29/08/2026
๐๏ธ PROSESI RUWATAN RAMBUT GIMBAL DIENG CULTURE FESTIVAL 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026 โ Kompleks Candi Arjuna, Dieng
Sebanyak 13 anak bajang atau anak berambut gimbal mengikuti prosesi Ruwatan Rambut Gimbal dalam rangkaian Dieng Culture Festival 2026. Mereka berasal dari Banjarnegara, Wonosobo dan daerah sekitarnya.
1๏ธโฃ PEMENUHAN BEBANA โ PERMINTAAN ANAK
Sebelum rambut gimbal dipotong, permintaan anak harus dipenuhi terlebih dahulu. Permintaannya beragam, mulai dari kambing, sepeda listrik, ayam kalasan, makanan hingga telepon seluler.
2๏ธโฃ KIRAB BUDAYA โ 07.00โ09.00 WIB
Anak-anak bajang mengikuti kirab budaya menuju Kompleks Candi Arjuna, sebagai bagian dari rangkaian penghormatan terhadap tradisi dan budaya masyarakat Dieng. Jadwal resmi DCF mencatat kirab berlangsung pukul 07.00โ09.00 WIB.
3๏ธโฃ JAMASAN / PENYUCIAN
Dalam rangkaian tradisi ruwatan dikenal prosesi jamasan atau penyucian sebelum memasuki prosesi utama pencukuran. DCF sendiri menyebut ruwatan rambut gimbal sebagai rangkaian yang mencakup ritual budaya seperti jamasan dan ngalap berkah.
4๏ธโฃ DOA DAN RITUAL ADAT
Setelah kirab, prosesi dilanjutkan dengan ritual adat di Kompleks Candi Arjuna. Jadwal resmi DCF menetapkan Upacara Ritual Cukur Rambut Anak Gimbal pukul 09.00โ12.00 WIB.
5๏ธโฃ PUNCAK: PENCukURAN RAMBUT GIMBAL โ๏ธ
Rambut gimbal dipotong melalui tata cara adat. Dalam kepercayaan masyarakat Dieng, rambut gimbal bukan sesuatu yang boleh dicukur sembarangan. Rambut tersebut dipercaya sebagai titipan leluhur Dieng, Kiai/Kaladete, sehingga pencukurannya dilakukan setelah permintaan anak dipenuhi dan melalui prosesi ruwatan.
6๏ธโฃ PELARUNGAN RAMBUT ๐
Dalam tradisi ruwatan, rambut yang telah dipotong kemudian dikembalikan melalui tata cara adat, sebagai simbol pelepasan dan pengembalian titipan leluhur. Sumber resmi pariwisata Indonesia juga mencatat pelarungan rambut sebagai bagian dari tradisi ruwatan Dieng.