12/11/2025
H. Abdul Fatah: Sang Kolonel yang Mengubah Tanah Bekasi
Setiap kota pasti punya pahlawan pembangunan. Nah, kalau di Bekasi, nama itu mutlak disematkan pada H. Abdul Fatah. Sosoknya dikenal sebagai bupati yang membawa palu godam perubahan, mengubah Bekasi dari desa besar menjadi raksasa industri yang kita saksikan hari ini.
Bukan tanpa alasan Abdul Fatah sukses besar. Ia adalah seorang Kolonel TNI Angkatan Darat. Coba bayangkan: Kedisiplinan ala tentara disuntikkan ke dalam birokrasi pemerintahan!
Kepemimpinannya yang menjabat selama satu dekade (1973–1983) diibaratkan seperti sebuah operasi militer: terencana, cepat, dan tegas.
Momen Emas Industrialisasi
Pada masanya, Abdul Fatah pria kelahiran Bandung 25 Mei 1935 , melihat lahan-lahan kosong di Bekasi bukan sebagai sawah semata, tapi sebagai lahan emas. Abdul Fatah berani mengambil keputusan besar: membuka gerbang selebar-lebarnya bagi industri.
Dengan perencanaan yang matang, beliau menata kawasan-kawasan industri, memfasilitasi investasi, dan mengubah orientasi ekonomi Bekasi. Dampaknya? Ribuan pabrik berdiri, jutaan lapangan kerja tercipta, dan Bekasi langsung melejit menjadi Kabupaten Industri Terpenting di Indonesia—sebuah warisan yang bertahan hingga hari ini.
Abdul Fatah tahu betul, industri tanpa infrastruktur ibarat mobil Ferrari tanpa bensin. Maka, fokus utamanya adalah pembangunan fisik besar-besaran.
Jalan-jalan utama yang kita gunakan sekarang, jembatan yang menghubungkan daerah, semuanya dirancang dan diperjuangkan pada era beliau. Perencanaan pembangunan ini dikenal sebagai Master Plan yang menjadi cetak biru pembangunan jangka panjang Bekasi.
Saat H. Abdul Fatah mengakhiri masa jabatannya, Bekasi bukan lagi daerah yang sama. Beliau telah menanamkan visi, mendirikan fondasi, dan membuat Bekasi menjadi daerah yang mandiri, maju, dan makmur.Itulah mengapa, bagi masyarakat Bekasi, Kolonel H. Abdul Fatah bukan hanya sekadar mantan bupati. Beliau adalah Sang Bapak Pembangunan, pahlawan yang mengubah cetak biru sejarah Bekasi dengan tinta emas ketegasan dan visi jauh ke depan.
Abdul Fatah wafat pada 30 Juli 2010 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata .***