05/08/2024
Halo Sobat BALANCE
Organisasi Dharma Wanita didirikan pertama kali pada tanggal 5 Agustus 1974, di era Orde Baru. Organisasi ini dibentuk oleh Ketua Dewan Pembina KORPRI, Amir Machmud, atas inisiatif Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto. Pada masa itu, keanggotaan Dharma Wanita terdiri dari istri Pegawai Republik Indonesia, anggota ABRI yang ditugaskan di luar militer, serta pegawai BUMN.
Pada tahun 1998, saat era Reformasi, Dharma Wanita mengalami perubahan besar. Organisasi ini berubah menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang netral, independen, dan demokratis, tanpa afiliasi politik. Nama Dharma Wanita kemudian diubah menjadi Dharma Wanita Persatuan.
Penambahan kata "Persatuan" dalam nama baru ini menyesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional yang dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Perubahan ini tidak hanya dalam nama, tetapi juga dalam karakter organisasi yang menjadi lebih mandiri dan demokratis.
Pada 7 Desember 1999, dalam sebuah rapat nasional, Dharma Wanita resmi disahkan. Pada Munas Luar Biasa (Munaslub) Dharma Wanita yang digelar pada 6-7 Desember 1999, rancangan Anggaran Dasar disetujui, dan Ny. Dr. Nila F. terpilih sebagai Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan.
Tanggal 5 Agustus, hari berdirinya Dharma Wanita, kemudian ditetapkan sebagai Hari Dharma Wanita Nasional. Hingga kini, setiap tanggal 5 Agustus diperingati sebagai Hari Dharma Wanita Nasional.
Hima Akuntansi Teknokrat Periode 2024-2025