13/10/2026
Terbakar atau Dibakar, Lalu Menjadi Perkebunan Sawit?
Berulang kali kita menyaksikan hutan dan lahan terbakar. Asap mengepul, satwa kehilangan habitat, ekosistem rusak, dan masyarakat harus menanggung dampaknya.
Namun, ada satu pertanyaan yang patut kita renungkan: setelah api padam, lahan itu akan menjadi apa?
Jika lahan bekas kebakaran kemudian berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, kita perlu menelusuri lebih jauh. Apakah kebakaran terjadi secara alami, akibat kelalaian, atau sengaja dilakukan untuk membuka lahan?
Kita tidak boleh sembarangan menuduh. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya kepentingan di balik perubahan fungsi lahan.
Sebab, jika hutan terbakar lalu berganti menjadi kebun sawit, sementara penyebab kebakaran tidak pernah diungkap secara transparan, maka pertanyaan tentang tanggung jawab dan penegakan hukum akan terus menghantui.
Hutan bukan sekadar lahan yang menunggu untuk ditanami. Di dalamnya ada kehidupan, sumber air, keanekaragaman hayati, serta ruang hidup satwa liar yang tidak bisa begitu saja dipindahkan.
Jangan sampai api menjadi jalan pintas untuk mengubah hutan menjadi komoditas.
Selidiki penyebabnya. Ungkap pelakunya. Tegakkan hukum. Lindungi hutan yang tersisa.
Karena yang terbakar bukan hanya pepohonan, tetapi juga masa depan kehidupan di dalamnya.