sanggar.anak.kita

sanggar.anak.kita ruang belajar dan bermain bagi anak-anak keluarga pemulung Bantargebang

14/05/2026

Minggu, 10 Mei 2026 menjadi hari penuh makna bagi keluarga besar SAKA. Di usia ke-13, SAKA merayakan perjalanan ini secara sederhana namun dekat dengan kebutuhan anak dan orang tua. Bagi SAKA, makna perayaan bukan terletak pada kemeriahan, melainkan pada kasih dan kepedulian yang dirasakan bersama.

Di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga, kesehatan sering kali terabaikan. Banyak orang tua begitu sibuk memastikan anak bisa makan, sekolah, dan bertahan hidup hingga lupa menjaga dirinya sendiri. Padahal, tumbuh kembang anak juga dipengaruhi kondisi fisik dan mental orang tua yang mendampingi mereka setiap hari. Maka dari itu, SAKA mengawali acara dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi orang tua anak SAKA. Melalui kegiatan ini, SAKA ingin menyampaikan pesan bahwa orang tua yang sehat adalah bagian penting dari masa depan anak yang lebih baik.

Suasana berlanjut menyenangkan saat Ahli Gizi dari RS Kartika Husada memberi edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang pada makanan sehari-hari. Dalam keterbatasan ekonomi, rasa kenyang kerap menjadi prioritas dibanding kualitas gizi. Namun, orang tua diajak memahami bahwa makanan bergizi hadir dari kepedulian dan upaya memberikan yang terbaik bagi anak. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Tidak ada sekat antara anak, orang tua, dan relawan.

Puncak acara ditandai dengan potong tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan 13 tahun SAKA mendampingi anak di sekitar TPST Bantargebang. Dalam kesempatan ini, Opung Juprianto selaku Pembina SAKA menyampaikan pesan tentang pentingnya kehadiran orang dewasa di sekitar anak, terutama orang tua, sebagai pendamping, pendengar, dan tempat “pulang” yang menenangkan bagi anak. Sambutan tersebut menjadi penguat bagi orang tua dan seluruh relawan yang terlibat.

Menjelang akhir acara, suasana menjadi lebih reflektif ketika anak menuliskan harapan, mimpi, dan keresahan mereka di selembar kertas. Perayaan 13 tahun SAKA akhirnya menjadi pengingat bahwa mendampingi anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih baik melalui cinta dan kebersamaan.

Selamat kepada para volunteer terpilih untuk berkontribusi dalam rangkaian kegiatan ulang tahun SAKA ke-13.Setiap langka...
06/05/2026

Selamat kepada para volunteer terpilih untuk berkontribusi dalam rangkaian kegiatan ulang tahun SAKA ke-13.
Setiap langkah adalah pijakan besar untuk tetap bermimpi, belajar, dan melangkah lebih jauh.
Selamat berproses, dan terima kasih telah bersedia menjadi bagian dari cerita perubahan yang berarti.

Tiga belas tahun SAKA menjadi perjalanan yang penuh warna: tumbuh dengan harapan, bergerak dengan semangat, dan berdampa...
05/05/2026

Tiga belas tahun SAKA menjadi perjalanan yang penuh warna: tumbuh dengan harapan, bergerak dengan semangat, dan berdampak dengan kepedulian. Setiap warna bukan sekadar estetika, melainkan bahasa sunyi tentang hak dan ruang tumbuh anak.

Hijau lime melambangkan harapan dan ruang untuk berkembang. Warna ini menggambarkan pentingnya menciptakan ruang aman agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Ungu merepresentasikan martabat dan penghargaan, mengingatkan bahwa setiap suara anak bernilai, pendapat mereka layak didengar dan dihormati. Pink/Magenta membawa makna kepedulian dan kehangatan emosional, yang mencerminkan lingkungan suportif tempat anak merasa aman untuk terlibat.

Oranye mencerminkan keberanian anak dalam mengambil peran di kehidupan sosialnya. Biru muda/Cyan menggambarkan kepercayaan dan keterbukaan, yang merupakan fondasi penting dalam partisipasi anak. Putih melambangkan ketulusan dan keterbukaan, yaitu komitmen untuk memberi kesempatan yang setara bagi setiap anak.

Hitam menunjukkan ketegasan dan komitmen nyata dalam memastikan implementasi hak-hak anak di kehidupan sehari-hari. Abu-abu menceritakan proses dan perjalanan, bahwa keberanian, kepercayaan diri, dan keterlibatan yang bermakna membutuhkan proses yang bertahap.

Setiap warna membahasakan hak partisipasi anak bukan sekadar memberi kesempatan berbicara, tetapi memastikan suara mereka dihargai dan dipertimbangkan dalam setiap keputusan. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi bagian dari masa depan, tetapi juga penggerak perubahan.

04/04/2026
Kadang kita sibuk bicara tentang anak. Tapi lupa benar-benar mendengar mereka. Padahal, di balik diamnya, ada banyak hal...
04/04/2026

Kadang kita sibuk bicara tentang anak. Tapi lupa benar-benar mendengar mereka. Padahal, di balik diamnya, ada banyak hal yang ingin mereka sampaikan.

SAKOLABORATION hadir sebagai ruang itu. ruang di mana suara anak tidak hanya didengar,
tapi juga dipercaya dan dilibatkan.
Tahun ini, di usia ke-13, SAKA ingin melangkah lebih jauh. Bukan hanya merayakan, tapi menguatkan: bahwa anak punya hak untuk berpartisipasi, untuk bersuara, dan untuk menjadi bagian dari perubahan.

Tapi ruang seperti ini tidak mungkin berdiri sendiri.
Kami membuka kesempatan untuk kamu menjadi bagian dari perjalanan SAKOLABORATION 2026.

- Terlibat di berbagai tim (kreatif, produksi, operasional, dll)
- Belajar langsung di lapangan
- Bertemu orang-orang dengan keresahan yang sama

Kami mencari kamu yang mau hadir, tumbuh, dan bertanggung jawab.

🔗 Daftar di: https://bit.ly/SAKOLABORATION2026

Kadang kita sibuk bicara tentang anak. Tapi lupa benar-benar mendengar mereka. Padahal, di balik diamnya, ada banyak hal...
04/04/2026

Kadang kita sibuk bicara tentang anak. Tapi lupa benar-benar mendengar mereka. Padahal, di balik diamnya, ada banyak hal yang ingin mereka sampaikan.

SAKOLABORATION hadir sebagai ruang itu. ruang di mana suara anak tidak hanya didengar,
tapi juga dipercaya dan dilibatkan.
Tahun ini, di usia ke-13, SAKA ingin melangkah lebih jauh. Bukan hanya merayakan, tapi menguatkan: bahwa anak punya hak untuk berpartisipasi, untuk bersuara, dan untuk menjadi bagian dari perubahan.

Tapi ruang seperti ini tidak mungkin berdiri sendiri.
Kami membuka kesempatan untuk kamu menjadi bagian dari perjalanan SAKOLABORATION 2026.

- Terlibat di berbagai tim (kreatif, produksi, operasional, dll)
- Belajar langsung di lapangan
- Bertemu orang-orang dengan keresahan yang sama

Kami mencari kamu yang mau hadir, tumbuh, dan bertanggung jawab.

🔗 Daftar di: https://bit.ly/SAKOLABORATION2026

02/04/2026

Hari Buku Anak Sedunia bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pengingat tentang hak anak yang sering kali terabaikan, seperti hak untuk mengakses buku dan pengetahuan. Di ruang yang penuh keterbatasan seperti TPST Bantar Gebang, hak tersebut tidak hadir sebagai sesuatu yang otomatis dimiliki, namun harus diperjuangkan. Lingkungan tempat anak tumbuh turut membentuk bagaimana cara mereka melihat dunia, termasuk terhadap buku dan membaca.

Ketika mereka lebih akrab dengan tumpukan sampah daripada tumpukan buku, dan ruang bermain lebih sering menjadi ruang bertahan hidup, maka membaca bukan lagi sesuatu yang terasa dekat, melainkan hal yang asing. Selain itu, dalam kondisi serba terbatas, peran orang tua kerap terpinggirkan oleh tuntutan ekonomi dan tekanan perjuangan hidup sehari-hari. Waktu, energi, bahkan akses terhadap buku menjadi hal yang sulit dijangkau. Akibatnya anak-anak tumbuh tanpa cukup contoh atau dorongan untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian. Padahal, minat membaca tidak lahir begitu saja, tetapi tumbuh dari kebiasaan, contoh, dan dukungan di sekitar anak.

Dalam situasi seperti ini, rendahnya minat baca bukanlah semata-mata pilihan anak, melainkan hasil dari ruang hidup yang belum memberi mereka kesempatan. Karena itu, ini bukan hanya soal membaca, tetapi soal keadilan; tentang bagaimana keluarga, lingkungan, dan kita semua memiliki peran untuk membuka akses, menghadirkan buku, dan menumbuhkan harapan.

Video ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi sebagai bentuk pengakuan bahwa setiap suara penting dan layak untuk didengar. Dari cerita mereka, kita dapat melihat lebih dari sekadar pengalaman tentang buku, tapi juga realitas, harapan yang tumbuh, rasa ingin tahu yang hidup, dan mimpi tentang masa depan yang lebih adil.

Dalam sudut pandang SAKA, TBC tidak pernah berdiri sendiri sebagai persoalan kesehatan. Melainkan, tumbuh dan menyebar d...
24/03/2026

Dalam sudut pandang SAKA, TBC tidak pernah berdiri sendiri sebagai persoalan kesehatan. Melainkan, tumbuh dan menyebar di ruang-ruang yang dipenuhi ketimpangan. Dalam konteks ini, anak yang hidup di sekitar TPST Bantar Gebang menghadapi kombinasi risiko yang serius.

Lingkungan permukiman yang padat mempercepat penularan. Asupan gizi yang tidak memadai melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Dan, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi atau terlambat ditangani. Kondisi ini diperparah oleh minimnya akses terhadap air dan udara bersih, sanitasi yang buruk, serta kurangnya informasi kesehatan di masyarakat. Dengan kata lain, TBC bukan sekadar persoalan medis, melainkan cerminan dari ketidakadilan sosial yang terus berlangsung.

SAKA menyadari, kerentanan anak terhadap TBC bukan persoalan individu, melainkan konsekuensi dari ketimpangan struktural. Maka dari itu, upaya SAKA menghadirkan program kesehatan bagi anak di sekitar TPST Bantar Gebang bukan hanya tentang pelayanan medis, tetapi tentang memutus rantai kerentanan. Program ini merupakan bentuk intervensi yang menyentuh akar masalah, juga sebagai jembatan harapan bagi anak yang selama ini hidup dalam risiko yang tidak mereka pilih.

Momentum Hari Tuberkulosis Sedunia seharusnya tidak berhenti pada kampanye simbolik. Ini perlu menjadi pengingat bahwa upaya melawan TBC tidak dapat dimenangkan hanya di ruang-ruang klinis. Tapi, harus masuk ke lorong-lorong sempit permukiman padat, ke area sekitar gunungan sampah, dan ke kehidupan anak yang paling terdampak. Sebab, mengatasi TBC pada anak berarti memastikan mereka tidak lagi tumbuh dalam kondisi yang merampas hak dasarnya untuk sehat. Dan di titik inilah, kerja-kerja seperti yang dilakukan SAKA menjadi lebih dari sekadar program, melainkan langkah nyata menuju dunia yang lebih adil bagi anak.

24/12/2025

Inilah kisah tentang petualangan seorang anak,
tentang alam yang berbisik,
dan tentang masa depan yang diam-diam sedang dipertaruhkan.
Di tengah sunyi dan kehilangan,
ia menemukan keberanian,
bukan untuk melawan,
tapi untuk menjaga.

Dengarkan bisikan dari alam.
Teman Tegar: Maira “Whisper from Papua”
5 Februari 2026
di seluruh bioskop Indonesia.

Address

Jalan Lingkar Bambu RT 003 RW 005, Ciketing Udik
Bekasi
17153

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when sanggar.anak.kita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share