Sarkub Mesir

Sarkub Mesir Sarkub Mesir, komunitas terbuka; berbagi informasi khazanah peninggalan aulia Mesir dan sekitarnya. [...] pada berbagai jenjang.

هذه صفحة رسمية لمجموعة من الطلاب الإندونيسين بالأزهر الشريف محبّي أهل بيت النبي والأولياء والعلماء والصالحين بأرض مصر المحروسة.

ننشر المعلومات عن مواقع الأضرحة بمصر أرض الأنبياء والأولياء وتراثهم من الوصايا والمسالك لأجل التقرّب والوصول إلى الله جلا وعلا.

ربنا اجعلنا من أهل العلم ومحبّيه واجعلنا من عبادك الصالحين.. آمين

--
SarKub Mesir, komunitas terbuka; berbagi informasi khazanah peninggalan

para aulia Mesir dan sekitarnya. Halaman dikelola oleh beberapa anggota aktif yang sedang menempuh studi di al-Azhar as-Syariif, Mesir. Pada halaman ini, kami mengangkat topik reportase petualangan ziarah kami di Negeri Seribu Menara ini.

Syekh Dr. Mani' Abdulhalim Mahmud........Destinasi I: Makam Syekh Dr. Mani' Abdulhalim MahmudKami berangkat dari Mustasy...
30/07/2026

Syekh Dr. Mani' Abdulhalim Mahmud........
Destinasi I: Makam Syekh Dr. Mani' Abdulhalim Mahmud

Kami berangkat dari Mustasyfa Al-Husain menuju Mauqaf Sayidah Aisyah, lalu ke Mauqaf As-Salam, kemudian ke Mauqaf Bilbis. Setelah itu, kami naik angkutan sampai depan Masjid Syekh Abdulhalim Mahmud di Desa As-Salam. Di sana kami disambut oleh penjaga makam, Bapak 'Adil Abdulmun'im. Sambil menunggu kedatangan Bapak Mahmud Saleh—yang sebelumnya sudah kami hubungi via WA—kami membaca tahlil di Makam Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud. Saat itu kami disuguhi teh dan diberi buku Biografi Syekh Abdulhalim Mahmud karya Dr. Abdulghani Abdulhamid Rajab. Setelah Pak Mahmud Saleh—Kepala Desa As-Salam dan kerabat Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud—datang, beliau menyuguhi kami mangga, lalu mengajak kami ke kantornya sambil menceritakan silsilah Syekh Abdulhalim Mahmud.

Setelah puas bercerita dan berfoto, kami diajak ke Makam Syekh Dr. Mani' Abdulhalim Mahmud sesuai permintaan kami via WA. Menurut Pak Mahmud, belum ada wafidin yang datang dan menanyakan lokasi Makam Dr. Mani'. Ternyata makam tersebut berada cukup dekat dengan Masjid Syekh Abdulhalim Mahmud, yaitu di sebelah barat masjid. Namun, jika dilihat di peta, lokasi tersebut tercatat masuk wilayah Desa Ghaitah, bukan Desa As-Salam. Dr. Mani' dimakamkan di Makam Keluarga Syekh Abdulhalim, tempat anak-anak Syekh Abdulhalim yang lain juga dimakamkan, termasuk Hj. Sana' Abdulhalim Mahmud, istri Wakilul-Azhar Dr. Al-Husaini Abu Hasyim. Di sana kami membaca doa dan tidak lupa mendokumentasikan lokasi serta mengambil foto makam.

Kemudian Pak Mahmud Saleh mengantar kami dengan mobilnya ke Mauqaf (Terminal) Bilbis untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu Desa Bani 'Amir, Az-Zaqaziq. Beliau juga menyarankan agar jika kami datang lagi ke sini, sebaiknya lewat Mauqaf Al-'Ubur karena searah dan bisa langsung sampai depan masjid, tanpa perlu naik angkot lagi seperti yang kami lakukan di awal melalui jalur Mauqaf As-Salam. Beliau lalu memberi kami masing-masing 200 LE sebagai uang saku.

Tim Ekspedisi: Wildan, Karim, Ribkhi, Irfan, Mukhib, Fadli.

نقدم خالص الشكر والامتنان للأستاذ محمود صالح، عمدة قرية السلام ومن أقارب شيخ الأزهر عبد الحليم محمود، داعين الله أن يمتعه وأسرته بدوام الصحة والعافية وسعة الرزق.

Mahmoud Saleh
______
Biografi Singkat
Syekh Dr. Mani' Abdulhalim Mahmud.

Dekan Fakultas Ushuluddin, seorang ulama besar pakar tafsir. Lahir pada 14 Januari 1945 di Distrik Az-Zaytun, Kairo. Beliau menempuh pendidikan di Al-Azhar hingga lulus dari Fakultas Ushuluddin. Karirnya dimulai sebagai asisten dosen di fakultas tersebut, hingga secara bertahap dipercaya menjabat sebagai dekan.

Beliau meraih gelar sarjana (S1) dengan predikat lulusan terbaik (peringkat pertama) pada Jurusan Tafsir dan Hadis. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister (S2) di bidang Tafsir, lalu gelar doktor (S3) dengan predikat Summa Cum Laude (kehormatan tingkat pertama) di bidang yang sama.

Pada tahun 1974, dewan penguji memutuskan untuk merekomendasikan penerbitan disertasinya serta mempertukarkannya dengan universitas-universitas lain. Karir akademisnya terus menanjak hingga meraih gelar guru besar (profesor) di bidang Tafsir dan Ulumul Qur'an, sebelum akhirnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin selama tiga tahun mulai tahun 2003.

Beliau pernah melakukan kunjungan ke berbagai negara, di antaranya Maroko untuk menghadiri Ad-Durus Al-Hasaniyyah, Bombay (India) untuk menghadiri Simposium Internasional Studi Arab dan Islam, serta Makkah untuk menghadiri Konferensi Peran Masjid.

Di antara karya-karya tulisnya adalah:
• Manahij Al-Mufassirin (Metodologi Para Mufasir)
• Surah Al-Furqan wa Mauqifuha min Al-Uluhiyyah wa An-Nubuwwah wa 'Ibad Ar-Rahman (Surah Al-Furqan dan Pandangannya tentang Keesaan Allah, Kenabian, dan Hamba-Hamba Allah yang Maha Pengasih)
• Kana Khuluquhu Al-Qur'an (Akhlaknya Adalah Al-Qur'an)
• Dirasat fi As-Sirah An-Nabawiyyah (Studi tentang Sirah Nabawiyah)
• Dirasat fi Tafsir Surah Al-Baqarah (Studi Tafsir Surah Al-Baqarah)
• Dustur Al-Harb fi Al-Islam (Pedoman Perang dalam Islam)
• Abu Al-Anbiya': Dirasah min Al-Qur'an Al-Karim (Bapak Para Nabi: Sebuah Kajian dari Al-Qur'an)

Beliau dikenal sebagai sosok yang zuhud, warak, dan bertakwa seperti ayahnya. Beliau wafat di Kairo pada hari Kamis, 2 Rajab 1430 H/25 Juni 2009 M, dan dimakamkan di permakaman keluarganya di Desa As-Salam, Kota Bilbis.
______
موقع قبر الشيخ الدكتور منيع عبد الحليم محمود على الخريطة :
https://maps.app.goo.gl/uabMJjBtjAtoNyFc7..........

29/07/2026

𝗥𝗘𝗞𝗔𝗣𝗜𝗧𝗨𝗟𝗔𝗦𝗜 𝗘𝗞𝗦𝗣𝗘𝗗𝗜𝗦𝗜 𝗦𝗔𝗥𝗞𝗨𝗕 𝗠𝗘𝗦𝗜𝗥 (𝗭𝗶𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗧𝗵𝗮𝗻𝘁𝗵𝗮 – 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲)

Berikut rekapitulasi makam para ulama yang telah diketahui lokasinya dan kami ziarahi dalam agenda Ekspedisi Sarkub Mesir:
1. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗠𝗮𝗻𝗶' 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗵𝗮𝗹𝗶𝗺 𝗠𝗮𝗵𝗺𝘂𝗱 — Putra Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud
(As-Salam, Bilbis, Asy-Syarqiyyah)
2. 𝗪𝗮𝗸𝗶𝗹𝘂𝗹-𝗔𝘇𝗵𝗮𝗿 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗔𝗹-𝗛𝘂𝘀𝗮𝗶𝗻𝗶 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗺𝗮𝗷𝗶𝗱 𝗔𝗯𝘂 𝗛𝗮𝘀𝘆𝗶𝗺 & Deretan Keluarga Abu Hasyim
(Bani 'Amir, Az-Zaqaziq, Asy-Syarqiyyah)
3. Sadah Tarekat Qadhiyyah Syadzuliyyah: 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗳𝗮𝘁𝘁𝗮𝗵 𝗔𝗹-𝗤𝗮𝗱𝗵𝗶 (Guru Baiat Tarekat Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud), 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗷𝗮𝗹𝗶𝗹 𝗤𝗮𝘀𝗶𝗺 (Khalifah Pertama), 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗛𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗔𝗯𝗯𝗮𝘀 𝗭𝗮𝗸𝗶 (Mantan Menteri Keuangan dan Ekonomi Mesir era Presiden Jamal Abdunnashir)
(Syiblanjah, Banha, Al-Qalyubiyyah)
4. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗨𝗺𝗮𝗿 𝗔𝗯𝘂 '𝗔𝗿𝗾𝘂𝗯 — Buyut dari Syekh Abdulfattah Al-Qadhi bin Abduljalil Qasim (Syekhut-Thariqah saat ini). Nasab beliau bersambung hingga Imam Zaid bin Ali Zainil-'Abidin, dan merupakan makam tertua di Desa Syiblanjah
5. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝘄𝗮𝗵𝗵𝗮𝗯 𝗯𝗶𝗻 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗺𝗮𝗷𝗶𝗱 𝗚𝗵𝘂𝘇𝗹𝗮𝗻, 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗠𝘂𝘀𝗵𝘁𝗵𝗮𝗳𝗮 𝗯𝗶𝗻 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹𝗺𝗮𝗷𝗶𝗱 𝗚𝗵𝘂𝘇𝗹𝗮𝗻, & Keluarga Abdulmajid Ghuzlan Lainnya
(Laqanah, Syubrakhit, Al-Buhairah)
6. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗔𝘀-𝗦𝗮𝘆𝘆𝗶𝗱 𝗔𝗹-𝗞𝘂𝗺𝗶 & Keluarganya
('Izbah Al-Kumi, Asmaniya, Syubrakhit, Al-Buhairah)
7. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗗𝗿. 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗞𝗵𝗮𝗹𝗶𝗹 𝗔𝗹-𝗞𝗵𝗮𝘁𝗵𝗶𝗯 — Bergelar 𝘚𝘺𝘢'𝘪𝘳𝘶𝘯-𝘕𝘢𝘣𝘪
(Thantha, Al-Gharbiyyah)
8. 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗡𝘂𝗿𝘂𝗱𝗱𝗶𝗻 𝗔𝗹𝗶 𝗔𝗹-𝗠𝗶𝗵𝗶 (Guru Penyusun Nazam Tajwid Tuhfah Al-Athfal) & 𝗦𝘆𝗲𝗸𝗵 𝗠𝗮𝗿𝘇𝘂𝗾 𝗔𝗹-𝗚𝗵𝗮𝘇𝗶 (Murid Sayid Ahmad Al-Badawi)

UCAPAN TERIMA KASIH
Segenap Tim Ekspedisi Sarkub Mesir mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada:
• Kawan-Kawan Tim Ekspedisi: Abdul Karim, Ribkhi Azka, Muhammad Mukhib, Rachmat Fadli, Ainul Irfan, Havid Yanu, dan Pamungkas.
• Kawan-Kawan Fakultas Al-Qur'an Al-Karim Al-Azhar Thantha: Ustadz Hafizi, Ustadz Nanda, serta segenap Ahlu Bait Thantha atas penyambutan, jamuan, dan penginapannya.
• Ustadz Amirul Mukminin (Advisor Sarkub Mesir) atas informasi dan jalur kontak para tokoh, sehingga kami diterima dengan sangat baik dan diarahkan langsung ke lokasi makam tujuan.
• Bapak Mahmud Shalih (Kepala Desa As-Salam & Kerabat Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud) atas sambutan hangat dan jamuannya hingga menunjukkan lokasi Makam Syekh Dr. Mani' Abdulhalim.
• Bapak Husain Hasan Ahmad Hasyim (Keluarga Besar Abu Hasyim) atas penyambutannya saat kami bersilaturahmi di Sahah Hasyimiyyah, Bani 'Amir.
• Bapak 'Ala' Al-Muhami atas dukungan biaya perjalanan kami menuju Syiblanjah.
• Segenap Pengikut Tarekat Al-Qadhiyyah Asy-Syadzuliyyah, khususnya Sayyidi Syekh Abdulfattah bin Syekh Abduljalil Qasim atas penyambutan dan jamuannya yang luar biasa hangat. Beliau juga menghadiahkan banyak kitab serta membiayai perjalanan kami menuju Banha.
• Segenap Keluarga Besar Abdulmajid Ghuzlan: Bapak Ahmad Husain Ghuzlan, Bapak Muhammad 'Awadh Ghuzlan, Dr. Ahmad Abdulmajid, dan Bapak Muhsin bin Abdulwahhab Ghuzlan. Terutama kepada Bapak Muhammad 'Awadh Ghuzlan yang berkenan datang jauh-jauh dari Al-Iskandariyyah ke Laqanah khusus untuk menyambut dan menjamu kami.
• Segenap Keluarga Besar Syekh Ahmad As-Sayyid Al-Kumi, khususnya Dr. Mushthafa Khalil yang telah menyambut, memandu, dan menjamu kami di Kampung 'Izbah Al-Kumi, Asmaniya.

Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga khidmah dan perjalanan ziarah ini membawa keberkahan bagi kita semua. 🤲✨

🌊 [HOLY TOUR ALEXANDRIA: NAPAK TILAS TAREKAT SYADZULIYYAH] 🌊Kolaborasi JATMAN Mesir x SARKUB MesirBukan sekadar city tou...
09/07/2026

🌊 [HOLY TOUR ALEXANDRIA: NAPAK TILAS TAREKAT SYADZULIYYAH] 🌊

Kolaborasi JATMAN Mesir x SARKUB Mesir
Bukan sekadar city tour biasa, saatnya rihlah banjir berkah dan ilmu dengan keistimewaan yang gak ada di tour lain!

✨ KEISTIMEWAAN:
📌 Destinasi Hidden Gems: Makam ulama yang jarang diketahui Masisir.
📌 Kupas Tuntas Sejarah: Didampingi pakar dari Sarkub Mesir.
📌 Fasilitas: Makan 2x, Coaster Luxury, & dokumentasi epik Media PCINU Mesir.

📅 WAKTU & BIAYA:
🗓️ Selasa, 14 Juli 2026
💰 Hanya 650 EGP

🔗 DAFTAR SEKARANG (Kuota Terbatas):
👉 https://forms.gle/vHN1RGkDtE6fDFwK8

📞 Narahubung:
1. Wildan (+6285700930622)
2. Alawy (+201507322691)
🎨 Designer: Abrari Ahmadi

📸 Poster: https://www.instagram.com/p/DaliDZbsPll/?igsh=bHJwdnlhYXFoaGJm
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
IG: & | numesir.net | YT: NUM’s TV

SYEKH MUHAMMAD MAHMUD ATH-THABLAWI..........Syekh Muhammad Mahmud Ath-Thablawi: Butir Tasbih Terakhir Qari Legendaris Me...
06/07/2026

SYEKH MUHAMMAD MAHMUD ATH-THABLAWI..........
Syekh Muhammad Mahmud Ath-Thablawi: Butir Tasbih Terakhir Qari Legendaris Mesir 🎙️✨

Dikenal dengan gaya unik yang tidak meniru siapa pun, beliau adalah salah satu qari paling berpengaruh dalam sejarah tilawah modern.

📍 Profil & Masa Kecil:
• Lahir: 14 November 1934 di Kota Tala, Provinsi Al-Munufiyyah, Mesir.
• Pendidikan: Masuk kuttab usia 4 tahun dan hafal Al-Qur'an seluruhnya pada usia 9 atau 10 tahun.
• Awal Karier: Mulai melantunkan Al-Qur'an di acara keagamaan pada usia 12-15 tahun dengan bayaran awal hanya 10 qirsy.

📻 Perjuangan di Radio & Karier:
• Pantang Menyerah: Beliau sempat gagal masuk Radio Mesir sebanyak 9 kali karena belum menguasai musik/maqamat, namun akhirnya lulus pada percobaan ke-10 (tahun 1970).
• Rekaman Masterpiece: Merekam seluruh Al-Qur'an versi Mujawwad (75 jam) dan Murattal (33 jam).
• Julukan Masyhur: "Fenomena Zaman", "Qari para Raja dan Presiden", hingga "Butir Tasbih Terakhir Qari Senior".

🌍 Kiprah Internasional & Kehormatan:
• Safari Dakwah: Mengunjungi lebih dari 80 negara Arab dan Islam selama bulan Ramadan.
• Momen Langka: Mendapat kehormatan luar biasa untuk membaca Al-Qur'an di dalam Ka'bah atas permintaan langsung Raja Khalid bin Abdul’aziz.
• Kepemimpinan: Menjabat sebagai Naqibul-Qurra’ (Ketua Persatuan Qari Mesir) yang menaungi sekitar 12.000 qari.
• Pujian Maestro: Musisi legendaris Muhammad Abdulwahhab menyebut pita suaranya sebagai "mukjizat" karena mampu membawakan nada yang sulit dilakukan orang lain.

🏠 Kehidupan Pribadi:
• Menikah tiga kali dan dikaruniai 13 anak (8 laki-laki, 5 perempuan) serta memiliki lebih dari 30 cucu.

🍂 Akhir Hayat yang Indah:
Syekh Ath-Thablawi wafat pada 5 Mei 2020 M (12 Ramadhan 1441 H). Beliau berpulang dalam keadaan sedang berpuasa, sesaat sebelum waktu berbuka di usia 85 tahun.

Al-Fatihah untuk sang duta Al-Qur'an. 🤲📖

UCAPAN SELAMAT..........Segenap Tim Redaksi Sarkub Mesir Mengucapkan:Selamat & Sukses atas Keberhasilan Munaqasyah Risal...
30/06/2026

UCAPAN SELAMAT..........
Segenap Tim Redaksi Sarkub Mesir Mengucapkan:

Selamat & Sukses atas Keberhasilan Munaqasyah Risalah Magister

𝐔𝐬𝐭. 𝐌𝐮𝐡𝐢𝐝𝐮𝐫𝐫𝐨𝐡𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐡𝐦𝐚𝐝 𝐌𝐚𝐜𝐡𝐢𝐧, 𝐋.𝐜., 𝐌.𝐀.
(𝐀𝐝𝐯𝐢𝐬𝐨𝐫 𝐒𝐚𝐫𝐤𝐮𝐛 𝐌𝐞𝐬𝐢𝐫)

Alhamdulillah, telah terlaksana dengan baik sidang tesis magisternya di Institut Riset dan Studi Arab (ALECSO), Garden City, Kairo, pada Senin, 29 Juni 2026.

Beliau meraih predikat kelulusan: Mumtaz B1 di hadapan para penguji pakar, termasuk Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid, Guru Besar Sejarah Islam Universitas Al-Azhar.

Pencapaian luar biasa ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua di jajaran keluarga Sarkub Mesir. Keahlian beliau dalam bidang kodikologi dan manuskrip insyaAllah akan membawa kemaslahatan yang jauh lebih besar bagi dakwah dan khazanah keilmuan Islam.

Barakallah fiilmik, Ustadz! Semoga ilmu yang diraih senantiasa berkah dan membawa kemanfaatan yang luas bagi umat. Amien. 🤲🏼✨

Kami doakan untuk Ust. Munawwar Ahmad dan Ust. Amirul Mukminin, semoga lekas menyusul. Amin.

SYEKH MAHMUD AL-BIJIRIMI...........Mengenal Syekh Mahmud Al-Bijirimi: Sang Master Tadabbur Al-Qur’an Ber-Tharbusy Merah ...
22/06/2026

SYEKH MAHMUD AL-BIJIRIMI...........
Mengenal Syekh Mahmud Al-Bijirimi: Sang Master Tadabbur Al-Qur’an Ber-Tharbusy Merah 🌙✨

Dikenal sebagai qari yang "menafsirkan ayat lewat bacaannya", Syekh Al-Bijirimi adalah sosok ikonik dalam dunia tilawah Mesir yang masyhur dengan penghayatan (tadabbur) mendalam.

📍 Identitas & Pendidikan:
• Nama Lengkap: Mahmud bin ‘Azab As-Sayyid Al-Bijirimi.
• Lahir: 14 Oktober 1933 di Desa Bijirim, Al-Munufiyyah, Mesir.
• Pendidikan: Hafal Al-Qur'an usia 9 tahun. Meraih Syahadah ‘Aliyah Al-Qira’at Al-‘Asyr dari Ma’had Qira’at Syubra, Kairo.
• Guru Utama: Syekh Mushthafa Al-‘Anus.

🎙 Perjalanan Karier & Momen Penting:
• Ikon Masjid: Qari resmi di Masjid Umar bin Abdul’aziz (Heliopolis), Masjid ‘Ain Al-Hayah (Masjid Syekh Kisyk), dan terakhir di Masjid Al-Fath (Ramsis).
• Radio Mesir: Bergabung sebagai qari resmi sejak tahun 1968.
• Membuat Raja Menangis: Pada 1966, lantunan Surah Ibrahim beliau membuat Raja Saud bin Abdul’aziz terharu hingga membuat beliau hampir diangkat sebagai "Qari Kerajaan Arab Saudi".
• Ciri Khas: Selalu tampil mengenakan Tharbusy (peci merah khas Mesir).
• Rekor Internasional: Mengimami salat Idulfitri di Teheran, Iran (1976) yang dihadiri sekitar 2 juta jemaah.

🌟 Pengakuan Tokoh:
• Syekhul-Azhar Abdulhalim Mahmud: "Siapa pun yang ingin mendengar Al-Qur’an dengan tadabbur, dengarkanlah Al-Bijirimi."
• Syekh Mushthafa Ismail: Menjulukinya sebagai "raksasa" tilawah jika berhasil mengatasi demam panggungnya.
• Syekh Abdulhamid Kisyk: Sahabat erat yang mendampinginya berdakwah di Masjid ‘Ain Al-Hayah selama dua dekade.

🍂 Akhir Hayat:
Syekh Al-Bijirimi wafat pada 9 Mei 1992 di usia 59 tahun. Beliau pulang ke rahmatullah dalam keadaan suci (berwudu) setelah sebelumnya memiliki firasat spiritual saat bertilawah di Uni Emirat Arab. Beliau dimakamkan di lereng Al-Muqaththam, Mesir.

Al-Fatihah untuk Sang Pelantun Tadabbur. 🤲📖

SYEKH HASYIM HAIBAH.........Syekh Hasyim Haibah: Sang Raja Bentang Suara Qur’ani 📖Dikenal dengan julukan Malik Al-Misaha...
21/06/2026

SYEKH HASYIM HAIBAH.........
Syekh Hasyim Haibah: Sang Raja Bentang Suara Qur’ani 📖

Dikenal dengan julukan Malik Al-Misahat Al-Qur’aniyyah, Syekh Hasyim Haibah adalah maestro tilawah dengan jangkauan nada (bentang suara) yang luar biasa luas. Berikut adalah profil singkat sang legenda:

📍Profil & Pendidikan
• Lahir: Pertengahan November 1917 di Al-Qalyubiyyah, Mesir.
• Pendidikan: Hafal Al-Qur'an usia 7 tahun. Lulusan Ma’had Al-Qira’at Al-Azhar di bawah bimbingan Syekh ‘Amir As-Sayyid Usman (ahli Qiraat Sab’ah & ‘Asyrah).
• Keahlian Ganda: Selain pakar tajwid, ia mendalami musik di Sekolah Tinggi Musik Arab Kairo, membuat transisi maqamnya diakui oleh musikus legendaris Farid Al-Athrasy.

🚀 Karier & Internasional
• Penerus Syekh Muhammad Rif’at: Mulai menggantikan Syekh Muhammad Rif’at di Masjid Fadhil Basya pada tahun 1940-an.
• Qari Radio: Resmi menjadi qari siaran radio Mesir sejak 1952 setelah lulus seleksi ketat.
• Safari Dakwah: Mengunjungi berbagai negara termasuk Indonesia, Malaysia (sebagai Ketua Lajnah Tahfizh), Pakistan, Saudi Arabia, hingga Eropa (Spanyol, Belgia, Prancis).
• Masterpiece Rekaman: Pada 1977, atas undangan Raja Fahad, ia merekam 30 juz penuh (Murattal di Masjidilharam dan Mujawwad di Masjid Nabawi).

✨ Kisah Ikonik
• Momen Spiritual: Pernah pingsan saat membaca Surah Al-Ahzab di Raudhah (Masjid Nabawi) karena merasakan kehadiran dan sentuhan tangan Rasulullah SAW.
• Wafat: Berpulang pada Januari 1985 (usia 66 tahun) [4].
• Karomah: Saat jenazahnya dipindahkan 18 bulan setelah pemakaman, jasadnya ditemukan masih utuh dan wajahnya tidak berubah sedikit pun.

Semoga menjadi inspirasi bagi kita untuk semakin mencintai Al-Qur'an. Al-Fatihah untuk Syekh Hasyim Haibah. 🤲✨

Makam Syekhul-Azhar Abdurrahman Quthb An-Nawawi BUKAN DI SINI!.........Kuak MakamSaya dikirim info dari salah satu Kawan...
27/04/2026

Makam Syekhul-Azhar Abdurrahman Quthb An-Nawawi BUKAN DI SINI!.........
Kuak Makam

Saya dikirim info dari salah satu Kawan Sarkub, Rachmat Fadli. Dia menyertakan foko makam yg terdapat lauhah/papan makam bertuliskan: Madfan Syekh Abdurrahman Quthb An-Nawawi. Saya agak terhenyak, pasalnya selama ini para senior Sarkub Mesir bilang bahwa makam Syekh Abdurrahman Quthb itu ada bersama sepupunya, Syekh Hassunah An-Nawawi. Yaitu di dekat 'Asyirah Muhammadiyah.

Nah ternyata setelah saya konfirmasi kepada Ust. Amirul Mukminin. Tetap yg tahkik adalah Makam Syekhul-Azhar Abdurrahman Quthb An-Nawawi ada di samping sepupunya, Syekhul-Azhar Hassunah An-Nawawi. Kenapa? Ini dalilnya:
1. Dulu ketika proses cek data untuk buku 44 Imam Akbar, para penulis yg tiga (Ust Amir, Ust Munawar, dan Ust Mu'hid) menyimpulkan dari semua sumber sezaman yg dikumpulkan bahwa baik dari sudut pandang biografi Syekh Abdurrahman Quthb, beliau dimakamkan di samping sepupunya. Begitu juga dari sudut pandang Syekh Hassunah An-Nawawi, beliau dimakamkan di samping Syekh Abdurrahman Quthb An-Nawawi. Jadi secara literatur Sarkub Mesir sudah men-tahkik bahwa memang di situ makam beliau.

2. Hal di atas dikuatkan dengan, ketika Tim Sarkub Mesir (Ust Amir) berhasil masuk ke dalam Husy (tempat makam) Syekh Abdurrahman Quthb An-Nawawi. Di sana ada beberapa peziarah dan ketika ditanya tentang Syekh Abdurrahman Quthb An-Nawawi malah anehnya, mereka pada tidak kenal dan di sana tidak ada penanda Makam Syekh Abdurrahman Quthb. Tidak ada makam beliau di sana. Mungkin saja, saking sudah lama dan keturunan beliau sudah beberapa generasi sehingga mungkin luput.

• Jadi Sarkub Mesir udah tahu lama tempat itu. Dan mereka ketika mengisbat/menetapkan "Ini makam syekh fulan". Itu mereka sudah mengecek dengan teliti. Sehingga meminimalkan kesalahan.

Semoga ini menjadi dalil teman-teman nanti kalo nanti misal ada yg tanya atau baru tahu tempat itu.
_______
Sumber: Konfirmasi WA Ust Amirul Mukminin, Advisor Sarkuh Mesir

✍🏻 Penulis: Ahmad Wildan

Imam Zainuddin Al-'Iraqi........Saat membaca biografi Imam Zainuddin Al-'Iraqi, guru Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani, saya ...
21/04/2026

Imam Zainuddin Al-'Iraqi........
Saat membaca biografi Imam Zainuddin Al-'Iraqi, guru Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani, saya menemukan fakta menarik tentang beliau.

1. Tafa'ulan dengan nama Syekh Abdurrahim Al-Qinawi
Ayah Al-Hafizh Al-'Iraqi itu namanya Al-Husain. Nah beliau sebelum menikah itu itu berguru dan berkhidmah kepada seorang sayid, pengajar di khanqah bernama Syekh Taqiyuddin Muhammad Al-Qinawi Asy-Syafi'i, cicit Wali Kutub Qina Syekh Abdurrahim Al-Qinawi. Setelah Al-Husain menikah, ia diberi kabar gembira oleh gurunya, Syekh Taqiyuddin, bahwa ia akan segera dikaruniai momongan dan sang gurunya meminta agar putranya itu dinamai dengan nama buyutnya yang seorang wali besar: Syekh Abdurrahim Al-Qinawi. Hingga kemudian lahir Imam Zainuddin, Abdurrahim bin Al-Husain Al-'Iraqi yang kelak melahirkan tiga imam besar hadis: Ibnu Hajar Al-'Asqalani, Waliyyuddin Al-'Iraqi, dan Nuruddin Al-Haitsami.

2. Ilmu Pertama yang Ditekuni Al-'Iraqi
Sebelum masuk ke ilmu hadis, ternyata Al-Hafizh Al-'Iraqi itu menekuni ilmu untuk pertama kalinya adalah qiraat. Walaupun di tengah jalan, 'Izzuddin Ibnu Jama'ah menegurnya: "Ilmu ini (qira'at) sangat melelahkan namun hasilnya sedikit (manfaatnya terbatas bagi orang sepertimu), sedangkan pikiranmu sangat cerdas. Alihkanlah semangatmu ke ilmu Hadis." Setelah mengalihkan perhatiannya ke hadis, Al-'Iraqi merasa jalan baginya seakan terbuka lebar dan sangat cepat dalam menghafal. Namun kendati sudah masuk di hadis, Al-'Iraqi tetap berhasil mengkhatamkan qiraat tujuh pada Taqiyuddin Al-Wasithi saat di Makkah. Fakta menariknya, Ibnu Hajar Al-'Asqalani, murid yang kelak ditunjuknya menggantikan kursi imam dalam ilmu hadis, juga mengalami hal sama. Dulu Ibnu Hajar juga menekuni ilmu qiraat dulu, sebelum akhirnya memilih terjun ke hadis hingga menjadi Amirul-Mukminin fil Hadis.

Dari keterangan ini, menurut saya dapat diambil hikmah:
1. Pengaruh para wali kutub di Mesir seperti Syekh Abdurrahim Al-Qinawi memang amat kuat. Keberkahan mereka semerbak harum hingga kini. Dan banyak mauqif ulama yang menunjukkan keagungan para wali kutub ini.

2. Ilmu qiraat di Mesir sudah menancap kuat di Mesir, bahkan para imam ahli hadis itu tidak langsung mengambil ilmu spesifik apapun kecuali yg terlintas awal adalah qiraat.

3. Tradisi tabarukan telah dipraktikkan ulama-ulama besar Mesir. Tradisi meng-ahbab-kan diri juga dipraktikkan oleh ayah Imam Al-'Iraqi.

Referensi: Syamsuddin As-Sakhawi, Ad-Dhau' Al-Lami'

✍🏻 Penulis: Ahmad Wildan

Address

Cairo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sarkub Mesir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share