08/03/2026
SWABHAWA AJUM
Swabhawa berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Swa yang berarti diri dan Bhawa yang berarti sifat. Swabhawa dapat dimaknai sebagai sifat asli, karakter alami, atau pembawaan lahir yang melekat dalam diri setiap manusia.
Ajum dalam bahasa Bali berarti sombong, angkuh, tinggi hati, atau sikap yang merasa diri paling hebat dan senang dipuji.
Pada dasarnya, ajum merupakan salah satu sifat alami yang dapat muncul dalam diri manusia. Sifat ini tidak akan pernah sepenuhnya hilang, karena dalam diri manusia selalu terdapat dua kekuatan yang saling tarik-menarik dan saling berlawanan. Dalam konsep filosofi Bali, hal tersebut dikenal sebagai Rwa Bhineda, yaitu dua unsur berbeda yang selalu berdampingan dalam kehidupan.
Namun demikian, sifat ajum tidak boleh dibiarkan menguasai diri. Sifat ini perlu dikendalikan melalui kesadaran diri, pengendalian pikiran, serta introspeksi diri agar manusia tetap berjalan di jalan kebenaran.
Berdasarkan pemikiran tersebut, STT Taman Soka Budaya mengangkat tema “Swabhawa Ajum” sebagai bentuk refleksi dan pengingat bagi diri sendiri maupun masyarakat, bahwa kesombongan yang tidak terkendali dapat menjerumuskan manusia pada perilaku yang menyimpang dari nilai kebenaran.