28/07/2026
Pensiun Dini, Eks Bintang RB Leipzig Pilih Jadi Petani: Tragedi Keluarga Ubah Total Hidup Kevin Kampl
Tak semua mantan pesepak bola memilih menikmati masa pensiun dengan kemewahan. Kevin Kampl justru mengambil keputusan yang mengejutkan. Setelah pensiun lebih cepat dari RB Leipzig pada Januari 2026, enam bulan sebelum kontraknya berakhir, mantan gelandang timnas Slovenia itu memilih menghabiskan hari-harinya sebagai petani di Majorca, Spanyol.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Kampl mengaku hidupnya berubah drastis setelah kehilangan ayah dan saudara laki-lakinya dalam waktu yang berdekatan. Duka mendalam tersebut membuatnya memutuskan meninggalkan hiruk-pikuk sepak bola profesional demi mencari ketenangan bersama keluarga.
Kini, Kampl menikmati rutinitas berkebun dengan menanam melon, semangka, tomat, bawang, paprika hingga memproduksi minyak zaitun sendiri. Baginya, kehidupan sederhana di alam jauh lebih berarti dibanding gemerlap stadion yang selama bertahun-tahun menjadi bagian hidupnya.
Padahal, Kampl bukan pemain sembarangan. Ia pernah membela Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, Red Bull Salzburg, hingga menjadi salah satu sosok penting RB Leipzig dengan 283 penampilan dan mempersembahkan dua gelar DFB-Pokal secara beruntun.
Meski memilih menjauh dari lapangan hijau, Kampl memastikan cintanya kepada sepak bola belum padam. Ia masih mengikuti perkembangan RB Leipzig dan membuka peluang kembali berkontribusi untuk klub tersebut di masa depan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia sepak bola, ada luka dan perjuangan pribadi yang tak selalu terlihat. Menurut Anda, apakah keputusan Kevin Kampl meninggalkan sepak bola di puncak karier demi ketenangan hidup adalah pilihan yang tepat?
Pensiun Dini, Eks Bintang RB Leipzig Pilih Jadi Petani: Tragedi Keluarga Ubah Total Hidup Kevin Kampl
Tak semua mantan pesepak bola memilih menikmati masa pensiun dengan kemewahan. Kevin Kampl justru mengambil keputusan yang mengejutkan. Setelah pensiun lebih cepat dari RB Leipzig pada Januari 2026, enam bulan sebelum kontraknya berakhir, mantan gelandang timnas Slovenia itu memilih menghabiskan hari-harinya sebagai petani di Majorca, Spanyol.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Kampl mengaku hidupnya berubah drastis setelah kehilangan ayah dan saudara laki-lakinya dalam waktu yang berdekatan. Duka mendalam tersebut membuatnya memutuskan meninggalkan hiruk-pikuk sepak bola profesional demi mencari ketenangan bersama keluarga.
Kini, Kampl menikmati rutinitas berkebun dengan menanam melon, semangka, tomat, bawang, paprika hingga memproduksi minyak zaitun sendiri. Baginya, kehidupan sederhana di alam jauh lebih berarti dibanding gemerlap stadion yang selama bertahun-tahun menjadi bagian hidupnya.
Padahal, Kampl bukan pemain sembarangan. Ia pernah membela Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, Red Bull Salzburg, hingga menjadi salah satu sosok penting RB Leipzig dengan 283 penampilan dan mempersembahkan dua gelar DFB-Pokal secara beruntun.
Meski memilih menjauh dari lapangan hijau, Kampl memastikan cintanya kepada sepak bola belum padam. Ia masih mengikuti perkembangan RB Leipzig dan membuka peluang kembali berkontribusi untuk klub tersebut di masa depan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia sepak bola, ada luka dan perjuangan pribadi yang tak selalu terlihat. Menurut Anda, apakah keputusan Kevin Kampl meninggalkan sepak bola di puncak karier demi ketenangan hidup adalah pilihan yang tepat? (BE-CC001)