24/07/2026
Menata Masa Depan Praktik Kefarmasian Mandiri
Masa depan praktik kefarmasian membutuhkan gagasan, kolaborasi, dan kesiapan kompetensi.
Pada 20 Juli 2026, PD IAI Jawa Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Konsep Apoteker Praktik Mandiri bersama Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., FISQua.
FGD ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan penguatan Apoteker Praktik Mandiri sebagai fasilitas pelayanan kesehatan mandiri yang legal, profesional, dan berorientasi pada mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
Beberapa gagasan utama yang dibahas meliputi:
- Penguatan kompetensi tingkat advanced
- STRTK kompetensi atributif
- Jenjang kewenangan praktik
- Pengembangan kompetensi berkelanjutan melalui audit mutu, resertifikasi, dan evaluasi portofolio
PD IAI Jawa Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Dewan Pakar, Dewan Pengawas, MKEAI Jawa Barat, TKRDPA Jabar, serta khususnya Prof. Dr. apt. Dyah Aryani Perwitasari atas pandangan dan arahan strategis dalam pengembangan gagasan Apoteker Praktik Mandiri.
Dialog dan kolaborasi ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat peran apoteker, mengembangkan praktik kefarmasian, dan membangun masa depan organisasi yang lebih adaptif dan berdaya guna.
Karena masa depan praktik kefarmasian dibangun melalui gagasan, kolaborasi, dan kontribusi bersama.
Menurut Sejawat, apa harapan dan gagasan untuk masa depan IAI serta pengembangan Apoteker Praktik Mandiri?