Mapesa Aceh

Mapesa Aceh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh, disingkat Mapesa, adalah perkumpulan yang berfokus pada isu kebudayaan Program ini telah berlangsung sejak tahun 2012. B. C. D.
(2)

Sejarah dan Identitas MAPESA
Masyarakat Peduli Sejarah Aceh, disingkat MAPESA lterlahir pertama sekali atas prakarsa para pendiri Mapesa pada tahun 2010. Setelah melalui fase-fase pembentukan yang rumit, lembaga swadaya masyarakat ini, pada akhirnya, disolidkan sebagai Masyarakat Peduli Sejarah Aceh dan dinotariskan pada 2012, dan pengesahan pendirian Perkumpulan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh mel

alui Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tahun 2024. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, sekretariat MAPESA berlokasi di Kota Banda Aceh dan telah mengalami tiga kali pergantian pengurus. MAPESA merupakan elemen sipil yang terdiri dari individu dengan berbagai latar belakang sosial dan profesi, disatukan oleh kepedulian terhadap sejarah Aceh. Kepedulian MAPESA berakar dari kesadaran bahwa sejarah adalah pengetahuan penting yang berfungsi sebagai sumber pelajaran, pengalaman, ilmu pengetahuan, dan teladan bagi kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pentingnya sejarah ini tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan relevan bagi masyarakat luas dan setiap individu, khususnya generasi muda. Ruang Lingkup Kerja MAPESA
Ruang lingkup kepedulian MAPESA mencakup berbagai upaya dan pekerjaan yang berfokus pada:

Pengembangan pengetahuan melalui penelitian dan pengkajian untuk merekonstruksi sejarah Aceh yang lebih akurat. Pembaruan narasi sejarah Aceh agar tidak hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi juga menyajikan ilmu pengetahuan, gambaran kehidupan sosial, pelajaran berharga, biografi otentik yang penuh keteladanan, serta mendukung filsafat kebangsaan dan kehidupan bersama berlandaskan nilai-nilai Islam. Perawatan dan pelestarian benda bernilai sejarah (c***r budaya), termasuk dokumen, mata uang, artefak, dan benda etnografis, dengan prosedur ilmiah yang relevan atau pengembangan prosedur baru. Tujuannya adalah agar masyarakat masa kini dan mendatang dapat menerima lingkungan hidup yang berpihak pada aset kebudayaan. Pengembangan wawasan masyarakat umum, terutama generasi muda, tentang sejarah dan warisannya melalui berbagai cara dan media. Tantangan dan Urgensi Keterlibatan Masyarakat
Titik perhatian utama MAPESA adalah Aceh masa silam, dengan harapan sejarah dan warisannya dapat membimbing serta mengilhami masyarakat Aceh menuju masa depan yang lebih baik. Misi ini sangat berat dan mustahil dicapai tanpa kebersamaan dan sikap bahu-membahu. Keterlibatan masyarakat umum, sekecil apapun, sangat diperlukan. Secara riil, pekerjaan seperti penelitian sejarah yang memerlukan dokumen otentik, seperti inskripsi pada nisan, terhambat karena banyak peninggalan sejarah yang belum memungkinkan untuk diamati. Ini belum termasuk persoalan pencarian dan penemuan benda bernilai sejarah. Bantuan dan keterlibatan masyarakat umum dalam persoalan-persoalan ini, dan banyak lainnya yang terkait sejarah Aceh, adalah vital. Masalahnya, pemahaman dan kesadaran masyarakat luas terhadap kepentingan sejarah dan warisannya, meskipun secara umum diakui penting, belum mencapai tingkat di mana sejarah dan warisannya mampu memberikan manfaat besar secara moral maupun material. Umumnya, sejarah masih dianggap sebatas cerita, dan keabsahannya sering kali tidak terlalu dipersoalkan. Di dunia akademik pun, kondisinya tidak jauh berbeda; validitas seringkali hanya berdasarkan referensi tanpa penyelidikan mendalam terhadap penulis atau kemampuannya. Kondisi pemahaman dan kesadaran terhadap sejarah yang seperti ini menyebabkan sejarah tidak memiliki peran signifikan, dijauhi oleh mereka yang cerdas, dan bahkan wujud sejarah itu sendiri belum sepenuhnya menjelma. Efeknya, perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap sejarah semakin rendah, padahal sejarah adalah sarang atau lumbung kebudayaan suatu masyarakat. Akibatnya meluas hingga mengenai warisan sejarah yang tak tergantikan dan merupakan aset kebudayaan yang mahal. Pengabaian banyak benda bernilai sejarah seperti nisan, lokasi situs sejarah, dan kawasan sekitarnya telah mengakibatkan penghilangan dan kemusnahan warisan. Perdagangan naskah, dokumen, mata uang, dan berbagai benda bernilai sejarah lainnya juga telah menyebabkan degradasi warisan sejarah yang luar biasa. Pangkal persoalan ini terletak pada pemahaman yang tidak tepat terhadap sejarah dan dangkalnya kesadaran akan kepentingannya. Dalam situasi ini, peran pemerintah sangat bergantung pada arahan politik, sehingga membicarakan peran pemerintah saja tidak menyelesaikan masalah, bahkan mungkin menambahnya. Ketika penyelesaian suatu masalah bergantung pada penyelesaian masalah lain, atau bahkan sejumlah masalah, maka persoalan menjadi rumit. Untuk mengatasi kerumitan ini, prioritas logis adalah upaya penyelesaian masalah yang menjadi pangkal persoalan, meskipun harus dilakukan secara maraton. Masyarakat umum akan selalu menjadi kunci dalam penyelesaian banyak persoalan, terutama yang berat dan rumit. Kemauan masyarakat diyakini mampu mengubah arah politik dan kebijakan. Pengalaman mengajarkan bahwa masyarakatlah yang sesungguhnya mampu membawa perubahan dan kemajuan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pemahaman masyarakat terhadap sejarah merupakan kerja prioritas yang akan berdampak pada perbaikan banyak hal terkait sejarah serta warisannya yang merupakan aset kebudayaan. Meuseuraya: Implementasi Nyata Pelestarian Sejarah
Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap sejarah sekaligus menghadirkan wujud kerja nyata kepedulian terhadap pelestarian warisan sejarah, MAPESA memprakarsai program kegiatan pelestarian rutin setiap pekan yang disebut MEUSEURAYA. Meuseuraya secara etimologi adalah kata dalam Bahasa Aceh yang berarti tolong-menolong, memberi bantuan, kerja sama, atau gotong royong. Makna dan praktik meuseuraya yang sudah menjadi tradisi dalam masyarakat Aceh ini diadopsi oleh MAPESA untuk diterapkan pada upaya pelestarian warisan sejarah. Penerapan ini umumnya menargetkan lokasi-lokasi yang memiliki benda atau monumen bernilai sejarah, terutama kompleks pemakaman dari era Kesultanan Aceh dan sebelumnya. Dalam praktik MAPESA, kegiatan Meuseuraya memiliki pengaturan sebagai berikut:

Peninjauan (Survei), Penelitian, atau Ekspedisi: Dilakukan untuk menemukan lokasi warisan peninggalan sejarah, terutama batu nisan, sebagai respons terhadap riset kepustakaan atau informasi yang diterima MAPESA. Peninjauan ini bertujuan untuk menentukan ketepatan lokasi, keakuratan informasi, mengobservasi kondisi, dan memberikan penilaian kelayakan kerja meuseuraya. Perizinan: Apabila lokasi dinilai layak, langkah selanjutnya adalah mengurus perizinan, biasanya cukup dengan meminta izin kepada pemilik lahan dan memberitahukan kepada kepala gampong (geuchik). Pengumuman dan Ajakan Partisipasi: Pengumuman melalui berbagai media sosial untuk mengajak masyarakat luas berpartisipasi sukarela. Informasi hari, tanggal, waktu, tempat, dan kesempatan kontribusi finansial disampaikan. Pelaksanaan Kegiatan: Terdiri dari dokumentasi kondisi sebelum kegiatan, pembersihan lokasi, penyusunan rencana penataan, dan eksekusi hingga lokasi pulih dari pengabaian dan kembali ke rupa asli. Benda bernilai sejarah diamati dan dicatat untuk penelitian. Komunikasi dan Sosialisasi: Dibangun komunikasi dengan tokoh dan warga setempat yang berpartisipasi untuk menjaring informasi kesejarahan sekaligus mensosialisasikan kepentingan sejarah dan pelestarian warisannya, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap lokasi serta benda bernilai sejarah di lingkungan setempat. Kegiatan Meuseuraya dalam wujud seperti yang dipraktikkan MAPESA, telah ditempatkan sebagai isu sentral yang menjaga persoalan sejarah dan pelestarian warisannya tetap mengemuka dan menonjol di tengah-tengah masyarakat, dalam upaya meningkatkan kualitas pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan warisannya. Kolaborasi dan Pengembangan MAPESA
Bidang sejarah, dengan segala persoalannya termasuk penulisan dan pelestarian warisan, merupakan bidang yang luas dan sangat kompleks, menuntut banyak keahlian serta keterampilan, serta proses belajar yang panjang. Oleh karena itu, MAPESA senantiasa berupaya membuka hubungan dengan berbagai komunitas dan lembaga yang menggeluti bidang-bidang tertentu, baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan sejarah Aceh. MAPESA bahkan mendorong pembentukan perkumpulan-perkumpulan yang berkonsentrasi pada isu-isu sejarah dan kebudayaan, baik di Aceh maupun di luar Aceh. Saat ini, MAPESA telah menjalin hubungan dengan CISAH (beraktivitas di kawasan warisan sejarah Sumatra-Pasai atau Samudra-Pasai di Aceh Utara) serta dengan komunitas budaya Beulangong Tanoh di Kabupaten Pidie. MAPESA juga berafiliasi dengan lembaga dan bakal lembaga seperti Pedir Museum (berkonsentrasi pada pernaskahan/manuskrip Aceh, artefak etnografi, dan berbagai warisan sejarah lainnya) dan Yayasan Aceh Darussalam Akademi (lembaga yang dirancang untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan sejarah dan warisan sejarah Aceh sebagai landasan riset dan pengembangan). MAPESA terus berupaya berperan dalam pelestarian sejarah dan warisan sejarah Aceh. Untuk membangun kesadaran akan pentingnya sejarah dan warisan sejarah Aceh, sekretariat MAPESA kini difungsikan sebagai ruang pameran permanen sejarah Aceh, meskipun masih sederhana. Ruang pameran ini dikhususkan untuk edukasi anak-anak, pelajar, dan masyarakat umum. Ruang pameran ini juga menarik perhatian tokoh-tokoh dari dalam dan luar negeri, serta para wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Melalui kunjungan ini, MAPESA berkesempatan berhubungan dan berbagi ilmu pengetahuan dengan tokoh-tokoh terhormat. Pada awal tahun 2025, MAPESA mendapat kehormatan dikunjungi oleh Bapak Menteri Kebudayaan Indonesia, Bapak Fadli Zon. Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi MAPESA, sekaligus menumbuhkan harapan bahwa sejarah dan warisan sejarah Aceh akan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia. Program Kerja MAPESA
Selaras dengan visi dan misi MAPESA dalam pelestarian warisan sejarah Aceh, pengkajian, publikasi, dan sosialisasi kepentingannya kepada masyarakat luas, Pengurus MAPESA berkomitmen untuk terus mengoordinasi serta melanjutkan kerja-kerja yang selama ini telah dilakukan. Secara garis besar, program-program kerja tersebut meliputi:

A. Pelestarian
Menyadari bahwa batu nisan peninggalan sejarah Aceh adalah satu-satunya sumber paling otentik bagi historiografi Aceh, dan tersebar luas dalam jumlah besar di kompleks makam, perhatian MAPESA beberapa waktu ke depan akan tetap terfokus pada penjagaan kelestarian batu nisan tersebut. Mengingat faktor utama degradasi kualitas dan kuantitas benda peninggalan sejarah ini adalah pengabaian dan anggapan tidak penting, MAPESA akan terus menunjukkan kepentingannya melalui kegiatan wajib meuseuraya yang rutin setiap akhir pekan. Kegiatan ini berupa pembersihan kompleks makam, dokumentasi, dan restorasi sebatas yang dapat dilakukan, dilaksanakan dengan mengoordinasi masyarakat umum (meuseuraya; gotong-royong) di bawah arahan dan pengawasan MAPESA sebagai lembaga penanggung jawab. Digitalisasi
Salah satu hal yang masih sangat kurang perhatiannya adalah digitalisasi dokumen-dokumen bernilai penting bagi sejarah. Ini meliputi bagian-bagian yang sangat beragam dan kaya, yang selama ini dilakukan secara sporadis. Namun, dalam waktu dekat, MAPESA berencana untuk berkonsentrasi pada digitalisasi arsip fotografi batu nisan dan kompleks makam peninggalan sejarah dalam berbagai koleksi. Survei
Penjelajahan lapangan (fieldwalking) terus dilakukan oleh MAPESA dari waktu ke waktu, seringkali mengikuti transek yang telah dibuat untuk lanskap yang memiliki potensi warisan peninggalan sejarah, terutama kompleks makam dengan batu nisannya. Banyak kegiatan meuseuraya telah mengacu pada hasil survei ini. Untuk ke depan, MAPESA merencanakan survei ekstensif dan intensif untuk wilayah Kecamatan Indrapuri di Kabupaten Aceh Besar. Publikasi
Untuk publikasi, MAPESA mengelola akun media sosial fanpage facebook , di Instagram, TikTok, YouTube, serta Facebook Grup Mapesa, sebagai media komunikasi dan berbagi informasi mengenai berbagai persoalan sejarah dan warisan peninggalannya. MAPESA mengelola website www.mapesaaceh.com sebagai media berbagi informasi. MAPESA juga menerbitkan berbagai booklet dan buku. Ke depan, semua upaya ini direncanakan akan ditingkatkan sesuai kemampuan yang ada. Dan hal yang direncanakan menjadi prioritas dalam bidang publikasi adalah penerbitan buku-buku praktis berseri melalui program "Seri Warisan Sejarah" untuk menginformasikan berbagai pengetahuan tentang peninggalan sejarah Aceh. Kepribadian Aceh dalam Sejarah
Berpola pikir kosmopolitan. Terintegritasi dalam Islam. Terlahir sebagai pejuang. Setia dan tegas dalam kebenaran. Berhati pemurah kepada siapa saja. Mapesa, Mengawal Kepribadian Aceh. Acehnese personalities in history:
Cosmopolitan mindset. Integrated in Islam. Born as a warrior. Loyal and firm in the truth. Generous to everyone. Mapesa, Guarding Aceh's Personality.

12/05/2026

Sebuah negeri tidak akan hilang ketika bangunannya runtuh,
tetapi akan hilang ketika generasinya lupa pada akar dan jati dirinya sendiri.

Selama masih ada yang peduli,
selama masih ada yang mau berjuang dengan sepenuh hati,
Aceh akan tetap hidupโ€ฆ bukan hanya dalam sejarah, tetapi dalam jiwa setiap anak negerinya.

------

Video dokumentasi oleh Ammar Arsyadh dalam meuseuraya pada Minggu, 10 Mei 2026.
Gampong Lhong Cut, kecamatan Bandar Raya, kota Banda Aceh.

08/05/2026

Beut Peradaban:

๐€๐ญ๐ซ๐ข๐›๐ฎ๐ญ ๐๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ญ๐จ๐๐ž ๐„๐ค๐ฌ๐ฉ๐ž๐๐ข๐ฌ๐ข ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐Œ๐ž๐ฅ๐š๐œ๐š๐ค ๐๐จ๐ฅ๐š ๐๐ž๐ฆ๐ฎ๐ค๐ข๐ฆ๐š๐ง ๐Š๐ฎ๐ง๐จ

๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘š๐‘๐‘’๐‘Ÿ : ๐‘‡๐‘Ž๐‘ž๐‘–๐‘ฆ๐‘ข๐‘‘๐‘‘๐‘–๐‘› ๐‘€๐‘ขโ„Ž๐‘Ž๐‘š๐‘š๐‘Ž๐‘‘

Tempat : Sekretariat dan Museum Bersama Mapesa Aceh PEDIR Museum
Waktu : Jum'at, 8 Mei 2026

07/05/2026

Majelis Ilmu Mapesa
Beut Peradaban

FILSAFAT SEJARAH ISLAM : MASALAH ISLAM, MASALAH KESEJARAHAN DI ACEH

_"Masalah adalah bagian dari sunnatu-Llah kehidupan. Dunia terus bergerak dan berubah, dan setiap perubahan melahirkan persoalan baru. Karena itu, setiap upaya pengembangan harus dimulai dari keberanian melihat dan memahami masalah yang nyata. Suatu persoalan hanya dapat diselesaikan bila dipahami hakikatnya secara benar. Maka, untuk membangun bidang kesejarahan, kita harus memulai dari problem-problem aktual yang adaโ€”dan menelaahnya secara mendasar melalui pendekatan filsafat."_

Beut Peradaban V
Kuliah Malam
*Filsafat Sejarah Islam*
Pertemuan Kedua (penutup)

Hari Kamis, 07 Mei 2026
Pukul 19.30 - 21.00
Sekretariat Mapesa

06/05/2026

Majelis Ilmu Mapesa

Beut Peradaban:
Pengantar dan Komentar terhadap biografi dan karya-karya Syaikh 'Abbas Kuta Karang

Oleh: Masykur Syafruddin, Direktur PEDIR Museum

๐€๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ๐ฎ'๐š๐ฅ๐š๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ ๐ฐ๐š๐ซ๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐š๐ก๐ข ๐ฐ๐š๐›๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ๐ฎ๐ก๐๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ ๐ฅ๐š๐ฉ๐จ๐ซ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฎ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฉ๐ž๐ฌ๐š ๐Ÿ– ๐’๐ž๐ฉ๐ญ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐ฌ/๐ ๐Ÿ” ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”๐Š๐š๐ฌ ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ๐ง๐ฒ๐š...
06/05/2026

๐€๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ๐ฎ'๐š๐ฅ๐š๐ข๐ค๐ฎ๐ฆ ๐ฐ๐š๐ซ๐š๐ก๐ฆ๐š๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐š๐ก๐ข ๐ฐ๐š๐›๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ๐ฎ๐ก

๐๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ ๐ฅ๐š๐ฉ๐จ๐ซ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฎ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฉ๐ž๐ฌ๐š ๐Ÿ– ๐’๐ž๐ฉ๐ญ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“ ๐ฌ/๐ ๐Ÿ” ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”

๐Š๐š๐ฌ ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐‘๐ฉ. ๐ŸŽ,-

๐๐ž๐ฆ๐š๐ฌ๐ฎ๐ค๐š๐ง:
- Surya Utama Rp. 50.000,-
- Hamba Allah Rp. 100.000,-
- Hamba Allah Rp. 200.000,-
- Hamba Allah Rp. 10.000,-
- Syarif Hidayatullah Rp. 250.000,-
- Septi Peni Wulandari Rp. 500.000,-
- Brigjend TNI Yudi Yulistiyanto Rp. 1.582.000,-
- Hamba Allah dari Australia-Turki 1.000 AUD (Rp. 11.000.000,-)
- Mahasiswa USK Rp. 200.000,-
- Hamba Allah dari Jakarta Rp. 2.500.000,-
- Prof. Hafas Furqani Rp. 500.000,-
- Wildan Sidoarjo Rp. 100.000,-
- Sekolah YPPU Sigli Rp. 300.000,-
- Hamba Allah Rp. 50.000,-
- Pengurus Mapesa Rp. 1.600.000,-

๐“๐จ๐ญ๐š๐ฅ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐š๐ฌ๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ๐Ÿ–.๐Ÿ—๐Ÿ’๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ซ๐š๐ง:
- If penyelamatan koleksi Pedir Museum Rp. 5.000.000,-
- Piket sekretariat bulan Oktober 2025 s/d Februari 2026 Rp. 2.700.000,-
- Guide Rp. 300.000,-
- Rapat dan kunjungan Rp. 250.000,-
- Musafir Zaman Rp. 1.500.000,-
- Konsumsi rapat 28/10/25, 1/11/25 & 3/11/25, 13/1/2026, 16/2/2026 Rp. 915.000,-
- Konsumsi tim piket sekretariat 6/11/2025 Rp. 300.000,-
- Konsumsi Majelis Ilmu Mapesa 30/4/2026 & 2/5/2026 Rp. 202.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ๐Ÿ.๐Ÿ๐Ÿ”๐Ÿ•.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‚๐จ๐ญ ๐‹๐š๐ฆ๐ค๐ฎ๐ฐ๐ž๐ฎ๐ก, ๐Œ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฑ๐š, ๐๐š๐ง๐๐š ๐€๐œ๐ž๐ก ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ ๐Ž๐ค๐ญ๐จ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“:
- Makan siang Rp. 220.000,-
- Snack & minuman Rp. 200.000,-
- BBM becak Rp. 50.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ’๐Ÿ•๐ŸŽ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‚๐จ๐ญ ๐‹๐š๐ฆ๐ค๐ฎ๐ฐ๐ž๐ฎ๐ก, ๐Œ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฑ๐š, ๐๐š๐ง๐๐š ๐€๐œ๐ž๐ก ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ— ๐Ž๐ค๐ญ๐จ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“;
- Makan siang Rp. 150.000,-
- Snack dan minuman Rp. 200.000,-
- BBM becak Rp. 50.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ’๐ŸŽ๐ŸŽ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‚๐จ๐ญ ๐‹๐š๐ฆ๐ค๐ฎ๐ฐ๐ž๐ฎ๐ก, ๐Œ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฑ๐š, ๐๐š๐ง๐๐š ๐€๐œ๐ž๐ก ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ” ๐Ž๐ค๐ญ๐จ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“:
- Kentang goreng 3bks Rp. 38.000,-
- Gorengan Rp. 20.000,-
- Nasi bebek 13 bks Rp. 260.000,-
- Air mineral 1 ktk Rp. 17.000,-
- Ice cream 12pcs Rp. 38.000,-
- BBM becak Rp. 50.000,-
- Makan malam dan kopi Rp. 95.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ”๐Ÿ•๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐„๐ค๐ฌ๐ฉ๐ž๐๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ข๐๐ข๐ž ๐Ÿ— ๐๐จ๐ฏ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“:
- BBM Rp. 400.000,-
- Makan malam Rp. 222.0000,-
- Kopi dan snack Rp. 43.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ“.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐๐š๐ฒ๐ฎ, ๐ค๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ซ๐ฎ๐ฅ ๐ˆ๐ฆ๐š๐ซ๐š๐ก, ๐ค๐š๐›๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ž๐ง ๐€๐œ๐ž๐ก ๐๐ž๐ฌ๐š๐ซ ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ– ๐…๐ž๐›๐ซ๐ฎ๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”:
- Makan siang Rp. 183.000,-
- Makan malam Rp. 90.000,-
- Minuman dan snack Rp. 75.000,-
- If pemilik tanah Rp. 50.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ–.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‘๐š๐›๐ž๐ฎ, ๐ค๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐Š๐ฎ๐ญ๐š ๐๐š๐ซ๐จ, ๐ค๐š๐›๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ž๐ง ๐€๐œ๐ž๐ก ๐๐ž๐ฌ๐š๐ซ ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ— ๐€๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”:
- Nasi bungkus 14bks Rp. 168.000
- Air mineral 3 Rp. 65.000
- Dexlite kotrek Rp. 20.000
- Sanger panas Rp. 40.000
- Minuman dingin Rp 50.000
- Sikat untuk nisan 2 pcs Rp 14.000
- Makan malam Rp. 160.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ“๐Ÿ๐Ÿ•.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‹๐ก๐จ๐ง๐  ๐‚๐ฎ๐ญ, ๐ค๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ง๐๐š๐ซ ๐‘๐š๐ฒ๐š, ๐ค๐จ๐ญ๐š ๐๐š๐ง๐๐š ๐€๐œ๐ž๐ก ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ๐Ÿ” ๐€๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”:
- Makan siang 30 porsi Rp. 450.000,-
- Kue pagi dan sore Rp. 140.000,-
- Minuman panas dan dingin Rp. 85.000,-
- Air mineral Rp. 80.000,-
- Makan malam dan sanger Rp. 180.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ—๐Ÿ“๐Ÿ“.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐š๐ง ๐„๐ค๐ฌ๐ฉ๐ž๐๐ข๐ฌ๐ข ๐๐ข ๐‹๐š๐ฆ๐ง๐จ, ๐€๐œ๐ž๐ก ๐‰๐š๐ฒ๐š ๐Ÿ๐Ÿ-๐Ÿ๐Ÿ ๐€๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”:
- Ngopi pagi di Portugis coffe Rp. 62.000,-
- Makan Siang tim naskah dan tim meuseuraya hari pertama Rp. 356.000,-
- Sarung tangan Rp. 63.000,-
- Minuman dingin dan kue Rp. 85.000,-
- 18 bungkus martabak telur Rp. 130.000,-
- if untuk 2 orang informan Rp. 100.000,-
- BBM mobil dan motor tim Naskah dan tim Meuseuraya Rp. 510.000,-
- Ngopi malam di Portugis coffe Rp. 121.000,-
- Makan malam Rp. 170.000,-
- 5 box air mineral Rp. 95.000,-
- Nutrisari dingin dan kopi Rp. 34.000,-
- Gorengan Rp. 35.000,-
- Hannoch 45 W Rp. 74.000,-
- Autan Rp. 5.000-
- Paracetamol dan citirizine Rp. 10.000,-
- Air Nira 5pcs Rp. 50.000,-
- Sarapan dan minum tim naskah dan tim meuseuraya Rp. 240.000,-
- Makan siang tim naskah dan tim meuseuraya hari kedua Rp. 350.000,-
- Ngopi malam di Portugis Coffee Rp. 85.000,-
- Makan malam tim Meuseuraya di Banda Aceh Rp. 151.000,-
- Cetak stiker dan cutting 3,5 meter 4 lembar Rp. 420.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ‘.๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ”.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐Œ๐ž๐ฎ๐ฌ๐ž๐ฎ๐ซ๐š๐ฒ๐š ๐๐ข ๐ ๐š๐ฆ๐ฉ๐จ๐ง๐  ๐‹๐ก๐จ๐ง๐  ๐‚๐ฎ๐ญ, ๐ค๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ง๐๐š๐ซ ๐‘๐š๐ฒ๐š, ๐ค๐จ๐ญ๐š ๐๐š๐ง๐๐š ๐€๐œ๐ž๐ก ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ, ๐Ÿ‘ ๐Œ๐ž๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”:
- Kikir Sinso Rp. 15.000,-
- Air mineral 2box Rp. 42.000,-
- Snack Rp. 46.000,-
- Nasi Siang Rp. 330.000
- Teh dingin, extra joss susu & sanger Rp. 95.000
- Pertalite Rp. 14.000,-
๐‰๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐š๐ก ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ“๐Ÿ’๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐“๐จ๐ญ๐š๐ฅ ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ซ๐š๐ง ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ๐Ÿ–.๐Ÿ—๐Ÿ‘๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

๐’๐ข๐ฌ๐š ๐ค๐š๐ฌ ๐‘๐ฉ. ๐Ÿ๐Ÿ.๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ,-

Demikian laporan keuangan yang dapat kami sampaikan, mohon dikoreksi jika terdapat berbagai kekeliruan maupun ada item-item yang tidak disebutkan.

Untuk saat ini Mapesa mempunyai kegiatan rutin yaitu :
Meuseuraya di komplek-komplek situs peninggalan bersejarah Aceh yang diadakan setiap hari minggu. Untuk itu Mapesa sangat mengharapkan kerendahan hati dan keringanan tangan semua pihak demi melancarkan aktivitas Mapesa.

Yang ingin menyumbang demi kelangsungan kegiatan Mapesa bisa menghubungi :
- Mizuar (hp. 082361885751)
Atau bisa juga anda transfer langsung ke :
๐๐จ ๐‘๐ž๐ค๐ž๐ง๐ข๐ง๐  ๐†๐ข๐ซ๐จ: ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ‘๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ—๐Ÿ—๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐Ÿ’๐Ÿ“๐Ÿ
๐๐š๐ง๐ค ๐€๐œ๐ž๐ก ๐š/๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐ฒ๐š๐ซ๐š๐ค๐š๐ญ ๐๐ž๐๐ฎ๐ฅ๐ข ๐’๐ž๐ฃ๐š๐ซ๐š๐ก ๐€๐œ๐ž๐ก

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hormat kami,

๐๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐Œ๐š๐ฉ๐ž๐ฌ๐š

Alamat: https://goo.gl/maps/nh28rzYuM112

Meuseuraya pembersihan dan penataan situs kompleks pemakaman bersejarah yang berada di gampong Lhong Cut, kecamatan Band...
05/05/2026

Meuseuraya pembersihan dan penataan situs kompleks pemakaman bersejarah yang berada di gampong Lhong Cut, kecamatan Bandar Raya, kota Banda Aceh Minggu, 3 Mei 2026.

05/05/2026

Beut Peradaban
Mendiskusikan beberapa persoalan yang ditulis oleh Syaikh Nuruddin Ar-Raniry apda beberapa karyanya di abad ke-17, diantaranya terkait paham yang berkembang di kesultanan Aceh pada masa tersebut serta berbagai persoalan lainnya.

Sekretariat Mapesa dan museum bersama Mapesa Aceh PEDIR Museum
Senin, 4 Mei 2026.

Beut peradaban; mambaca ulang naskah Arab Aja'ib Al-Hind Barrihi wa Barrihi wa Jaza'irihi (hal-hal menakjubkan mengenai ...
04/05/2026

Beut peradaban; mambaca ulang naskah Arab Aja'ib Al-Hind Barrihi wa Barrihi wa Jaza'irihi (hal-hal menakjubkan mengenai daratan, lautan dan kepulauan Hindia) karya Buzurg Syahriyar Ramhurmuzi tahun 342 H/953 M. Melacak informasi tentang Lamuri, Kalah, Sarirah dan Zabaj yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 s/d menjelang Subuh di sekretariat dan museum bersama Mapesa Aceh PEDIR Museum.

Diskusi pemetaan tokoh-tokoh Muslim di kepulauan Jawiy periode sebelum dan setelah kedatangan Portugis dan tokoh-tokoh d...
03/05/2026

Diskusi pemetaan tokoh-tokoh Muslim di kepulauan Jawiy periode sebelum dan setelah kedatangan Portugis dan tokoh-tokoh dalam rentang pembebasan kota Sumatra.

Dari semua peserta diskusi belum ada yang memiliki wawasan terkait sejarah Malaka menjelang kedatangan Portugis. Adakan referensi yang dapat kami baca?

Majelis ilmu Mapesa berlangsung pada Minggu hari s/d menjelang Shubuh 3 Mei 2026 di sekretariat dan Museum bersama Mapesa Aceh PEDIR Museum

Pada hari Minggu, tanggal 26 April 2026 Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) melaksanakan kegiatan Meuseuraya pembers...
02/05/2026

Pada hari Minggu, tanggal 26 April 2026 Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) melaksanakan kegiatan Meuseuraya pembersihan sebuah komplek makam era Kesultanan Aceh Darussalam di Gampong Lhong Cut, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Komplek ini sebelumnya temukan anggota tim ekspeditor Mapesa Teuku Zaki pada 31 Oktober 2024, ketika baru memulai projek pemetaan situs. Teuku Zaki menemukan komplek ini berdasarkan petunjuk kecil dari peta yang dibuat oleh Kolonial Belanda, dimana terdapat logo bulan sabit, yang menandakan makam pribumi rakyat Aceh. Setelah dicocokkan dengan peta sekarangโ€”dapatlah lokasi situs ini di Gampong Lhong Cut. Pada 27 Maret 2025 Teuku Zaki kembali ke komplek ini untuk melakukan pengecekan lebih lanjut serta bertemu dengan Bapak Abdullah (pemilik lahan area makam), beliau mengatakan bahwa komplek ini disebut dengan Komplek Makam Tgk. Haji.

Akhirnya tim MAPESA memilih kompleks makam Tgk. Haji ini untuk berkegiatan Meuseuraya yang dilaksanakan pada Ahad lalu, 26 April 2026.

Tim tiba dilokasi pada pukul 10:00 WIB dan memulai dengan doa bersama sebelum melaksanakan salah satu kegiatan unggulan Mapesa ini yaitu Meuseuraya.

Dipertengahan Meuseuraya, kami menemukan sebuah makam yang diatas nya terdapat turabโ€”susunan batu bata sebagai badan makam, ada dua batu bata di nisan bagian kepala, dan satu batu bata di nisan bagian kaki. Adapun keunikan lain dari komplek ini, terdapat 3 Makam dengan nisan yang jarang ditemukan, nisan-nisan ini berbentuk segi delapan lurus, yang biasanya diperuntukkan bagi tokoh pemuka agama (Syaikh, Ustadz, dll).

Berikut beberapa gambar yang diabadikan oleh Nanda Raisa Maulana dan tim dokumentasi Mapesa di lokasi meuseuraya.

01/01/2026

Di Indonesia, curah hujan deras yang tak henti-hentinya antara tanggal 22 dan 25 November memicu banjir dan tanah longsor yang mematikan di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta meluluhlantakkan puluhan kabupaten. Data resmi mencatat lebih dari 830 korban jiwa, dengan setidaknya 500 orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 880.000 orang harus mengungsi. Secara keseluruhan, lebih dari tiga juta orang terdampak oleh banjir, longsor, dan hancurnya infrastruktur. 'Kami bekerja sama erat dengan pemerintah dalam hal penyediaan air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH), logistik, serta koordinasi dengan mitra lokal,' kata Juru Bicara PBB, Dujarric. Tulis laman resmi UN News (United Nations News), Kamis, 4 December 2025.

Video ini adalah serangkaian visual yang direkam pada Ahad (28/12/2025) memperlihatkan dampak pascabencana '2025 Southeast Asia floods and landslides' yang melanda sejak 26 November 2025 di Gampong Tanjong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Dokumentasi ini diabadikan oleh tim Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) saat menjalankan misi kemanusiaan penyaluran bantuan langsung tahap kedua di wilayah yang dialiri oleh Sungai Krueng Arakundo.

Misi kemanusiaan dan dokumentasi ini dipimpin langsung oleh Ketua MAPESA, Mizuar Mahdi Al-Asyi. Tim lapangan yang turut serta dalam penyaluran bantuan Nurul Hd , Safar Iqbal , D-Zier , Wulan Sarie dan Irfan M Nur .

Kredit Video: Mapesa Aceh

Kredit Audio:
Judul: Lahaula Walaquwwata (Cover versi AI)
Versi original: https://youtu.be/LRucNj6Ai-k?si=-vw6D2MggJTPxBup
Hak cipta: Kasga Record

Address

Jl. Bahagia, Punge Blang Cut, Jaya Baru
Banda Aceh
23235

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6282361885751

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mapesa Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Mapesa Aceh:

Share