Science expedition learning

Science expedition learning Ekstra kurikuler tentang pendidikan lingkungan, biokenservasi, karya tulis, karya seni, foto yang semuanya dipadukan terhadap kecintaan terhadap alam

sebuah gerakan ekstra kurikuler sekolah yang mengacu pada pendidikan lingkungan dipadukan dengan seni kreatifitas dan aktifitas IPA

Banyak yang pernah duduk di kursi rotan, tapi belum tentu pernah melihat buahnya. Inilah buah rotan! Bersisik seperti sa...
29/07/2026

Banyak yang pernah duduk di kursi rotan, tapi belum tentu pernah melihat buahnya. Inilah buah rotan! Bersisik seperti salak, dengan warna yang dapat berubah dari putih krem, kuning, hingga jingga saat matang. Selama ini rotan lebih dikenal sebagai bahan kursi, meja, dan berbagai anyaman, padahal buahnya pun menyimpan keunikan yang tak kalah menarik. Alam tidak pernah membuat semuanya seragam, justru perbedaannya itulah yang membuatnya selalu indah untuk dikenali. 🤩

🌱👧🧒 Selamat Hari Anak Nasional 2026 🇮🇩✨"Anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kas...
23/07/2026

🌱👧🧒 Selamat Hari Anak Nasional 2026 🇮🇩✨

"Anak bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kasih sayang, dibimbing dengan ilmu, dan dibentuk dengan akhlak yang mulia."❤️

Di Science Expedition Learning (SEL), kami percaya bahwa setiap langkah kecil anak di alam adalah perjalanan besar menuju masa depan. 🌿 Melalui pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan dekat dengan lingkungan, kami ingin menumbuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bumi yang menjadi rumah bersama. 🌏💚

Mari penuhi hak-hak anak, berikan perlindungan terbaik, dan dampingi mereka tumbuh menjadi insan yang beradab, berilmu, serta mencintai lingkungan. Karena masa depan Indonesia dimulai dari anak-anak yang kita sayangi hari ini. 🤝🌱

💚 Selamat Hari Anak Nasional
📅 23 Juli 2026

"Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."✨

Science Expedition Learning (SEL)
🌿 Aktif • Kreatif • Cinta Lingkungan

Prolog​Selama berabad-abad, sistem hukum modern cenderung menempatkan alam semata-mata sebagai objek properti dan komodi...
17/07/2026

Prolog
​Selama berabad-abad, sistem hukum modern cenderung menempatkan alam semata-mata sebagai objek properti dan komoditas eksploitasi manusia. Namun, sebuah pergeseran paradigma biosentris yang radikal kini tengah terjadi di panggung dunia: pohon dan entitas alam mulai diakui memiliki hak hukumnya sendiri (Rights of Nature). 🌳⚖️

​Secara sains ekologi dan etika lingkungan, pengakuan hak ini bukan sekadar metafora hukum, melainkan sebuah kebutuhan eksistensial yang mendesak. Pohon adalah organisme kompleks yang menopang seluruh jaring-jaring kehidupan—menyediakan oksigen, meregulasi siklus hidrologi, dan memitigasi krisis iklim global secara masif. Ketika hukum mulai memberikan legal personhood (status badan hukum) kepada pohon, kita sedang dipanggil untuk meruntuhkan keangkuhan antroposentrisme dan mengakui bahwa keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada tegaknya hak-hak ekosistem di sekitar kita. 🌍🔬

​Bagi kita di Science Expedition Learning (SEL), momentum transisi hukum ini menjadi ruang edukasi dan literasi sains yang sangat krusial bagi generasi muda. Ia mengajarkan kita untuk tidak lagi melihat sebatang pohon hanya dari nilai ekonomis kayunya, melainkan menghormatinya sebagai subjek kehidupan yang berhak untuk tumbuh, berkembang, dan dilindungi dari perusakan struktural demi masa depan bumi yang berkeadilan. 🔄🌱

​Endgame
​Mari kita perluas kesadaran ekologis kita, menjadi suara bagi mereka yang tidak bisa berbicara, dan ikut serta mengawal hak-hak alam demi kelestarian masa depan. 🦅🔥

​Simak analisis ilmiah dan tinjauan filosofis selengkapnya dalam artikel: "Pohon Diakui Memiliki Hak: Lompatan Paradigma Baru dalam Menjaga Masa Depan Ekologi" di blog Science Expedition Learning. Klik link aktifnya di bio sekarang! 🔗👇

Prolog​Di balik keindahan bijinya yang berwarna merah cerah bersinar dengan aksen hitam legam, alam sedang memperlihatka...
15/07/2026

Prolog

​Di balik keindahan bijinya yang berwarna merah cerah bersinar dengan aksen hitam legam, alam sedang memperlihatkan salah satu paradoks biokimia terbesarnya. Melalui lensa botani terapan, Saga Rambat (Abrus precatorius) adalah contoh nyata dari keanekaragaman hayati yang menuntut kecerdasan sosiologis dan kehati-hatian empiris dari kita sebagai peneliti maupun pendidik. 🌿🔴⚫

​Secara fitokimia, tanaman merambat ini menyimpan senyawa abrin—salah satu toksin protein alami paling mematikan di dunia yang mampu menghentikan sintesis protein seluler dalam hitungan jam. Namun, di tangan sains yang bijak, tanaman yang sama memiliki rekam jejak etnobotani yang kuat dalam pengobatan tradisional untuk meredakan radang tenggorokan hingga batuk. Eksplorasi ini mengajarkan sebuah prinsip epistemologis penting dalam sains: bahwa batasan antara obat dan racun sering kali ditentukan oleh dosis, metodologi, dan kedewasaan manusia dalam mengelolanya. 🧪🔍

​Bagi kita di Science Expedition Learning (SEL), saga rambat memberikan pelajaran pedagogis yang sangat bernilai. Ia menjadi laboratorium hidup yang mengajarkan generasi muda bahwa keindahan visual tidak selalu berkorelasi lurus dengan keamanan fisik. Memahami alam berarti kesediaan untuk membedah fakta hingga ke level molekuler, menumbuhkan sikap kritis (critical thinking), dan selalu mendasarkan tindakan pada pengetahuan, bukan sekadar asumsi visual semata. 🔄🌱

​Endgame

​Mari kita terus menjelajahi rahasia biotik di sekitar kita, mengasah kepekaan ilmiah, dan mendidik dengan berbasis pada fakta kebenaran alam. 🦅🔥

​Temukan bedah karakteristik sains, bahaya, serta potensi medis tersembunyi selengkapnya dalam artikel: "Saga Rambat (Abrus precatorius): Keindahan Visual di Balik Paradoks Toksin Alam" di blog Science Expedition Learning. Klik link aktif di bio! 🔗👇

Prolog​Di persimpangan jalan antara eksploitasi ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan peradaban, sebuah keputusan geop...
14/07/2026

Prolog

​Di persimpangan jalan antara eksploitasi ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan peradaban, sebuah keputusan geopolitik yang berani sering kali menjadi oase bagi masa depan bumi. Kebijakan strategis global yang secara radikal memprioritaskan proteksi Amazon di atas kepentingan industri pertambangan merupakan sebuah langkah epistemologis yang krusial dalam diskursus mitigasi perubahan iklim dunia. 🇨🇴🌳

​Secara sains ekologi, Amazon bukan sekadar hamparan hutan tropis lintas negara, melainkan organ vital dunia yang meregulasi siklus hidrologi global, penyerap karbon raksasa (carbon sink), serta episentrum keanekaragaman hayati yang tak tergantikan oleh akumulasi kapital material. Memilih untuk menghentikan laju ekstraktivisme tambang demi menyelamatkan ekosistem ini adalah bukti nyata dari sebuah kesadaran bahwa ekonomi sejati tidak boleh mengorbankan fondasi ekologis tempat manusia berpijak. 🌍💎

​Bagi kita di Science Expedition Learning (SEL), momentum internasional ini menjadi bahan refleksi dan pembelajaran kritis yang sangat berharga. Ia mengajarkan generasi muda penggerak lingkungan bahwa kelestarian alam membutuhkan ketegasan sikap, sains yang berpihak pada kehidupan, serta aksi kolektif yang konsisten demi menjaga hak-hak alamiah bumi dari kerusakan struktural. 🔄🔬

​Endgame

​Mari kita perluas cakrawala berpikir kita, belajar dari kebijakan hijau dunia, dan terus konsisten menyuarakan serta melakukan aksi nyata demi kelestarian lingkungan di sekitar kita. 🦅🔥

​Telaah analisis sains dan ulasan mendalamnya dalam artikel terbaru: "Kolombia Memilih Amazon daripada Tambang" di blog Science Expedition Learning. Klik link aktifnya di bio sekarang! 🔗👇

Di balik kesederhanaan rumpun bambu yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai dan lereng desa, tersimpan sebuah narasi be...
12/07/2026

Di balik kesederhanaan rumpun bambu yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai dan lereng desa, tersimpan sebuah narasi besar tentang ketahanan ekologis dan efisiensi biologis yang luar biasa. Secara saintifik, bambu merupakan representasi sempurna dari agilitas peradaban alam. Sebagai tanaman dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia, ia memproduksi oksigen 35% lebih banyak dan menjadi carbon sink yang andal dalam memitigasi krisis iklim global. 🎋🌱

​Namun, melampaui dimensi empiris-botanisnya, bambu adalah sebuah metafora pedagogis yang sangat dalam bagi kita manusia. Karakteristik batangnya yang kokoh namun elastis memberikan sebuah pelajaran ontologis yang berharga: bahwa kekuatan sejati tidaklah manifes dalam bentuk kekakuan yang arogan, melainkan dalam kelenturan (flexibility) untuk beradaptasi tanpa harus patah menghadapi badai perubahan zaman. Di era Society 5.0, saat sains dan teknologi canggih terus dikejar untuk merekayasa masa depan, kita diingatkan untuk kembali belajar pada kearifan lokal yang disediakan alam. 🔄💚

​Jaringan akar dan rimpangnya yang luas bekerja dalam senyap di bawah permukaan tanah, mengikat bumi, mencegah erosi, dan menopang kehidupan di atasnya. Sebuah cerminan bahwa kontribusi nyata sering kali tidak memerlukan panggung yang bising, melainkan komitmen yang kuat untuk menjaga fondasi keberlanjutan hidup kita bersama. 🌍✨

​Endgame
​Mari kita merefleksikan kembali cara kita tumbuh: bukan sekadar mengejar akselerasi tanpa arah, melainkan tumbuh kuat, memberi kemaslahatan ekologis, dan tetap membumi di mana pun kita berpijak. 🎍🦅

​Simak bedah sains dan telaah filosofis selengkapnya dalam artikel: "Bambu: Pelajaran tentang Kecepatan Tumbuh, Ketangguhan, dan Masa Depan Ekologi yang Sering Kita Abaikan" melalui tautan di bio! 🔗👇

Miselium: Ketika Hutan Mengajarkan Kita Arti Jaringan, Kepedulian, dan Kemanusiaan 🌲🍄✨​Tahukah kamu kalau di bawah tanah...
11/07/2026

Miselium: Ketika Hutan Mengajarkan Kita Arti Jaringan, Kepedulian, dan Kemanusiaan 🌲🍄✨

​Tahukah kamu kalau di bawah tanah hutan yang tampak sunyi, ada jaringan raksasa yang bekerja tanpa henti? Jaringan halus bernama Miselium ini menghubungkan akar-akar pohon, menyalurkan air, nutrisi, hingga menjadi sarana "komunikasi" antar-tumbuhan. Sering disebut sebagai "internet alami milik hutan", miselium memastikan tidak ada pohon yang berjuang sendirian.

​Ketika satu pohon terluka atau ditebang, jaringan miselium langsung mengirimkan sinyal bahaya, dan pohon-pohon di sekitarnya akan patungan mengirimkan nutrisi untuk menyelamatkannya. Luar biasa, bukan? 💚

​Dari dunia sains, alam ternyata sedang mengirimkan pesan mendalam bagi kehidupan kita: bahwa ekosistem yang sehat tidak dibangun dengan kompetisi yang saling menyingkirkan, melainkan oleh keterhubungan yang saling menguatkan.

​Di era digital yang serba terkoneksi ini, pertanyaannya adalah: Sudahkah kita membangun "miselium sosial" dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kita sudah menjadi masyarakat yang caring (peduli), bukan sekadar connected (terhubung)?

​Mari belajar dari hutan. Menjadi manusia yang rela menjadi miselium—menghubungkan, menghidupkan, dan menjaga sesama tanpa perlu banyak suara, tetapi dengan cinta yang nyata. 🤝🌱

​Refleksi selengkapnya mengenai sains, empati sosial, dan tantangannya di era Society 5.0 bisa dibaca melalui link di bawah ini:

🔗 https://scienceexpeditionlearning.blogspot.com/2026/07/kebaikan-miselium.html

🌳 POHON ASAM JAWA DI PINGGIR JALANBanyak dari kita mungkin pernah melewati jalan-jalan tua di Pulau Jawa, lalu melihat d...
10/07/2026

🌳 POHON ASAM JAWA DI PINGGIR JALAN
Banyak dari kita mungkin pernah melewati jalan-jalan tua di Pulau Jawa, lalu melihat deretan pohon asam jawa berdiri kokoh di tepi jalan. Tampak biasa, seolah hanya bagian dari pemandangan harian. Padahal, di balik rindangnya, tersimpan kisah panjang tentang sejarah, kolonialisme, ekologi, dan peradaban. 🍃

Ternyata, banyak pohon asam jawa di pinggir jalan itu bukan tumbuh begitu saja, melainkan hasil penanaman pada masa kolonial Belanda sebagai bagian dari perencanaan infrastruktur. Pohon ini dipilih karena kuat, tahan cuaca tropis, berumur panjang, berakar kokoh, dan mampu menghadirkan keteduhan bagi para pelintas. 🌞🌿

Yang menarik, manfaatnya tidak hanya sebagai peneduh. Pohon asam jawa juga membantu menjaga tanah dari erosi, menyerap air hujan, menurunkan suhu sekitar, hingga menjadi penanda rute di masa lalu. Bahkan, dalam budaya Jawa, “asam” juga dikaitkan dengan makna kebaikan. 🌱✨

Dari sini kita belajar, bahwa pohon bukan sekadar penghias jalan. Ia adalah saksi sejarah, penjaga lingkungan, sekaligus pengingat bahwa peradaban yang baik selalu memberi ruang bagi alam untuk hidup berdampingan dengan manusia. 🌍🤝

Di era ketika pembangunan sering terlalu sibuk mengejar beton, pohon-pohon tua ini seperti sedang berbisik kepada kita: kemajuan tidak harus menyingkirkan keteduhan. Sebab kota yang baik bukan hanya yang jalannya lebar, tetapi juga yang pohon-pohonnya tetap dirawat, udaranya tetap sejuk, dan sejarahnya tetap dihargai. 🍂🏛️

📖 Tulisan lengkapnya bisa dibaca di blog saya:
scienceexpeditionlearning.blogspot.com/2026/07/pohon-asam-jawa-di-pinggir-jalan.html

💬 Barangkali, dari pohon-pohon tua di tepi jalan itu, kita sedang diingatkan bahwa peradaban tidak selalu lahir dari sesuatu yang megah. Kadang, ia tumbuh diam-diam dari akar yang kuat, batang yang setia berdiri, dan keteduhan yang terus dibagikan tanpa pamrih. 🌳💚

🌍🌿 **HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2026**Banjir. Longsor. Kebakaran hutan. Kekeringan.Mungkin alam tidak sedang marah.Mu...
05/06/2026

🌍🌿 **HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2026**

Banjir. Longsor. Kebakaran hutan. Kekeringan.

Mungkin alam tidak sedang marah.

Mungkin alam hanya sedang menunjukkan akibat dari apa yang selama ini dilakukan manusia.

Kita hidup di era teknologi yang semakin canggih, tetapi sering lupa menjaga satu-satunya rumah yang kita miliki: bumi. 🌎

Hari ini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana menyelamatkan alam.

Melainkan bagaimana menyelamatkan manusia dari kesalahannya sendiri.

🌱 Karena pada akhirnya, alam tidak membutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Manusialah yang membutuhkan alam.

Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Mari lebih bijak sebelum gugatan alam menjadi semakin nyata. 🍃✨

"Ketika manusia melupakan alam, alam akan mengingatkannya dengan cara yang tidak selalu menyenangkan." 🌎


Address

Timur Sumber Longkek & Jalan Raya Blega, Laok Sungai
Bangkalan
69173

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282338067711

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Science expedition learning posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Science expedition learning:

Shortcuts

Share