AFJ Farmed Animals

  • Home
  • AFJ Farmed Animals

AFJ Farmed Animals Official page of AFJ farmed animal advocacy. Please be kind to every kind!

STOP MENORMALISASI KEKEJAMAN DALAM FASHION.Di balik pertunjukan fashion yang terlihat megah dan mewah, masih ada jutaan ...
19/05/2026

STOP MENORMALISASI KEKEJAMAN DALAM FASHION.

Di balik pertunjukan fashion yang terlihat megah dan mewah, masih ada jutaan hewan yang menjadi korban demi memenuhi standar estetika dan eksklusivitas. Cerpelai, rubah, kelinci, hingga anjing dan kucing dikurung dalam kandang sempit, mengalami stres berkepanjangan, disiksa, lalu dibunuh hanya untuk diambil bulunya dan dijadikan simbol “luxury”.

Penderitaan ini jarang terlihat di atas runway. Yang diperlihatkan hanyalah hasil akhirnya: glamor, status, dan kemewahan. Padahal untuk satu produk bulu saja, puluhan hingga ratusan nyawa bisa dihabiskan.

Yang membuatnya semakin ironis, semua ini terjadi ketika alternatif cruelty-free dan material inovatif sudah tersedia. Artinya, mempertahankan eksploitasi hewan hari ini bukan lagi soal kebutuhan, melainkan pilihan yang terus dinormalisasi oleh industri.

Fashion tidak harus kehilangan kreativitas untuk menjadi lebih etis. Justru industri yang benar-benar progresif adalah industri yang mampu berevolusi tanpa terus bergantung pada penderitaan makhluk hidup.

Sudah waktunya kita berhenti menganggap kekejaman sebagai bagian dari kemewahan. Karena tidak ada tren, estetika, atau status sosial yang sepadan dengan nyawa.

Tolak fashion berbasis eksploitasi hewan. Dukung brand dan karya yang memilih inovasi tanpa kekejaman. Karena masa depan fashion seharusnya tidak dibangun di atas penderitaan makhluk hidup.




Publik telah menyaksikan aksi “Penjara di Balik Menu” dari Animal Friends Jogja (AFJ) yang tersebar di puluhan pemberita...
12/05/2026

Publik telah menyaksikan aksi “Penjara di Balik Menu” dari Animal Friends Jogja (AFJ) yang tersebar di puluhan pemberitaan secara nasional. Aksi ini membawa satu pesan yang jelas: McDonald’s Indonesia harus segera memiliki komitmen cage-free nasional yang resmi, tertulis, dan terukur.

AFJ mengidentifikasi sejumlah gerai McDonald’s di DIY dan Jawa Tengah telah mulai menggunakan telur bebas sangkar. Ini membuktikan bahwa transisi bukan hal yang mustahil. Namun sampai hari ini, McDonald’s Indonesia belum menerbitkan komitmen nasional secara terbuka kepada publik.

McDonald’s Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mengakhiri praktik kandang baterai yang memaksa ayam petelur hidup di ruang sempit. Membatasi hampir seluruh perilaku alaminya, tidak bisa bebas bergerak, bertengger, mandi debu, ataupun merentangkan sayap sepenuhnya.

Lebih dari 59.000 orang mendesak perubahan ini terjadi. Publik berhak mempertanyakan kapan Mcdonald’s Indonesia akan mengeluarkan komitmen cage-free secara nasional.

Suara kita mewakili ayam petelur yang masih terkurung dalam sistem kandang baterai.

Tag dalam kolom komentar dan desak mereka untuk segera:
✊ menetapkan komitmen cage-free nasional
✊ mengumumkan target transisi secara terbuka
✊ memastikan tenggat waktu yang jelas dan tertulis

Perusahaan besar tidak berubah karena diam.
Mereka berubah ketika publik terus mendesak.

McDonaldsIndonesia

Permintaan telur bebas sangkar (cage-free) di Indonesia terus meningkat. Tapi di balik itu, masih banyak ayam yang hidup...
05/05/2026

Permintaan telur bebas sangkar (cage-free) di Indonesia terus meningkat. Tapi di balik itu, masih banyak ayam yang hidup di kandang sempit—tanpa ruang memadai untuk bergerak, bertengger, atau bersarang.

Lewat Sarasehan Peternak Gunungkidul 2026, Animal Friends Jogja (AFJ) mendorong perubahan. Bersama 37 peternak dan perwakilan pemerintah, ruang ini membuka diskusi tentang bagaimana:
✨ Membangun sistem cage-free yang lebih manusiawi
✨ Menjamin kesehatan ayam petelur
✨ Memanfaatkan peluang pasar yang terus tumbuh

Ini bukan sekadar soal produksi.
Ini tentang kehidupan, tentang ayam yang selama ini tak punya pilihan.

👉 Dukung kesejahteraan hewan dengan memilih produk dari sistem yang lebih memperhatikan mereka.

📢 Suarakan & sebarkan—agar lebih banyak pihak ikut bergerak.

Sejak 1890, 1 Mei diperingati sebagai May Day simbol perjuangan penegakan hak pekerja.Namun di balik perayaan itu, jutaa...
01/05/2026

Sejak 1890, 1 Mei diperingati sebagai May Day simbol perjuangan penegakan hak pekerja.

Namun di balik perayaan itu, jutaan hewan yang juga ‘bekerja’ tetap berada di luar perlindungan.
Tanpa suara. Tanpa pilihan. Tanpa pengakuan atas kesejahteraan mereka.

Mereka bukan sekadar alat produksi.
Mereka adalah makhluk hidup yang memiliki kepentingan untuk bebas dari penderitaan, untuk hidup layak.

Masalahnya bukan hanya mereka tidak dibayar.
Masalahnya: kesejahteraan mereka tidak diakui.

Regulasi mulai ada. Namun tanpa penegakan, hak hanya akan menjadi tulisan di atas kertas.

May Day harus menjadi titik balik.
Perjuangan penegakan hak pekerja harus berkembang,
dari sekadar upah dan kondisi kerja, menjadi pengakuan bahwa semua makhluk yang terdampak sistem ini berhak atas perlindungan.

👉 Dukung penegakan kesejahteraan hewan
👉 Hindari keterlibatan dalam sistem yang menyiksa
👉 Gunakan suara kita untuk mengakui kesejahteraan mereka

Karena keadilan yang sejati, tidak memilih siapa yang layak mendapatkannya.

Jutaan ayam petelur hari ini masih hidup terkurung dalam kandang baterai—ruang sempit yang bahkan tidak cukup untuk seka...
28/04/2026

Jutaan ayam petelur hari ini masih hidup terkurung dalam kandang baterai—ruang sempit yang bahkan tidak cukup untuk sekadar mengepakkan sayap.

Tidak bisa bergerak bebas. Tidak bisa bertengger. Tidak bisa mandi debu.
Semua perilaku alaminya dirampas.
Ini bukan sekadar sistem produksi. Ini penderitaan yang dinormalisasi.

Dan tanpa kita sadari, ini ada di balik telur yang kita konsumsi setiap hari.
Sudah saatnya kita lebih peduli dan lebih kritis. Tanyakan: dari mana asal telur yang kita makan? Apakah sudah cage-free, atau masih dari sistem yang menyiksa?

Perubahan dimulai dari pilihan kita.
💬 Tulis di komentar: “peduli” kalau kamu ingin mulai lebih kritis soal asal telur yang kamu konsumsi.

Pilih yang lebih beretika. Peduli pada kesejahteraan hewan.

15/04/2026

Fakta pahit di balik telur yang sering dianggap biasa 🥚

Di industri kandang baterai, ayam petelur hidup dalam ruang gerak yang tidak lebih dari selembar kertas A4. Seumur hidup, mereka dikurung tanpa kesempatan untuk berjalan bebas, bertengger, atau sekadar meregangkan sayap.

Padahal mereka adalah individu yang bisa merasakan sakit, takut, dan stres. Bayangkan hidup tanpa pernah benar-benar bisa bergerak.
Tanpa pernah merasakan tanah, tanpa ruang untuk berperilaku alami. Yang tersisa hanya tubuh yang dipaksa terus berproduksi— hingga akhirnya dianggap habis nilainya.

Ini bukan sekadar soal “produksi telur”.
Ini tentang bagaimana kita memperlakukan makhluk hidup yang bergantung pada sistem yang kita ciptakan.

💔 Mereka tidak punya pilihan. Tapi kita punya.
👉 Pelajari lebih lanjut dan jadi bagian dari perubahan di:
🌐 www.cagefreeindonesia.org
👉 Mulai dari pilihan konsumsi yang lebih sadar
👉 Dukung sistem yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan
👉 Dan yang paling penting: tidak diam
Karena selama kita diam, penderitaan ini akan terus dianggap wajar.

14/04/2026

Fore Coffee, jangan diam. Saatnya Go Cage-free.
Telur bebas sangkar (cage-free) kini telah menjadi standar global di industri makanan dan minuman. Di Indonesia, 122 perusahaan telah berkomitmen beralih. Konsumen pun semakin memilih produk yang lebih etis dan memperhatikan kesejahteraan hewan.

Mengapa Fore Coffee masih diam dan belum menunjukkan komitmen apa pun?
Tanpa komitmen yang jelas, rantai pasok telur masih berisiko berasal dari kandang baterai— di mana ayam hidup dalam ruang tak lebih dari selembar kertas A4, tanpa bisa bergerak bebas atau melakukan perilaku alaminya.

Sebagai perusahaan yang memiliki value sustainability, Fore Coffee tidak seharusnya menghindar. Kami akan terus mendorong Fore Coffee untuk segera bertindak:
Umumkan komitmen cage-free sekarang
Tetapkan tenggat waktu yang jelas
Transparan kepada publik
Lebih dari 14.000 dukungan publik untuk mendesak komitmen cage-free dari Fore.

Saatnya Fore Coffee menjawab suara konsumen.✊🐔
👉 Tandatangani petisi:
change.org/CagefreeFOREveryone
atau klik link di bio
👉 Tag .coffee dalam komen kamu

09/04/2026

Mereka baru saja menetas.
Belum sempat hidup… sudah diputuskan untuk mati.

Di industri telur, anak ayam jantan dianggap “tidak berguna”.
Mereka tidak bertelur, dan tidak cukup menguntungkan untuk dibesarkan.
Akibatnya?
Mereka langsung dimusnahkan—bahkan sering kali digiling hidup-hidup—hanya beberapa jam setelah lahir.

Ini bukan kejadian langka.
Di Jerman saja, sekitar 45 juta anak ayam jantan dibunuh setiap tahun.
Secara global, angkanya mencapai 4–6 miliar setiap tahun.

Bahkan ketika diprotes, praktik ini tetap dinyatakan legal.

Sekarang bayangkan kamu ada di depan mereka.
Kecil. Rapuh. Baru mengenal dunia.
Jika kamu bisa berbicara dengan mereka…
apa yang ingin kamu katakan? 🐣💔

sumber : https://www.euronews.com/2019/06/13/egg-production-farms-continue-practice-of-mass-culling-of-male-chicks

Telur bebas sangkar (cage-free) kini menjadi standar global di industri makanan dan minuman, karena lebih menghargai kes...
07/04/2026

Telur bebas sangkar (cage-free) kini menjadi standar global di industri makanan dan minuman, karena lebih menghargai kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan kualitas produk. Banyak brand besar—baik di Asia maupun global—telah meninggalkan telur dari kandang baterai.

Di Indonesia, setidaknya 122 perusahaan telah mengadopsi sistem ini. Sejalan dengan itu, tren konsumen juga terus berubah: survei di 14 negara menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur cage-free.

Namun hingga saat ini, Fore Coffee belum menunjukkan komitmen apa pun untuk beralih ke telur bebas sangkar.

Akibat tidak adanya komitmen ini, ayam-ayam petelur masih hidup dalam kondisi menderita—terkurung dalam kandang dengan ruang gerak tak lebih dari selembar kertas A4. Dalam ruang sesempit itu, mereka tidak bisa mengepakkan sayap, bertengger, bersarang, mandi debu, atau sekadar merentangkan tubuhnya sendiri.

Situasi ini bukan kasus kecil. Secara global, sekitar 8,3 miliar ayam petelur hidup dalam sistem produksi telur, dan sebagian besar masih berada dalam sistem intensif dengan keterbatasan ruang.
Penderitaan ini nyata. Namun perubahan sangat mungkin terjadi—terutama jika perusahaan sebesar Fore mengambil langkah yang lebih bertanggung jawab.

Sebagai konsumen, kita berhak mendapatkan produk yang lebih etis dan berkualitas. Perusahaan pun punya tanggung jawab untuk menjawab tuntutan masyarakat.

Mari desak Fore Coffee menjadi perusahaan yang berani menerbitkan komitmen resmi untuk beralih ke telur bebas sangkar dalam rantai pasok makanannya.

Kamu juga bisa memiliki andil untuk kesejahteraan ayam petelur.
Tandatangani petisinya di change.org/CagefreeFOREveryone atau klik link di bio untuk ikut menyuarakan perubahan. ✊🐔

Foto-foto liburan, semua nampak menyenangkan. Tapi, apakah semua yang terlihat menyenangkan benar-benar bebas dari pende...
31/03/2026

Foto-foto liburan, semua nampak menyenangkan. Tapi, apakah semua yang terlihat menyenangkan benar-benar bebas dari penderitaan?? Bagaimana dengan hewan yang ada di dalam foto tersebut?
Banyak atraksi wisata masih menggunakan hewan sebagai hiburan.

Akan tetapi, ada satu hal sederhana yang jarang kita pikirkan: Andai hewan punya pilihan, apakah mereka akan tetap ada di sana untuk menghibur kita?

Mereka dipisahkan dari keluarganya, dilatih dengan tekanan, dikurung di ruang sempit, dan dipaksa melakukan sesuatu yang tidak akan mereka lakukan di alam.

SEMUA DEMI SATU HAL: HIBURAN MANUSIA!
Industri pariwisata global melibatkan ratusan ribu hewan setiap tahun. Dan selama permintaan itu masih ada, praktik eksploitasi ini akan terus dianggap “biasa”.

Hewan bukan objek hiburan. Mereka bisa merasakan sakit, stres, dan ketakutan. Sebagai wisatawan, pilihan kita hampir selalu punya dampak.

Mari jadi wisatawan yang lebih peduli. Pilih wisata etis yang tidak memaksa hewan ‘keluar’ dari alamnya. Tolak hiburan yang bergantung pada eksploitasi!!


“Aku juga bisa merasakan sakit.”Domba, sapi, ayam, dan hewan lain yang diternakkan adalah sentient beings — makhluk hidu...
24/03/2026

“Aku juga bisa merasakan sakit.”
Domba, sapi, ayam, dan hewan lain yang diternakkan adalah sentient beings — makhluk hidup yang secara ilmiah diakui mampu merasakan sakit, stres, takut, dan keterikatan sosial. Pengakuan ini diperkuat dalam Cambridge Declaration on Consciousness (2012), yang menyatakan bahwa mamalia, burung, dan banyak hewan lain memiliki struktur neurologis yang memungkinkan munculnya kesadaran dan pengalaman subjektif.

Ketika ruang gerak dibatasi dan perilaku alami tidak dapat dilakukan, penderitaan menjadi bagian dari sistem yang dianggap normal.

Dalam peternakan intensif, banyak hewan hidup di kandang sempit dengan kepadatan tinggi, tanpa cukup ruang untuk berjalan, merumput, beristirahat dengan nyaman, atau merawat anaknya sendiri. Tidak sedikit induk yang dipisahkan dari anaknya sejak dini sebagai bagian dari praktik produksi.

Kesejahteraan hewan bukan hanya tentang membuat mereka tetap hidup,
tetapi memastikan mereka dapat hidup dalam kondisi yang layak.

Perbaikan sistem pemeliharaan, penguatan standar kesejahteraan, serta pilihan yang lebih bertanggung jawab dalam pola makan, konsumsi produk hewani, dan gaya hidup dapat mengurangi penderitaan jutaan hewan setiap hari.
Karena mereka bisa merasakan.
Dan rasa sakit mereka bukan sesuatu yang seharusnya dianggap biasa.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AFJ Farmed Animals posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to AFJ Farmed Animals:

  • Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization?

Share