π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation

π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation Mencintai dan Menyayangi TANAH AIR

Yayasan Jejak Liar Tanah Air
since 2019
Bergerak dibidang Konservasi
"Mencintai Tanah Air untuk melindungi Manusia, Satwa dan Lingkungan dengan cara Konservasi yang harmonis dan Humanis"

Jika AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) tidak diterapkan pada proyek yang diwajibkan, konsekuensi utamanya adal...
24/03/2026

Jika AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) tidak diterapkan pada proyek yang diwajibkan, konsekuensi utamanya adalah kerusakan lingkungan parah (banjir, pencemaran limbah), konflik sosial dengan masyarakat lokal, hingga penghentian paksa proyek dan pencabutan izin usaha. Perusahaan juga terancam sanksi perdata serta pidana, termasuk denda hingga Rp10 miliar dan penjara 10 tahun.

Berikut adalah dampak rinci jika AMDAL tidak diterapkan:
Sanksi Hukum dan Administratif: Pemerintah dapat membekukan atau mencabut Perizinan Berusaha (izin lingkungan) yang membuat proyek dihentikan secara permanen.
Kerusakan Lingkungan Berkelanjutan: Hilangnya perlindungan terhadap ekosistem, menyebabkan pencemaran air, udara, tanah, dan berkurangnya keanekaragaman hayati.
Konflik Sosial: Proyek berisiko memicu demonstrasi atau gugatan dari warga sekitar yang merasa dirugikan akibat kebisingan, hilangnya sumber air, atau kerusakan lahan.
Reputasi Perusahaan Rusak: Kepercayaan investor dan publik hilang, menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan pendanaan atau mitra bisnis.
Tuntutan Pidana dan Perdata: Pelaku usaha dapat dituntut atas pencemaran yang merugikan kesehatan masyarakat, dengan ancaman denda hingga Rp10 miliar dan penjara.
Ketidakpastian Hukum: Proyek yang tidak memiliki AMDAL dianggap melanggar UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Singkatnya, tanpa AMDAL, pembangunan akan mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan masyarakat, yang pada akhirnya merugikan ekonomi dan operasional proyek itu sendiri.


20/03/2026
08/03/2026

Tidak semua pertemuan antara manusia dan gajah harus berakhir dengan konflik. Dengan pendekatan yang tepat, keduanya dapat hidup berdampingan tanpa saling melukai. Di beberapa wilayah yang berbatasan dengan habitat gajah, masyarakat menggunakan cara-cara alami untuk menghindari konflik, seperti bunyi kentongan, menyalakan obor atau api unggun di malam hari, serta memasang pagar sederhana yang diolesi campuran cabai dan minyak mesin agar gajah enggan mendekati ladang.

Upaya ini juga diperkuat dengan teknologi konservasi, seperti pemasangan kalung GPS untuk memantau pergerakan gajah liar, serta pagar listrik non-mematikan yang memberikan kejutan ringan agar gajah menjauh tanpa terluka. Di beberapa tempat, bahkan digunakan pagar lebah karena gajah sangat sensitif terhadap dengungan lebah.

Pada akhirnya, kunci utama koeksistensi adalah menghormati ruang hidup. Gajah hanya berjalan di jalur yang telah mereka kenal selama ratusan tahun untuk mencari makan dan air. Ketika manusia menjaga jarak, memahami perilaku mereka, dan melindungi koridor jelajahnya, maka pertemuan antara manusia dan gajah tidak harus menjadi tragediβ€”melainkan bukti bahwa keduanya masih bisa berbagi bumi yang sama dengan damai.

GAJAH BORNEO
Sumber Video: istimewa
Lokasi: Rahasia

03/03/2026

Kisah Gajah Yongki adalah tragedi yang memicu kemarahan publik internasional pada tahun 2015 karena kekejaman pemburu liar terhadap seekor "gajah pahlawan".
Berikut adalah kronologi lengkapnya:
1. Sosok Sang Gajah Pahlawan
Yongki adalah gajah Sumatera jantan berusia 35 tahun yang bertugas di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung. Ia bukan sekadar gajah biasa, melainkan gajah patroli yang berjasa besar dalam.

Menengah konflik: Menggiring gajah liar kembali ke hutan agar tidak merusak pemukiman warga.

Ikon Konservasi: Menjadi bintang dalam video klip lagu "Gajah" milik penyanyi Tulus, yang kemudian menginisiasi kampanye bersama WWF-Indonesia.

2. Kronologi Kematian (September 2015)
Pada Jumat, 18 September 2015, Yongki ditemukan mati secara tragis di kandangnya sendiri di kawasan pemeriksaan medis TNBBS.

Penyebab: Diduga kuat diracun oleh pemburu liar karena tidak ditemukan luka tembak di tubuhnya.

Kondisi: Kedua gadingnya sepanjang 1 meter telah hilang, dipotong secara kasar dari pangkalnya.
Kejanggalan: Yongki mati di lokasi "camp" yang seharusnya dijaga oleh pawang (mahout), namun para pemburu tetap berhasil melancarkan aksinya tanpa terdeteksi saat itu.

3. Dampak dan Kontroversi Pasca-Kejadian
Kematian Yongki memicu gelombang simpati global dengan tagar dan di media sosial.

Investigasi Berdarah: Dalam proses hukum, seorang warga bernama Tarmuzi ditangkap sebagai terduga pelaku, namun ia dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh oknum polisi saat pemeriksaan.

Warisan Nama: Sebagai penghormatan, nama "Yongki" diberikan kepada seekor bayi gajah jantan yang lahir di Taman Nasional Way Kambas pada April 2023

27/02/2026

Gajah jantan dewasa umumnya hidup menyendiri atau membentuk kelompok bujangan, namun mereka terkadang masuk ke dalam rombongan gajah betina (kawanan matriarkal) terutama untuk tujuan reproduksi (kawin).

Berikut adalah alasan utama gajah jantan masuk ke kelompok betina:
Mencari Pasangan (Kawin): Gajah betina hidup dalam struktur sosial tetap yang dipimpin oleh matriark (betina tertua). Ketika gajah betina dalam kelompok tersebut siap kawin, gajah jantan akan mendekat dan bergabung sementara.

Kondisi Musth (Birahi): Saat jantan berada dalam kondisi musth (lonjakan testosteron tinggi), mereka menjadi sangat aktif secara seksual dan mencari betina untuk dikawini.

Makanan Melimpah: Meskipun jantan dewasa biasanya soliter, mereka dapat bergabung sementara dengan kelompok betina jika sumber makanan atau air sangat melimpah.

Perilaku Remaja: Gajah jantan muda (sekitar usia 12-13 tahun) akan meninggalkan kelompok induknya, namun sebelum benar-benar mandiri atau soliter, mereka terkadang masih berinteraksi atau berada di sekitar kawanan betina

Meskipun masuk ke kelompok, gajah jantan tidak menetap permanen dan biasanya akan meninggalkan kelompok tersebut setelah musim kawin atau setelah kebutuhan makanan terpenuhi.

22/02/2026

Kejadian tragis ini bukan sekadar berita duka bagi dunia konservasi, tetapi juga membawa pesan moral yang mendalam bagi kita semua:
Pentingnya Koeksistensi (Hidup Berdampingan): Alam bukan hanya milik manusia. Kematian gajah akibat pagar listrik mengingatkan bahwa kita perlu mencari solusi berbagi ruang yang tidak saling membunuh, karena gajah adalah "insinyur hutan" yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Tanggung Jawab Atas Tindakan: Penggunaan cara-cara instan dan berbahayaβ€”seperti pagar listrik tegangan tinggiβ€”seringkali membawa dampak fatal yang tidak dapat diperbaiki. Pesan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari setiap tindakan kita terhadap lingkungan.
Kegagalan dalam Komunikasi dan Mitigasi: Kejadian ini menunjukkan perlunya empati dua arah. Di satu sisi, petani butuh perlindungan ekonomi; di sisi lain, satwa butuh ruang hidup. Solusinya terletak pada kolaborasi, bukan konfrontasi fisik yang mematikan.

Warisan untuk Generasi Mendatang: Setiap gajah yang mati adalah hilangnya aset alam yang tak tergantikan. Secara moral, kita berhutang pada generasi masa depan untuk memastikan satwa ikonik Indonesia tidak punah hanya karena kelalaian atau konflik jangka pendek

Mereka tidak bisa berteriak minta tolongTidak bisa melaporTidak bisa membalasTapi mereka merasakan semuanyaDiburu demi g...
22/02/2026

Mereka tidak bisa berteriak minta tolong
Tidak bisa melapor
Tidak bisa membalas
Tapi mereka merasakan semuanya
Diburu demi gading
Disetrum saat mencari makan
Kakinya terjerat sampai membusuk
Diracun perlahan
Ditembak tanpa ampun
Dijatuhkan ke lubang jebakan
Digiring ke kanal jebakan
Diusir dengan mercon seolah hidupnya tak berarti
Semakin banyak yang peduli…
tapi darah mereka masih mengalir di tanah yang katanya β€œmilik manusia”

Gajah liar hidup dalam konflik setiap hari
Bukan karena mereka jahat
Tapi karena ruang mereka terus kita rampas
Kalau kita diam,
kita bukan penonton
Kita bagian dari alasan mereka sekarat
🐘

Gajah memiliki ingatan yang sangat kuat. Jika jalur jelajah nenek moyang mereka berubah menjadi pemukiman, mereka tetap ...
22/02/2026

Gajah memiliki ingatan yang sangat kuat. Jika jalur jelajah nenek moyang mereka berubah menjadi pemukiman, mereka tetap akan mencoba melewati jalur tersebut meskipun sudah puluhan tahun berlalu

"Trenggiling (Manis javanica) wajib dilindungi karena berstatus terancam kritis (Critically Endangered) dan berisiko tin...
21/02/2026

"Trenggiling (Manis javanica) wajib dilindungi karena berstatus terancam kritis (Critically Endangered) dan berisiko tinggi punah akibat perburuan ilegal masif untuk diambil daging serta sisiknya"

Selamat hari trenggiling sedunia
21 Februari 2026 (Sabtu ketiga bulan februari)

14/02/2026

Peduli dengan gajah sama artinya dengan peduli pada kelestarian hutan yang merupakan paru-paru dunia dan sumber air kita.

Address

Batam

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation:

Share