21/04/2026
21 April 2026
Kadang saya merasa, kita ini terlalu sering ribut soal toolsโฆ sampai lupa tujuan utamanya: bikin sesuatu yang benar-benar kepakai.
Sudah lebih dari 5 tahun saya ikut membantu beberapa industri di Indonesia dalam penggunaan dan implementasi KNIME Analytics Platform. Dari berbagai diskusi, workshop, sampai project nyata, ada satu pola yang terus saya lihat di lapangan.
Banyak yang ingin masuk ke dunia data.
Tapi masih ragu di awalโฆ
โ๐ฏ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐๐ ๐
๐๐๐ ๐๐?โ
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Low-code sering dianggap jalan pintas.
Padahal buat saya, ini justru jembatan.
Jembatan buat mulai memahami data tanpa harus takut duluan sama syntax.
Jembatan supaya lebih banyak orang bisa ikut berkontribusi.
Dan yang paling penting, jembatan supaya data itu benar-benar dipakaiโฆ bukan cuma jadi bahan presentasi.
Karena di dunia kerja, yang dibutuhkan bukan model paling rumit.
Tapi solusi yang bisa dipakai dan memberi dampak.
Tulisan pertama saya ini sebenarnya cuma catatan kecil.
Dari apa yang saya lihat sendiri selama ini.
Bahwa Data Science itu bukan soal siapa yang paling jago sendiri.
Tapi siapa yang mau belajar, beradaptasi, dan jalan bareng.
Kalau kita masih sibuk merasa paling benar di โcara kita sendiriโ,
mungkin kita cuma akan jadi hebatโฆ di lingkaran kita saja.
Dan rasanya, kita bisa lebih dari itu.
Data science pada hakikatnya adalah seni kolaborasi yang membutuhkan perpaduan antara data mentah dan ketajaman intuisi bisnis.