Kwarran Bruno

  • Home
  • Kwarran Bruno

Kwarran Bruno Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bruno, Kwarcab Purworejo

Unit Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Bruno, Peduli Bencana GiyombongTanah longsor yang terjadi dua hari lalu di Desa Gi...
27/10/2025

Unit Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Bruno, Peduli Bencana Giyombong

Tanah longsor yang terjadi dua hari lalu di Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, menyebabkan kerusakan cukup parah pada salah satu rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, material longsoran tanah menutupi sebagian besar rumah tersebut dan membuat penghuninya harus sementara mengungsi. Setelah proses penanganan awal dilakukan oleh BPBD Purworejo, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta warga sekitar melalui gotong royong, hari ini Senin (27/10/2025) giliran Unit Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Bruno turun tangan membantu proses revitalisasi dan pembersihan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dipimpin langsung oleh Ketua Kwarran Bruno, Muh Somad, S.Pd., M.M.Pd., bersama Satgas Pramuli Purworejo yang dikomandoi oleh Eko Sarno, Bch.K. Mereka datang membawa semangat kepedulian dan gotong royong, membersihkan sisa material longsor serta mencuci area sekitar rumah dengan air bersih. Para anggota Pramuli tampak sigap bekerja sama dengan warga, memindahkan tanah dan batuan yang masih berserakan di sekitar rumah terdampak.

Selain tenaga, Pramuli Kwarran Bruno juga memberikan bantuan berupa bahan pangan dan uang tunai, diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang terdampak bencana. Tak hanya itu, bantuan logistik tambahan juga datang dari Pramuli Kwarcab Purworejo, sebagai bentuk sinergi dan kepedulian lintas wilayah. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi warga setempat yang sejak dua hari terakhir bergotong royong memperbaiki kerusakan akibat longsor.

Dalam kesempatan itu, Ketua PGRI Cabang Bruno Thomas CPW, SPdSD., bersama Satgas PGRI PC Bruno, juga turut hadir memberikan dukungan moral serta membantu dalam kegiatan pembersihan. “Kami hadir sebagai bentuk solidaritas antarkomunitas, bahwa saat bencana datang, semua elemen masyarakat harus saling membantu,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Aksi Pramuli Kwarran Bruno ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya slogan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Gerak cepat, kekompakan, dan semangat tanpa pamrih yang mereka tunjukkan menjadi teladan bagi generasi muda dan masyarakat luas. Dari Giyombong, Bruno, mereka mengajarkan arti kepedulian: bahwa membantu sesama adalah wujud nyata dari pengamalan Dasa Dharma Pramuka — cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Pangkalan Gudep SMPN 21 Purworejo Mewakili Kwarran Bruno dalam Jambore Cabang Purworejo 2025Semangat kepramukaan tengah ...
25/10/2025

Pangkalan Gudep SMPN 21 Purworejo Mewakili Kwarran Bruno dalam Jambore Cabang Purworejo 2025

Semangat kepramukaan tengah menyala di SMP Negeri 21 Purworejo setelah sekolah tersebut ditetapkan sebagai wakil dari Kwarran Bruno untuk mengikuti Jambore Cabang Purworejo tahun 2025 (25/10). Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga sekolah, terutama para anggota Pramuka yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam berbagai kegiatan sebelumnya. Jambore Cabang sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan perwakilan Pramuka Penggalang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo untuk berkompetisi sekaligus mempererat persaudaraan.

Persiapan peserta dari SMP Negeri 21 Purworejo dilakukan secara intensif melalui latihan rutin di bawah bimbingan para pembina dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Latihan meliputi keterampilan kepramukaan, baris-berbaris, seni budaya, hingga kecakapan hidup. Para peserta juga dibekali dengan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan agar mampu tampil percaya diri di ajang jambore nanti. “Kami tidak hanya menargetkan prestasi, tetapi juga pengalaman berharga bagi peserta untuk tumbuh menjadi Pramuka yang tangguh dan berkarakter,” ujar salah satu pembina dengan penuh semangat.

Keterlibatan SMP Negeri 21 Purworejo dalam Jambore Cabang Purworejo 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah Bruno. Lebih dari sekadar kompetisi, jambore adalah wadah pendidikan karakter yang membentuk generasi muda menjadi individu mandiri, kreatif, dan berjiwa sosial tinggi. Melalui kegiatan ini, semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata, mencerminkan bahwa Pramuka bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari pembentukan insan yang siap berbakti untuk bangsa.

LAPORAN KEGIATAN NARAKARYA DASARKWARTIR CABANG PURWOREJOTAHUN 2025TEMPAT: KWARTIR RANTING BRUNOTEMA: “Bergerak Bersama, ...
18/10/2025

LAPORAN KEGIATAN NARAKARYA DASAR

KWARTIR CABANG PURWOREJO
TAHUN 2025
TEMPAT: KWARTIR RANTING BRUNO
TEMA: “Bergerak Bersama, Menguatkan Kapasitas Pembina Pramuka Purworejo yang Adaptif dan Kolaboratif”

---

# # **I. PENDAHULUAN**

# # # **A. Latar Belakang**

Kegiatan Narakarya Dasar merupakan tindak lanjut dari Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang telah diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Purworejo di Kwarran Bruno pada bulan September–Oktober 2025. Narakarya Dasar berfungsi sebagai tahap pengembangan bagi peserta KMD yang telah dinyatakan lulus, untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh ke dalam praktik pembinaan di gugus depan.

Landasan hukum pelaksanaan kegiatan ini antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (Munas 2018).
3. Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 047 dan 048 Tahun 2018 tentang Anggota Dewasa dan Sistem Pendidikan serta Pelatihan Kepramukaan.
4. Program Kerja Kwartir Cabang Purworejo Bidang Binawasa Tahun 2025.

# # # **B. Tujuan**

1. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta KMD dalam melaksanakan peran sebagai pembina Pramuka di gugus depan.
2. Mengembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan administrasi peserta dalam kegiatan kepramukaan.
3. Menumbuhkan semangat adaptif, kolaboratif, dan berkarakter dalam membina generasi muda.

---

# # **II. ISI**

# # # **A. Pelaksanaan Kegiatan**

Pembukaan Narakarya Dasar dilaksanakan pada **Sabtu, 18 Oktober 2025** pukul **08.00–12.00 WIB** di **Gedung Serbaguna KPRI Megar Bruno**.
Kegiatan dibuka oleh **Bidang Binawasa Kwarcab Purworejo** dan diikuti oleh **62 peserta** KMD Bruno, panitia, serta jajaran Kwarcab.

Adapun pemateri dalam kegiatan ini yaitu:

1. **Kak Eko G.** dengan materi *“Karakter dan Tanggung Jawab Pembina Pramuka”*
2. **Kak Sukoso DM.** dengan materi *“Pendidikan Bela Negara”*

Kegiatan berlangsung interaktif, disertai sesi tanya jawab dan diskusi mengenai penerapan metode kepramukaan dalam pembinaan peserta didik.

---

# # # **B. Pelaksanaan Latihan Mingguan**

Peserta Narakarya Dasar diwajibkan melaksanakan **program latihan mingguan** selama 12 pertemuan di gugus depan pengembangan masing-masing.
Setiap latihan dirancang berdasarkan program gudep, memuat rencana kegiatan, metode belajar, serta evaluasi hasil kegiatan Siaga atau Penggalang yang dibina oleh peserta Narakarya.

---

# # # **C. Pelaksanaan Ujian SKU/SKK**

Sebagai bentuk penerapan pembinaan, peserta Narakarya Dasar wajib melaksanakan **ujian SKU/SKK** bagi sedikitnya 5 orang peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam membimbing, menilai, dan memotivasi anggota Pramuka di gudep.

---

# # # **D. Pelaksanaan Administrasi Gudep**

Selama masa pengembangan, peserta terlibat aktif dalam penyusunan dan pengelolaan administrasi Gudep, antara lain:

* Program Gudep (Promes dan Program Latihan Mingguan).
* Presensi kehadiran anggota Pramuka.
* Laporan kegiatan mingguan.
* Pengarsipan SKU/SKK dan dokumentasi kegiatan.

---

# # **III. PENUTUP**

# # # **A. Hambatan dan Penyelesaian**

Beberapa hambatan yang ditemui di lapangan antara lain:

* Keterbatasan waktu pelaksanaan latihan mingguan karena jadwal sekolah.
* Perbedaan kondisi dan fasilitas antar gugus depan.

Adapun penyelesaian dilakukan dengan penyesuaian jadwal kegiatan serta penggunaan media daring untuk laporan dan koordinasi antar pembina.

# # # **B. Kesimp**an dan Saran**

Secara umum, kegiatan Narakarya Dasar berjalan **tertib, lancar, dan produktif**. Peserta menunjukkan semangat belajar tinggi serta mampu menerapkan prinsip dan metode kepramukaan dalam praktik pembinaan.

Diharapkan kegiatan ini terus dilanjutkan secara berkelanjutan agar melahirkan **pembina Pramuka yang adaptif, berkarakter, dan profesional** dalam membina generasi muda Purworejo.

---

# # **IV. LAMPIRAN**

1. Fotokopi KTAP Nasional
2. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
3. Surat Izin Pengembangan dan Balasan dari Gudep
4. Surat Pernyataan Penyelesaian Pengembangan dari Pelatih Pembimbing
5. Surat Keterangan Aktif dan Pembimbingan dari Ketua Mabigus
6. Program Gudep dan Promes
7. Program Latihan Mingguan
8. Fotokopi SKU/SKK Ujian
9. Fotokopi Administrasi Gudep (daftar hadir, laporan kegiatan)
10. Daftar Penilaian Gudep
11. Foto-foto kegiatan (latihan mingguan, ujian SKU/SKK, pengarsipan administrasi)

---

Narakarya Dasar: Langkah Lanjutan Pembina Pramuka Purworejo Menuju Gugus Depan UnggulSabtu, 18 Oktober 2025, menjadi har...
18/10/2025

Narakarya Dasar: Langkah Lanjutan Pembina Pramuka Purworejo Menuju Gugus Depan Unggul

Sabtu, 18 Oktober 2025, menjadi hari penting bagi Kwartir Cabang Purworejo. Bertempat di Gedung Serbaguna KPRI Megar Bruno, kegiatan Pembukaan Narakarya Dasar resmi dimulai sebagai tindak lanjut dari Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan di Kwarran Bruno beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta beserta pelatih dan panitia, serta dibuka secara resmi oleh unsur Binawasa Kwarcab Purworejo. Dalam sambutannya, perwakilan Kwarcab menekankan bahwa Narakarya merupakan ajang pembuktian sekaligus pengabdian bagi calon pembina yang telah menyelesaikan tahap kursus dasar.

Dengan mengusung tema "Bergerak Bersama, Menguatkan Kapasitas Pembina Pramuka Purworejo yang Adaptif dan Kolaboratif”, kegiatan Narakarya ini dirancang tidak hanya untuk memperdalam keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat komitmen peserta dalam mengelola gugus depan (Gudep). Materi pertama dibawakan oleh Kak Titik Mintarsih, yang menyoroti pentingnya karakter dan tanggung jawab pembina sebagai teladan. Sementara itu, Kak Sukoso DM. dari Kwarcab Purworejo memberikan materi Pendidikan Bela Negara, menanamkan semangat cinta tanah air dan kedisiplinan sebagai pondasi pembinaan generasi muda.

Selain mengikuti sesi pembukaan, peserta juga dibekali panduan penyusunan Laporan Kegiatan Narakarya Dasar. Laporan tersebut disusun dengan sistematika yang mencakup bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Di dalamnya, peserta diharuskan menuliskan pengalaman selama pelaksanaan latihan mingguan, proses ujian SKU/SKK, serta keterlibatan dalam pengelolaan administrasi Gudep. Tak ketinggalan, lampiran berupa dokumen pendukung seperti program latihan, surat pernyataan pembimbing, hingga dokumentasi foto kegiatan juga menjadi bagian penting dari laporan.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar tentang manajemen gugus depan, tetapi juga mengasah tanggung jawab moral dan profesionalisme sebagai pembina. Narakarya Dasar diharapkan mampu melahirkan pembina-pembina Pramuka yang kompeten, berjiwa sosial, dan berkarakter kuat, sehingga mampu menjadi penggerak pendidikan kepramukaan di wilayah masing-masing. Sebagaimana semboyan Pramuka, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa belajar dan mengabdi adalah dua sisi yang tak terpisahkan dalam perjalanan seorang pembina sejati.

Panitia KMD Bruno Siapkan Pembukaan Narakarya DasarSabtu, 11 Oktober 2025, suasana Sanggar Bhakti Kwarran Bruno tampak l...
17/10/2025

Panitia KMD Bruno Siapkan Pembukaan Narakarya Dasar

Sabtu, 11 Oktober 2025, suasana Sanggar Bhakti Kwarran Bruno tampak lebih sibuk dari biasanya. Panitia Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) menggelar rapat terbatas untuk membahas persiapan pelaksanaan Narakarya Dasar, tahap lanjutan bagi peserta yang telah dinyatakan lulus KMD. Rapat berlangsung hangat dengan semangat kebersamaan, dipimpin oleh panitia inti dan dihadiri sejumlah pelatih serta perwakilan Kwartir Ranting Bruno.

Kegiatan Narakarya Dasar ini merupakan tindak lanjut dari KMD yang baru saja diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Purworejo di Kwarran Bruno. Mengusung tema “Bergerak Bersama, Menguatkan Kapasitas Pembina Pramuka Purworejo yang Adaptif dan Kolaboratif”, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang penguatan kompetensi dan karakter bagi para pembina baru di wilayah Purworejo.

Rencananya, pembukaan Narakarya Dasar akan digelar pada Sabtu, 18 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Gedung Serbaguna KPRI Megar Bruno. Acara ini akan diikuti oleh 62 peserta, ditambah panitia, pelatih, dan perwakilan Kwartir Cabang. Kegiatan dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Waka Binawasa Kwarcab Purworejo, dan juga menghadirkan Kak Eko G. Sebagai pemateri utama yaitu Kak Sukoso DM. dari Kwarcab yang akan membawakan materi tentang Pendidikan Bela Negara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pembina yang telah menyelesaikan KMD semakin siap melanjutkan kiprah di gugus depan masing-masing dengan semangat kolaboratif dan wawasan kebangsaan yang kuat. Melalui rapat persiapan ini, panitia menegaskan, Narakarya bukan sekadar kegiatan lanjutan, tetapi juga ruang belajar bersama untuk memperkokoh jati diri pembina Pramuka sebagai pendidik karakter bangsa.

Kwarran Bruno Tertib Iuran Anggota Pramuka Ke Kwarcab Purworejo Dalam rangka melaksanakan Program Kerja Kwartir Cabang P...
09/10/2025

Kwarran Bruno Tertib Iuran Anggota Pramuka Ke Kwarcab Purworejo

Dalam rangka melaksanakan Program Kerja Kwartir Cabang Purworejo Tahun 2025 serta menindaklanjuti hasil Musyawarah Cabang XIV Tahun 2023, Kwartir Cabang Purworejo membentuk Tim Penertiban Iuran dan Dana Abadi Anggota Pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di seluruh kwartir ranting se-Kabupaten Purworejo.

Untuk Kwarran Bruno, penertiban berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai. Tim dari Kwarcab Purworejo yang hadir terdiri dari Kak Muh Somad, S.Pd., M.Pd., Eko Teguh Purnomo, S.Pd., M.Pd., Dra. Sri Marjati, dan Sigit Kusumabrata, S.Pd.

Kegiatan penerimaan iuran ini dilaksanakan di Sanggar Bhakti Kwarran Bruno, dan berlangsung hingga pukul 13.45 WIB. Dari pihak Kwarran Bruno hadir beberapa pengurus, yaitu Kak Maryanto (Waka Binawasa), Kak Dede (Bendahara Kwarran), Kak Heru (Sekertaris), dan Kak Marlan (Waka lingkungan hidup).

Sebagai wujud tertib administrasi, Kwarran Bruno melalui bendahara Kwarran telah menyetorkan Dana Iuran Anggota Pramuka sejumlah Rp 6.577.000,-. Dana tersebut diterima langsung oleh bendahara Kwarcab Purworejo, Kak Sigit Kusumabrata, S.Pd.

Adapun besaran iuran dan dana abadi yang telah disepakati pada Musyawarah Cabang XIV yaitu:

* Iuran anggota golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega: Rp 1.500/tahun
* Iuran untuk Pembina: Rp 5.000/tahun
* Dana Abadi Pramuka golongan S, G, T, D, dan Pembina: Rp 5.000

Dengan adanya penertiban ini, diharapkan setiap kwartir ranting dapat lebih tertib dalam penyetoran iuran dan dana abadi, sehingga Gerakan Pramuka Purworejo semakin mantap dalam menjalankan program pembinaan dan kegiatan kepramukaan di masa mendatang.

Pentingnya Memahami Jurnalistik bagi Pembina PramukaMenjadi pembina Pramuka bukan hanya soal mendampingi peserta didik d...
08/10/2025

Pentingnya Memahami Jurnalistik bagi Pembina Pramuka

Menjadi pembina Pramuka bukan hanya soal mendampingi peserta didik dalam kegiatan lapangan atau melatih keterampilan kepramukaan, melainkan juga berperan sebagai komunikator yang mampu menyebarkan nilai positif Gerakan Pramuka kepada masyarakat luas. Di era digital seperti sekarang, informasi bergerak begitu cepat. Jika pembina tidak memiliki kemampuan jurnalistik, maka banyak kegiatan dan praktik baik dalam Pramuka yang hanya akan berakhir di lokasi kegiatan tanpa pernah terdengar publik.

Jurnalistik bagi pembina Pramuka tidak sekadar menulis berita, melainkan seni menyampaikan pesan dengan cara yang jelas, faktual, dan inspiratif. Dengan keterampilan jurnalistik, pembina dapat mendokumentasikan setiap kegiatan, menuliskannya dalam bentuk laporan atau artikel, lalu membagikannya melalui media sosial maupun media cetak. Hal ini akan memperkuat citra positif Pramuka sebagai organisasi pendidikan yang aktif menanamkan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Selain itu, memahami jurnalistik juga dapat melatih pembina untuk berpikir kritis. Unsur 5W+1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana) mendorong pembina untuk lebih teliti dalam mengamati peristiwa. Setiap kegiatan Pramuka bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi sebuah cerita yang dapat diangkat menjadi narasi inspiratif. Dengan begitu, pembina sekaligus belajar mengelola informasi agar tidak terjebak pada berita hoaks atau kabar yang menyesatkan.

Keterampilan jurnalistik pun bermanfaat langsung dalam pembinaan peserta didik. Pembina yang mahir menulis dan bercerita bisa menularkan minat literasi kepada anggota Pramuka, terutama generasi muda yang akrab dengan gawai. Mereka akan lebih mudah termotivasi untuk mendokumentasikan pengalaman Pramuka dalam bentuk tulisan, foto, atau video. Hal ini sejalan dengan misi Gerakan Pramuka yang mendorong kecakapan hidup, salah satunya melalui komunikasi efektif.

Di sisi lain, publikasi kegiatan Pramuka melalui tulisan jurnalistik berperan sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial. Masyarakat, orang tua, hingga pihak sekolah dapat melihat bagaimana pembina bekerja, bagaimana peserta didik berkembang, serta apa saja kontribusi Pramuka bagi lingkungan sekitar. Semakin baik publikasi yang dilakukan, semakin besar p**a apresiasi dan dukungan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka.

Dengan demikian, memahami jurnalistik adalah kebutuhan mendesak bagi pembina Pramuka. Bukan hanya untuk mempercantik laporan kegiatan, tetapi juga sebagai cara memperkuat eksistensi Pramuka di tengah tantangan zaman. Melalui keterampilan jurnalistik, pembina dapat memastikan bahwa nilai-nilai luhur kepramukaan tidak sekadar diajarkan di lapangan, tetapi juga menginspirasi khalayak luas lewat tulisan yang bermakna.

---

Berikut contoh kegiatan pelatihan jurnalistik bagi pembina Pramuka:

Jadwal pelatihan jurnalistik dan media sosial untuk pembina Pramuka dalam satu hari, mulai pukul 07.00–12.00.

---

# 📌 Jadwal Pelatihan Jurnalistik & Media Sosial

**Peserta:** Pembina Pramuka
**Waktu:** 07.00 – 12.00 WIB
**Durasi:** 1 Hari

---

# # # 🕖 07.00 – 07.30

**Pembukaan & Ice Breaking**

* Sambutan panitia
* Perkenalan peserta dan pemateri
* Permainan ringan untuk mencairkan suasana

---

# # # 🕗 07.30 – 08.30

**Materi 1: Dasar-dasar Jurnalistik**
Ringkasan Materi:

* Pengertian jurnalistik dan pentingnya dalam Gerakan Pramuka
* Unsur 5W+1H dalam berita
* Teknik menulis berita kegiatan Pramuka yang singkat, jelas, dan menarik
* Contoh praktik membuat lead (paragraf awal berita)

---

# # # 🕘 08.30 – 09.30

**Materi 2: Fotografi & Videografi Dasar**
Ringkasan Materi:

* Tips mengambil foto kegiatan Pramuka (komposisi, angle, pencahayaan)
* Teknik video sederhana untuk dokumentasi kegiatan
* Memilih momen terbaik untuk dipublikasikan

---

# # # 🕤 09.30 – 10.30

**Materi 3: Pemanfaatan Media Sosial**
Ringkasan Materi:

* Platform yang paling efektif untuk publikasi (Facebook, Instagram, TikTok, YouTube)
* Cara menulis caption yang menarik dan sesuai etika
* Strategi membangun citra positif Pramuka di media sosial
* Menghindari hoaks dan konten negatif

---

# # # 🕙 10.30 – 11.30

**Materi 4: Praktik Menulis & Publikasi**
Ringkasan Materi:

* Peserta membuat naskah berita singkat tentang kegiatan Pramuka
* Mengunggah hasil dokumentasi (foto/video) dengan caption di media sosial
* Sharing hasil karya antar peserta

---

# # # 🕚 11.30 – 12.00

**Penutup & Refleksi**

* Review materi pelatihan
* Tanya jawab singkat
* Pesan motivasi: “Tulisan dan postingan kita adalah jejak digital yang membangun citra baik Pramuka.”
* Doa & penutupan

---

LAPORAN PENUTUPAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) BRUNO 2025Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
04/10/2025

LAPORAN PENUTUPAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) BRUNO 2025

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam Pramuka!

Yang saya hormati, Ketua Kwarcab Purworejo beserta jajaran, Kakak Mabiran, Kakak Andalan, para pelatih, dan tentu saja peserta KMD Bruno yang saya banggakan.

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Siaga Kwartir Ranting Bruno Tahun 2025 dapat terlaksana dengan baik dan pada hari ini resmi kita tutup.

Kegiatan KMD ini telah berlangsung selama enam hari, yakni pada tanggal 19, 20, 26, 27 September serta 3 dan 4 Oktober 2025. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar mulai dari upacara pembukaan, penyampaian materi teori, praktik di lapangan, hingga penugasan-penugasan yang telah diselesaikan peserta. Tema besar “Bruno Harmoni Alam dan Budaya: Jelajah, Kreasi, dan Inspirasi” benar-benar terwujud dalam semangat peserta selama mengikuti kursus ini.

Adapun jumlah peserta sampai akhir selesai sebanyak 62 orang, dengan rincian 23 orang Pramuka putra dan 39 orang Pramuka putri. Dari jumlah tersebut, alhamdulillah seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, menunjukkan disiplin, antusiasme, dan kerja sama yang membanggakan.

Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Kwartir Cabang Purworejo yang telah memberikan dukungan penuh,
2. Para pelatih dan instruktur yang telah membimbing dengan sabar dan penuh dedikasi,
3. Kwartir Ranting Bruno serta seluruh pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil,
4. Dan tentu kepada peserta yang telah berjuang, berlatih, dan berkomitmen mengikuti kegiatan hingga akhir.

Kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan KMD Bruno ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kita semua untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Akhirnya, besar harapan kami semoga lulusan KMD Bruno 2025 mampu menjadi pembina Pramuka yang berkualitas, berkarakter, dan menjadi teladan bagi adik-adik Siaga. Semoga KMD ini menjadi bagian kecil dari upaya besar Gerakan Pramuka dalam membina generasi bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Pramuka!

Purworejo, 4 Oktober 2025
Ketua Panitia KMD Bruno 2025
Maryanto, S.Pd.

Penyerahan sertifikat kursus
04/10/2025

Penyerahan sertifikat kursus

Hari Terakhir KMD Bruno 2025: Menutup Perjalanan dengan Penuh MaknaSabtu, 4 Oktober 2025 menjadi penanda berakhirnya ran...
04/10/2025

Hari Terakhir KMD Bruno 2025: Menutup Perjalanan dengan Penuh Makna

Sabtu, 4 Oktober 2025 menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Siaga Kwartir Ranting Bruno. Setelah lima hari sebelumnya dipenuhi materi, praktik, dan berbagai pengalaman mendidik, hari keenam hadir sebagai momen puncak yang sarat makna. Sejak pagi, para peserta sudah tampak bersemangat meski rasa lelah mulai terasa. Semangat itu muncul karena mereka sadar, inilah hari penting yang akan meneguhkan langkah sebagai calon pembina Pramuka.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi lanjutan sekaligus evaluasi. Peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan keterampilan yang telah dipelajari: mulai dari penyusunan rencana latihan, praktik upacara, hingga simulasi membina Siaga. Instruktur memberikan penilaian sekaligus masukan yang membangun, sehingga para peserta tidak hanya diuji, tetapi juga diperkaya dengan pengalaman langsung. Suasana belajar tetap hangat, penuh canda, namun tetap serius dan bermakna.

Menjelang siang, kegiatan difokuskan pada tes akhir dan penilaian menyeluruh. Semua indikator kelulusan seperti keaktifan, kedisiplinan, penguasaan materi, hingga hasil praktik benar-benar diperhatikan. Hal ini menjadi bukti bahwa KMD bukan sekadar acara seremonial, melainkan proses pendidikan yang menjunjung kualitas. Di tengah evaluasi, tampak rasa percaya diri tumbuh di wajah para peserta—tanda bahwa enam hari pelatihan telah membekali mereka dengan kemampuan nyata.

Puncak hari keenam adalah upacara penutupan. Dengan khidmat, panitia, pelatih, dan peserta berdiri dalam barisan. Ketua Panitia menyampaikan laporan penutupan, diikuti pesan dari perwakilan Kwarcab Purworejo yang menegaskan pentingnya menjaga semangat membina di gugus depan masing-masing. Simbolis penyerahan tanda kelulusan dan penyematan atribut peserta menambah khidmat suasana. Lagu “Bagimu Negeri” menggema, memberi nuansa haru sekaligus kebanggaan.

KMD Bruno 2025 akhirnya resmi ditutup dengan penuh syukur. Enam hari perjalanan tidak hanya mencetak pembina yang kompeten, tetapi juga membentuk ikatan persaudaraan di antara peserta. Dari jelajah alam, parade budaya, hingga kelas-kelas pembinaan, semuanya menjadi kenangan berharga. Harapan besar kini terletak pada para lulusan KMD Bruno untuk terus berkarya, membina dengan hati, dan menyalakan semangat kepramukaan di tanah Purworejo.

---

Persiapan Karnaval KMD BrunoPada Jumat, 26 September 2025, panitia kecil yang dibentuk dari peserta KMD Bruno mengadakan...
26/09/2025

Persiapan Karnaval KMD Bruno

Pada Jumat, 26 September 2025, panitia kecil yang dibentuk dari peserta KMD Bruno mengadakan rapat persiapan karnaval. Rapat ini membahas detail teknis pelaksanaan yang akan berlangsung besok, Sabtu 27 September 2025. Karnaval akan menempuh rute start dari halaman gedung KPRI Megar Bruno, bergerak menuju halaman kantor KUA Bruno, dan kembali finish di KPRI Megar. Persiapan ini menunjukkan bagaimana peserta KMD tidak hanya belajar teori membina, tetapi juga praktik mengelola sebuah kegiatan besar yang melibatkan banyak pihak.

Setiap barung telah menyiapkan tema dan konsep masing-masing untuk memeriahkan parade budaya. Barung Biru (Pa) dengan tema Cinpoling tanpa sound sistem membuat gunungan sayuran, sementara Barung Pink (Pi) memilih menggunakan mobil sound horeg dengan pakaian kebaya. Barung Merah (Pi) tampil unik dengan kostum ubur-ubur ikan lele, sedangkan Barung Hitam (Pi) mengangkat tema budaya dengan sound pengiring. Ada p**a Barung Kuning yang sederhana dengan pakaian adat Jawa tanpa sound, Barung Hijau (Pi) dengan tema kenduri disertai sound, Barung Putih (Pi) berkostum rumbai tanpa sound, serta Barung Jingga (Pi) yang mengusung budaya timur dengan mobil sound. Kreativitas inilah yang akan membuat suasana karnaval semakin berwarna.

Konsep kegiatan juga telah disusun secara runtut. Panitia Kwarran sebagai peserta karnaval meminta nomor urut 1, diikuti drum band SMPN 21 sebagai nomor urut 2. Selanjutnya barisan karnaval ditempati oleh Barung Kuning, Barung Merah, Barung Jingga, Barung Biru, Barung Hitam, Barung Putih, Barung Hijau, dan Barung Pink secara berurutan. Setelah itu, barisan ditutup oleh pelatih Kwarcab dan Puskesmas. Dengan susunan ini, karnaval KMD Bruno diharapkan menjadi ajang parade budaya yang meriah sekaligus sarat makna pendidikan, menunjukkan sinergi antara kreativitas peserta KMD dan dukungan masyarakat Bruno.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kwarran Bruno posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization?

Share