Komunitas Historika Bekasi

Komunitas Historika Bekasi Komunitas sejarah yang berdomisili di Bekasi Raya dan memiliki antusias dengan Sejarah serta Kebudayaan Bekasi

21/03/2026

" Seiring berlalunya Ramadan, mari kita kunci rapat pintu masa lalu dan membuka lembaran baru dengan penuh cahaya. Kami Keluarga Besar Komunitas Historika Bekasi ( KHB) mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin , Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf yang sengaja maupun tak sengaja."

HUT ke-29 Kota Bekasi: Ketua Komunitas Historika Bekasi Tekankan Pentingnya Pelestarian Memori Kolektif "Kota Patriot"Me...
09/03/2026

HUT ke-29 Kota Bekasi: Ketua Komunitas Historika Bekasi Tekankan Pentingnya Pelestarian Memori Kolektif "Kota Patriot"

Memperingati Hari Jadi Kota Bekasi yang ke-29, Komunitas Historika Bekasi melalui ketuanya, R. Agah Handoko, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam terkait jati diri dan pelestarian sejarah lokal di tengah pesatnya pembangunan kota.

Dalam pernyataan resminya, R. Agah Handoko memberikan apresiasi atas transformasi Kota Bekasi menjadi pusat ekonomi dan hunian yang modern. Namun, Agah menekankan bahwa kemajuan fisik kota harus berjalan selaras dengan pemeliharaan akar budaya dan sejarah.

"Kami segenap pengurus dan anggota Komunitas Historika Bekasi mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-29 untuk Kota Bekasi. Usia ini merupakan momentum krusial bagi Bekasi untuk semakin memperkuat identitasnya sebagai 'Kota Patriot' yang berkarakter," ujar Agah Handoko dalam keterangan tertulisnya.

Agah juga mengingatkan bahwa Bekasi memiliki peran strategis dalam linimasa sejarah Indonesia, mulai dari pusat peradaban Kerajaan Tarumanegara hingga wilayah pertahanan garis depan selama masa Revolusi Kemerdekaan.

"Identitas sebuah kota tidak hanya dibangun dari gedung pencakar langit, tetapi dari ingatan kolektif masyarakatnya. Harapan kami, di usia yang baru ini, komitmen terhadap konservasi situs-situs bersejarah serta penguatan literasi sejarah bagi generasi muda semakin ditingkatkan agar nilai-nilai perjuangan masa lalu tetap relevan di masa depan," tambah nya.

Menutup pernyataannya, R. Agah Handoko mengajak seluruh elemen masyarakat ,baik pemerintah, akademisi, maupun warga untuk terus bersinergi dalam menjaga warisan sejarah Bekasi sebagai modal sosial membangun peradaban yang lebih baik.

"Dirgahayu Kota Bekasi. Mari kita jadikan sejarah sebagai kompas dalam melangkah menuju masa depan yang gemilang." Tutup Agah.

Komunitas Historika Bekasi ( KHB) adalah organisasi non pemerintah yang berfokus pada riset, dokumentasi, dan pelestarian sejarah serta budaya lokal di wilayah Bekasi. Komunitas ini aktif melakukan edukasi kepada publik untuk menumbuhkan kesadaran sejarah di tengah masyarakat urban. ***

Asrama pondok pesantren Albaqiyatussholihat ,Cibogo,Cibarusah yang telah berusia lebih dari 70 tahun akan ditingkatkan s...
27/01/2026

Asrama pondok pesantren Albaqiyatussholihat ,Cibogo,Cibarusah yang telah berusia lebih dari 70 tahun akan ditingkatkan statusnya dari Obyek Diduga C***r Budaya menjadi C***r Budaya. Tim Ahli C***r Budaya dan Tim Pendaftar C***r Budaya Kabupaten Bekasi sedang lakukan verifikasi ulang sebagai langkah awal untuk penetapan Asrama sebagai Bangunan C***r Budaya .

Setelah 10 tahun buku Sejarah Bekasi karya pembina Komunitas Historika Bekasi (KHB) Endra Kusnawan  ikut mewarnai litera...
22/01/2026

Setelah 10 tahun buku Sejarah Bekasi karya pembina Komunitas Historika Bekasi (KHB) Endra Kusnawan ikut mewarnai literasi tentang Kebekasian, kini hadir kembali untuk Edisi Ketiga. Tampil lebih tebal 100 halaman, sehingga menjadi 600an halaman. Isi buku yang semakin kaya dan lebih lengkap.

Insya Allah akan hadir di awal Februari 2026 dengan harga Rp200rbu/exemplar. Bisa didapatkan di saya langsung di Gedung Juang. Bisa pesan dari sekarang di 0818.0826.1352.

Kalau buku sudah ada, akan diinfokan kembali.

.Sumur Jati : Lebih dari Sekadar Mitos, Sebuah Warisan Konservasi Yang Perlu Di Lindungi Di berbagai pelosok Kabupaten d...
14/01/2026

.
Sumur Jati : Lebih dari Sekadar Mitos, Sebuah Warisan Konservasi Yang Perlu Di Lindungi

Di berbagai pelosok Kabupaten dan Kota Bekasi , kita sering menjumpai sumber mata air atau sumur yang dianggap " keramat " oleh masyarakat setempat. Meski sering kali dipandang sebelah mata sebagai bentuk takhayul di era modern, keberadaan sumur keramat sebenarnya menyimpan nilai filosofis dan ekologis yang sangat mendalam.

Perlindungan terhadap sumur-sumur tua yang dianggap keramat ini sebagai C***r Budaya bukan sekadar menjaga tradisi lama, melainkan bentuk nyata dalam menjaga keseimbangan hidup:

Label "keramat" secara tidak langsung menciptakan aturan adat yang melarang orang menebang pohon di sekitarnya atau mencemari air tersebut. Ini adalah bentuk sistem peringatan dini tradisional untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi ekosistem lokal.

Sumur keramat sering kali menjadi saksi sejarah berdirinya sebuah desa atau tempat tinggal bagi cerita rakyat yang membentuk jati diri masyarakat. Menjaganya berarti menjaga narasi sejarah yang tidak tertulis di buku pelajaran.

Lokasi Sumur Keramat sering menjadi pusat kegiatan adat yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Nilai-nilai kesantunan terhadap alam diajarkan secara turun-temurun melalui ritual di tempat ini.

Seperti Contoh di Sumur Jati ,Kp Cibuntu ,Kecamatan Cibitung. Sumur " keramat " yang berada di area tanah milik pengembang perumahan mewah Grandwisata ini menjadi saksi Sejarah perkembangan pisau tradisional asli Bekasi yaitu pisau raut uyut Daimin .

Menurut Foklor yang berkembang dikalangan warga setempat, Sumur Jati merupakan tempat Uyut Daimin leluhur orang Cibuntu yang dipercaya warga setempat sebagai wali memyelesaikan proses pembuatan pisau raut nya ratusan tahun lalu.

Berada di area pengembang perumahan Grandwisata membuat Sumur Jati pun terancam tergusur dan hilang .

Kearifan lokal ini terancam oleh modernisasi dan perubahan pola pikir yang menganggap air hanyalah komoditas ekonomi. Pembangunan yang tidak terkendali seringkali memutus jalur mata air, menyebabkan sumur-sumur bersejarah ini kering atau tercemar.

H. Abdul Fatah: Sang Kolonel yang Mengubah Tanah BekasiSetiap kota pasti punya pahlawan pembangunan. Nah, kalau di Bekas...
12/11/2025

H. Abdul Fatah: Sang Kolonel yang Mengubah Tanah Bekasi

Setiap kota pasti punya pahlawan pembangunan. Nah, kalau di Bekasi, nama itu mutlak disematkan pada H. Abdul Fatah. Sosoknya dikenal sebagai bupati yang membawa palu godam perubahan, mengubah Bekasi dari desa besar menjadi raksasa industri yang kita saksikan hari ini.

Bukan tanpa alasan Abdul Fatah sukses besar. Ia adalah seorang Kolonel TNI Angkatan Darat. Coba bayangkan: Kedisiplinan ala tentara disuntikkan ke dalam birokrasi pemerintahan!
Kepemimpinannya yang menjabat selama satu dekade (1973–1983) diibaratkan seperti sebuah operasi militer: terencana, cepat, dan tegas.

Momen Emas Industrialisasi
Pada masanya, Abdul Fatah pria kelahiran Bandung 25 Mei 1935 , melihat lahan-lahan kosong di Bekasi bukan sebagai sawah semata, tapi sebagai lahan emas. Abdul Fatah berani mengambil keputusan besar: membuka gerbang selebar-lebarnya bagi industri.

Dengan perencanaan yang matang, beliau menata kawasan-kawasan industri, memfasilitasi investasi, dan mengubah orientasi ekonomi Bekasi. Dampaknya? Ribuan pabrik berdiri, jutaan lapangan kerja tercipta, dan Bekasi langsung melejit menjadi Kabupaten Industri Terpenting di Indonesia—sebuah warisan yang bertahan hingga hari ini.

Abdul Fatah tahu betul, industri tanpa infrastruktur ibarat mobil Ferrari tanpa bensin. Maka, fokus utamanya adalah pembangunan fisik besar-besaran.

Jalan-jalan utama yang kita gunakan sekarang, jembatan yang menghubungkan daerah, semuanya dirancang dan diperjuangkan pada era beliau. Perencanaan pembangunan ini dikenal sebagai Master Plan yang menjadi cetak biru pembangunan jangka panjang Bekasi.

Saat H. Abdul Fatah mengakhiri masa jabatannya, Bekasi bukan lagi daerah yang sama. Beliau telah menanamkan visi, mendirikan fondasi, dan membuat Bekasi menjadi daerah yang mandiri, maju, dan makmur.Itulah mengapa, bagi masyarakat Bekasi, Kolonel H. Abdul Fatah bukan hanya sekadar mantan bupati. Beliau adalah Sang Bapak Pembangunan, pahlawan yang mengubah cetak biru sejarah Bekasi dengan tinta emas ketegasan dan visi jauh ke depan.

Abdul Fatah wafat pada 30 Juli 2010 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata .***

Thesis
02/11/2025

Thesis

Mohamad Hasyim Achmad: Pejuang Tiga Dimensi dari Cibitung Bekasi dikenal sebagai "Kota Pejuang," namun di balik nama bes...
23/10/2025

Mohamad Hasyim Achmad: Pejuang Tiga Dimensi dari Cibitung

Bekasi dikenal sebagai "Kota Pejuang," namun di balik nama besar seperti KH. Noer Alie, terdapat sosok-sosok gigih yang kurang disorot, salah satunya adalah Mohamad Hasyim Achmad (lahir 19 April 1920, Cibitung).

Hasyim Achmad adalah teladan pejuang sejati yang berjuang melalui tiga dimensi: medan perang, politik, dan ekonomi.

1. Pejuang Garis Depan
Hasyim Achmad mengawali perjuangannya di era pendudukan Jepang dengan menjadi Komandan Barisan Pelopor Cibitung. Di sinilah ia mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran, meskipun hanya berbekal senjata seadanya seperti bambu runcing. Menjelang Proklamasi, ia mendapat mandat untuk membentuk pasukan dan mengumpulkan senjata, yang kemudian ia gerakkan untuk melawan Jepang dan menjaga keamanan di wilayah yang sangat luas, mulai dari Cikarang hingga Indramayu.
Kiprahnya sebagai pejuang diakui secara resmi oleh pemerintah, bahkan pusaranya mendapat penganugerahan pemancangan Bambu Runcing Berbendera Merah Putih sebagai eksponen Perjuangan '45.

2. Politisi Pendiri Kabupaten Bekasi
Setelah revolusi fisik, perjuangan Hasyim Achmad beralih ke jalur politik. Ia menjabat sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) Kecamatan Cibitung (1945–1950), lalu berlanjut menjadi anggota DPD dan DPRD Kabupaten Bekasi. Puncaknya, ia dipercaya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi pada tahun 1960.
Peran politiknya yang paling penting adalah kontribusinya sebagai tokoh sentral yang mendorong dan mewujudkan terbentuknya Kabupaten Bekasi sebagai wilayah administrasi yang mandiri.

3. Pengusaha yang Membiayai Perang
Salah satu aspek yang paling unik dari Mohamad Hasyim Achmad adalah peran ekonominya. Beliau adalah seorang pengusaha yang telah merintis bisnisnya sejak 1938. Selama masa perang gerilya, beliau dikenal rela menguras harta pribadinya untuk membiayai kebutuhan logistik dan persenjataan bagi pasukan yang dipimpinnya.

Hasyim Ahmad wafat April 1978.

Selamat Hari Santri
22/10/2025

Selamat Hari Santri

20/10/2025
KETIKA KH R  MA'MUN NAWAWI MENOLAK JALAN KARTOSUWIRYOSebagai Ulama besar yang disegani,  Mama Cibogo atau  KH Raden Mamu...
09/10/2025

KETIKA KH R MA'MUN NAWAWI MENOLAK JALAN KARTOSUWIRYO

Sebagai Ulama besar yang disegani, Mama Cibogo atau KH Raden Mamun Nawawi dikenal sebagai Ulama berpaham moderat .

Seperti dikisahkan muridnya H Uding asal Citereup. Bogor. H Uding bercerita dulu sekitar tahun 1962 sampai 1968 dirinya pernah nyantri di Pesantren Albaqiyatussholihat. Cibogo

Meski ayahnya sendiri seorang pimpinan Pesantren namun H Uding dititipkan oleh Ajengan Usman ayahnya ke Mama Cibogo. Kebetulan Mama Cibogo adalah sahabat dari Ajengan Usman.

Cerita H Using ,dalam berbagai kesempatan Almagfurlah KH Raden Mamun Nawawi sealu mengulang-ngulang cerita tentang persahabatan B**g Karno dengan Sekarmadji Marijan Kartosuwiryo .

" B**g Karno adalah sahabat Kartosuwiryo di masa perjuangan,merieka berdua adalah murid dari HOS Cokroaminoto. " Cerita KH Raden Mamun Nawawi kepada santri-santrinya.seperti dituturkan kembali H Uding

Namun begitu, mereka memiliki cara yang berbeda ketika Republik Indonesia sudah merdeka. B**g Karno yang disepakati menjadi pemimpin bangsa melalui musyawarah bersama tokoh bangsa lain memilih Pancasila sebagai dasar negara

Namun sahabatnya Kartusuworyo memilih Syariat Islam sebagai ideologi negara. Lalu bagaimana KH R Mamun Nawawi mensikapi hal ini ?

Tidak diduga Ternyata Almagfurlah KH Raden Mamun Nawawi memilih jalan B**g Karno, walaupun secara ideologi memiliki kedekatan dengan Kartosuwtryo. Sama-sama aktif di Masyumi dan Laskar Hizbullah.

KH Raden Mamun Nawawi seperti cerita H Uding.mengikuti jalan B**g Karno karena B**g Karno sebagai pemimpin bangsa wajib diikuti dan Rakyat wajib taat terhadap pemimpin.

“Kalau pemimpin sudah memutuskan Pancasila sebagai dasar negara maka kita rakyat wajib taat, jika kita menolak itu namanya Bughot (pembangkang)” Ucap KH Raden Mamun Nawawi kepada santrinya.

H Uding mengaku berkali-kali mendengar cerita Almagfurlah KH Raden Mamun Nawawi seperti itu, hingga hapal diluar kepala.***



Alhamdulilah Hari Jumat 03 Oktober 2025 beberapa bangunan C***r Budaya di Kabupaten Bekasi sudah di pasang papan nama se...
04/10/2025

Alhamdulilah Hari Jumat 03 Oktober 2025 beberapa bangunan C***r Budaya di Kabupaten Bekasi sudah di pasang papan nama sebagai Bangunan C***r Budaya. Pemasangan papan nama ini penting sebagai tanda peringatan bagi siapapun untuk tidak merusak,merubah atau menghilangkan bangunan C***r Budaya . Semoga upaya ini dapat berjalan terus demi perlindungan seluruh bangunan /benda C***r Budaya di Kabupaten Bekasi .


Address

Gang. Raden Onte Cibuntu
Bekasi
17520

Telephone

+628176888335

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Historika Bekasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Komunitas Historika Bekasi:

Share