09/08/2022
After 7 long months, our fieldwork has finally drawn to a close. The team compiled preliminary results from our activities and presented them to several key stakeholders, such as BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam - Nature Conservation Agency) Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan, Dewan Perlindungan Mangrove dan Laut Teritip (Mangrove and Ocean Protection Agency of Teritip), Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan, and local fishers groups. In addition to presenting our findings, we also provided recommendations, conducted stakeholder mapping sessions, and discussed the interests and roles of each stakeholder in horseshoe crab conservation. As it turns out, our discussions show that horseshoe crabs can be found in numerous places throughout East Kalimantan. We hope our project can be a stepping stone to further discover the presence of the living fossils and the importance of East Kalimantan as their habitat.
—
Setelah 7 bulan penuh, kegiatan lapangan kami akhirnya telah selesai. Tim kami telah mengolah hasil sementara dari kegiatan yang sudah dilakukan kemudian mempresentasikannya ke beberapa pemangku kepentingan kunci, seperti BKSDA Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan, DPML Teritip, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan, serta kelompok-kelompok nelayan setempat. Kami juga turut menyampaikan rekomendasi, melakukan sesi stakeholder mapping dan mendiskusikan kepentingan dan peran masing-masing pemangku kepentingan dalam konservasi satwa belangkas. Rupanya, belangkas dapat ditemukan di banyak tempat di Kalimantan Timur. Kami harap proyek kami dapat menjadi pijakan untuk lebih memahami keberadaan satwa belangkas dan pentingnya wilayah Kalimantan Timur sebagai habitatnya.