26/09/2026
*Generasi Maritim Muda Bengkulu Dorong Hilirisasi Enggano Solar Nexus LATUN dalam Audiensi MPR RI*
Dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional, Rabu 23 September 2026, Maritim Muda Nusantara mendapatkan kesempatan untuk menghadiri audiensi bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI)dengan tema “Suara Muda untuk Laut Indonesia: Menyatukan Gagasan, Menguatkan Masa Depan Maritim” yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 9, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.
Audiensi ini menjadi ruang dialog antara MPR RI dan generasi muda maritim untuk membahas berbagai tantangan serta peluang pembangunan sektor kelautan Indonesia, mulai dari penguatan ekonomi biru, kesejahteraan masyarakat pesisir, keberlanjutan ekosistem laut, inovasi maritim, hingga peran generasi muda dalam mendorong pembangunan kelautan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Arnold Willyarto selaku Ketua Daerah Maritim Muda Nusantara Provinsi Bengkulu sekaligus Staf Program LATUN (Lestari Alam Laut Untuk Negeri) membawa aspirasi mengenai penguatan hilirisasi Enggano Solar Nexus, sebuah program yang telah berjalan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia yang memiliki posisi strategis sebagai bagian dari wilayah kepulauan nasional. Di balik tantangan geografis dan keterbatasan akses yang dimiliki, Pulau Enggano menyimpan potensi besar dari sektor kelautan, perikanan, dan hasil bumi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Enggano Solar Nexus merupakan program yang mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dengan penguatan rantai nilai ekonomi masyarakat kepulauan. Program ini hadir untuk mendukung masyarakat Enggano dalam mengoptimalkan potensi lokal, baik dari sektor hasil laut maupun komoditas hasil bumi seperti kelapa, pisang, dan melinjo.
Namun, sebagai wilayah 3T, Pulau Enggano masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses pengembangan ekonomi lokal, seperti keterbatasan fasilitas pendukung, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengolahan produk bernilai tambah, sistem penyimpanan hasil produksi, serta akses menuju p