Duta Wisata Seblat

Duta Wisata Seblat Wonderful Indonesia : people, culture, national beauty, natural resources, dan opportunity investment

14/05/2026

Helmi Hasan Desak Penegakan Hukum atas Kematian Gajah dan Harimau Sumatera di Bengkulu

BENGKULU, KORANRB.ID- Kematian dua ekor gajah sumatera dan satu harimau sumatera dalam beberapa hari terakhir mengguncang Provinsi Bengkulu.

Peristiwa yang melibatkan satwa dilindungi tersebut mendapat perhatian serius dari Helmi Hasan dan pemerintah daerah.

Gubernur Bengkulu menegaskan bahwa tragedi tersebut menjadi catatan buruk bagi daerah dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat.

Helmi juga meminta perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kasus itu turut diperiksa apabila ditemukan bukti pelanggaran.

Menurut Helmi Hasan, kematian satwa liar yang dilindungi bukan hanya persoalan konservasi, tetapi juga menyangkut komitmen Bengkulu dalam menjaga kekayaan hayati dan ekosistem alam yang ada.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menerbitkan surat edaran terkait perlindungan satwa liar dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa di seluruh wilayah Bengkulu.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu masih menunggu hasil nekropsi dari Balai Veteriner guna memastikan penyebab kematian satwa-satwa tersebut.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam satu hingga dua minggu mendatang.

Di tengah penyelidikan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia juga mengambil langkah tegas dengan mencabut izin Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan milik PT API dan PT BAT.

Pencabutan dilakukan setelah evaluasi menunjukkan kewajiban restorasi ekosistem dinilai belum dijalankan secara optimal.

Meski demikian, pemantauan menggunakan drone thermal di kawasan Bentang Alam Seblat menemukan satu kelompok gajah sumatera liar berjumlah 17 ekor.

Temuan ini memberi harapan bahwa populasi gajah sumatera di Bengkulu masih bertahan di tengah ancaman kerusakan habitat dan konflik manusia dengan satwa liar.(**)
Reposted from .id

KABAR PENTING UNTUK BENTANG SEBLATAkhirnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mencabut izin pemanfaatan hutan PT. API d...
10/05/2026

KABAR PENTING UNTUK BENTANG SEBLAT

Akhirnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mencabut izin pemanfaatan hutan PT. API dan PT. BAT di Bentang Seblat, Bengkulu. Keputusan ini muncul setelah kematian 2 ekor gajah sumatera (induk dan anak) serta 1 ekor harimau sumatera yang diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan di kawasan tersebut.

Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa keselamatan satwa dilindungi dan kelestarian hutan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan usaha.

Bentang Seblat bukan sekadar kawasan hutan — ini adalah rumah bagi satwa liar Sumatera yang tersisa. Ketika habitat rusak, konflik meningkat, dan nyawa satwa menjadi taruhannya.

Kami mendorong agar langkah ini tidak berhenti pada pencabutan izin saja, tetapi juga dilanjutkan dengan:

🌱 Pemulihan ekosistem secara menyeluruh di Bentang Seblat
⚖️ Penegakan pidana terhadap dugaan kerusakan lingkungan dan kematian satwa di area konsesi
🐘 Perlindungan habitat gajah Sumatera dan harimau Sumatera secara permanen
🌳 Evaluasi total terhadap izin-izin usaha yang mengancam kawasan penting satwa liar di Bengkulu

Kematian satwa dilindungi bukan sekadar angka. Ini adalah alarm darurat bagi masa depan hutan Sumatera.

“Setiap usaha yang mengabaikan kelestarian hutan dan mengancam satwa dilindungi, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku.” — Raja Juli Antoni

Mari terus kawal hutan Bengkulu dan perjuangan menyelamatkan gajah serta harimau sumatera.









KABAR PENTING UNTUK HUTAN & SATWA BENGKULU.Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni  resmi mencabut izin pemanfaatan hutan mil...
10/05/2026

KABAR PENTING UNTUK HUTAN & SATWA BENGKULU.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni resmi mencabut izin pemanfaatan hutan milik PT Bentara Arga Timber (BAT) dan PT Anugrah Pratama Inspirasi (API) di Bengkulu.

Keputusan ini muncul setelah ditemukannya kematian 2 ekor gajah Sumatera dan 1 ekor harimau Sumatera di kawasan yang diduga berkaitan dengan aktivitas konsesi perusahaan.

Pencabutan izin ini menjadi sinyal tegas bahwa hutan bukan sekadar ruang eksploitasi, tetapi rumah bagi satwa liar yang dilindungi dan penyangga kehidupan masyarakat.

Kami mendorong agar langkah ini tidak berhenti pada pencabutan izin saja, tetapi juga dilanjutkan dengan:

🌱 Pemulihan ekosistem secara menyeluruh di bentang Seblat
⚖️ Penegakan pidana terhadap dugaan kerusakan lingkungan dan kematian satwa di area konsesi
🐘 Perlindungan habitat gajah Sumatera dan harimau Sumatera secara permanen
🌳 Evaluasi total terhadap izin-izin usaha yang mengancam kawasan penting satwa liar di Bengkulu

Kematian satwa dilindungi bukan sekadar angka. Ini adalah alarm darurat bagi masa depan hutan Sumatera.









🚨 INFO TERKINI!Hari ini, Gubernur Bengkulu resmi menerbitkan Surat Edaran Perlindungan Satwa Liar 🐘🐅Langkah ini jadi sin...
06/05/2026

🚨 INFO TERKINI!

Hari ini, Gubernur Bengkulu resmi menerbitkan Surat Edaran Perlindungan Satwa Liar 🐘🐅

Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa kondisi satwa liar di Bengkulu sedang tidak baik-baik saja. Konflik manusia dan satwa meningkat, habitat makin tertekan, dan ancaman terhadap satwa dilindungi semakin nyata.

Lewat surat edaran ini, masyarakat diimbau untuk:
❌ Tidak berburu, menangkap, atau menyakiti satwa liar
❌ Tidak merusak habitat hutan
❌ Tidak memprovokasi atau mengganggu satwa di alamnya

Sebaliknya, kita semua diajak untuk:
✅ Menjaga hutan sebagai rumah satwa
✅ Meningkatkan kesadaran dan edukasi
✅ Melaporkan jika terjadi konflik atau kejahatan terhadap satwa

🌿 Ingat:
Jaga hutan = jaga satwa = jaga manusia

Karena keseimbangan alam adalah kunci masa depan kita bersama.

🌿 Taman Wisata Alam SeblatHome of The Giant 🐘Di jantung hutan Sumatera, kehidupan liar tumbuh dan bercerita.Dari langkah...
05/05/2026

🌿 Taman Wisata Alam Seblat
Home of The Giant 🐘

Di jantung hutan Sumatera, kehidupan liar tumbuh dan bercerita.

Dari langkah tenang Gajah Sumatera, tatapan tajam Harimau Sumatera, keajaiban langka Rafflesia, hingga gema suara Burung Rangkong—semuanya menyatu dalam harmoni alam yang luar biasa.

Ini bukan sekadar tempat wisata.
Ini adalah rumah.
Ini adalah warisan.

Nikmati keindahan alam yang autentik, rasakan kedekatan dengan satwa ikonik, dan temukan makna menjaga keseimbangan alam.

🌱 Mari jadi bagian dari perubahan:
🔍 Jelajahi
🛡️ Lindungi
🌏 Lestarikan

Karena alam yang kita jaga hari ini, adalah masa depan yang kita wariskan nanti.

03/05/2026

Ya Allah selamatkanlah hutan, gajah, harimau dan satwa liar lainnya yg ada di provinsi kami tercinta, Bengkulu 😭

Unggah ulang dari .purba

The fall of giants.
Secara pribadi kejadian gugurnya gajah dan anaknya, dan harimau di Bengkulu menyayat hati saya.
berat

Pemerintah tidak boleh terus abai.Bentang Seblat di Bengkulu adalah rumah terakhir bagi gajah dan harimau Sumatera. Hari...
03/05/2026

Pemerintah tidak boleh terus abai.

Bentang Seblat di Bengkulu adalah rumah terakhir bagi gajah dan harimau Sumatera. Hari ini, rumah itu dirusak. Hutan dibabat. Satwa didorong ke ambang kepunahan.

Ini bukan sekadar isu lingkungan—ini soal kegagalan melindungi kehidupan.

Kami menuntut:
⚠️ Penegakan hukum yang tegas, bukan tebang pilih
⚠️ Cabut izin konsesi perusak hutan sekarang juga
⚠️ Lindungi habitat, selamatkan satwa yang tersisa

Jika hutan hilang, mereka pun hilang. Dan ketika itu terjadi, kita semua ikut gagal.

Bersuara sekarang. Sebelum semuanya benar-benar terlambat.

Bentang Seblat kembali berduka.Dua ekor gajah Sumatera—induk dan anak—serta satu harimau Sumatera ditemukan mati pada 29...
01/05/2026

Bentang Seblat kembali berduka.

Dua ekor gajah Sumatera—induk dan anak—serta satu harimau Sumatera ditemukan mati pada 29 April 2026. Tragisnya, seluruh kejadian ini terjadi di kawasan yang seharusnya dilindungi, namun justru terus dirusak.

Sejak 2018, sedikitnya tujuh kasus kematian gajah telah terjadi—tanpa satu pun pelaku berhasil diungkap. Hutan yang menjadi rumah mereka berubah menjadi kebun sawit ilegal, dikuasai oleh segelintir pihak, sementara penegakan hukum masih menyasar pelaku kecil dan membiarkan aktor utama bebas.

Penertiban yang setengah hati, hukum yang tumpul ke atas, dan pembiaran yang terus berlangsung telah menjadikan satwa liar sebagai korban.

Ini bukan sekadar kehilangan. Ini kegagalan.

Kami menuntut:
✊ Penegakan hukum yang tegas dan menyasar aktor utama
✊ Cabut izin konsesi perusak hutan di Bentang Seblat
✊ Lindungi habitat, selamatkan satwa yang tersisa

Jika hutan terus dihancurkan, maka bukan hanya gajah dan harimau yang hilang—tapi masa depan kita juga.

Repost dari  Hallo Sobat Hijau 🍃👋✨Menjawab semua pertanyaan sobat hijau semuanya.Berdasarkan informasi awal (29/04/2026)...
01/05/2026

Repost dari

Hallo Sobat Hijau 🍃👋✨

Menjawab semua pertanyaan sobat hijau semuanya.

Berdasarkan informasi awal (29/04/2026) laporan adanya penemuan dua bangkai gajah dalam kawasan salah satu HPT di kabupaten Mukomuko.

(30/04/2026) Tim yang terdiri Petugas BKSDA Bengkulu dan Personil Polsek Sungai Rumbai melakukan cek lapang dan verifikasi untuk kebenaran informasi tersebut, dan terkonfirmasi visual kebenarannya dengan ditemukan dua bangkai gajah yang, indukan diperkirakan berusia 25 tahun dan anakan berkelamin jantan diduga berusia 2 tahun.

Dan pada Jum’at 1 Mei 2025 Tim Gabungan beserta dokter hewan, Kurang lebih selama 2 jam melakukan neskropsi sesuai standar dan penanganan satwa liar dilindungi serta melakukan pengambilan beberapa sampel yang dibutuhkan guna uji laboratorium. Karena kondisi bangkai sudah berusia sekira 8-10 hari maka tidak banyak sampel yang dapat dikumpulkan. Untuk memastikan penyebab kematian 2 ekor satwa tersebut kita tunggu hasil uji laboratorium.

Kami Balai KSDA Bengkulu dan Kemeterian kehutanan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian kematian dua ekor gajah yang terjadi. Gajah merupakan satwa liar dilindungi secara penuh oleh negara, sehingga peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami.

Terima kasih untuk semua tim hebat Balai KSDA Bengkulu, BBTN Kerinci Seblat, Gakkum Wilayah Sumatera, Kepolisian, TNI, Dokter hewan dan semua yang terlibat.

Untuk semua sobat hijau jangan lengah, mari kita kawal bersama. Jangan sampai hal ini terulang kembali 🙏



Duka dari hutan Bengkulu 😭😭😭Dua Gajah Sumatera—induk dan anak—ditemukan mati di Hutan Produksi Air Teramang, Mukomuko (3...
30/04/2026

Duka dari hutan Bengkulu 😭😭😭

Dua Gajah Sumatera—induk dan anak—ditemukan mati di Hutan Produksi Air Teramang, Mukomuko (30/4/2026).

Informasi dari warga ditindaklanjuti tim yang kini melakukan nekropsi. Gading induk masih utuh—dugaan sementara bukan perburuan, namun penyebab pasti masih misteri.

Bentang Sebelat, rumah terakhir mereka, terus tertekan perambahan dan sawit ilegal. Populasi tersisa sekitar 25 ekor… kini kembali berkurang.

Satu induk. Satu anak. Hilang dalam diam.
Kembali kami tegaskan: cabut izin konsesi PT BAT dan PT APi di Bentang Sebelat.

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat di Mukomuko Bengkulu.  Reposted from
30/04/2026

Gakkum Kehutanan Tindak Tegas Perambah Bentang Alam Seblat di Mukomuko Bengkulu.
Reposted from

Address

Seblat
Bengkulu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Duta Wisata Seblat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Duta Wisata Seblat:

Share