28/08/2025
Kenapa GKI di Tanah Papua Harus Bersuara atas Tragedi Sorong 27 Agustus 2025🙏🏻
GKI di Tanah Papua lahir dari sejarah panjang pewartaan Injil melalui Sending dan Indische Sending (IS)🙏🏻
Sejak awal🙏🏻 GEREJA bukan hanya LEMBAGA ROHANI, tetapi juga RUMAH IMAN & harapan bagi ORANG PAPUA 🙏🏻
Sehingga ketika terjadi tragedi kemanusiaan di Sorong, GKI tidak boleh diam🙏🏻
Karena diam berarti mengkhianati Injil yang memerintahkan kita menjadi suara bagi BANGSA yg tertindas🙏🏻
GKI DI TANAH PAPUA memiliki ikatan emosional dan sejarah iman dengan BANGSA PAPUA🙏🏻 Warisan rohani dari I.S Kejnie melalui Nyanyian Rohani, Cerita Kota Emas, dan Nyanyian Seruling Emas adalah pengingat bahwa Papua dipanggil menjadi TANAH DANAI, TANAH BERKAT, & TANAH EMAS yg bercahaya seperti KILAT MEMANCAR DARI TIMUR KE BARAT, DEMIKIAN KEDATANGAN ANAK MANUSIA (Tanah Penggenapan Kota Emas bagi Bangsa-Bangsa di Bumi)
Maka, bersuara bagi Sorong bukanlah tindakan politik makar🙏🏻
Melainkan tindakan iman untuk membela kehidupan MANUSIA PAPUA DI ATAS TANAH LELUHURNYA 🙏🏻
Tindakan menjunjung tinggi SEJARAH INJIL DI ATAS TANAH PAPUA 🙏🏻
& tindakan menjaga WARISAN ROHANI agar NYANYIAN SERULING EMAS, NYANYIAN ROHANI, & CERITA KOTA EMAS tetap berkumandang dari GUNUNG, LEMBAH, PESISIR, HINGGA PANTAI 🙏🏻 bukan tertutup oleh ratapan duka BANGSA PAPUA 🙏🏻🙏🏻
Kidung Agung 2:14
Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!"
Matius 24:27
Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
Tulisan ini khusus untuk TRAGEDI SORONG 27 AGUSTUS 2025🙏🏻
HORMAT SAYA🙏🏻
Y S. SOUWELA
Anggota Jemaat GKI ELIM FAMBOAMAN 🙏🏻
Suara GKI DI TANAH PAPUA adalah suara kasih, suara Injil, dan suara sejarah bagi Papua🙏🏻