AKAR Global Inisiatif

Call Directions Website Contact the organization

AKAR Global Inisiatif Akar adalah CSO yang bergerak pada Isue Lingkungan, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Masyarakat Adat

20/06/2026

Kopi, Hutan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan!
Jumat (19/06), menjadi titik awal langkah besar bagi 5 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Kabupaten Rejang Lebong. Melalui Kick Off Meeting Proyek Penguatan Kapasitas berbasis Blended Finance, kita tidak hanya bicara soal bisnis, tapi tentang menguatkan kedaulatan petani di dalam kawasan hutan.

Akar bersama BPDLH, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemkab Rejang Lebong, hingga rekan-rekan akademisi, duduk bersama untuk memastikan kopi Rejang Lebong naik kelas dari hulu ke hilir.

Tantangannya memang ada, tapi semangat untuk mandiri dan menjaga kelestarian hutan jauh lebih besar. Mari kita kawal bersama, agar perhutanan sosial bukan sekadar skema, tapi menjadi nafas ekonomi baru bagi masyarakat kita.

16/06/2026

DARI ATAS PERAHU HINGGA BALAI DESA: AKSI NYATA WARGA DESA MERPAS DAN LINAU

Menjaga laut bukan lagi soal menunggu instruksi dari atas, melainkan bergerak bersama dari akar rumput! Intip keseruan dan semangat kolaborasi dalam rangkaian Pelatihan Monitoring dan Survei Ekologis Manta Tow & Lamun di Desa Merpas dan Desa Linau, Kabupaten Kaur.

Video ini merekam perjalanan aksi nyata para nelayan tradisional dan pemuda lokal saat memetakan rute tarikan (Manta tow) sepanjang 6,37 km di perairan Kaur. Warga belajar langsung mengidentifikasi spesies lamun hingga mencatat data indikator kesehatan terumbu karang.

Kini, komunitas telah resmi bergeser menjadi produsen data yang berdaulat atas wilayah laut mereka sendiri. Tonton videonya sampai habis untuk melihat bagaimana sains komunitas (citizen science) bekerja menjaga masa depan pesisir kita!

Kedaulatan laut dimulai dari kedaulatan data.Selama ini, minimnya data sering dijadikan alasan untuk mengabaikan suara k...
16/06/2026

Kedaulatan laut dimulai dari kedaulatan data.

Selama ini, minimnya data sering dijadikan alasan untuk mengabaikan suara komunitas dalam pengelolaan wilayah pesisir. Karena itu, membangun kedaulatan data menjadi bagian penting dari perjuangan menjaga laut.

Melalui Pelatihan Monitoring Bersama dan Survei Ekologi Manta Tow serta Lamun di Desa Merpas dan Desa Linau, Akar Global Inisiatif bersama nelayan tradisional dan pemuda lokal membuktikan bahwa masyarakat pesisir adalah subjek utama penjaga laut.

Data yang dikumpulkan langsung oleh komunitas menjadi fondasi perjuangan perlindungan wilayah pesisir yang berbasis ilmu pengetahuan, hak masyarakat, dan keberlanjutan ekologi.

Karena laut yang berdaulat lahir dari pengetahuan yang dimiliki dan dikelola oleh rakyatnya sendiri.

"Pengakuan yang Masih Berutang pada Keadilan"Pengakuan terhadap hutan adat bukanlah hadiah. Ia adalah hak yang telah lam...
10/06/2026

"Pengakuan yang Masih Berutang pada Keadilan"

Pengakuan terhadap hutan adat bukanlah hadiah. Ia adalah hak yang telah lama diperjuangkan. Namun pengakuan saja belum cukup jika belum diikuti dengan perlindungan dan penjaminan yang dapat dibuktikan; bahwa pemerintah tidak boleh dan tidak bisa lagi merampas hak-hak masyarakat adat, pun pada siapapun yang berpotensi merebutnya.

Perjalanan ini mengajarkan bahwa menjaga hutan tidak hanya tentang melestarikan alam, tetapi juga menghormati mereka yang sejak dahulu menjadi penjaganya.

Hari ini adalah tonggak penting. Namun perjuangan belum usai. Sebab keadilan sejati hadir ketika hak masyarakat adat tidak lagi diperdebatkan, melainkan dihormati dan dilindungi.

Oleh: PA Kusdinar
Baca selengkapnya di: https://akar.or.id/pengakuan-yang-masih-berutang-pada-keadilan-satu-dekade-perjuangan-masyarakat-hukum-adat-rejang-merebut-kembali-hutannya/

Ketika Pikiran Menguasai AlamKerusakan lingkungan tidak selalu berawal dari alat berat atau kebijakan pembangunan. Ia se...
05/06/2026

Ketika Pikiran Menguasai Alam

Kerusakan lingkungan tidak selalu berawal dari alat berat atau kebijakan pembangunan. Ia sering kali bermula dari cara berpikir yang memisahkan manusia dari alam. Ketika alam dipandang sekadar objek, sumber daya, atau “lahan tidur” yang menunggu dieksploitasi, relasi yang seharusnya saling menopang berubah menjadi hubungan dominasi. Manusia menempatkan dirinya sebagai penguasa, sementara alam dianggap sesuatu yang dapat dikendalikan tanpa batas.

Diskursus ini mengajak kita mempertanyakan kembali: benarkah manusia berdiri di atas alam? Ataukah selama ini kita lupa bahwa kehidupan kita justru bergantung pada tanah, air, hutan, dan seluruh jaringan ekologis yang menopang keberadaan kita?

Hari Lingkungan Hidup bukan hanya tentang menanam pohon atau mengurangi sampah. Ia juga tentang mengubah cara pandang dari menguasai menjadi merawat, dari mengeksploitasi menjadi hidup berdampingan. Karena saat pikiran berhenti melihat alam sebagai “yang lain”, di situlah langkah menuju keadilan ekologis dimulai.

Sejak tahun 2018, bahkan jauh sebelum Omnibus Law disahkan, kami telah memprediksikan bahwa pemerintah akan terus membuk...
26/05/2026

Sejak tahun 2018, bahkan jauh sebelum Omnibus Law disahkan, kami telah memprediksikan bahwa pemerintah akan terus membuka ruang bagi perampasan sumber daya alam, tanah masyarakat, dan hutan adat melalui berbagai regulasi dan kepentingan investasi. Hari ini, kekhawatiran itu semakin nyata: konflik agraria meluas, wilayah kelola rakyat semakin terdesak, dan ancaman terhadap kelestarian lingkungan hidup kian meningkat.

Dalam situasi tersebut, kami memandang perhutanan sosial bukan sekadar program administratif, melainkan strategi penting untuk merebut kembali ruang hidup masyarakat adat dan masyarakat tepian hutan, Sebagai bagian dari komitmen itu.

Akar Global Inisiatif bersama para peserta dan pemangku kepentingan menggelar pertemuan bertajuk “Perluasan dan Percepatan Usulan Program Perhutanan Sosial untuk Kesejahteraan Masyarakat Tepian Hutan dan Perlindungan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.” Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun penguatan hak kelola masyarakat, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta perlindungan hutan sebagai sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang.

“Ketika hutan tak lagi dianggap rumah, masyarakat adat dipaksa menjadi tamu di tanahnya sendiri.”Tulisan terbaru dari Er...
21/05/2026

“Ketika hutan tak lagi dianggap rumah, masyarakat adat dipaksa menjadi tamu di tanahnya sendiri.”

Tulisan terbaru dari Erwin Basrin, Direktur AKAR Global Inisiatif, mengangkat kisah masyarakat adat Air Kiliran, Bengkulu Selatan, tentang hutan yang diwariskan leluhur, tentang ruang hidup yang perlahan dirampas, dan tentang bagaimana negara sering kali melihat masyarakat adat bukan sebagai penjaga hutan, melainkan penghalang pembangunan.

Di balik kebijakan dan proyek yang terus berjalan, ada suara-suara yang jarang didengar:
tentang kehilangan,
tentang ketidakadilan,
dan tentang perjuangan mempertahankan identitas.

Hutan bukan sekadar sumber daya.
Bagi masyarakat adat, hutan adalah kehidupan, sejarah, dan masa depan.

Sudah saatnya negara hadir bukan untuk mengambil, tetapi untuk melindungi dan mengakui.

Baca selengkapnya di:
https://akar.or.id/sembilan-kepoyangan-dan-hutan-yang-dicuri-negara/

Masyarakat Adat air kiliran merupakan masyarakat adat setempat di perhutanan asri sebakas, masyarakat adat ini adalah po...
19/05/2026

Masyarakat Adat air kiliran merupakan masyarakat adat setempat di perhutanan asri sebakas, masyarakat adat ini adalah pondasi utama keberlanjutan ekosistem dan budaya yang leluhur turunkan di Hutan sebakas.

Kehidupan sehari hari yang sangat menggantungkan dengan alam, menjadikan masyarakat adat air kiliran sebagai simbol bahwasanya perlindungan yang kuat adat keberlanjutan hutan adat, Hidup masyarakat adat hidup hutan lebat

13/05/2026

🎬 Tanah, Hukum, dan Perlawanan — Episode 24

COMING SOON

Setiap perjuangan memiliki cerita,
setiap suara layak untuk didengar.
Nantikan kisah terbaru yang penuh makna, keberanian, dan harapan.

Menjaga hutan tidak pernah sekadar soal lingkungan—ia adalah tentang mempertahankan ruang hidup, sumber penghidupan, dan...
23/04/2026

Menjaga hutan tidak pernah sekadar soal lingkungan—ia adalah tentang mempertahankan ruang hidup, sumber penghidupan, dan masa depan yang terus diperjuangkan oleh masyarakat di tingkat tapak 🌱

Pada 22 April 2026, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Proyek Blended Finance Model (BFM) menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memastikan bahwa perjuangan tersebut tidak berjalan sendiri. Di tengah keterbatasan akses pendanaan, kapasitas kelembagaan, dan pasar, kelompok perhutanan sosial tetap berdiri di garis depan—merawat hutan sekaligus menjaga keberlanjutan hidup komunitasnya.

Melalui pendekatan blended finance, upaya ini diperkuat—bukan sekadar menghadirkan dukungan, tetapi membangun sistem yang lebih berpihak, yang membuka akses, memperluas peluang, dan memastikan keberlanjutan melampaui batas proyek. Karena bagi banyak komunitas, keberlanjutan bukan pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap bertahan.

Sebagai salah satu Lembaga Perantara (Lemtara) yang terpilih, Akar Global Inisiatif mengambil peran untuk bekerja bersama masyarakat di Bengkulu Utara dan Rejang Lebong—menghubungkan dukungan dengan kebutuhan nyata, dan memastikan setiap proses berjalan dengan keberpihakan pada masyarakat.

Ini bukan hanya tentang kerja sama. Ini adalah bagian dari upaya yang lebih panjang—untuk memastikan bahwa masyarakat tetap memiliki ruang untuk hidup, mengelola, dan mempertahankan alamnya, di tengah berbagai tekanan yang terus hadir. Karena perubahan tidak pernah lahir dari satu pihak, tetapi dari kerja bersama yang saling menguatkan.

KolaborasiUntukPerubahan

Address

Alamat: Jalan DP Negara 7, No. 123 Rt 21/Rw 04, Kel. Pagar Dewa, Kec. Selebar, Kota
Bengkulu
38216

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281383046216

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AKAR Global Inisiatif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to AKAR Global Inisiatif:

Share