04/06/2026
BAGAIMANA KITA AKAN MENGAKHIRI TAHUN INI?
Seringkali dalam hidup, kita terlalu menggebu-gebu di awal. Kita membuat resolusi yang rapi di awal tahun, menyusun rencana-rencana besar, dan memulai segalanya dengan energi penuh. Namun seiring berjalannya waktu, konsistensi itu perlahan terkikis. Rasa lelah, kesibukan duniawi, hingga kelalaian acap kali membuat kita kendor di tengah jalan.
Sampai tanpa kita sadari, waktu telah membawa kita pada babak terakhir. Ya, kita kini berada di bulan Dzulhijjah—bulan yang menandai berakhirnya kalender tahun Hijriah.
Pertanyaannya: Bagaimana kita akan menutupnya?
Sebab, esensi dari sebuah perjalanan bukanlah pada seberapa megah kita memulainya, melainkan pada seberapa mulia kita mengakhirinya.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, seorang ulama besar yang kedalaman ilmunya tak diragukan lagi, meninggalkan untaian nasihat yang sangat menyentuh dalam kitab masterpiecenya, Lathaif al-Ma’arif:
"Dan bulan Dzulhijjah adalah penutup tahun yang telah maklum. Maka sudah sepatutnya bagi seorang mukmin untuk mengakhiri tahunnya dengan amal-amal saleh, karena sesungguhnya amalan-amalan itu dinilai dari bagian akhirnya (khawatimuhu)."
Pesan ini membawa tamparan sekaligus harapan bagi kita semua.
Sebuah Tamparan, karena jika kita menengok ke belakang, mungkin lembaran-lembaran bulan lalu masih dipenuhi dengan catatan kelalaian. Berapa banyak shalat yang kurang khusyuk? Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia demi memuaskan pandangan pada layar gawai? Berapa banyak lisan yang belum terjaga dari gibah?
Namun juga Sebuah Harapan, karena Allah Yang Maha Rahman masih memberikan kita umur untuk menjumpai bulan Dzulhijjah ini. Ini adalah isyarat bahwa pintu untuk "memperbaiki nilai" belum sepenuhnya tertutup. Sifat penyayang-Nya membuka kesempatan bagi kita untuk melakukan epic comeback di akhir tahun.
Dalam syariat Islam, konsep khawatim (akhir dari suatu amalan) memegang peranan yang sangat krusial. Maka di sisa hari bulan Dzulhijjah ini, mari kita ubah ritme hidup kita, perbanyak istighfar dan taubat, perbaiki kualitas Ibadah Wajib, basahi lisan dengan dzikir, alirkan sedekah, termasuk thalabul ilmi dan berdakwah. [] MIK