π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation

Directions Website Contact the organization

π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation NGO Conservation
AHU-0008776.AH.01.04.2020

"Respecting Wildlife Trails, Preserving Nature’s Wholeness, Aligning Human Life in Harmony."

Mencintai dan Menyayangi TANAH AIR

13/10/2026

Terbakar atau Dibakar, Lalu Menjadi Perkebunan Sawit?

Berulang kali kita menyaksikan hutan dan lahan terbakar. Asap mengepul, satwa kehilangan habitat, ekosistem rusak, dan masyarakat harus menanggung dampaknya.

Namun, ada satu pertanyaan yang patut kita renungkan: setelah api padam, lahan itu akan menjadi apa?

Jika lahan bekas kebakaran kemudian berubah menjadi perkebunan kelapa sawit, kita perlu menelusuri lebih jauh. Apakah kebakaran terjadi secara alami, akibat kelalaian, atau sengaja dilakukan untuk membuka lahan?

Kita tidak boleh sembarangan menuduh. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya kepentingan di balik perubahan fungsi lahan.

Sebab, jika hutan terbakar lalu berganti menjadi kebun sawit, sementara penyebab kebakaran tidak pernah diungkap secara transparan, maka pertanyaan tentang tanggung jawab dan penegakan hukum akan terus menghantui.

Hutan bukan sekadar lahan yang menunggu untuk ditanami. Di dalamnya ada kehidupan, sumber air, keanekaragaman hayati, serta ruang hidup satwa liar yang tidak bisa begitu saja dipindahkan.

Jangan sampai api menjadi jalan pintas untuk mengubah hutan menjadi komoditas.

Selidiki penyebabnya. Ungkap pelakunya. Tegakkan hukum. Lindungi hutan yang tersisa.

Karena yang terbakar bukan hanya pepohonan, tetapi juga masa depan kehidupan di dalamnya.

DAMPAK PERKEBUNAN EUCALYPTUS TERHADAP GAJAH DAN HARIMAU SUMATERAPerluasan perkebunan eucalyptus (Eucalyptus spp.) di ben...
11/10/2026

DAMPAK PERKEBUNAN EUCALYPTUS TERHADAP GAJAH DAN HARIMAU SUMATERA

Perluasan perkebunan eucalyptus (Eucalyptus spp.) di bentang alam Sumatera perlu dilihat dari dampaknya terhadap ekosistem secara keseluruhan, terutama bagi dua satwa kunci: gajah Sumatera dan harimau Sumatera.

Bagi gajah Sumatera, perubahan hutan menjadi perkebunan dapat mengurangi keragaman pakan alami, mengganggu ruang jelajah, dan memutus jalur pergerakan antarkawasan. Ketika habitat semakin terbatas dan akses terhadap sumber pakan maupun air terganggu, potensi konflik antara gajah, perusahaan, dan masyarakat dapat meningkat.

Sementara itu, bagi harimau Sumatera, hilangnya hutan alam dapat mengurangi tempat berlindung, mengganggu konektivitas habitat, serta memengaruhi ketersediaan satwa mangsa. Fragmentasi hutan juga dapat membuat populasi harimau semakin terisolasi dan meningkatkan kerentanannya terhadap berbagai ancaman.

Dampak tersebut dapat semakin kompleks apabila perkebunan berada di ekosistem gambut yang mengalami pengeringan, perubahan tata air, dan kebakaran. Kerusakan habitat tidak hanya memengaruhi satu spesies, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekologis yang menopang kehidupan berbagai satwa liar.

Gajah membutuhkan ruang jelajah dan sumber pakan yang memadai. Harimau membutuhkan habitat yang terhubung dan populasi mangsa yang lestari. Keduanya bergantung pada ekosistem hutan yang berfungsi dengan baik.

Karena itu, keberhasilan pengelolaan perkebunan tidak cukup diukur dari produktivitas tanaman atau luas tutupan hijau. Perlindungan hutan alam, koridor satwa, habitat penting, serta pengelolaan gambut yang bertanggung jawab harus menjadi bagian dari upaya konservasi.

Jangan sampai hutan hanya terlihat hijau di atas peta, tetapi kehilangan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup gajah, harimau, dan keanekaragaman hayati Sumatera.

KeanekaragamanHayati KonservasiSumatera

HARIMAU SUMATERA DI EKOSISTEM GAMBUTPernahkah kita membayangkan bahwa di balik lebatnya hutan rawa gambut, terdapat sala...
11/10/2026

HARIMAU SUMATERA DI EKOSISTEM GAMBUT

Pernahkah kita membayangkan bahwa di balik lebatnya hutan rawa gambut, terdapat salah satu predator puncak yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya?

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) tidak hanya hidup di hutan dataran rendah, tetapi juga memanfaatkan ekosistem hutan rawa gambut sebagai habitat. Vegetasi yang rapat menyediakan tempat berlindung, sementara keberadaan satwa mangsa turut menentukan kelayakan habitat bagi kelangsungan hidupnya.

Namun, ekosistem gambut menghadapi berbagai ancaman, mulai dari pembukaan hutan, fragmentasi habitat, kebakaran, hingga perburuan. Ketika hutan rusak dan ruang jelajah semakin terputus, harimau kehilangan tempat berlindung, sumber pakan, dan ruang untuk bertahan hidup.

Gambut bukan sekadar lahan basah. Ia adalah bagian dari rumah bagi kehidupan liar.

Melindungi gambut berarti menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan habitat satwa mangsa, serta memberi harimau Sumatera kesempatan untuk terus hidup di alam liar.

Lindungi gambut, jaga ruang hidup harimau. Karena ketika hutan kehilangan penghuninya, kita juga kehilangan bagian penting dari keseimbangan alam.

KonservasiIndonesia

Kalau harimau hilang dari hutan, yang hilang bukan hanya satu spesiesSebagai predator puncak, harimau merupakan bagian p...
04/10/2026

Kalau harimau hilang dari hutan, yang hilang bukan hanya satu spesies

Sebagai predator puncak, harimau merupakan bagian penting dari jaringan kehidupan hutan. Keberadaannya berkaitan dengan populasi satwa mangsa, vegetasi, kualitas habitat, hingga dinamika ruang antara satwa liar dan manusia.

Ketika harimau menghilang, keseimbangan ekologis dapat ikut berubah. Bahkan, berkurangnya keberadaan predator dapat mengubah bagaimana manusia dan satwa menggunakan ruang hutanβ€”meski kerusakan hutan sendiri tetap dipengaruhi banyak faktor seperti pembukaan lahan, ekonomi, akses, dan tata kelola.

Menjaga harimau berarti menjaga hutan, kehidupan satwa lain, dan masa depan kita.

Referensi
β€’ Widodo, E. et al. (2022). Carnivores and their prey in Sumatra: Occupancy and activity in human-dominated forests. PLOS ONE.
β€’ Harihar, A. & Pandav, B. (2012). Influence of Connectivity, Wild Prey and Disturbance on Occupancy of Tigers in the Human-Dominated Western Terai Arc Landscape. PLOS ONE.
β€’ Linkie, M. et al. Tigers Need Cover: Multi-Scale Occupancy Study of the Big Cat in Sumatran Forest and Plantation Landscapes. PLOS ONE.
β€’ Panthera. How Can We Coexist with the World’s Five Endangered Wild Cat Species?

Iya, gajah memang dapat memakan buah. Bahkan buah termasuk salah satu jenis makanan yang dikonsumsi gajah di alam.Tapi, ...
04/10/2026

Iya, gajah memang dapat memakan buah. Bahkan buah termasuk salah satu jenis makanan yang dikonsumsi gajah di alam.

Tapi, buah bukan berarti boleh diberikan sebanyak-banyaknya.

Gajah membutuhkan pola makan yang beragam, terutama pakan berserat seperti rumput, daun, pucuk, ranting, kulit batang, dan bagian tumbuhan lainnya. Buah sebaiknya tidak sampai menggantikan pakan berserat tersebut.

Pada gajah yang berada dalam perawatan manusia, pemberian buah dalam jumlah berlebihan juga dapat meningkatkan asupan energi dan berkontribusi terhadap masalah kondisi tubuh, termasuk obesitas. Karena itu, jumlah dan komposisi pakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing gajah.

Jadi, bukan soal β€œbuah boleh atau tidak”.
Yang penting adalah: jenis, jumlah, frekuensi, dan keseimbangan pakannya.

🌿 Sayangi gajah dengan memberikan pakan yang tepat, bukan sekadar pakan yang mereka sukai.

Referensi:
β€’ IUCN – The Asian Elephants and Associated Ecosystems β€” membahas variasi makanan gajah Asia, termasuk rumput, akar, daun, sulur, semak, batang, kulit batang, dan buah.
β€’ Smithsonian’s National Zoo – Asian Elephant β€” menjelaskan gajah Asia terutama memakan rumput, tetapi juga browse seperti daun, akar, sulur, ranting, pucuk, kulit batang, dan buah.
β€’ Elephant Medicine – Nutrition β€” panduan nutrisi gajah menyebut forage seperti rumput, hay, dan browse sebagai komponen utama; buah dan sayuran diberikan dalam jumlah terbatas pada gajah dalam perawatan.
β€’ EAZA – Elephant Best Practice Guidelines 2020 β€” merekomendasikan pakan forage sebagai komponen utama diet gajah dalam perawatan dan menyoroti obesitas sebagai salah satu masalah nutrisi penting.

GAJAH BUKAN HAMAKetika gajah masuk ke kebun dan memakan tanaman, kerugian yang dialami masyarakat memang nyata. Tapi men...
04/10/2026

GAJAH BUKAN HAMA

Ketika gajah masuk ke kebun dan memakan tanaman, kerugian yang dialami masyarakat memang nyata. Tapi menyebut gajah sebagai β€œhama” membuat persoalan menjadi terlalu sederhana.

Gajah adalah satwa liar herbivora yang membutuhkan pakan, air, dan ruang hidup. Ketika manusia dan gajah menggunakan ruang yang sama, yang muncul adalah konflik manusia–gajah, bukan sekadar masalah β€œhama”.

Karena itu, yang perlu dicari bukan bagaimana membenci atau membasmi satwanya, tetapi bagaimana mencegah dan mengelola konfliknya agar manusia tetap aman dan gajah tetap dapat bertahan hidup.

Jangan membenci satwanya. Pahami konfliknya.



Referensi:
β€’ Ditjen KSDAE – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tentang konflik satwa-manusia dan kondisi habitat yang memengaruhi ketersediaan pakan gajah.
β€’ Ditjen KSDAE – penanganan konflik Gajah Sumatera di Riau dan imbauan untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa.
β€’ Ditjen KSDAE – penggunaan GPS collar sebagai salah satu upaya memahami pergerakan gajah dan mengurangi interaksi negatif manusia–gajah.
β€’ Ditjen KSDAE – Gajah Sumatera termasuk satwa liar yang dilindungi.

24 JAM IKUTI GAJAHPernahkah kita membayangkan bagaimana kehidupan gajah selama 24 jam?Dalam sehari, gajah bisa berpindah...
03/10/2026

24 JAM IKUTI GAJAH

Pernahkah kita membayangkan bagaimana kehidupan gajah selama 24 jam?

Dalam sehari, gajah bisa berpindah untuk mencari makan dan air, mencari tempat yang lebih nyaman saat kondisi panas, beristirahat, mengikuti pergerakan kelompok, hingga kembali aktif ketika kondisi lingkungan mendukung.

Namun, perjalanan mereka tidak selalu sama. Ketersediaan pakan dan air, cuaca, kondisi tubuh, keberadaan anak, gangguan manusia, perubahan habitat, hingga jalan dan infrastruktur dapat membuat gajah mengubah jalur, waktu aktivitas, maupun jarak pergerakannya.

Jadi, ke mana gajah pergi bukanlah sekadar perjalanan. Ada kebutuhan dan kondisi habitat yang berada di balik setiap langkahnya.

Mari ikuti perjalanan mereka selama 24 jam, dan lihat bagaimana gajah menggunakan ruang yang masih tersisa untuk bertahan hidup.

Referensi: Sukmantoro et al. (2019) Sitompul et al. (2013) Universitas Riau (2023) WWF/Asian Elephant Transport Working Group (2024)

SatwaLiar Konservasi ElephasMaximusSumatranus GajahRiau HumanElephantConflict

Ketika Karhutla Mengganggu Ruang Hidup SatwaKebakaran hutan dan lahan bukan hanya membakar vegetasi. Dampaknya dapat mer...
01/10/2026

Ketika Karhutla Mengganggu Ruang Hidup Satwa

Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya membakar vegetasi. Dampaknya dapat merusak habitat, mengurangi ketersediaan pakan dan air, serta mengganggu jalur pergerakan satwa liar.
Ketika habitat terbakar atau terfragmentasi, satwa dapat terdorong berpindah dan berkonsentrasi di habitat yang masih tersisa.

Dalam kondisi tertentu, pergerakan tersebut dapat membawa satwa semakin dekat dengan lahan pertanian, perkebunan, maupun permukiman.

Di sinilah risiko interaksi negatif manusia–satwa liar dapat meningkat.

Karhutla mungkin hanya terlihat sebagai kebakaran di suatu kawasan, tetapi bagi satwa, dampaknya dapat berarti kehilangan rumah, sumber makanan, air, dan ruang untuk bergerak.

Karhutla β†’ habitat rusak β†’ satwa berpindah β†’ habitat tersisa menjadi lebih padat β†’ satwa mendekati ruang manusia β†’ risiko konflik meningkat.

GajahSumatera KonservasiGajah HutanIndonesia

MANGROVE TANJUNG PIAYU TERANCAMTanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, bukan sekadar kawasan pesisir. Ekosistem mangrovenya ...
01/10/2026

MANGROVE TANJUNG PIAYU TERANCAM

Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, bukan sekadar kawasan pesisir. Ekosistem mangrovenya memiliki nilai ekologis penting bagi pesisir Kota Batam.

Berdasarkan analisis spasial yang dikutip dalam penelitian Universitas Maritim Raja Ali Haji, kawasan mangrove Tanjung Piayu memiliki luas sekitar 296,95 ha dari total 484,06 ha mangrove di Kecamatan Sei Beduk.

Namun, dokumen KLHS RDTR Sungai Beduk juga mencatat adanya rencana/perubahan pemanfaatan ruang di Kelurahan Tanjung Piayu yang bersinggungan dengan kawasan mangrove, termasuk 1,56 ha dan 16,74 ha pada blok yang disebut dalam dokumen tersebut.

Mangrove yang tersisa bukan ruang kosong. Ia merupakan bagian dari sistem pesisir yang menjaga fungsi ekologis, menjadi habitat biota, dan menyimpan karbon.

Pembangunan kota penting. Tetapi pembangunan juga perlu memastikan mangrove yang masih tersisa tidak kehilangan ruang hidupnya.

πŸ“ Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam
πŸ“· Akar Bhumi Indonesia

Sumber:
β€’ Zakia, R., Lestari, F., Apdillah, D. & Zulfikar, A. (2024), Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Sebagai Upaya Adaptasi Perubahan Iklim di Pesisir Tanjungpiayu Kota Batam, Jurnal Akuatiklestari.

β€’ KLHS RDTR Wilayah Perencanaan Sungai Beduk 2022–2042.
Pemerintah Kota Batam β€” kegiatan penanaman 1.000 mangrove di pesisir Tanjung Piayu, 1 Mei 2025.

01/10/2026

BALAI RAJA MASIH MENJADI RUANG HIDUP GAJAH

Di balik hamparan perkebunan dan pembangunan yang terus berkembang, Homerange Balairaja masih menyimpan jejak kehidupan gajah Sumatra.

Namun, ruang jelajah mereka tidak lagi utuh. Pembangunan dan pembukaan perkebunan telah memutus sejumlah koridor yang seharusnya menjadi jalur pergerakan gajah.

Yang perlu dipahami, Homerange Balairaja dan Homerange Giam Siak Kecil bukanlah ruang yang berdiri sendiri. Keduanya memiliki keterhubungan sebagai bagian dari bentang habitat dan pergerakan gajah.

Ketika koridor terputus, gajah kehilangan akses menuju ruang yang mereka butuhkan untuk mencari makan, air, berlindung, dan berpindah mengikuti kondisi habitat.
Hutan boleh terbagi oleh batas administrasi, perkebunan, dan pembangunan. Tetapi bagi gajah, habitat adalah satu kesatuan ruang hidup.

🌿 Menjaga koridor berarti menjaga konektivitas habitat.
🐘 Menjaga konektivitas berarti memberi gajah ruang untuk tetap hidup.

Address

Jalan Iktiar Kilometer 2, 5 Rangau
Batam
28784

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to π‰π„π‹πˆπ“π€ Foundation:

Shortcuts

Share