27/10/2025
Unit Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Bruno, Peduli Bencana Giyombong
Tanah longsor yang terjadi dua hari lalu di Desa Giyombong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, menyebabkan kerusakan cukup parah pada salah satu rumah warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, material longsoran tanah menutupi sebagian besar rumah tersebut dan membuat penghuninya harus sementara mengungsi. Setelah proses penanganan awal dilakukan oleh BPBD Purworejo, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta warga sekitar melalui gotong royong, hari ini Senin (27/10/2025) giliran Unit Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Bruno turun tangan membantu proses revitalisasi dan pembersihan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dipimpin langsung oleh Ketua Kwarran Bruno, Muh Somad, S.Pd., M.M.Pd., bersama Satgas Pramuli Purworejo yang dikomandoi oleh Eko Sarno, Bch.K. Mereka datang membawa semangat kepedulian dan gotong royong, membersihkan sisa material longsor serta mencuci area sekitar rumah dengan air bersih. Para anggota Pramuli tampak sigap bekerja sama dengan warga, memindahkan tanah dan batuan yang masih berserakan di sekitar rumah terdampak.
Selain tenaga, Pramuli Kwarran Bruno juga memberikan bantuan berupa bahan pangan dan uang tunai, diserahkan langsung kepada pihak keluarga yang terdampak bencana. Tak hanya itu, bantuan logistik tambahan juga datang dari Pramuli Kwarcab Purworejo, sebagai bentuk sinergi dan kepedulian lintas wilayah. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi warga setempat yang sejak dua hari terakhir bergotong royong memperbaiki kerusakan akibat longsor.
Dalam kesempatan itu, Ketua PGRI Cabang Bruno Thomas CPW, SPdSD., bersama Satgas PGRI PC Bruno, juga turut hadir memberikan dukungan moral serta membantu dalam kegiatan pembersihan. “Kami hadir sebagai bentuk solidaritas antarkomunitas, bahwa saat bencana datang, semua elemen masyarakat harus saling membantu,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Aksi Pramuli Kwarran Bruno ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya slogan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata. Gerak cepat, kekompakan, dan semangat tanpa pamrih yang mereka tunjukkan menjadi teladan bagi generasi muda dan masyarakat luas. Dari Giyombong, Bruno, mereka mengajarkan arti kepedulian: bahwa membantu sesama adalah wujud nyata dari pengamalan Dasa Dharma Pramuka — cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.