08/05/2026
Siswa Yatim yang meninggal pada 25 April 2026 karena sepatu yang kekecilan.
Menginjak bangku kelas 2 SMK, ukuran kaki menjadi 45 tapi Alm. Mandala masih mengenakan sepatu lamanya yang berukuran 43. Sepatu itu ia ganjal dengan foam agar tidak begitu keras saat dipijak. Sayangnya, kakinya membengkak hingga merenggut nyawanya.
Sekali pun sepatunya kecil, alm. Mandala tidak pernah sekali pun terlintas untuk tidak sekolah atau menggunakan sandal ke sekolah. Ini adalah refleksi jiwanya yang disiplin dan serius dalam menimba ilmu, sebuah nilai yang sulit dimiliki kecuali dengan hati yang tulus.
Kisah perjuangan Mandala Rizky Syaputra adalah manifestasi nyata dari hadits:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Setiap langkah perihnya dalam sepatu yang sempit bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjuangan jiwa. Dengan tetap menjaga kedisiplinan dan tujuan (niat) meski kaki didera luka, alm. Mandala membuktikan bahwa adab dan ketulusan hati jauh melampaui keterbatasan materi.
Istiqomah adalah reward terbaik dari Allah, karena tidak semua orang mampu. Inilah maksud dari "Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga". Meski perih, tapi Alm. Mandala tidak putus mencari ilmu.
Tahukah Sobat,
Segala bentuk kebaikan akan berjalan dengan ilmu.
Dengan ilmu, shalat kita bukan sekedar gerakan
Dengan ilmu, nafas kita bukan sekedar mekanisme biologis
Dengan ilmu, setiap masalah kita bukan sekedar rotasi kehidupan
Ada alasan, kenapa Allah menurunkan "iqra" sebagai ayat pertama.
Ada alasan, kenapa Allah 'wajibkan' menuntut ilmu bagi seluruh muslim dan muslimah.
Allah ingin kita tidak tersesat, kita tenang menjalani hidup, dan mengenal-Nya dengan baik.
Semoga amal ibadah Alm. Mandala Rizky Syaputra diterima di sisi Allah Swt. Semoga kisah inspiratifnya menjadi amal jariyah untuk Almarhum.