19/02/2026
MARHABAN YA RAMADHAN
Roemah Terapi Al Fawwazi Lampung
Mengucapkan :
Selamat menjalankan ibadah puasa 1447H Mohon Maaf Lahir Dan Batin🙏🏼
Semoga Allah ﷻ Memberikan Kekuatan Dan Kesabaran Untuk Kita Bisa Menjalankan Ibadah Puasa Tahun Ini Dengan Sebaik Mungkin
HADITS TENTANG KEUTAMAAN RAMADHAN
Keagungan Ramadhan sudah tidak asing bagi umat Islam. Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur’an. Allah ﷻ befirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS al-Baqarah: 185)
Sebagian ulama mengatakan sebab penamaan Ramadhan adalah karena di bulan ini Allah membakar (yarmudhu) dosa-dosa hamba-Nya. Sebagian lagi mengatakan Ramdh adalah nama hujan yang turun pada musim gugur. Dinamakan Ramadhan sebab bulan ini membasuh badan dari berbagai dosa dan mensucikan hati sampai benar-benar suci.
Banyak Hadits-Hadits Nabi ﷺ yang menjelaskan keutamaan Bulan Ramadhan. Salah satunya
Khutbah Rasululullah ﷺ Menjelang Ramadhan
Sahabat Salman Al-Farisi ra menuturkan:
خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ:
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ» ، قَالُوا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ: " يُعْطِي اللَّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ، وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ: فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهمَا: فَتُسْأَلُونَ اللَّهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ "
Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah kepada kami pada akhir bulan Syakban. Beliau ﷺ bersabda:
“Wahai manusia, hampir tiba kepada kalian bulan yang agung dan diberkahi. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan.
Allah jadikan puasanya sebagai kewajiban, dan shalat malamnya (tarawih) sebagai kesunahan. Siapa yang beribadah di dalamnya dengan sebuah kebaikan/kesunahan maka seakan ia menunaikan kewajiban di bulan lain. Dan siapa yang menunaikan kewajiban di bulan ini, seakan ia menunaikan 70 kewajiban di bulan lain.
Ini adalah bulan kesabaran, dan pahala kesabaran adalah surga.
Ini adalah bulan untuk berbuat baik kepada sesama.
Ini adalah bulan ketika rizki seorang mukmin bertambah.
Siapa yang memberikan sesuatu untuk berbuka bagi yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan ampunan bagi dosa-dosanya, pembebasan diri dari neraka, dan ia akan mendapatkan pahala yang sama dengannya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Para sahabat bertanya:
Tidak semua dari kita memiliki sesuatu yang dapat diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa.
Maka Nabi ﷺ menjawab:
Allah ﷻ memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan sesuatu untuk berbuka bagi yang berpuasa, walau dengan sebutir buah kurma, sececap air, atau seteguk susu.
Ini adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.
Siapa yang meringankan tugas pelayannya, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.
Perbanyaklah di dalam bulan ini untuk melakukan empat hal:
Dua hal dapat membuat Tuhan kalian ridho, dan dua hal adalah yang pasti kalian perlukan. Dua hal yang membuat Tuhan kalia ridho adalah : Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan memohon ampun kepadanya. Sedangkan dua hal yang kalian perlukan adalah hendaknya kalian memohon surga kepada Allah, dan meminta perlindungan kepada-Nya dari neraka.
Siapa yang membuat kenyang orang yang berpuasa di bulan ini, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku dengan tegukan yang ia tidak akan merasakan haus setelahnya sampai masuk ke dalam surga. (HR Ibnu Khuzaimah)
Dzikir yang diajarkan para ulama untuk diperbanyak dibaca di Bulan Ramadhan berdasarkan hadits Nabi ﷺ ini adalah:
أَشْهَدُ أَن لَّا إِلهَ إِلَّا الله، أَسْتَغْفِرُ الله، أسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohonkan surga kepada-Mu dan aku berlindung dengan-Mu dari api neraka.
Ikuti saluran ROEMAH TERAPI AL FAWWAZI LAMPUNG di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCQq5iKrWQt85jkZt0d