Kompas BELU

Kompas BELU Kumpulan Pemuda Lintas Agama Belu yang tergabung dalam Komunitas Peacemaker Perbatasan (KOMPAS)

13/01/2025

*Sekolah Nasional Plus Tunas Global Depok – Jawa Barat (Sekolah Keberagaman)*
.. ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...

Sekolah Nasional Plus Tunas Global adalah sekolah di Depok, Jawa Barat yang menerapkan konsep keberagaman. Sekolah ini memiliki ruang ibadah untuk 6 agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Sekolah ini berlokasi di Jalan Nusa Indah No. 16, Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Meskipun kita di Indonesia memiliki suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda, tetapi hakikatnya kita adalah keluarga bes...
09/01/2025

Meskipun kita di Indonesia memiliki suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda, tetapi hakikatnya kita adalah keluarga besar yaitu Bangsa Indonesia.

07/01/2025
07/01/2025

Berbeda itu bukan berarti tidak bisa berjalan bersama. Justru akan bisa berjalan bersama karena perbedaan itu membuat orang jadi semakin diperkaya, diperlengkapi satu dengan lainnya. Salam Toleransi.

31/12/2024

Kerja bakti kolaborasi bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Belu. Pembersihan Lokasi Wisata Patung Bunda Maria Teluk Gurita untuk persiapan kunjungan para wisatawan.
Kegiatan ini dilakukan pada hari Senin tanggal 30 Desember 2024, dengan melibatkan Komunitas Peacemaker Perbatasan (KOMPAS) Belu, Pemuda Silawan dan Dinas Pariwisata Belu.

*Pesan Natal 2024 dari Menteri Agama untuk Umat Kristiani*Mari kita melakukan refleksi, kontemplasi, dan evaluasi atas p...
26/12/2024

*Pesan Natal 2024 dari Menteri Agama untuk Umat Kristiani*

Mari kita melakukan refleksi, kontemplasi, dan evaluasi atas perjalan kehidupan setahun yang lalu. Dari situ, diharapkan tumbuh semangat baru dan optimisme dalam menatap kehidupan di tahun mendatang.

Mari terus menjadi pribadi yang terus bertumbuh untuk kebaikan. Sebab, sebaik-baik kita adalah yang hari ini lebih baik dari masa lalu dan terus melakukan perbaikan untuk kehidupan mendatang.

24/12/2024

Baksos Pembersihan halaman Gereja Katedral Atambua, menjelang Hari Natal oleh Umat Muslim Paguyuban Sidomukti Atambua-Belu. Aksi ini merupakan bentuk Kerukunan dan Toleransi antar umat beragama di Atambua-Belu.

24/12/2024

Semua kita, baik itu Muslim atau Kristen, mengagungkan Nabi ISA (Yesus Kristus). Kehadiran-Nya membawa ajaran dari sumber yang sama dimana Nabi Muhammad menerimanya. Membawa Ajaran Kasih, Perdamaian. Sehingga kita sambut kehadiran-Nya dengan mengucapkan: "Selamat Hari Kelahiran (Natal)".

19/12/2024

Bapak Wakil Presiden kami titip pesan, yang dipersulit itu bukan hanya Ibadah Natal, tetapi Ibadah Hari Minggu juga dipersulit, bahkan sampai ada yang dibubarkan secara paksa.

Sepanjang tahun 2024, setiap bulan bisa terjadi 2 sampai 3 kasus intoleransi seperti pembubaran Ibadah Hari Minggu dan penolakan Ibadah Umat Kristen.

Kami meminta supaya Negara hadir dalam setiap kasus intoleransi. Terima kasih

*Yang Indonesia butuhkan adalah negara hadir dalam berbagai kasus intoleransi*...... ....... ....... ....... ....... ......
17/12/2024

*Yang Indonesia butuhkan adalah negara hadir dalam berbagai kasus intoleransi*...... ....... ....... ....... ....... ....... .......

Hal ini dinyatakan pegiat media sosial, Permadi Arya sebagai bentuk protes atas peresmian Terowongan Silaturahmi Gereja Katedral-Masjid Istiqlal Jakarta. Menurutnya terowongan ini cuma simbol-simbol kosong yang sebenarnya tidak dibutuhkan Indonesia. Realitanya di lapangan, Indonesia itu jauh dari kata toleran.

Dia membeberkan, sepanjang 2024 total ada 18 kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia. Diantaranya, pada tanggal 1 Juli terjadi pelarangan ibadah Jemaat GPDI Tarik di Sidoarjo oleh Kepala Desa. Pada tanggal 1 Agustus terjadi percobaan bom bunuh diri di sebuah Gereja di Kota Malang. Pada 2 September terjadi pembongkaran Gereja GBI di Dhamasraya, Sumatera Barat. Pada tanggal 1 Oktober terdapat penolakan Gereja Kanaan di Pondok Karya, Tangerang Selatan. Kemudian pada tanggal 16 November ada ancaman bom di acara wisuda Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Pada tanggal yang sama ada kasus pelarangan ibadah di Cibinong dan pelarangan latihan Koor Natal di Bulukumba.

Memang Terowongan Silaturahmi terlihat hanya sekedar simbol, tapi itu simbol yang tidak bisa diremehkan. Sebagai negara dengan keragaman agama yang besar, simbol seperti ini berperan penting dalam menjaga semangat persatuan dan toleransi. Tetapi pemerintah harus hadir untuk menindak tegas para pelaku intoleran. Pemerintah dan aparat hukum harus bertindak tegas terhadap pelaku intoleransi tanpa pandang bulu.

LAWAN INTOLERANSI, HADIRKAN HARMONI !!!

*Natal makin dekat tapi Umat Kristen tetap tidak bisa beribadah*...... ....... ....... ....... ....... ...... .......Mem...
13/12/2024

*Natal makin dekat tapi Umat Kristen tetap tidak bisa beribadah*...... ....... ....... ....... ....... ...... .......

Memang sungguh ironis saat di bulan suci bagi Umat Kristen dalam merayakan ibadahnya harus mendapatkan perlakuan diskriminatif, tak dapat menjalankan perayaan Ibadah Natal karena alasan perizinan. Padahal konstitusi menjamin untuk menjalankan ibadah kepada tiap warga negara sesuai ketentuan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk Agamanya dan beribadat menurut kepercayaannya itu”

Harusnya Negara hadir apabila ada perbuatan yang bertentangan dengan konstitusi negara. Tidak boleh ada atas nama apapun menghalang-halangi umat agama lain untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan keyakinannya dengan alasan ”Izin”. Dan seharusnya aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ada pihak-pihak yang mencoba melakukan persekusi dengan menghalang-halangi orang lain beribadah sesuai keyakinannya karena itu sudah melanggar hukum dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Address

Atambua
85717

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kompas BELU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kompas BELU:

Share