Jejak Shahabat Care

Jejak Shahabat Care Divisi Sosial Kemanusiaan YAYASAN JEJAK SHAHABAT INVASION

The Servant Of Ummah

• Dakwah
• Sosial Kemanusiaan
• Sosial Pendidikan

Legal Standing :
Yayasan Jejak Shahabat Invasion

SK Kemenkumham :
AHU-0015540.AHA.01.12.Tahun 2022

Dukung kami agar dapat memberikan lebih dari 1.000.000 manfaat untuk umat dalam bidang Dakwah, Sosial Kemanusiaan, & Sosial Pendidikan. Salurkan Infak dan Sedekah Terbaikmu Melalui :

Bank Syariah Indonesia
Kode Bank : 451

66

75757575 JS Infaq Shadaqah
6275757576 JS Wakaf
6175757579 JS Pendidikan
6475757578 JS Kesehatan & Medik
6875757577 JS Bencana Alam
6775757572 JS Dana Riba

-RANTAI YANG MEMBELENGGU-Banyak-banyakin istighfar dan taubat kepada Allah Al Ghafurur Rahim.
28/05/2024

-RANTAI YANG MEMBELENGGU-

Banyak-banyakin istighfar dan taubat kepada Allah Al Ghafurur Rahim.

-BERDAKWAH SEMAMPU KALIAN-Jalan dakwah adalah jalan yang mulia.Jalan lurus dengan kerikil tanpa cela.Ada yang berdakwah ...
25/05/2024

-BERDAKWAH SEMAMPU KALIAN-

Jalan dakwah adalah jalan yang mulia.
Jalan lurus dengan kerikil tanpa cela.
Ada yang berdakwah dengan tangannya.
Ada p**a yang memanfaatkan segala yang ada.
Selama tak keluar dari tata cara dan skema syariat.

Nasihat dari ibnu taimiyah,

“Setiap orang dari umat ini punya kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai kemampuannya. Jika sudah ada yang berdakwah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Jika tidak mampu berdakwah, maka tidak terkena kewajiban karena kewajiban dilihat dari kemampuan. Jika tidak ada yang berdakwah padahal ada yang mampu, maka ia terkena kewajiban untuk berdakwah” (Majmu’ Al Fatawa, 15: 166).

Sumber https://rumaysho.com/2389-berdakwahlah-sesuai-kemampuan.html

-ASH SHIRAT-Sangat banyak dalil yang menceritakan tentang shirat ini.Adapun sifat dan bentuk shirâth tersebut berdasarka...
24/05/2024

-ASH SHIRAT-

Sangat banyak dalil yang menceritakan tentang shirat ini.
Adapun sifat dan bentuk shirâth tersebut berdasarkan dalil dalil yg didapat,sebagaimana berikut:

1. Shirâth tersebut amat licin, sehingga sangat mengkhawatirkan siapa saja yang lewat dimana ia mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh.

2. Shirâth tersebut menggelincirkan. Para Ulama telah menerangkan maksud dari ‘menggelincirkan’ yaitu ia bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

3. Shirâth tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri, ujungnya bengkok. Ini menunjukkan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkeramannya.

4. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak, dan tersambar oleh pengait besi atau tidak, semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing orang.

5. Shirâth tersebut terbentang membujur di atas neraka Jahannam. Barang siapa terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait, maka ia akan terjatuh ke dalam neraka Jahannam.

6. Shirâth tersebut sangat halus, sehingga sulit untuk meletakkan kaki di atasnya.

7. Shirâth tersebut juga tajam yang dapat membelah telapak kaki orang yang melewatinya. Karena sesuatu yang begitu halus, namun tidak bisa putus, maka akan menjadi tajam.

8. Sekalipun shirâth tersebut halus dan tajam, manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allâh Azza wa Jalla Maha Kuasa untuk menjadikan manusia mampu berjalan di atas apapun.

9. Kesulitan untuk melihat shirâth karena kehalusannya, atau terluka karena ketajamannya, semua itu bergantung kepada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

Referensi : https://almanhaj.or.id/10712-mengimani-shirath-jembatan-di-atas-neraka-2.html

-TAUHID DAN BERMAKNA-Hanya sekedar perkataan tidaklah bermanfaat bagi kita jika kita tidak memahami dan mengamalkan makn...
22/05/2024

-TAUHID DAN BERMAKNA-

Hanya sekedar perkataan tidaklah bermanfaat bagi kita jika kita tidak memahami dan mengamalkan maknanya. Karena kaum munafik juga mengatakan kalimat tersebut, mereka juga sholat, puasa, mengeluarkan zakat, dan pergi haji seperti kaum muslimin yang lainnya. Akan tetapi, mengapa kaum munafik ditempatkan pada jurang neraka yang paling dasar? Allah berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’: 145)

Yang lebih mengherankan, apa yang menyebabkan mereka tidak bisa menjawab 3 pertanyaan yang mudah (siapa Rabbmu? apa agamamu? dan siapa nabimu? di dalam kubur?).

Jawaban mereka adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

هاه، هاه، لا أدري، سمعت الناس يقولون شئ فقلته

“Hah… hah… aku tidak tahu, aku mendengar orang mengatakan sesuatu, kemudian aku mengatakan hal tersebut.”

Pertanyaannya memang mudah, tetapi menjawabnya sangatlah sulit. Karena hati manusia di akhirat merupakan hasil dari perbuatannya di dunia. Jika di dunia dia meremehkan agamanya, maka dia tidak akan bisa mengatakan bahwa agamanya adalah Islam. Sekarang, jika kaum munafik yang mengucapkan syahadat kemudian mengamalkan sholat, puasa, zakat, dan haji, tidak dianggap telah mengamalkan makna syahadat, maka apa sih makna syahadat yang (harus kita amalkan) sebenarnya?

Sumber: https://muslim.or.id/469-pentingnya-tauhid.html
Copyright © 2024 muslim.or.id

-BUIH-Dan lanjutan dari hadits :Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian. Dan Allah akan...
22/05/2024

-BUIH-

Dan lanjutan dari hadits :
Dan Allah akan menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian. Dan Allah akan menimpakan wahn (kelemahan) di dalam hati kalian”

Seorang sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cinta dunia dan takut menghadapi kematian.” (HR. Abu Dawud no. 4297)

Sumber: https://muslimah.or.id/16686-bagai-buih-di-lautan.html
Copyright © 2024 muslimah.or.id

Maka tak perlu aneh ketika banyak nya kaum muslimin tapi tidak memiliki kekuatan. Ini salah satu bukti kebenaran dari hadits nabi shalallahu’alaihi wasallam.

Semoga Allah menjaga kita semua, aamiin

-HATI² MEMILIH GURU-Imam besar Ahlus sunnah dari generasi Tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu agama ...
22/05/2024

-HATI² MEMILIH GURU-

Imam besar Ahlus sunnah dari generasi Tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu agama (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu meraih ketakwaan kapada Allâh), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu.”

[Dinukil oleh Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahîh Muslim, 1/43-44 – Syarhu Shahîh Muslim]

Jika kita memperhatikan kondisi mayoritas kaum Muslimin dalam memilih guru atau sumber rujukan dalam ilmu agama, maka kita akan dapati kenyataan yang sangat menyedihkan dan bahkan memprihatinkan.

Kebanyakan kaum Muslimin justru lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih dan menyeleksi sumber rujukan dalam urusan-urusan dunia mereka, seperti ketika mereka ingin berkonsultasi tentang kesehatan atau mengobati penyakit yang mereka rasakan, maka mereka akan sangat teliti mencari dokter yang spesialis, terkenal dan berpengalaman, bahkan termasuk memperhatikan alat-alat dan fasilitas canggih yang dimiliki oleh dokter tersebut. Demikian p**a ketika mereka ingin memperbaiki kendaraan mereka misalnya, maka mereka akan sangat selektif mencari mekanik yang ahli, terkenal, perpengalaman dan memiliki peralatan serta fasilitas yang lengkap.

Adapun untuk urusan agama, maka kita dapati kebanyakan mereka sangat tidak selektif dalam mencari sumber rujukannya, bahkan terkesan ‘asal comot’ dan hanya memperturutkan hawa nafsu.

Di antara mereka, ada yang memilih guru agama atau penceramah hanya karena orang tersebut pandai melucu atau melawak, ada juga yang hanya karena orang tersebut populer dan sering muncul di televisi, bahkan ada juga yang hanya karena orang tersebut mantan artis terkenal dan seterusnya.

Sebagian yang lain ada yang memilih guru hanya dengan pertimbangan keindahan bahasa dan retorika dalam menyampaikan ceramah atau khutbah, atau pertimbangan-pertimbangan lain yang tentu jauh dari kriteria ilmu yang benar dan bermanfaat sebagaimana yang dijelaskan oleh para Ulama Salaf.

Referensi : https://almanhaj.or.id/7524-lihatlah-dari-siapa-kamu-mengambil-ilmu-agamamu.html

-BARA API-Orang yang berpegang pada sunnah pada akhir zaman, saat berbagai fitnah bermunculan, ia tidak mempunyai para p...
19/05/2024

-BARA API-

Orang yang berpegang pada sunnah pada akhir zaman, saat berbagai fitnah bermunculan, ia tidak mempunyai para penolong. Bahkan kebanyakan manusia menentangnya, sampaipun orang-orang yang mengaku diri sebagai penganutnya. Mereka membuatnya cemas, menjelekkannya, dan menyalahkannya. Sehingga ia membutuhkan kesabaran. Oleh karena itu, ia mendapat pahala yang begitu agung, disebabkan ketegarannya di atas kebenaran saat berbagai fitnah bermunculan dan rintangan begitu banyak. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan mereka sebagai kaum terasing (ghurabâ’).

Referensi : https://almanhaj.or.id/6684-ragam-fitnah.html

-HINDARI GELANG YANG MEMBUAT IMAN MU TERLELANG-Hadits Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-...
18/05/2024

-HINDARI GELANG YANG MEMBUAT IMAN MU TERLELANG-

Hadits Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, dishohihkan beliau dan disetujui Adz-Dzahabi).

Matan hadits yang disebutkan dalam kitab Tauhid ini :

Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya:

(( مَا هَذِهِ؟ قَالَ: مِنَ الوَاهِنَةِ، فَقَالَ: انْزَعْهَا فَإِنَّهَا لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا ))

“Untuk apa sih ini?! Orang laki-laki itu menjawab: “Untuk menangkal penyakit lemah badan”, lalu Nabi bersabda: “Lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).

Sumber: https://muslim.or.id/26337-penjelasan-kitab-tauhid-tentang-jimat-gelang-4.html
Copyright © 2024 muslim.or.id

-BANTUAN YANG PASTI-Setiap kesulitan bisa jadi ujian dari Allah dan tentu saja hanya Allah jua lah yang memiliki jalan k...
17/05/2024

-BANTUAN YANG PASTI-

Setiap kesulitan bisa jadi ujian dari Allah dan tentu saja hanya Allah jua lah yang memiliki jalan keluarnya.
Allah pasti menolong hamba² nya, dan alhamdulillah banyak dari manusia dijadikannya sebagai wasilah.

Trus, gimana agar pertolongan Allah itu turun?
Tentu saja ada syaratnya, dan juga sesuai kehendak Allah, diantaranya:

Sempurnanya iman yang haikiki dalam hati mereka (para mujahidin):

قال الله تعالى: وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ  [الروم/47]

“Dan Kami selalu berkewajiban untuk menolong orang-orang yang beriman.”
[Ar-Rum/30: 47].

Memenuhi tuntutan keimanan berupa amal sholeh dalam kehidupan mereka:

žقال الله تعالى: وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (40) الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ  [الحج/40- 41]

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”
[Al-Hajj/22: 40-41].

Referensi : https://almanhaj.or.id/89710-turunnya-pertolongan-allah.html

-MANDI JUM’AT-Mandi Jum’at disunnahkan menurut mayoritas ulama.Sedangkan ulama lainnya mewajibkan hal ini.Oleh karena it...
17/05/2024

-MANDI JUM’AT-

Mandi Jum’at disunnahkan menurut mayoritas ulama.
Sedangkan ulama lainnya mewajibkan hal ini.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya mandi Jum’at tidak ditinggalkan.

Intinya, hukum mandi Jum’at apakah wajib ataukah sunnah, lebih selamat kita tidak meninggalkannya.
Karena pendapat yang menyatakan wajib nampak lebih kuat.

Wallahu a’lam.

Sumber https://rumaysho.com/1146-seputar-mandi-jumat.html

-STAY DI RANAH MU-Kadang kita gak tahan.Tapi kalo dipikir pikit buat apa berlisan.Diri ini bukan ahli,Juga bukan penguas...
16/05/2024

-STAY DI RANAH MU-

Kadang kita gak tahan.
Tapi kalo dipikir pikit buat apa berlisan.
Diri ini bukan ahli,
Juga bukan penguasa teritori.

Maka alangkah baiknya menahan diri dari lisan mengomentari apa yang bukan ranah kita sendiri.

Ibnu Hajar Al Asqalany berkata :
“Barangsiapa yang berbicara tentang sesuatu yang bukan bidangnya, maka ia akan memunculkan banyak keanehan”.

(Fathul Bari 3/584)⁣.

Semoga Allah menjaga kita semua, aamiin

Address

Jalan Yuda Gang Sumadinata No. 48/18c Balonggede, Kec. Regol
Bandung
40251

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jejak Shahabat Care posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share