17/01/2026
FIKROH SEBAGAI PELITA HATI
Oleh : Rusdi El-Umar
Pengajian rutin kitab Nashoihul ‘Ibad kembali digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pengajian kali ini yang diampu oleh KH. Moh. Fikri A. Warits Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, bertempat di rumah Ust. Ahmad Fauzi, alumni PP Annuqayah. Kegiatan ini dihadiri oleh para santri, alumni, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kajian keilmuan dan nasihat keagamaan.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Fikri membahas makalah ke-15 dalam kitab Nashoihul ‘Ibad yang menguraikan tentang fikroh (pikiran). Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa pikiran memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan spiritual seorang hamba.
Fikroh digambarkan sebagai pelita hati. Tanpa pikiran yang jernih dan terarah, hati akan mudah diliputi kegelapan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa "berpikir sesaat lebih baik daripada ibadah selama 60 tahun." Namun, Kiai Fikri menegaskan bahwa keutamaan berpikir ini berlaku apabila fikroh tersebut berjalan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis, bukan sekadar lamunan atau pemikiran yang menyesatkan.
Dalam makalah ini disebutkan bahwa terdapat lima hal yang berkaitan dengan fikroh, meskipun pada pengajian kali ini baru dibahas dua di antaranya.
Pertama , berpikir tentang ayat-ayat Allah SWT. Al-Qur’an mendorong manusia untuk menggunakan akalnya dengan memperhatikan ciptaan-Nya. Allah SWT berfirman agar manusia melihat dan merenungkan apa saja yang ada di langit dan di bumi. Melalui perenungan terhadap alam semesta, seorang hamba akan semakin mengenal kebesaran, kekuasaan, dan kebijaksanaan Allah SWT.
Kedua , berpikir tentang nikmat-nikmat Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di seluruh penjuru alam dan juga dalam diri manusia sendiri, hingga menjadi jelas bahwa kebenaran itu nyata. Dengan merenungkan nikmat yang telah dianugerahkan, manusia akan terdorong untuk bersyukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kiai Fikri menyampaikan bahwa dua bentuk fikroh ini sangat penting untuk menumbuhkan keimanan dan kesadaran spiritual. Pikiran yang diarahkan pada ayat-ayat dan nikmat Allah akan melahirkan hati yang hidup, penuh syukur, dan tunduk kepada-Nya.
Adapun pembahasan pemikiran yang ketiga hingga kelima, insyaallah akan dilanjutkan pada pengajian Nashoihul ‘Ibad berikutnya. Jamaah pun diharapkan dapat terus istiqamah mengikuti pengajian agar rangkaian nasihat dalam kitab ini dapat dipahami secara utuh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu a‘lam bish-shawab.