Tuhan Yesus Kristus Memberkati

Tuhan Yesus Kristus Memberkati Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Tuhan Yesus Kristus Memberkati, Community Organization, Jerusalem.

MENCARI BUKTIBacaan: Ibrani 11:1-6NATS: Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa ...
11/06/2026

MENCARI BUKTI

Bacaan: Ibrani 11:1-6
NATS: Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6)

Saya dan seorang teman sedang berbincang-bincang mengenai Allah dan kehidupan setelah mati. "Ada satu hal yang saya harapkan," katanya. "Saya berharap mendapat bukti bahwa Allah ada."

Dalam Ibrani 11:6 tertulis, "Barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Alkitab tidak berusaha membuktikan keberadaan Allah, tetapi dengan membacanya orang dapat meyakini bahwa Allah ada.

Ada tiga jalan yang terbuka bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin mengetahui keberadaan Allah. Yang pertama adalah alam. Rasul Paulus menulis, "Sebab apa yang tidak tampak daripada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" (Roma 1:20).

Jalan yang kedua adalah hati nurani, yang merupakan kompas yang diberikan Allah dalam diri manusia untuk menunjukkan standar Allah tentang yang benar dan yang salah (2:14,15).

Jalan ketiga adalah yang paling menyakinkan, yakni menguji kebenaran itu sendiri. Mereka yang ingin menyenangkan dan menaati Allah akan mendapati bahwa iman mereka didasarkan pada realitas, karena Allah memberi upah "kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (Ibrani 11:6). Iman selalu diikuti dengan kepastian.

Allah terlalu ajaib untuk bisa dibuktikan manusia. Bila ada allah dapat dibuktikan, berarti ia tidak layak untuk menjadi allah. Tetapi jika kita mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, Roh-Nya memberi jaminan bahwa iman kita memiliki dasar yang baik-DJD

KETIDAKTERBATASAN ALLAH TIDAK DAPAT DIBANDINGKAN DENGAN KETERBATASAN
MANUSIA

TANGGUNG JAWAB YANG BESARBacaan: 1Korintus 3:6-4:5NATS: Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah,...
11/06/2026

TANGGUNG JAWAB YANG BESAR

Bacaan: 1Korintus 3:6-4:5
NATS: Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai (1Korintus 4:2)

Bukan main banyaknya aktivitas dan kerumitan yang melingkupi kita hari demi hari! Kita cenderung sibuk melaksanakan berbagai rencana dan proyek. Di tengah semua itu, Tuhan pun sedang bekerja. Dia membangun gereja-Nya, memperluas kerajaan anugerah dan kasih-Nya, serta menggerakkan sejarah pada tujuan yang memuliakan Allah.

Dalam segala aktivitas-Nya, Tuhan berusaha memimpin orang-orang untuk memiliki hubungan kasih dengan diri-Nya. Namun kasih tidak dapat dipaksakan. Kasih harus diungkapkan secara sukarela dari dalam hati. Sebab itu Allah tidak meminta orang-orang mengasihi-Nya dengan cara mengumandangkan berita Injil yang memekakkan telinga seakan-akan menggunakan pengeras suara adikodrati. Dia tidak mengutus para malaikat untuk memikat orang-orang tak beriman. Dia juga tidak memberi tanda-tanda spektakuler di langit.

Tuhan menginginkan iman yang tulus dan kasih yang penuh syukur dari setiap pria dan wanita, anak lelaki dan anak perempuan. Dengan demikian Dia dapat bekerja melalui orang-orang percaya, yakni bila kita melaksanakan Amanat Agung (Matius 28:19-20) dan membangun hidup kita berdasarkan hubungan yang indah dengan Kristus (1Korintus 3:11-23). Lewat hidup Anda dan saya, lewat talenta yang kita persembahkan, lewat kesaksian pribadi, dan lewat pelayanan umat-Nya, Allah dapat menarik orang-orang yang terhilang untuk percaya dan taat kepada-Nya.

Sungguh suatu kehormatan untuk menjadi rekan sekerja Allah, dan betapa besar tanggung jawab yang kita terima untuk menjadi pelayan-Nya yang setia! (1Korintus 4:2) --VCG

KITA HARUS MENGHAMPIRI ORANG BERDOSA JIKA KITA INGIN MEREKA MENGHAMPIRI SANG JURUSELAMAT

DUKACITA TANPA PENYESALANBacaan: 2Samuel 18:1-18,33NATS: Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati meng...
11/06/2026

DUKACITA TANPA PENYESALAN

Bacaan: 2Samuel 18:1-18,33
NATS: Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau! (2Samuel 18:33)

Para anggota keluarga sangat berduka ketika Cindy meninggal dunia pada usia 32 tahun, namun mereka juga mengalami suatu penghiburan yang besar. Mereka tahu Cindy memiliki iman yang teguh kepada Yesus. Mereka juga yakin Cindy tahu bahwa ia sungguh-sungguh dicintai. Dan ketika ia meninggal, seluruh keluarga tidak merasakan penyesalan sebab selama ini mereka telah menjalin hubungan yang indah dengannya.

Dalam dukacitanya, Raja Daud tidak mendapati hal-hal yang menentramkan semacam itu. Ia tahu bahwa putranya, Absalom, telah meninggal sebagai seorang pemberontak. Saya yakin, Daud menyesal akan teladan yang ia berikan kepada Absalom selama hidupnya (pernikahannya yang berkali-kali; dosanya bersama Batsyeba, dan perselisihan keluarganya yang tak kunjung terselesaikan).

Kita tak dapat menghindari kematian anggota keluarga, tetapi kita dapat melakukan banyak hal untuk mengurangi dukacita tatkala hal itu terjadi. Mulai saat ini kita dapat berkomitmen untuk menempatkan kemuliaan Allah dan kepentingan orang yang kita kasihi di atas keinginan pribadi yang egois. Kita dapat berbicara kepada mereka tentang iman kita dalam Kristus. Kita dapat menyatakan kasih kita kepada mereka. Kita juga dapat melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk mengatasi perselisihan. Memang dibutuhkan pengakuan yang rendah hati, dan itu tidaklah mudah. Namun suatu hubungan yang telah diperbaiki dapat mengurangi kesedihan ketika orang yang kita kasihi meninggal.

Apa yang Anda persiapkan supaya dapat menghadapi dukacita tanpa penyesalan? --HVL

The death of people whom we love Brings sorrow and deep pain; But if our loved ones know the Lord, Our loss becomes their gain. --Sper

HUBUNGAN YANG BAIK DALAM KEHIDUPAN
MENGURANGI SENGATAN DUKACITA DALAM KEMATIAN

PEMUAS DAHAGABacaan: Yeremia 2:1-13NATS: Umat-Ku meninggalkan Aku, sumber air yang hidup (Yeremia 2:13)Banyak orang di s...
11/06/2026

PEMUAS DAHAGA

Bacaan: Yeremia 2:1-13
NATS: Umat-Ku meninggalkan Aku, sumber air yang hidup (Yeremia 2:13)

Banyak orang di seluruh dunia datang kepada Yesus Kristus untuk mendapat keselamatan. Sementara itu yang lain menolak Dia dan mencari kedamaian dan pemenuhan rohani dari sumber lain.

Ketika sedang melakukan beberapa riset, saya membaca sebuah artikel dari New Age Journal (Jurnal Gerakan Zaman Baru). Saya memperhatikan bahwa para penulis dalan jurnal tersebut mendukung keanekaragaman agama-agama panteistik (menyembah semua allah). Mereka menyatakan percaya pada reinkarnasi, mendukung aktivitas-aktivitas fisik yang bersifat mistik, dan bahkan sangat menganjurkan untuk menyembah para dewi penyembah berhala. Sebagian artikel memang menyebut tentang Alkitab dan Yesus, tetapi tak seorang penulis pun yang memandang Kitab Suci sebagai firman Allah atau Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.

Banyak orang Israel pada zaman Yeremia berbalik dari mempercayai satu-satunya Allah yang hidup dan benar kepada kepercayaan-kepercayaan religius yang sangat mirip dengan yang dianjurkan para penulis Gerakan Zaman Baru itu. Yeremia memandang mereka sebagai orang-orang yang telah meninggalkan sumber air yang hidup dan menggali kolam bocor yang tidak dapat menahan air (2:13).

Para allah teologi Gerakan Zaman Baru adalah para allah yang mati dan tidak berharga. Mereka tidak dapat memuaskan dahaga jiwa kita untuk mengenal satu-satunya Allah yang benar. Para allah tersebut tidak dapat mengampuni dosa atau memberikan jaminan masuk surga. Hanya Yesus yang dapat melakukan semua itu.

Minumlah Air Hidup itu, dan bawalah sesama kita kepada-Nya juga. Hanya Yesus yang dapat memuaskan dahaga jiwa kita-HVL

HANYA YESUS SANG AIR HIDUP YANG DAPAT MEMUASKAN DAHAGA JIWA KITA AKAN ALLAH

APA YANG KELAK ANDA RASAKAN?Bacaan: 1Yohanes 2:28-3:3NATS: Tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan dir...
11/06/2026

APA YANG KELAK ANDA RASAKAN?

Bacaan: 1Yohanes 2:28-3:3
NATS: Tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya (1Yohanes 2:28)

Tidak biasanya jalan raya Ohio begitu padat. Mobil-mobil mengalami kemacetan total di tengah udara malam. Banyak orang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Namun dari mulut ke mulut tersebarlah kabar bahwa mereka ingin melihat gambar Kristus yang muncul tiap malam pada sebuah tangki kedelai di dekat situ. Banyak pengamat mengatakan bahwa gambar itu hanyalah bayangan yang tercipta dari cahaya malam yang menimpa permukaan tangki yang berkarat dan sangat kotor itu.

Tanggapan dari seorang pengemudi yang terjebak dalam kemacetan itu tampaknya patut diperhatikan. Saat ia melongokkan kepala dari jendela mobilnya dan bertanya kepada seorang yang berdiri di dekat situ apa yang sedang terjadi, orang itu menatapnya dan berkata, "Yesus ada di sini!" Lalu pengemudi mobil itu berkata kepada seorang wartawan, "Seketika saja saya benar-benar merasa panik. Saya takut. Maksud saya, saya belum siap menghadapi hari penghakiman."

Tanggapan pengemudi di atas menimbulkan beberapa pertanyaan. Apa yang akan kita rasakan waktu Yesus betul-betul datang? Adakah kita akan merasa senang, atau justru takut? Rasul Yohanes menyatakan bahwa ini bukanlah pertanyaan yang baru perlu dijawab kelak (1Yohanes 2:28), namun pertanyaan ini harus dijawab berdasarkan kualitas hubungan kita dengan Kristus saat ini.

Hanya ada satu cara untuk mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Yesus Kristus. Kita harus mengasihi-Nya, mempercayai-Nya, mematuhi-Nya, dan menghargai-Nya saat ini. Dengan demikian kita tidak akan menyesal saat Dia datang kelak --MRDII

HIDUPLAH SAAT INI SEBAGIMANA YANG ANDA HARAPKAN SAAT BERADA DI HADAPAN KRISTUS KELAK

ANAK KUCING SEBAGAI JAWABAN DOABacaan: Matius 6:5-13NATS: Berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka B...
11/06/2026

ANAK KUCING SEBAGAI JAWABAN DOA

Bacaan: Matius 6:5-13
NATS: Berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu...akan membalasnya kepadamu (Matius 6:6)

Seekor anak kucing milik seorang pendeta Rumania terjebak di atas pohon. Untuk menolongnya, sang pendeta melemparkan seutas tali ke atas dahan dan mengikatkan ujung yang lain pada bemper mobilnya. Perlahan mobilnya dijalankan, sehingga dahan itu tertarik turun dan menjadi mudah dijangkau. Tiba-tiba tali itu putus dan kucing yang ketakutan itu terpelanting ke udara dan tak ditemukan di mana pun juga.

Hari berikutnya pendeta tersebut bertemu seorang tetangganya. "Anda pasti tak akan percaya pada apa yang terjadi kemarin!" seru tetangganya itu. "Anak perempuan saya menginginkan seekor anak kucing. Lalu saya katakan kepadanya bahwa ia akan memiliki seekor anak kucing bila Yesus memberikannya kepadanya. Maka ia berlari ke luar, berlutut, dan berdoa, 'Yesus, berilah saya seekor anak kucing yang dapat saya sayangi dan saya rawat sendiri. Amin.' Tiba-tiba saja seekor anak kucing dengan kaki terjulur jatuh dari langit!"

Terlepas dari benar tidaknya kisah ini, kita diingatkan tentang pentingnya memohon sebagai hal dasar dalam berdoa. Yesus mengajar para murid-Nya untuk berdoa, "Berikanlah kami," "Ampunilah kami," "Lepaskanlah kami" (Matius 6:11-13). Permohonan kita harus didasarkan pada keinginan untuk menyenangkan Allah dan melaksanakan kehendak-Nya di bumi ini (ayat 9-10,13). Yakobus berkata, "Kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yakobus 4:3). Itu sebabnya kita harus mengenal Allah melalui Firman-Nya. Maka, permohonan kita akan memuliakan nama-Nya --DJD

Pray on, then, child of God, pray on; This is your duty and your task. To God the answering belongs; Yours is the simpler part--to ask. --Chiholm

ALLAH SENANTIASA MEMBERIKAN APA YANG KITA MINTA ATAU SESUATU YANG LEBIH BAIK

BERANI BERKATA BENARBacaan: Daniel 5:17-31NATS: Dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang k...
11/06/2026

BERANI BERKATA BENAR

Bacaan: Daniel 5:17-31
NATS: Dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! (Daniel 5:11)

Pada zaman pemerintahan Raja Belsyazar, Babel diliputi dengan kegelapan moral, lebih gelap dari suasana di tempat kerja Anda, sekolah Anda, ataupun ditengah masyarakat Anda saat ini. Raja Belsyazar dengan sengaja telah menghujat Allah dengan menodai kesucian perkakas emas dan perak yang dirampas dari Bait Suci di Yerusalem. Karena itu, Babel dan Raja Belsyazar sedang menanti penghakiman Allah. Di tengah kegelapan yang dahsyat itu muncullah seseorang yang membawa terang, yakni Nabi Daniel. Karena dijuluki sebagai "seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus" (Daniel 5:11), Daniel diminta untuk membacakan tulisan di dinding dan memberitahukan maknanya kepada raja.

Saat menyampaikan makna tulisan itu di hadapan raja dan pembesarnya, Daniel bisa saja memperlembut peringatan Allah terhadap Babel. Ia bisa saja tidak mengartikan bagian-bagian yang berbicara tentang penghakiman dan kematian. Dengan berani ia menyampaikan seluruh kebenaran di hadapan Belsyazar dan para pembesarnya yang sedang mabuk. Ia tidak menafsirkan tulisan yang menyenangkan raja saja, karena ia tetap ingin berkata benar di hadapan Allah.

Untuk melakukan hal ini, Daniel membutuhkan keberanian yang luar biasa. Namun ancaman seorang raja dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan kesetiaannya kepada sang Raja surgawi. Daniel tidak takut kepada Belsyazar karena ia lebih takut kepada Allah.

Dengan memiliki cara pandang surgawi seperti Daniel, kita pun akan mendapat keberanian dari Allah untuk berkata benar-HWR

JIKA KITA TAHU ALLAH ADA DI PIHAK KITA
MAKA TIDAK MASALAH SIAPA PUN YANG MELAWAN KITA

TANGAN-NYA, HATI-NYABacaan: Mazmur 13NATS: Kepada kasih setia-Mu aku percaya .... Aku mau menyanyi untuk Tuhan (Mazmur 1...
11/06/2026

TANGAN-NYA, HATI-NYA

Bacaan: Mazmur 13
NATS: Kepada kasih setia-Mu aku percaya .... Aku mau menyanyi untuk Tuhan (Mazmur 13:6)

Kadangkala Allah tidak langsung mengabulkan doa permohonan kita. Bila itu terjadi, maka setelah beberapa waktu kita mulai merasa seperti sang pemazmur yang berkata, "Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus?" (Mazmur 13:2).

Saya pernah merasa seperti itu saat suatu kali saya datang kepada Allah, mengakui dosa saya, dan memohon pengampunan serta sukacita yang diperbarui. Waktu itu sepertinya telinga Allah tertutup terhadap ratapan saya. Namun setelah terus berdoa dan menunggu cukup lama, akhirnya saya mendapatkan kembali sukacita yang saya cari.

Dalam Yohanes 11 kita membaca bahwa Maria dan Marta memanggil Yesus untuk datang karena saudara laki-laki mereka, Lazarus, sedang sakit keras (ayat 1-44). Namun Allah menunda kedatangan-Nya sampai Lazarus meninggal. Akan tetapi saat Yesus datang kemudian, Dia memberi mereka pengertian yang baru tentang kasih dan kuasa-Nya.

Menurut Anda, mengapa Allah sering menunda jawaban-Nya atau menolak permohonan kita? Saya rasa jawabannya demikian: Tatkala Allah menahan tangan-Nya untuk menolong, Dia ingin kita melihat hati-Nya. Dengan kata lain, Dia ingin kita belajar lebih banyak tentang kebaikan dan kasih-Nya, dan lebih mempercayai-Nya untuk melakukan yang terbaik bagi kita.

Jika Dia belum menjawab sebuah permohonan yang sangat penting bagi Anda, bersabarlah. Tetaplah memohon dan percaya. Mungkin Dia ingin Anda melihat hati-Nya dan mendapatkan pengertian yang baru akan kebijaksanaan dan kasih-Nya --DCE

JIKA ALLAH MENAHAN TANGAN-NYA UNTUK MENOLONG PERCAYALAH AKAN MAKSUD HATI-NYA

ORANGTUA YANG SALEH MENJADI PENUNJUK JALAN YANG TERBAIK BAGI ANAK UNTUK DATANG KEPADA ALLAHBacaan: Efesus 6:1-9NATS: Jan...
11/06/2026

ORANGTUA YANG SALEH MENJADI PENUNJUK JALAN YANG TERBAIK BAGI ANAK UNTUK DATANG KEPADA ALLAH

Bacaan: Efesus 6:1-9
NATS: Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4)

Seorang ayah yang berpengalaman berkata, "Sebelum menikah, saya memiliki enam teori tentang membesarkan anak; kini saya mempunyai enam anak, tanpa teori!"

Bayangan tugas menjadi orangtua terkadang tampak berlebihan. Untuk mencari petunjuk, kita pergi ke toko buku yang penuh dengan buku-buku berseri tentang membesarkan anak yang ditulis oleh para konselor rohani maupun penasihat sekuler. Juga saat membuka Alkitab untuk mencari petunjuk tertentu, kita akan menemukan ayat-ayat yang menunjukkan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Kita sering membaca Efesus 6:4 yang berbunyi, "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Kita mungkin mengharapkan lebih banyak perintah dari apa yang ditunjukkan dalam ayat ini, tetapi sebenarnya Allah telah memasukkan lebih banyak perintah di dalamnya daripada yang kita sadari. Jika kita "meresapkan" ayat tersebut ke dalam pikiran dan memohon agar Allah menolong kita untuk memahami bagaimana melaksanakannya, kita akan melihatnya sebagai sebungkus larutan kental yang diencerkan hingga menjadi 2000 liter minuman.

Kapan terakhir kali kita merenungkan tindakan kita yang memancing amarah anak-anak? Bagaimana kata-kata dan nada suara kita membuat mereka kecewa? Hal kecil apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk mendorong pertumbuhan rohani mereka?

Dalam Efesus 6:4 terkandung inti dari rencana Allah tentang bagaimana menjadi orangtua. Karena itu, tak ada salahnya bila kita mulai mempraktekkannya sejak sekarang --DCM

Your privilege is beyond all price -- Worth more than silver, gold, or fame -- To guide with love and sacrifice, And write on children's hearts God's name. --Anon

ORANGTUA YANG SALEH MENJADI PENUNJUK JALAN YANG TERBAIK BAGI ANAK
UNTUK DATANG KEPADA ALLAH

HIKMAT UNTUK BERSAKSIBacaan: Yohanes 4:5-26NATS: Kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi,...
11/06/2026

HIKMAT UNTUK BERSAKSI

Bacaan: Yohanes 4:5-26
NATS: Kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Yohanes 4:9)

Kita dapat belajar banyak tentang bersaksi secara efektif dengan belajar dari Tuhan kita saat Dia bersaksi kepada wanita yang ditemui-Nya di sumur (Yohanes 4:5-26). Sebenarnya secara sosial Dia tidak boleh berbicara dengan wanita Samaria itu karena Yesus orang Yahudi. Namun Dia minta minum kepada wanita itu. Ini dilakukan-Nya dengan sikap menghargai wanita tersebut. Bisa saja Dia menyalahkan cara hidup wanita yang penuh dosa itu, tetapi Dia tidak melakukannya.

Penulis Paul Little mengatakan bahwa kita sering kali tidak bersaksi seperti Yesus. Kita cenderung cepat menyalahkan orang lain. Ia menulis, "Kita sering kali berpikir keliru, yakni jika kita tidak menyalahkan suatu sikap atau tindakan yang salah, berarti kita menyetujuinya." Ia menambahkan, "Kita tidak hanya harus menghindari sikap menyalahkan orang lain, tetapi juga perlu mempelajari seni memberikan pujian yang rasional."

Lalu ia menceritakan pengalaman seorang penulis bernama Charles Trumbull. Di sebuah kereta api, sang penulis bertemu seorang pemabuk yang melontarkan kata-kata tak senonoh dan duduk di sampingnya. Ketika laki-laki itu menawarkan minumannya, Trumbull sama sekali tidak menyalahkan orang itu. Malahan ia menjawab, "Tidak, terima kasih, tapi saya tahu Anda sangat murah hati." Mendengar kata-katanya, mata laki-laki itu langsung bersinar. Sewaktu mereka bercakap-cakap, laki-laki itu mendengar tentang Pribadi yang menawarkan air kehidupan yang dapat memuaskannya. Tak lama kemudian ia pun menerima Kristus.

Pada saat Anda bersaksi tentang iman Anda, ingatlah bahwa memberi pujian dan tidak menyalahkan sangatlah efektif-JEY

MENGASIHI JIWA YANG TERHILANG MERUPAKAN LANGKAH AWAL UNTUK MEMBAWA MEREKA KEPADA KRISTUS

Address

Jerusalem, SA

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tuhan Yesus Kristus Memberkati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share