancam. Sudah saatnya kita peduli, bersuara, dan menuntut tindakan nyata sebelum semuanya terlambat.

Menurutmu, apa langkah paling efektif untuk menghentikan pembakaran hutan ini? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dan share video ini untuk menyebarkan kesadaran! 👇

MENGENAL NELSON, GAJAH SENIOR PENJAGA JEJAK KONSERVASI Nelson adalah gajah sumatra jantan yang lahir pada tahun 1978. Di...
04/09/2026

MENGENAL NELSON, GAJAH SENIOR PENJAGA JEJAK KONSERVASI

Nelson adalah gajah sumatra jantan yang lahir pada tahun 1978. Diperkirakan berusia sekitar 15 tahun saat pertama kali diselamatkan dari kawasan Seblat, Bengkulu Utara, Nelson kemudian tiba di pusat konservasi pada Februari 1993.

Kini, di usia 47 tahun, Nelson menjadi salah satu gajah jantan senior yang telah puluhan tahun hidup dan beradaptasi di bawah pengelolaan Pusat Latihan Gajah (PLG).

Setiap hari, Nelson didampingi oleh Mahout Saparudin dan Barokah yang dengan penuh perhatian merawatnya—mulai dari memberikan pakan, memandikan, memantau kesehatan, hingga melatih dan memastikan kesejahteraannya.

Puluhan tahun kebersamaan telah membangun ikatan, kepercayaan, dan keharmonisan antara Nelson dan para mahout. Sebuah hubungan yang menjadi bagian penting dari keberhasilan konservasi satwa.

Nelson bukan sekadar gajah senior. Ia adalah bagian dari perjalanan panjang upaya menjaga dan melestarikan gajah sumatra.

Mari terus dukung konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia.

MENGENAL GAJAH MEGA — SAKSI PANJANG PERJALANAN KONSERVASI GAJAH SUMATRA Namanya Mega. Ia adalah gajah Sumatra betina yan...
04/09/2026

MENGENAL GAJAH MEGA — SAKSI PANJANG PERJALANAN KONSERVASI GAJAH SUMATRA

Namanya Mega. Ia adalah gajah Sumatra betina yang telah menjadi bagian dari perjalanan konservasi di Bengkulu selama puluhan tahun.

🌱 Lahir: 1989
📍 Asal: Mukomuko, Bengkulu
🐘 Jenis kelamin: Betina
📅 Tiba di pusat konservasi: Desember 1995
🎂 Usia saat ini: 36 tahun
👤 Mahout: Mahyudin

Mega diperkirakan berusia sekitar 6 tahun ketika diperoleh melalui proses penangkapan di wilayah Mukomuko. Setelah penyelamatan dan pemindahan, Mega tiba di Pusat Latihan Gajah (PLG) pada Desember 1995 untuk menjalani perawatan, adaptasi, dan pembinaan.

Kini, setelah puluhan tahun berada di lingkungan konservasi, Mega telah tumbuh menjadi gajah betina dewasa yang mampu beradaptasi dengan baik. Setiap hari, ia didampingi oleh Mahout Mahyudin yang dengan penuh tanggung jawab memberikan pakan, memandikan, memantau kesehatan, melatih, serta memastikan kebutuhan dan kesejahteraan Mega terpenuhi.

Hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun menciptakan ikatan yang harmonis, penuh kepercayaan, dan menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengelolaan satwa.

Mega bukan sekadar seekor gajah. Ia adalah bagian dari cerita panjang upaya manusia menjaga dan melestarikan satwa liar.

Mari bersama menjaga habitatnya, melindungi gajah Sumatra, dan memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal sosok seperti Mega.

Lindungi Gajah. Lestarikan Hutan. Selamatkan Masa Depan.

MENGENAL FATMA, GAJAH SUMATRA YANG TANGGUHDi balik tubuh besarnya, ada perjalanan panjang tentang penyelamatan, adaptasi...
03/09/2026

MENGENAL FATMA, GAJAH SUMATRA YANG TANGGUH

Di balik tubuh besarnya, ada perjalanan panjang tentang penyelamatan, adaptasi, kasih sayang, dan kepercayaan.

Gajah Fatma merupakan gajah sumatra betina yang lahir pada 1987. Pada usia sekitar 8 tahun, Fatma diperoleh melalui proses penangkapan di wilayah Mukomuko, Bengkulu, kemudian menjalani proses penyelamatan dan pemindahan hingga tiba di pusat konservasi pada Januari 1995.

Kini, di usia 38 tahun, Fatma telah menjadi salah satu gajah betina dewasa yang telah lama menghuni Pusat Latihan Gajah (PLG). Selama bertahun-tahun, Fatma mampu beradaptasi dengan baik dan menjalani berbagai aktivitas perawatan sehari-hari.

Dalam kesehariannya, Fatma didampingi oleh Mahout Hairani, yang dengan penuh dedikasi memberikan pakan, memandikan, memantau kesehatan, melatih, serta memastikan kebutuhan dan kesejahteraan Fatma tetap terjaga.

Hubungan Fatma dan Mahout Hairani bukanlah ikatan yang terbentuk dalam sehari.
Waktu, kesabaran, dan kepedulian telah membangun rasa saling percaya dan keharmonisan di antara keduanya.

Fatma mengajarkan kita bahwa konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satwa, tetapi juga tentang merawat, memahami, dan memastikan mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Mari bersama menjaga gajah sumatra dan habitatnya.
Karena setiap gajah memiliki cerita, dan setiap cerita layak untuk diselamatkan.

JANJI MENHUT BELUM TUNTAS, BENTANG ALAM SEBLAT TERUS TERANCAM!Bentang Alam Seblat bukan sekadar hamparan hutan. Di dalam...
02/09/2026

JANJI MENHUT BELUM TUNTAS, BENTANG ALAM SEBLAT TERUS TERANCAM!

Bentang Alam Seblat bukan sekadar hamparan hutan. Di dalamnya ada kehidupan, rumah bagi satwa langka, termasuk gajah Sumatra yang semakin terdesak oleh kerusakan habitat.

Lembaga konservasi dan perlindungan satwa langka Lingkar Inisiatif Indonesia mengingatkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk menunaikan komitmennya dalam memulihkan dan menyelamatkan kawasan Bentang Alam Seblat.

“Sampai hari ini, janji Menhut Raja Juli Antoni, menurut kami belum ditunaikan secara utuh. Bentang Alam Seblat, nyatanya terus dirusak dan mengancam hidup satwa langka.”

— Iswadi, Ketua Lingkar Inisiatif Indonesia
dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (25/8/2026).

⚠️ Hutan terus hilang. Habitat terus menyempit. Satwa langka terus terancam.

Kini saatnya komitmen diwujudkan menjadi aksi nyata.
Karena menyelamatkan Bentang Alam Seblat berarti menyelamatkan rumah satwa, menjaga keseimbangan alam, dan mempertahankan kehidupan untuk generasi mendatang.

🐘 Selamatkan Bentang Alam Seblat.
🌳 Hentikan deforestasi.
🐘 Lindungi satwa langka.
🌱 Jaga hutan, jaga kehidupan.

Jangan biarkan janji berhenti sebagai janji. Saatnya Seblat diselamatkan!

HUTAN BUKAN SEKADAR HAMPARAN HIJAU. HUTAN ADALAH RUMAH.Hasil analisis citra satelit menunjukkan adanya indikasi deforest...
02/09/2026

HUTAN BUKAN SEKADAR HAMPARAN HIJAU. HUTAN ADALAH RUMAH.

Hasil analisis citra satelit menunjukkan adanya indikasi deforestasi di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Air Ipuh I, Air Ipuh II, dan Lebong Kandis. Perubahan tutupan hutan menjadi area terbuka teridentifikasi melalui perbandingan citra resolusi tinggi Google dan citra Sentinel-2 periode April hingga Mei–Agustus 2026.

Kawasan ini bukan hanya penting bagi hutan, tetapi juga merupakan habitat gajah Sumatra dan keanekaragaman hayati Bentang Seblat. Setiap hektare hutan yang hilang berarti semakin sempit p**a ruang hidup satwa liar.

💚 Hentikan deforestasi.
🌱 Lindungi hutan.
🐘 Selamatkan habitat gajah Sumatra.
🌳 Jaga Bentang Seblat untuk generasi mendatang.

Mari bersama menjaga hutan Seblat sebelum yang tersisa hanya menjadi kenangan.

Data : Genesis Bengkulu

Mengenal Devi, Sang Penjaga Hutan dari SeblatDi balik sosoknya yang besar dan kuat, ada perjalanan panjang penuh perjuan...
02/09/2026

Mengenal Devi, Sang Penjaga Hutan dari Seblat

Di balik sosoknya yang besar dan kuat, ada perjalanan panjang penuh perjuangan dan kasih sayang. Devi, gajah Sumatra betina yang lahir pada tahun 1994, telah menjadi bagian dari Pusat Latihan Gajah (PLG) sejak Januari 1996.

Devi pertama kali diperoleh dari wilayah Mukomuko, Bengkulu, saat diperkirakan masih berusia sekitar 2 tahun. Setelah melalui proses penyelamatan, pemindahan, perawatan, dan adaptasi, Devi kini telah tumbuh menjadi gajah betina dewasa yang sehat.

Di usianya yang ke-31 tahun, Devi terus menjalani hari-harinya bersama Mahout Kuterdi. Mulai dari memberikan pakan, memandikan, memantau kesehatan, melatih, hingga memastikan kesejahteraannya.

Lebih dari sekadar hubungan antara gajah dan mahout, perjalanan panjang mereka telah membangun ikatan, kepercayaan, dan keharmonisan.

Devi bukan sekadar seekor gajah. Ia adalah bagian dari cerita konservasi dan pengingat bahwa menjaga satwa berarti menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.

Mari kenali, cintai, dan jaga gajah Sumatra. Karena setiap gajah memiliki cerita, dan setiap cerita layak untuk dilindungi.

30/08/2026

GAJAH BUKAN SEKADAR PENGHUNI HUTAN. MEREKA ADALAH PETANI HUTAN.

Tahukah kamu? Saat gajah memakan buah dan tumbuhan, mereka membantu menyebarkan benih ke berbagai penjuru hutan melalui kotorannya.

Benih-benih itu kemudian tumbuh menjadi pohon baru, memperkaya hutan, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Tanpa gajah, regenerasi hutan bisa terganggu.
Karena itu, menjaga gajah berarti menjaga hutan—dan menjaga hutan berarti menjaga kehidupan kita.

🐘 Selamatkan Gajah Seblat.
🌳 Lindungi habitatnya.
🌱 Biarkan para petani hutan terus bekerja.

Video Rendra Regen Rais

PERAMBAHAN MASIF, GAJAH SEBLAT TERDESAK — LAHAN, MASYARAKAT, DAN MASA DEPAN HUTANBentang Alam Seblat di Bengkulu bukan s...
28/08/2026

PERAMBAHAN MASIF, GAJAH SEBLAT TERDESAK — LAHAN, MASYARAKAT, DAN MASA DEPAN HUTAN

Bentang Alam Seblat di Bengkulu bukan sekadar hamparan hutan.

Ia adalah rumah bagi Gajah Sumatera, satwa liar lainnya, sekaligus ruang hidup bagi masyarakat di sekitarnya.

Namun hari ini, masa depan Seblat berada di persimpangan.

Hutan terus dirambah. Habitat gajah terus menyusut.

Berdasarkan data Koalisi Bentang Alam Seblat, sekitar 30.017 hektare dari total 112.504 hektare habitat gajah telah dirambah, dengan sebagian besar berubah menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal.

Ketika hutan hilang, sumber pakan alami gajah pun ikut menghilang.

Gajah akhirnya semakin sering keluar menuju perkebunan dan permukiman untuk bertahan hidup.

Yang lebih mengkhawatirkan, ditemukan material plastik dan pakaian bekas dalam kotoran gajah liar.

Satwa yang seharusnya hidup dari tumbuhan hutan kini harus berhadapan dengan sampah manusia.

Ini bukan sekadar konflik manusia dan gajah. Ini adalah tanda bahwa ruang hidup mereka sedang dirampas.

Di sisi lain, persoalan Seblat juga tidak sesederhana tentang siapa yang membutuhkan tanah.

Masyarakat membutuhkan kepastian ruang hidup dan lahan untuk bertahan. Tetapi keadilan tidak boleh berhenti pada pemberian akses semata.

Kita juga perlu bertanya:

Siapa yang menguasai ruang?
Bagaimana ruang itu diperoleh?
Dan untuk kepentingan siapa lahan tersebut dimanfaatkan?

Terlebih ketika tutupan sawit telah mencapai lebih dari 12 ribu hektare di sejumlah kawasan Bentang Alam Seblat.

Pemerintah pun telah menyampaikan komitmen untuk menyelamatkan kawasan ini.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendatangi Bentang Alam Seblat pada 14 Desember 2025, menegaskan pentingnya penyelamatan habitat gajah.

Kemudian pada Juni 2026, dalam pertemuan dengan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, pentingnya menjaga habitat kunci Gajah Sumatera yang tersisa di Seblat kembali disepakati.

Namun, pernyataan saja tidak cukup.

Seperti disampaikan Ali Akbar, Ketua Kanopi Hijau Indonesia, Bentang Alam Seblat membutuhkan strategi dan tindakan nyata untuk menghentikan kerusakan yang terus berlangsung.




Address

Seblat
Bengkulu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Duta Wisata Seblat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Duta Wisata Seblat:

Shortcuts

Share