07/03/2026
Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i: Maha Guru, Musnid, Mutafannin
[Syekhul-Maqari' Mesir #2]........
Seringkali kita mengenal tokoh-tokoh besar seperti Syekh Muhammad Abduh atau Syekh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i, namun jarang yang mengenal sosok "Maha Guru" di balik kebesaran mereka. Beliau adalah seorang Syekhul-Maqari', samudra ilmu yang menghabiskan 53 tahun hidupnya di serambi Al-Azhar, mendidik ribuan ulama dari berbagai penjuru dunia, termasuk ulama Nusantara.
Mari sejenak mengenal sosok mutafannin (pakar berbagai disiplin ilmu) yang ketelitiannya diakui oleh para ahli hadis dunia: Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa’i.
Nama & Nisbah
Namanya adalah Syihabuddin, Abu Al-'Abbas, Ahmad bin Mahjub Al-Fayyumi Al-Maliki Ar-Rifa’i Al-Azhari. Ia masyhur dikenal Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i.
Berikut penjelasan nisbahnya:
• Al-Fayyumi merujuk pada tempak lahirnya yaitu Provinsi Al-Fayyum.
• Al-Maliki merujuk mazhab fikih Imam Malik bin Anas.
• Ar-Rifa'i merujuk pada Tarekat Wali Kutub Sayid Ahmad Ar-Rifa'i. Kemudian nama tarekatnya Rifa'iyyah. Namun menurut Aiman Abdul'azhim Ruhayyim, nisbah Ar-Rifa'i tidak pasti merujuk pada tarekat yang masyhur itu, sebab dalam sumber biografinya tidak disebutkan satupun tentang kaitan Ahmad Mahjub dengan tarekat sedari kecil. Apalagi sebagian kecil penulis menyebut bahwa nisbah Ar-Rifa'i karena silsilahnya merujuk kepada sahabat Nabi bernama Rifa'ah bin Zaid bin Judzamah.
• Al-Azhari merujuk pada Masjid Al-Azhar, tempatnya belajar dan mengajar.
Kelahiran dan Masa Muda
Ia lahir di Desa Ash-Shawafnah, salah satu desa di Provinsi Al-Fayyum (sekarang masuk Kota Ithsa) sekitar tahun 1250 H (1834 M). Namun Ibrahim Ramzi menyebutkan bahwa Syekh Ahmad Mahjub berasal dari Desa Ma'sharih 'Arafah di Al-Fayyum. Kemudian saat kecil migrasi bersama bibinya (dari ayah) ke Kairo.
Ia tumbuh besar di Kairo, belajar Al-Qur'an di Masjid Al-Mu'ayyad, dan menetap (nyantri) di Masjid Al-Azhar.
Guru-Guru
Ketika di Al-Azhar ia berguru kepada para ulama besar Al-Azhar pada masanya, di antaranya:
• Syekh Muhammad 'Illisy
• Syekh Muhammad Al-Qalmawi
• Syekh Ibrahim As-Saqqa
• Syekh Mushthafa Al-Muballith
• Syekh Ahmad Al-Isma'ili
• Syekh Ahmad Minnatullah Al-Maliki, darinya jalur utama periwayatan hadis Ahmad Ar-Rifa'i
• Syekh Muhammad Al-Usymuni
• Syekh Muhammad Ad-Damanhuri
• Syekh Manshur Kassab Al-'Adawi
• Syekh Ahmad Kabuh Al-'Adawi
Dan tentunya masih banyak lagi masyayikh Al-Azhar lain.
Kepribadian
Ia mahir dalam mayoritas disiplin ilmu hingga layak menyandang maha guru para guru. Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa’i adalah seorang alim yang teliti (muhaqqiq), bertakwa, lagi saleh. Beliau senantiasa menjaga salat berjemaah, tekun dalam mengajar dan menasihati manusia, dan tidak mengenal rasa malas maupun bosan.
Beliau senantiasa mendawamkan membaca kitab-kitab hadis seperti Al-Muwaththa', Al-Shahihain (Bukhari & Muslim), dan Al-Kutub As-Sittah. Kemudian tidak luput juga cabang ilmu naqliyah (agama) maupun aqliyah (rasional).
Beliau sosok yang fasih ucapannya, mudah dalam memberi pemahaman, menjelaskan masalah-masalah dengan penjelasan terbaik. Beliau senantiasa menjauhi pengakuan manusia, kepura-puraan, dan kesombongan. Menghiasi diri dengan akhlak mulia, serta memegang teguh ketegasan dan kesungguhan dalam setiap urusannya. Secara fisik, beliau digambarkan bertubuh pendek dan lincah gerakannya.
Muhammad Al-Basyir Zhafir dalam Al-Yawaqit Ats-Tsaminah memberikan kesaksian:
Dan sungguh aku telah mendampingi beliau —semoga Allah merahmatinya— dalam pelajaran Tafsir Al-Khatib Asy-Syirbini, dan aku menghadiri pelajaran beliau pada Hasyiyah Syekh Muhammad Ad-Damanhuri 'ala Matn Al-Kafi dalam ilmu Arudh dan Qawafi.
Berikut sanad Syekh Ar-Rifa'i yang bersambung pada pemilik sanad agung.
• Shahih Al-Bukhari dari Syekh Mushthafa Al-Muballith, dari Syekh Muhammad bin Ali Asy-Syanawani pemilik tsabat.
• Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Syekh Muhammad 'Illisy, dari Syekh Al-Amir Ash-Shaghir, dari Syekh Al-Amir Al-Kabir pemilik tsabat.
• Sunan At-Tirmidzi dari Syekh Ibrahim As-Saqqa, dari Syekh Al-Amir Ash-Shaghir, dari Syekh Al-Amir Al-Kabir pemilik tsabat.
Bahkan Syekh Usamah Al-Azhari menyebutkan dalam Asanid Al-Mishriyyin bahwa Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i mempunyai naskah Sunan At-Tirmidzi dari cetakan Bulaq. Kemudian naskah itu ia tahkik, beri cara pelafalan yang benar, dan catatan pinggir. Naskah itu menurut Muhaddits Syekh Ahmad Syakir adalah naskah sumber versi cetakan yang paling kredibel. Ia menggunakan naskah versi Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i ini untuk men-takhrij Sunan At-Tirmidzi.
Jabatan
Syekh Ahmad Mahjub selama hidup pernah menempati posisi-posisi besar:
• Syekhur-Riwaq Al-Fayyumiyyah,
• Syekhul-Maqari' (dalam waktu lama),
• Anggota Majlis Idarah Masjid Al-Azhar
Beliau mengajar di Al-Azhar selama kurang lebih 53 tahun. Syekh Ahmad Mahjub setidaknya telah membacakan mengajarkan Mazhab Maliki di Al-Azhar berulang kali, kitab-kitab hadis utama berulang kali. Bahkan beliau tidak akan meninggalkan mengajar kecuali karena sakit.
Syekhul-Maqari' Pada Masanya
Zaki Mujahid dalam Al-A'lam Asy-Syarqiyyah menyebut:
Karena penguasaan mendalam Syekh Ahmad Mahjub Al-Rifa'i terhadap ilmu tajwid dan qira'at, ia dijuluki sebagai Syaikhul-Muqri’in (Guru Besar Ahli Qira'at). Namanya terus dikenang lama setelah wafatnya sebagai pemimpin lembaga pendidikan Al-Qur'an (maqra'ah) di Mesir alias Syekhul-Maqari' Al-Mishriyyah.
Bahkan, pernah terjadi sebuah perdebatan intelektual di kalangan ahli qiraat mengenai hukum menjamak qiraat (al-jam’u baina al-qira’at). Dalam perdebatan itu, salah seorang ahli qiraat menyerukan kepada Syekhul-Maqari' kala itu agar mencontoh dan meneladani Syekh Ahmad Ar-Rifa'i, mantan Syekhul-Maqari'.
Syekh Ahmad Mahjub dikenal tidak terlalu memedulikan dunia luar, ia sibuk dan tenggelam dalam ilmu dan mengajar. Hal ini menjadikannya mahir dalam banyak cabang ilmu. Bahkan menurut Muhammad Al-Basyir Zhafir, menjelaskan kitab Syarh Al-Sa’ad (kitab tingkat tinggi ilmu balagah) baginya terasa mudah seperti menjelaskan Syarh Al-Kafrawi (kitab nahwu tingkat pemula) jika dibandingkan dengan ulama lain.
Sang Maha Guru
Syekh Ahmad Mahjub saat itu merupakan maha guru Al-Azhar. Muhammad Al-Basyir Zhafir mengungkapkan, "Bagaimanapun kamu melemparkan pandanganmu pada ulama-ulama Al-Azhar, kamu tidak akan mendapati kecuali mereka berguru darinya (Syekh Ahmad Mahjub) atau dari salah satu muridnya. Kamu bisa saja mengecualikan Syekh Abdurrahman Asy-Syirbini dan Syekh Salim Al-Bisyri, lalu kamu katakan bahwa seluruh ulama Al-Azhar (saat itu) adalah murid-murid yang berhutang budi kepadanya dalam hal ilmu."
Murid Masyhur
Di antara murid Syekh Ahmad Mahjub yang terbesar dan termasyhur adalah:
• M***i Agung Syekh Muhammad Abduh,
• M***i Agung Syekh Muhammad Bakhit Al-Muthi'i,
• Syekhul-Azhar Muhammad Abu Al-Fadhl Al-Jizawi,
• Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Hasanain Makhluf Al-'Adawi,
• Syekh Muhammad An-Najdi Asy-Syarqawi (Hai'ah Kibar Ulama),
• Syekh Muhammad Al-Basyir Zhafir
• Syekh Ahmad bin Syarqawi
• Syekh Yusuf Ad-Dijwi
• Syekh Thaha bin Yusuf Asy-Sya'bini Asy-Syafi'i
• Syekh Ahmad Nashr Al-'Adawi Al-Maliki
• Syekh Ahmad Nuwair Jad Al-Akhmimi Al-Maliki
• Syekh Muhammad Imam As-Saqqa
• Syekh Muhammad Muhammad Al-Halabi Asy-Syafi'i
• Syekh Abdurrahim As-Suyuthi Al-Jirjawi
• Syekh Ahmad Ad-Dilibsyani (Hai'ah Kibar Ulama)
• Syekh Yusuf Syalabi Asy-Syubrabukhumi
• Syekh Muhammad Ismail Farraj Al-Jiddawi
• Syekh Mushthafa bin Usman At-Thabba'
Murid Luar Mesir
Data menarik diungkapkan oleh Syekh Usamah Al-Azhari dalam Asanid Al-Mishriyyin. Di antara murid-murid Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i terdapat nama-nama besar luar Mesir berikut ini:
• Syekh Muhammad bin Ja'far Al-Kattani (ulama besar Maroko)
• Syekh Abdulhayy Al-Kattani (ulama besar Maroko)
• Syekh Abu Syu'aib Ad-Dukkali (Muhaddits Maroko)
• Syekh Abdulqadir Al-Qashshab Ad-Dir'athani (ulama besar Suriah)
• Syekh Muhammad bin Umar bin Bakran bin Silm Al-Hadhrami (ulama besar Hadhramaut)
• Syekh Mukhtar Asy-Syaksyuki At-Tharabulsi
• Syekh Abdulhamid Kudus (Indonesia)
Kandidat Syekhul-Azhar
Sebagian sumber menyebutkan bahwa Syekh Ar-Rifa'i sempat masuk bursa kandidat Syekhul-Azhar, menggantikan Syaikh Salim Al-Bisyri ketika pengunduran dirinya yang pertama. Pencalonannya bahkan mendahului pencalonan Syekh Ali Al-Biblawi, Naqibul-Asyraf (Ketua Persatuan Keturunan Nabi).
Namun, salah satu sahabat terdekat Khedive (penguasa Mesir), sangat mendukung pencalonan Syekh Ali Al-Biblawi agar jabatan Naqibul-Asyraf kosong. Dengan begitu, jabatan tersebut bisa diisi orang lain. Dan memang itulah yang kemudian terjadi. Syekh Ahmad Ar-Rifa'i akhirnya tidak jadi diangkat Syekhul-Azhar, dan Syekh Ali Al-Biblawi yang menduduki kursi itu.
Karya Tulis
Di tengah sibuknya mengajar kitab dan menyemak Al-Qur'an dari para muridnya, Syekh Ahmad Mahjub masih sempat menyusun karya-karya, di antaranya:
1. Hasyiyah 'ala Syarh Bahraq Al-Yamani 'ala Lamiyah Al-Af’al li Ibni Malik,
2. Taqrir 'ala Al-Muthawwal li Sa'duddin At-Taftazani,
3. Taqrir 'ala As-Sa’d,
4. Taqrir 'ala Al-Usymuni,
5. Taqrir 'ala Jam’il Jawami’,
6. Hasyiyah 'ala Manzhumah Ash-Shabban fi Al-'Arudh,
7. Taqrir 'ala Al-Maqulat,
8. Majmu' Khuthab wa Aurad
Dari uraian di atas, kita paham bahwa Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i bukan hanya seorang Syekhul-Maqari', tapi dikenal p**a fakih, muhaddits, musnid, pakar nahwu, sharaf, balagah, arudh, qawafi, dan ilmu-ilmu aqliyyat.
Yang paling utama di antara karyanya adalah partisipasi Syekh Ahmad Mahjub dalam memverifikasi dan menyunting Cetakan As-Sulthaniyyah (Edisi Sultan) kitab Al-Jami' As-Shahih karya Imam Al-Bukhari. Projek besar ini diperintahkan langsung oleh Sultan Abdulhamid II dan dikerjakan oleh Percetakan Al-Amiriyyah Mesir pada tahun 1313 H. Nama beliau tercantum dalam kata pengantar cetakan ini sebagai perwakilan dari ulama mazhab Maliki, di antara enam belas ulama besar Al-Azhar yang bertugas. Cetakan ini dianggap sebagai cetakan yang paling akurat serta paling teliti proses penyuntingannya, dan menjadi rujukan utama bagi cetakan-cetakan setelahnya hingga hari ini.
Wafat
Syekhul-Maqari' Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i menghembuskan napas terakhir pada Senin, 18 Shafar 1325 H (1 April 1907 M). Beliau hidup selama kurang lebih 75 tahun (qamariah). Syekh Usamah Al-Azhari dalam Asanid Al-Mishriyyin menyebutkan pendapat lain yang diklaim dari salah satu murid Syekh Ahmad Mahjub Ar-Rifa'i. Wafatnya pada Zuhur hari Selasa, 11 hari tersisa dari bulan Shafar tahun 1325 H bertepatan pada 7 April 1907 M.
✍️ Penulis: Ahmad Wildan (Peneliti Sarkub Mesir)
[IKUTI KAMI]
Ingin tahu lebih banyak tentang Sejarah Mesir dan ulamanya? Pantau terus media Sarkub Mesir. Kami menyajikan fakta sejarah dari kitab-kitab turats untuk Anda.
Facebook Sarkub Mesir bisa diakses di bio kami.