10/04/2026
Ini adalah Trimeresurus insularis, atau yang lebih dikenal sebagai Ular Viper Pulau Sunda / Indonesian Pit Viper. Dengan sisik hijau cerah yang memukau, ular ini ahli berkamuflase di antara dedaunan, sehingga sering kali baru terlihat ketika sudah sangat dekat.
Ular ini memiliki tubuh ramping dengan panjang dewasa sekitar 60–100 cm, kepala berbentuk segitiga khas viper, dan dilengkapi lubang sensor panas di p**i yang membantu mendeteksi mangsa di kegelapan malam. Mereka bersifat arboreal, artinya hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas pohon atau semak belukar, dan aktif terutama pada malam hari.
Habitat alami Trimeresurus insularis tersebar di wilayah Indonesia bagian timur, mulai dari Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Komodo, Rinca, Sumba, Timor, hingga pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara. Mereka menyukai hutan hujan tropis, hutan monsun kering, semak belukar, area berbatu, perkebunan, dan kebun rindang hingga ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.
Keberadaan ular ini sangat berharga bagi keseimbangan ekosistem. Sebagai predator alami, mereka membantu mengendalikan populasi tikus, kodok, kadal, dan burung kecil. Dengan memangsa hewan-hewan tersebut, Trimeresurus insularis turut mencegah ledakan hama yang bisa merusak tanaman pertanian dan mengurangi penyebaran penyakit. Selain itu, mereka juga menjadi bagian penting dari rantai makanan sebagai mangsa bagi burung pemangsa dan ular-ular besar lainnya.