22/12/2025
Poetry in Action at Mingguraya agenda bulanan di Panggung Bundar Mingguraya. Pada 26 Desember  2025, pukul 20:2O Wita  s/d Selesai dengan tema: “Bencana Manusia. Agenda ini juga ada Banjarbaru Poetry Slam sebagai ajang kompetisi puisi spontan. Terbuka umum dan partisipasi untuk pengisi acara, tampilan tradisi lisan, bakisah,  stand up comedy, storytelling,  musikalisasi atau baca puisi, teater (petilan), monolog, tari, pantomim, dan lainnya. Kegiatan ini menjadi wahana aksi dari berbagai bidang seni, sebagai ruang proses dan apresiasi dalam beragam bentuk seni dan pertunjukan yang bersifat partisipatif.
Bencana! Manusia penuh hasrat mengambil pohon-pohon sebagai sumber daya, menggali segala bahan dalam perut bumi, menghitung dengan kerakusan, dan sesukanya berlaku zalim pada alam, ketika terjadi banjir bandang dikatakan sebagai bencana alam. Manusia yang melakukan kerusakan di muka bumi, alam yang menanggung sebagai penyebab bencana. Manusia membawa mesin untuk mengambil apa yang ada di permukaan dan di dalam perut bumi, hanya hitungan detik bentang alam porak poranda, sementara alam bergerak dengan kesabaran; pohon tumbuh menjadi besar menunggu berkali musim, sungai mengalir begitu sabar membentuk alur yang menopang berbagai kehidupan, alam bergerak dan hidup, manusia datang bawa eskavator dan kerakusan yang tamak, lahan-lahan menjadi santapan di meja kekuasaan, ada kebanggaan saat menggantikan hutan dan rawa menjadi hamparan keseragaman dalam skala besar, semakin besar skala semakin membawa petaka kutukan sumber daya.
Sumatera berduka, segala kepiluan merata. Indonesia berkabung, inilah bencana manusia. Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, dan pulau-pulau lainnya, seperti lumrah ekploitasi alam dengan kecepatan yang diburu kerakusan. Alam mampu bertindak anarkis, gelondongan kayu berhimpun dan bersatu dengan hujan menuju ke daerah yang rendah. Bencana manusia telah terlihat dengan mata telanjang, ini bukan bencana alam. Kerakusan yang berselingkuh dengan kekuasaan, semakin berlaku zalim, yang mendorong alam melawan untuk menghentikan bencana manusia.