Yayasan Puge Figo

Yayasan Puge Figo Kami berkomitmen dalam reforestasi, edukasi ekologi, pemberdayaan petani, & ekonomi berkelanjutan.

08/05/2026

"Ayo kita menjaga bumi!" ✊💚

Pesan kuat dari Diana di SDN Marolidhong ini mengingatkan kita kalau menjaga alam itu tanggung jawab semua usia. Hari ini mereka menanam, besok mereka yang akan menikmati hasilnya.

Apa satu hal kecil yang sudah kamu lakukan untuk bumi minggu ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇🌿

Panen lengkuas dari demplot agroforestri di Desa Taenterong II, Kabupaten Ngada, Flores – NTT 🌱Melalui pendekatan agrofo...
08/05/2026

Panen lengkuas dari demplot agroforestri di Desa Taenterong II, Kabupaten Ngada, Flores – NTT 🌱

Melalui pendekatan agroforestri, petani tidak hanya menanam untuk dipanen, tetapi juga menjaga tanah, keberlanjutan lahan, dan hubungan manusia dengan alam.

Dari proses penggalian rimpang, pengangkutan, hingga pembersihan hasil panen, semua dilakukan bersama dengan ketelatenan dan kerja kolektif petani mitra.

Bagi Yayasan Puge Figo, hasil hutan dan pertanian bukan sekadar komoditas. Di balik setiap pohon, rimpang, dan lahan yang dirawat, ada cerita tentang penghidupan, harapan, dan upaya menjaga alam tetap lestari.

“Di Balik Pohon, Manusia.” 🌿

23/04/2026

Belajar tak selalu di dalam kelas. 🌱
Melalui Divisi Edukasi, Yayasan Puge Figo hadir di SMPN 1 Nginamanu Selatan untuk berbagi pengetahuan tentang tanaman obat—warisan alam yang penuh manfaat bagi kehidupan.

Kami percaya, pendidikan adalah kunci perubahan. Dari langkah kecil hari ini, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih sehat dan mandiri.

Mari bersama menanam ilmu, merawat masa depan.

Dibalik Pohon, Manusia.

22/04/2026

Bumi butuh aksi, bukan hanya janji.

Sejak 2014, kami terus bergerak di lapangan untuk menghijaukan kembali lahan, menjaga sumber air, dan tumbuh bersama petani lokal. Video ini adalah rangkuman kecil dari apa yang sudah kita kerjakan bersama di Flores.

Selamat Hari Bumi 2026. 🌍

PetaniLokal

17/04/2026
17/04/2026

Kegiatan Monitoring Tahap Kedua kembali dilakukan oleh tim lapangan Yayasan Puge Figo. Melalui kunjungan langsung ini, kami memastikan setiap anakan pohon yang telah ditanam bersama mitra mendapatkan pendampingan teknis yang tepat sesuai standar agronomi.

Bagi kami, ini bukan sekadar rutinitas pengecekan. Setiap angka yang dicatat dan setiap kendala yang ditemukan adalah bahan evaluasi agar proses pertumbuhan di lahan mitra berjalan tepat sasaran.

Fokus kami adalah memastikan keberlanjutan. Karena pertumbuhan yang sehat dimulai dari pengawasan yang tulus.

Simak detail kegiatan Monitoring II bersama Deni, Asisten Lapangan Agronomi kami, dalam dokumentasi berikut.

Hutan di NTT mungkin tidak tampak lebat seperti di pulau lain, tetapi justru di sanalah ia memegang peran paling penting...
14/04/2026

Hutan di NTT mungkin tidak tampak lebat seperti di pulau lain, tetapi justru di sanalah ia memegang peran paling penting. Di tengah musim kering yang panjang dan curah hujan yang terbatas, hutan menjadi penjaga air, penopang tanah, dan sumber kehidupan bagi banyak orang.

Ketika hutan perlahan hilang, kita tidak hanya kehilangan pohon—kita kehilangan keseimbangan, kehilangan sumber air, dan perlahan kehilangan masa depan itu sendiri. Krisis ini sering berjalan diam-diam, sampai suatu hari dampaknya terasa terlalu besar untuk diabaikan.

Masih ada waktu untuk berubah.
Mari mulai dari langkah sederhana: lebih peduli, lebih bijak, dan lebih berani terlibat.

🌿 Jaga hutan hari ini, agar kehidupan tetap ada esok hari.

13/04/2026

Kayu manis bukan sekadar rempah. Ia adalah cerita panjang tentang hutan yang dijaga, bukan ditebang.

Di dalam sistem agroforestri, pohon Kayu manis tumbuh berdampingan dengan tanaman lain, menjaga tanah tetap subur, menahan erosi, dan menciptakan rumah bagi keanekaragaman hayati. Akar-akarnya mengikat bumi, sementara kanopinya memberi naungan bagi kehidupan di bawahnya.

Berbeda dengan praktik monokultur, agroforestri menghadirkan keseimbangan: manusia tetap berproduksi, hutan tetap hidup.

Setiap batang kayu manis yang kita gunakan sesungguhnya adalah hasil dari hubungan yang selaras antara manusia dan alam—bukan eksploitasi, tetapi kolaborasi.

Menjaga hutan tidak selalu berarti menjauhinya. Kadang, justru dengan merawatnya secara bijak, seperti melalui agroforestri, kita memastikan hutan tetap ada untuk generasi berikutnya.

🌿 Dari hutan, oleh hutan, untuk kehidupan.

10/04/2026

🎙️Bincang seputar hutan dan air bersama

Ingat pesan Kak Rai di atas ya sobat👌

Alam yang kita tinggali hari ini bakal jadi rumah bagi generasi penerus kita. Jaga dan lestarikan, agar air, tanah, udara yang hari ini kita nikmati juga bisa dinikmati anak cucu kita…

Saksikan selengkapnya di YouTube channel RRI ENDE 📺

Salam lestari🌱

Ini adalah Trimeresurus insularis, atau yang lebih dikenal sebagai Ular Viper Pulau Sunda / Indonesian Pit Viper. Dengan...
10/04/2026

Ini adalah Trimeresurus insularis, atau yang lebih dikenal sebagai Ular Viper Pulau Sunda / Indonesian Pit Viper. Dengan sisik hijau cerah yang memukau, ular ini ahli berkamuflase di antara dedaunan, sehingga sering kali baru terlihat ketika sudah sangat dekat.

Ular ini memiliki tubuh ramping dengan panjang dewasa sekitar 60–100 cm, kepala berbentuk segitiga khas viper, dan dilengkapi lubang sensor panas di p**i yang membantu mendeteksi mangsa di kegelapan malam. Mereka bersifat arboreal, artinya hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas pohon atau semak belukar, dan aktif terutama pada malam hari.

Habitat alami Trimeresurus insularis tersebar di wilayah Indonesia bagian timur, mulai dari Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Komodo, Rinca, Sumba, Timor, hingga pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara. Mereka menyukai hutan hujan tropis, hutan monsun kering, semak belukar, area berbatu, perkebunan, dan kebun rindang hingga ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Keberadaan ular ini sangat berharga bagi keseimbangan ekosistem. Sebagai predator alami, mereka membantu mengendalikan populasi tikus, kodok, kadal, dan burung kecil. Dengan memangsa hewan-hewan tersebut, Trimeresurus insularis turut mencegah ledakan hama yang bisa merusak tanaman pertanian dan mengurangi penyebaran penyakit. Selain itu, mereka juga menjadi bagian penting dari rantai makanan sebagai mangsa bagi burung pemangsa dan ular-ular besar lainnya.

Address

Yayasan Puge Figo, Jln. Trans Bajawa/Riung, Kurubhoko Desa Nginamanu Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Flores, Kayuri
Bajawa
86423

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+6281239521580

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Puge Figo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Yayasan Puge Figo:

Share