09/03/2026
BMH Tebar Takjil di Masohi, Bukti Zakat Mampu Menjangkau Wilayah Kepulauan\
Di kepulauan seperti Maluku, jarak bukan sekadar hitungan kilometer. Ia bisa berarti akses yang terbatas, logistik yang mahal, dan pilihan yang tak selalu banyak. Di ruang-ruang seperti itulah zakat, infak, dan sedekah menemukan maknanya yang paling nyata.
Semangat itu terasa ketika Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Maluku menyalurkan paket Buka Puasa Berkah di Pondok Pesantren Hidayatullah KM 12, Masohi, Maluku Tengah, Selasa (3/3). Program ini menjadi bagian dari gerakan “Ramadhan Bahagia dengan Berzakat” yang tidak hanya menghadirkan hidangan berbuka, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan.
Pesantren Hidayatullah KM 12 berdiri di wilayah pedalaman. Di sana, para santri penghafal Al-Qur’an menempuh hari-hari Ramadhan dengan kesederhanaan. Bagi mereka, kiriman takjil bukan sekadar makanan, melainkan tanda bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian.
Berbagi Kebahagiaan
“Kami ingin berbagi kebahagiaan langsung ke jantung pendidikan umat. Di KM 12 ini, banyak santri yang sedang berjuang menuntut ilmu, dan kami ingin hadir memberikan apresiasi melalui paket takjil ini,” ujar Zulkarnain, Kadiv Prodaya BMH Maluku.
Penyaluran berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para santri menyambut dengan wajah antusias. Warga sekitar pesantren pun ikut merasakan manfaatnya. Di wilayah kepulauan, satu paket takjil bisa menjadi penguat kebersamaan; satu kiriman zakat bisa menjadi penyambung harapan.
Aksi ini terlaksana berkat kepercayaan para donatur yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BMH. Dari tangan para muzakki di berbagai kota, amanah itu bergerak menembus laut dan daratan, hingga tiba di KM 12 Masohi. Di situlah dampaknya terasa: ibadah menjadi lebih khusyuk, santri lebih tenang belajar, dan warga merasakan bahwa Ramadhan benar-benar bulan berbagi.
Komitmen menjangkau wilayah pelosok bukan sekadar program tahunan. Selain tebar takjil, BMH Maluku juga menggerakkan Buka Puasa Berkah, Bingkisan Lebaran untuk guru mengaji, serta penyaluran zakat fitrah ke daerah pedalaman. Setiap program dirancang agar manfaat zakat tidak berhenti pada angka, tetapi berubah menjadi