07/04/2026
Reses DPRD Batam: Ir. H. Suryanto Serap Aspirasi Pembangunan GOR Legenda hingga Solusi Banjir dan Sampah
BATAM CENTER – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam dari Fraksi PKS, Ir. H. Suryanto, kembali turun ke masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di kawasan perumahan sekitar Legenda Malaka, Batam Kota, Suryanto menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari rencana pembangunan infrastruktur olahraga hingga persoalan klasik perkotaan seperti sampah, banjir, dan transportasi umum.
Komitmen Pembangunan GOR Stadion Legenda
Salah satu poin utama yang menjadi pembahasan adalah aspirasi warga mengenai fasilitas olahraga. Warga di kawasan Legenda mengusulkan adanya pembangunan Gedung Olahraga (GOR) atau Stadion mini yang representatif bagi pemuda dan masyarakat umum.
Menanggapi hal ini, Ir. H. Suryanto menyatakan dukungannya dan berkomitmen untuk memasukkan usulan tersebut ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Batam. "Kebutuhan akan ruang terbuka hijau dan fasilitas olahraga di Batam Kota, khususnya wilayah Legenda, sangat mendesak. Keberadaan GOR bukan hanya untuk kebugaran, tapi juga sebagai pusat kegiatan positif anak muda agar terhindar dari kenakalan remaja," ujar pria kelahiran Boyolali ini.
Darurat Sampah dan Normalisasi Drainase
Isu lingkungan menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan. Warga mengeluhkan tumpukan sampah di pinggir jalan utama dan keterlambatan pengangkutan yang menimbulkan bau tidak sedap. Terkait hal ini, Suryanto mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk mengevaluasi jadwal pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan berlarut-larut.
Selain sampah, masalah banjir yang kerap melanda saat hujan deras juga menjadi perhatian serius. Suryanto mencatat perlunya normalisasi drainase di titik-titik rawan banjir akibat sedimentasi dan penyumbatan.
Audit Saluran: Suryanto berjanji akan meminta dinas terkait melakukan audit drainase di sekitar pembangunan pemukiman baru yang diduga menutup aliran air.
Kolaborasi Warga: Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
Transformasi Transportasi Umum
Di bidang transportasi, masyarakat berharap adanya peningkatan layanan transportasi umum yang terintegrasi hingga ke wilayah perumahan di Batam Center. Saat ini, ketergantungan pada kendaraan pribadi dinilai semakin memperparah kemacetan di jam-jam sibuk.
Suryanto menekankan pentingnya penguatan armada Trans Batam atau penyediaan feeder (angkutan pengumpan) yang masuk ke wilayah padat penduduk seperti Legenda. "Batam sedang menuju kota modern, maka sistem transportasi umumnya juga harus modern, tepat waktu, dan mudah diakses oleh warga," tegasnya.
Pengawalan Aspirasi
Menutup rangkaian reses, Ir. H. Suryanto memastikan bahwa seluruh masukan yang telah dicatat akan diperjuangkan dalam rapat paripurna hasil reses untuk kemudian dijadikan prioritas dalam APBD Perubahan maupun APBD tahun mendatang.
1. Realisasi GOR Stadion Legenda: Wadah Generasi Muda
Salah satu aspirasi paling kuat yang muncul adalah usulan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) atau Stadion Mini di wilayah Legenda. Warga berharap lahan fasilitas umum (fasum) yang tersedia dapat dioptimalkan menjadi pusat kegiatan olahraga dan kemasyarakatan.
Ir. H. Suryanto menyambut positif usulan ini. Menurutnya, kawasan Legenda Malaka dan sekitarnya memiliki populasi yang padat namun minim fasilitas olahraga yang representatif.
"Pembangunan GOR ini bukan sekadar soal fisik bangunan, tapi investasi untuk kesehatan dan pembinaan pemuda kita. Saya akan mengawal usulan ini agar masuk dalam prioritas pembangunan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, sehingga anak-anak muda di Legenda punya tempat positif untuk beraktivitas," ujar Suryanto.
2. Penanganan Sampah: Mendesak Perbaikan Manajemen Pengangkutan
Isu sampah masih menjadi keluhan utama warga Legenda Malaka. Warga melaporkan adanya keterlambatan jadwal pengangkutan yang menyebabkan penumpukan di titik-titik tertentu, terutama saat hari libur atau musim hujan.
Suryanto menegaskan bahwa pengelolaan sampah di wilayah padat penduduk seperti Batam Kota harus dievaluasi secara menyeluruh. Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk:
Menambah frekuensi pengangkutan di titik-titik rawan tumpukan.
Peremajaan armada truk sampah yang sering mengalami kerusakan.
Edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga agar volume sampah ke TPA dapat berkurang.
3. Solusi Banjir: Normalisasi Drainase Primer dan Sekunder
Masalah banjir yang kerap menghantui warga Legenda Malaka saat hujan deras juga menjadi sorotan tajam. Suryanto mencatat bahwa pendangkalan drainase akibat sedimentasi dan sampah menjadi penyebab utama luapan air ke jalan dan pemukiman.
"Kita tidak bisa hanya melakukan tambal sulam. Perlu ada normalisasi drainase secara total, mulai dari saluran sekunder di perumahan hingga saluran primer yang menuju ke laut. Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk memastikan pengerukan drainase dilakukan secara berkala, bukan menunggu banjir datang baru bertindak," tegas legislator yang dikenal vokal ini.
4. Transportasi Umum: Integrasi hingga ke Wilayah Perumahan
Terakhir, warga mengusulkan perbaikan sistem transportasi umum. Meskipun bus Trans Batam sudah beroperasi, warga Legenda merasa masih memerlukan angkutan pengumpan (feeder) yang masuk ke area pemukiman agar memudahkan mobilitas masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi, terutama pelajar dan lansia.
Suryanto berkomitmen untuk mendorong pemerintah kota melakukan kajian rute baru. Ia berpendapat bahwa kemacetan di Batam Center hanya bisa diurai jika masyarakat diberikan alternatif transportasi umum yang nyaman, murah, dan menjangkau hingga ke "pintu rumah".
Komitmen Pengawalan Aspirasi
Menutup kegiatan reses tersebut, Ir. H. Suryanto memastikan bahwa seluruh poin aspirasi warga Legenda Malaka ini telah dicatat secara resmi untuk dibawa ke sidang paripurna DPRD Kota Batam.
"Semua usulan, baik itu GOR, penanganan banjir, sampah, hingga transportasi, adalah mandat bagi saya. Sebagai wakil rakyat, saya punya tanggung jawab moral untuk memastikan anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar warga di Legenda Malaka," pungkasnya.
.H.Suryanto