19/05/2026
STOP MENORMALISASI KEKEJAMAN DALAM FASHION.
Di balik pertunjukan fashion yang terlihat megah dan mewah, masih ada jutaan hewan yang menjadi korban demi memenuhi standar estetika dan eksklusivitas. Cerpelai, rubah, kelinci, hingga anjing dan kucing dikurung dalam kandang sempit, mengalami stres berkepanjangan, disiksa, lalu dibunuh hanya untuk diambil bulunya dan dijadikan simbol “luxury”.
Penderitaan ini jarang terlihat di atas runway. Yang diperlihatkan hanyalah hasil akhirnya: glamor, status, dan kemewahan. Padahal untuk satu produk bulu saja, puluhan hingga ratusan nyawa bisa dihabiskan.
Yang membuatnya semakin ironis, semua ini terjadi ketika alternatif cruelty-free dan material inovatif sudah tersedia. Artinya, mempertahankan eksploitasi hewan hari ini bukan lagi soal kebutuhan, melainkan pilihan yang terus dinormalisasi oleh industri.
Fashion tidak harus kehilangan kreativitas untuk menjadi lebih etis. Justru industri yang benar-benar progresif adalah industri yang mampu berevolusi tanpa terus bergantung pada penderitaan makhluk hidup.
Sudah waktunya kita berhenti menganggap kekejaman sebagai bagian dari kemewahan. Karena tidak ada tren, estetika, atau status sosial yang sepadan dengan nyawa.
Tolak fashion berbasis eksploitasi hewan. Dukung brand dan karya yang memilih inovasi tanpa kekejaman. Karena masa depan fashion seharusnya tidak dibangun di atas penderitaan makhluk hidup.