I LOVE BANJARMASIN

I LOVE BANJARMASIN Biggest floating market here!

Isu-isu kebangsaan dan pembangunan di Indonesia, khususnya terkait perbandingan antara Jawa dan luar Jawa serta masalah ...
15/10/2025

Isu-isu kebangsaan dan pembangunan di Indonesia, khususnya terkait perbandingan antara Jawa dan luar Jawa serta masalah transmigrasi di Kalimantan, adalah hal yang penting dalam dinamika negara kita.

Berdasarkan data yang ada dan pemahaman umum mengenai isu tersebut:
1. Perbandingan Isu di Jawa dan Luar Jawa

Jawa sebagai Pusat Masalah (Kriminalitas, Agama, G30S PKI): Memang benar, karena sejarah Indonesia sangat terpusat di Jawa (termasuk pusat pemerintahan, militer, dan ekonomi), banyak peristiwa besar dan konflik yang terekam secara nasional juga berpusat di sana, termasuk G30S PKI. Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki masalahnya sendiri (baik itu konflik agraria, masalah lingkungan, kemiskinan, atau konflik sosial/keagamaan), dan isu "NKRI Harga Mati" sebenarnya adalah semboyan yang digaungkan di seluruh pelosok negeri, bukan hanya dari Jawa.

"Maling Teriak Maling": Ungkapan ini merefleksikan rasa ketidakadilan dan kekecewaan atas kesenjangan pembangunan dan sentralisasi yang dirasakan oleh daerah di luar Jawa. Rasa bahwa daerah luar Jawa memberikan sumber daya (alam) tetapi kurang mendapat perhatian dan justru "dipersalahkan" atau "diserbu" adalah akar dari sentimen ini.

2. Isu Transmigrasi di Kalimantan
Penolakan Transmigrasi: Penolakan terhadap program transmigrasi, terutama yang baru, memang telah terjadi dan disuarakan secara tegas oleh masyarakat adat, organisasi masyarakat (Ormas), bahkan oleh pejabat daerah seperti Wakil Gubernur di beberapa provinsi di Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kaltara).

Alasan Penolakan Utama:
Kekhawatiran Konflik dan Masalah Baru: Masyarakat khawatir program lama yang tidak relevan akan memicu masalah sosial, konflik lahan dengan masyarakat lokal/adat, dan justru memindahkan kemiskinan.

Pemerataan Kesejahteraan yang Tidak Adil: Ada perasaan bahwa masyarakat lokal di sekitar wilayah transmigrasi tetap miskin sementara pendatang difasilitasi oleh negara (rumah, lahan).

Wilayah Adat Bukan "Tanah Kosong": Penolakan keras datang dari Masyarakat Adat yang menegaskan bahwa wilayah yang ditargetkan transmigrasi seringkali adalah wilayah adat yang seharusnya dilindungi, bukan lahan kosong yang seenaknya bisa ditempati.

Fokus Pemberdayaan Lokal: Pemerintah daerah dan masyarakat lokal menuntut agar pemerintah pusat lebih fokus memberdayakan warga lokal dan mengoptimalkan lahan transmigrasi yang sudah ada (eksisting) dan terbengkalai, bukan malah membuka lahan dan mendatangkan penduduk baru.

Keberadaan Kepala Daerah dari Pendatang: Program transmigrasi sudah berlangsung sejak era Kolonial Belanda dan masif di era Orde Baru, menghasilkan banyak komunitas baru di berbagai wilayah. Wajar jika keturunan transmigran kini menjadi bagian integral dari masyarakat dan bahkan terpilih menjadi pejabat daerah.

Namun, penentuan lokasi transmigrasi adalah kebijakan nasional yang diusulkan dan disetujui juga oleh pemerintah daerah setempat, meskipun implementasinya yang seringkali bermasalah.

Kesimpulan:
Rasa frustrasi dan ketidakadilan yang dirasakan banyak pihak memang sangat beralasan dan merupakan sentimen yang kuat di berbagai daerah luar Jawa.

Isu transmigrasi saat ini memang menjadi fokus penolakan karena dinilai sebagai model pembangunan usang yang tidak inklusif, tidak berpihak pada masyarakat lokal, dan berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan di Kalimantan, alih-alih menyelesaikan masalah pemerataan penduduk.

Saat ini, banyak pemerintah daerah di Kalimantan yang sudah menyatakan menolak program transmigrasi baru dari luar dan mendorong agar program transmigrasi selanjutnya berbasis bottom-up (usulan dari daerah) dan fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal serta perbaikan kawasan transmigrasi yang sudah ada.

Ada lagi yang dapat kami bantu? Silakan ketik yang Anda butuhkan di kolom komentar, inbox atau di nomer WA tersedia.    ...
12/05/2025

Ada lagi yang dapat kami bantu? Silakan ketik yang Anda butuhkan di kolom komentar, inbox atau di nomer WA tersedia.

Berikut beberapa tips untuk menjadi konten kreator perempuan yang baik di Indonesia dan dunia:1. Jadilah Diri Sendiri: A...
12/05/2025

Berikut beberapa tips untuk menjadi konten kreator perempuan yang baik di Indonesia dan dunia:

1. Jadilah Diri Sendiri: Autentik dan jujur dalam menyampaikan pesan dan nilai.
2. Pilih Niche: Fokus pada topik yang kamu minati dan kuasai.
3. Konten Berkualitas: Buat konten yang menarik, informatif, dan berkualitas.
4. Interaksi: Respons komentar dan pesan untuk membangun hubungan dengan pengikut.
5. Konsistensi: Posting secara teratur untuk menjaga interaksi dengan pengikut.
6. Belajar Terus: Terus belajar dan mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan kualitas konten.
7. Jaringan: Bangun jaringan dengan konten kreator lain untuk saling mendukung.

Untuk mengubah akun Facebook lama ke Facebook Pro, kamu perlu mengikuti langkah-langkah berikut:1. Buka aplikasi Faceboo...
12/05/2025

Untuk mengubah akun Facebook lama ke Facebook Pro, kamu perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Buka aplikasi Facebook atau situs web Facebook.
2. Masuk ke akun Facebook lama yang ingin diubah.
3. Ketuk ikon tiga garis horizontal (menu) di pojok kanan atas.
4. Pilih "Pengaturan & Privasi" lalu "Pengaturan".
5. Cari "Akun" atau "Akun Profesional" dan pilih.
6. Ikuti instruksi untuk mengubah akun ke mode profesional.

Perlu diingat bahwa mengubah ke akun profesional akan mengubah tampilan dan fitur akunmu. Pastikan kamu memahami perbedaannya sebelum melakukan perubahan.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Berikut beberapa cara untuk menambah pengikut di akun Facebook:1. Posting konten menarik dan berkualitas secara teratur....
12/05/2025

Berikut beberapa cara untuk menambah pengikut di akun Facebook:
1. Posting konten menarik dan berkualitas secara teratur.
2. Gunakan hashtag yang relevan dengan kontenmu.
3. Interaksi dengan pengikutmu melalui komentar dan pesan.
4. Bagikan pengalaman dan cerita pribadi.
5. Kolaborasi dengan akun lain.

TIPS:Jumlah konten yang pas untuk stories dan reels dalam sebulan bisa bervariasi tergantung pada target audiens dan tuj...
12/05/2025

TIPS:
Jumlah konten yang pas untuk stories dan reels dalam sebulan bisa bervariasi tergantung pada target audiens dan tujuan konten. Namun, berikut beberapa tips yang bisa membantu:

Stories:
- Posting 3-5 kali seminggu bisa menjadi awal yang baik untuk mempertahankan konsistensi tanpa membuat audiens merasa kewalahan.
- Pastikan untuk memvariasikan jenis konten, seperti foto, video, atau teks, untuk menjaga ketertarikan audiens.

Reels:
- Posting 1-3 kali seminggu bisa efektif untuk meningkatkan engagement dan mencapai target audiens yang lebih luas.
- Fokus pada kualitas konten dan pastikan reels Anda menarik, informatif, atau menghibur.

Hal terpenting adalah konsistensi dan kualitas konten. Pastikan Anda memposting secara teratur dan memantau engagement audiens untuk menentukan strategi konten yang paling efektif.

Tips tambahan:
- Kualitas lebih penting daripada kuantitas: Pastikan konten Anda berkualitas dan relevan dengan target audiens.
- Gunakan fitur yang tepat: Manfaatkan fitur seperti hashtag, caption, dan tag untuk meningkatkan visibilitas konten.
- Pantau engagement: Perhatikan bagaimana audiens merespons konten Anda dan sesuaikan strategi Anda.

Dengan memahami preferensi audiens dan memantau engagement, Anda bisa menentukan jumlah konten yang pas untuk stories dan reels dalam sebulan.

Semoga tipsnya membantu meningkatkan kualitas konten stories dan reels-mu. Jika butuh bantuan lagi, jangan ragu bertanya!

Memperingati Hari Raya Waisak, 2569 BE. "Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia." 12...
12/05/2025

Memperingati Hari Raya Waisak, 2569 BE. "Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia." 12 Mei 2025.

27/06/2024

"Mestinya guru ASN yang sudah diberikan gaji pokok sesuai golongannya,tunjangan anak istri, jaminan kesehatan, dan terima dana dasus tiap bulan, juga dana sertifikasi yg nominalnya tidak sedikit itu sudah baik. Semoga diperhatikan juga nominal yang lebih layak bagi kesejahteraan para guru honorer dan nakes HONORER nya yang kadang volume kerjanya sama, bahkan lebih, dengan yang bukan honerer. Income staff honorer sekarang kenyataan masih sangat jauh dari kata layak sejahtera."

02/03/2024

Address

Banjarmasin

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I LOVE BANJARMASIN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share