28/07/2025
Bameti ala Perempuan Menarbu
Bameti adalah tradisi masyarakat pesisir di Papua dalam memungut hasil laut saat air laut surut, atau dalam bahasa daerah disebut meti. Kegiatan ini dilakukan dengan tangan secara manual dan dibantu peralatan sederhana seperti parang, pisau, kayu, serta wadah seperti ember, belanga, atau noken (tas anyaman tradisional).
Di Menarbu, hasil yang umum diperoleh adalah berbagai jenis bia atau kerang-kerangan, seperti bia kodok, bia susu, bia p**a, bia jari-jari, dan bia tambelo, serta berbagai hasil laut lainnya. Semua hasil ini menjadi sumber pangan penting yang menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat Menarbu.
Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan masih aktif dilakukan hingga hari ini. Kegiatan ini biasa dilakukan oleh perempuan dari anak-anak hingga lanjut usia yang telah belajar dan melakukannya sejak kecil sebagai bagian dari kehidupan mereka.
Lebih dari sekadar kegiatan mencari makan, bameti juga menjadi ruang kebersamaan. Kerap dilakukan secara bersama-sama, bameti menjadi aktivitas keluarga untuk mengisi waktu senggang, sekaligus sebagai ajang rekreasi dan pertemuan hangat antar keluarga dalam satu kampung. Sebuah warisan budaya yang tak hanya menjaga hubungan dengan alam, tetapi juga mempererat ikatan sosial di antara warga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Perempuan Menarbu Jaga Kampung yang didukung oleh NLGF–VCA