30/11/2025
🍁
*" KAWAHLIMA..*
*Ngobrol Barengan Kakak Kelas Dan Adek Kelas”....*
Suatu pagi yang cerah di Sekretariat KAWAHLIMA yang nyaman di Jalan Pembangunan Pasar Tempel Sukarame Bandar Lampung, kakek eeeh kakak kelas dan adek kelas, setelah mereka selesai menyiapkan pernah-pernik Pertemuan silaturahmi Kawahlima sambil menunggu teman-teman yang lain datang, mereka duduk melingkar, menikmati aroma kopi yang baru diseduh.
*Mbak Linda* sambil memegang pipinya berkata :
“Aduh… kerutan di wajah saya ini kayak peta dunia. Kalau disambung-sambung, bisa nyambung sampai Eropa.”
*Kak Eci* tertawa, lalu memegang lututnya,
“Kamu tetap cantik Mbak Linda, kerutan di wajah sih masih mending. Saya ini kalau naik tangga… lutut bunyinya kretek-kretek kayak pintu tua.”
*Kak Syamsu* menghela napas sambil memegang pinggang,
“Lutut kalian masih bisa diajak kompromi. Nih, pinggang saya. Kalau mau berdiri, harus negosiasi dulu sama kursi.”
Mereka semua tertawa terpingkal-pingkal.
Namun di sudut meja, *Kak Yovi* hanya tersenyum, menyesap kopinya perlahan.
*Mbak Linda, Kak Eci Dan Kak Syamsu* penasaran,
“Lho, *Kak Yovi*, kok diam saja? Nggak ada yang dikeluhkan?”
*Kak Yovi* meletakkan cangkirnya, lalu berkata tenang,
“Saya juga punya kerutan, lutut yang lemah, pinggang yang sakit. Tapi buat apa saya mengeluh? Semua ini tanda bahwa saya *sudah diberi kesempatan hidup sampai sejauh ini.*
*Kerutan ini tanda saya pernah banyak tertawa... Lutut lemah ini tanda saya sudah melangkah jauh. ... Pinggang sakit ini tanda saya sudah memikul banyak beban*—dan *ALLAH* selalu menolong saya melewati semuanya.”
Mereka semua terdiam sebentar.
Hening itu berubah menjadi kehangatan yang mengalir di hati.
*"Kalau kita sibuk menghitung keluhan, kita lupa menghitung berkah."* Padahal setiap napas kita hari ini, adalah anugerah. Saya tidak tahu berapa lama lagi saya di dunia ini, tapi saya mau setiap sisa hari saya dipakai untuk bersyukur dan mengasihi.”
Mereka lalu tersenyum, mengangkat cangkir kopi masing-masing.
Bukan hanya kopi yang menghangatkan pagi menjelang siang itu—tetapi juga iman dan persahabatan. Dan temen-teman yang lain pun mulai berdatangan meramaikan acara pertemuan silaturahmi Kawahlima hari itu.
*Refleksi:*
Hidup ini akan terus berjalan, tubuh kita akan menua, tetapi hati yang percaya pada ALLAH, akan selalu menemukan alasan untuk bersyukur.
Mari belajar seperti kisah obrolan kakak kelas dan adek kelas di atas—bukan fokus pada apa yang hilang, tapi pada apa yang ALLAH sudah berikan selama ini.
*SENANTIASA TETAP BER SYUKUR SETIAP SAAT, karena Allah Maha Baik dan Maha Pengasih & Maha Penyayang...*🙏
*Sebaik-baiknya Sahabat Adalah Sahabat Yang Dapat Membawa Kita Ke Syurga. Bukan Sahabat Yang Membawa Kita Ke Neraka.”*
*“Persahabatan Yang Sejati Akan Membawa Kerinduan Yang Abadi.”*
*Selamat Dan Sukses Untuk Kita Semuanya Semoga KAWAHLIMA Menjadi Motivasi Untuk Terus Berkarya Dan Menginspirasi*
--