29/05/2025
Kisah Qurban di Pondok Pesantren Seribu Rupiah
Sahabat, di sebuah pelosok desa yang jauh dari riuhnya kota, berdiri sebuah pondok kecil bernama Pesantren Hidayatul Adzkia. Di tempat sederhana ini, para santri hanya perlu membayar seribu rupiah per hari untuk bisa mengaji dan belajar agama.
Ada 90 santri yang belajar di sana—sebagian tinggal menetap, lainnya santri kalong yang datang pagi atau malam. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat mereka menuntut ilmu tak pernah padam.
Teringat momen Idul Adha tahun lalu yang penuh haru.
Ustazah Maesaroh, pengasuh pondok, berkata lirih:
"Kemarin cuma dapat satu kambing untuk satu kampung, jadi untuk pondok nggak kebagian."
Satu ekor kambing dibagi untuk puluhan rumah. Para santri hanya bisa melihat dari kejauhan, menyimpan harap dalam diam.
📺 Lihat kisah lengkapnya di sini:
https://lazgis.com/campaign/qurbanponpesseribu?referral=00138
Bismillah...tahun ini. Yuk sahabat, kirimkan qurban terbaikmu untuk mereka.
Agar senyum dan doa para santri ikut mengalir bersama kebaikan yang sahabat titipkan.
📥 Salurkan melalui rekening:
Bank Mandiri: 167 0000 1446 25
a.n. Yayasan Gema Indonesia Sejahtera
Atau melalui link donasi di : https://lazgis.com/campaign/qurbanponpesseribu?referral=00138
Konfirmasi : wa.me//6285659924870 (Ela)
Satu ekor qurban darimu bisa jadi berkah bagi satu kampung.
Yuk, kita hadirkan Idul Adha yang lebih bermakna—hingga ke pelosok negeri.
> LAZGIS Peduli | Yayasan Gema Indonesia Sejatera (YGIS)