CINTA BALI

CINTA BALI Bali memang destinasi wisata dunia yang sudah terkenal. Tapi dibalik itu masih banyak persoalan yang

09/15/2023

You can not control every situation occur

09/25/2021

Selain menghadapi situasi pandemi, Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU. harus menghadapi berbagai tantangan besar dunia pendidikan ti...

11/22/2016
05/24/2016
05/14/2016
07/29/2013

Gara-Gara Layangan, Dua Banjar Bentrok

Senin, 29 Juli 2013
Beritabali.com, Denpasar.
Dua banjar bertetangga di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar yakni Banjar Bengkel dan Banjar Kepisah, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur terlibat bentrok pada Minggu (28/7/2013). Bentrok pecah sore menjelang malam.

Akibat bentrok yang dipicu masalah layang-layang ini, seorang warga Banjar Bengkel mengalami luka di bagian tangannya setelah terkena kayu yang dibawa beberapa warga Banjar Kepisah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrok dua banjar (dusun) bertetangga ini berawal pada Minggu pagi, saat ratusan pemuda Banjar Bengkel konvoi membawa layang-layang ke arena lomba laying-layang di Padanggalak, Denpasar Timur. Konvoi ratusan pemuda Banjar Bengkel ini lalu melewati Banjar Kepisah, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Banjar Bengkel.

Saat berada di depan Banjar Kepisah, beberapa pemuda Banjar Bengkel meraungkan suara motornya sehingga menyebabkan suara bising. Ketua Pemuda Banjar Kepisah, Yande Adiyana lalu menegur pemuda Banjar Bengkel agar tidak meraungkan suara motornya. Tersinggung karena ditegur, Ketua Pemuda Banjar Kepisah ini langsung ditampar pipinya.

Sekitar pukul 17.00 WITA, beberapa pemuda Banjar Kepisah yang tidak terima dengan kejadian pagi tadi berkumpul di depan banjarnya. Lalu saat pemuda Banjar Bengkel balik dari lomba layangan inilah terjadi bentrokan. Belasan pemuda Banjar Kepisah menyerang pemuda Banjar Bengkel dengan kayu dan bambu. Akibat kejadian ini satu pemuda Banjar Bengkel mengalami luka memar di tangannya karena terkena pukulan kayu.

Tidak terima dengan aksi penyerangan tersebut, pemuda Banjar Bengkel yang kembali ke banjarnya langsung memukul kulkul bulus. Dalam hitungan menit, ratusan warga Banjar Bengkel langsung berkumpul di banjar. Tidak mau kalah, warga Kepisah yang merasa terancam juga melakukan penjagaan di sekitar banjarnya yang berjarak sekitar 200 meter dari banjar lawannya.

Beruntung beberapa tokoh warga kedua banjar berhasil meredam emosi warga lainnya sehingga tidak terjadi bentrok yang lebih besar. Sementara itu, ratusan petugas kepolisian dari Polsek Dentim dan 1 pleton Dalmas Polresta Denpasar langsung melakukan penjagaan di antara kedua banjar tersebut. Sekitar pukul 18.00 WITA, Kapolsek Denpasar Timur, Ajun Komisaris Ikhwan Lazuardi dan Camat Dentim, Dewa Puspawan langsung turun untuk melakukan mediasi.

Mediasi berjalan alot. Bahkan, saat dilakukan mediasi di Banjar Bengkel, ratusan warga yang berkumpul di banjar tersebut tidak mau mengindahkan ajakan Kapolsek untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka meminta agar polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku penyerangan tersebut.

“Kami tidak mau bubar sebelum pelaku penyerangan ditangkap,” ujar salah satu warga yang mendapat dukungan warga lainnya.

Kapolsek Dentim, AKP Lazuardi didampingi Camat Dentim, Puspawan yang ditemui di lokasi bentrok mengatakan mediasi ini akan dilanjutkan kembali ke Kantor Camat Dentim dengan mengundang klian kedua banjar serta tokoh kedua banjar. Diharapkan mediasi akan menyelesaikan masalah ini. (bbn/dev)

06/30/2013

Sejarah Lovina, Destinasi Wisata di Bali Utara

Beritabali.com, Singaraja. Pantai Lovina atau Lovina terletak sekitar 9 Km sebelah barat kota Singaraja. Lovina merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Bali Utara. Wisatawan baik asing maupun lokal banyak yang berkunjung ke sana. Selain untuk melihat pantainya yang masih alami, juga untuk melihat ikan lumba-lumba yang banyak terdapat di pantai ini. Dengan menyewa perahu nelayan setempat, kita dapat mendekati lumba-lumba. Berbagai penginapan mulai dari Inn hingga Cottages tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

Sejarah Lovina

Menyinggung sejarah Lovina, tentunya tidak bisa lepas dengan sosok Anak Agung Panji Tisna. Nama Panji Tisna sering ditulis Pandji Tisna. Sekitar 1950-an, Anak Agung Panji Tisna, pernah melakukan perjalanan ke beberapa negara di Eropa dan Asia. Apa yang menarik perhatian beliau terutama adalah kehidupan masyarakat di India. Dia tinggal beberapa minggu di Bombay (sekarang Mumbai). Cara hidup dan kondisi penduduk di sana, serta merta mempengaruhi cara pikir dan wawasan beliau ke depan untuk Bali, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Panji Tisna juga melihat suatu tempat yang ditata indah untuk orang-orang berlibur di pantai. Tanah tersebut memiliki kesamaan dengan tanah miliknya di pantai Tukad Cebol, Buleleng, Bali Utara, yang juga terletak di antara dua buah aliran sungai. Inspirasi Panji Tisna muncul untuk membangun sebuah peristirahatan seperti itu.

Pemunculan Lovina di Bali

Kembali dari luar negeri pada tahun 1953, Anak Agung Panji Tisna segera menyatakan inspirasinya dan mulai membangun di tanah miliknya, sebuah pondok bernama "LOVINA". Tempat itu dimaksud untuk para “pelancong”, istilah sekarang “turis”, untuk berlibur. Dilengkapi dengan 3 kamar tidur utuk menginap dan sebuah restoran kecil dekat di pinggir laut. Waktu itu, beberapa pengamat bisnis mengkawatirkan, bahwa rencana Panji Tisna tidak akan berhasil seperti yang diharapkan. Terlalu awal waktunya untuk membuat usaha sejenis itu di pantai terpencil seperti pantai di Tukad Cebol. Pengamat budaya lokal menyatakan, "Lovina" adalah sebuah kata asing, bukan bahasa Bali. Selanjutnya lagi, tidak ada huruf "v" dalam aksara Bali. Komentar lain mengatakan dengan tegas, jangan menggunakan kata “Lovina”, sebaiknya dihapus saja.

Anak Agung Panji Tisna, pada tahun 1959, menjual Penginapan Lovina kepada kerabatnya yang lebih muda, Anak Agung Ngurah Sentanu, 22 tahun, sebagai pemilik dan manajer. Bisnis ini berjalan cukup baik. Namun, tidak ada pelancong atau turis. Hanya datang beberapa teman Panji Tisna berasal dari Amerika dan Eropa, serta pejabat pemerintah daerah dan para pengusaha untuk berlibur. Merasa beruntung juga, karena pada hari-hari khusus seperti hari Minggu dan hari libur, juga pada hari raya seperti Galungan dan Kuningan, banyak orang termasuk pelajar yang datang menikmati suasana alam pantai.

Karma dalam kehidupan Lovina

Sejak jaman penjajahan Belanda sampai jaman kemerdekaan, Singaraja dikenal sebagai ibu kota. Status ini bertahan dengan mapan sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan perdagangan. Namun kondisi seperti itu tiba-tiba berubah. Pada awal 1960, Singaraja tidak lagi sebagai ibukota, karena digantikan oleh Denpasar, yang selanjutnya menjadi ibu kota propinsi Bali. Akibatnya jelas, kegiatan pembangunan, dan perdagangan turun tajam di Singaraja, dan wilayah utara Bali pada umumnya. Memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membangkitkan kembali kondisi normal di Bali Utara.

Mulainya pariwisata di Bali

Sejak Hotel Bali Beach dibangun pada tahun 1963, pariwisata mulai dikenal di Bali. Pembangunan fasilitas pariwisata seperti hotel dan restoran mulai menyebar ke seluruh Bali. Para turis berbondong-bondong datang ke Bali setelah Bandara Ngurah Rai dibuka tahun 1970. Pemerintah Buleleng memprogramkan agar sektor pariwisata dipacu sebagai salah satu andalan untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pada itu, sorotan tertuju pada peran Lovina dalam kegiatan pariwisata. Maka, muncul pengakuan dan penolakan kehadiran Lovina.

Dinamika pariwisata di Buleleng

Di wilayah timur Buleleng, pemandian alam Yeh Sanih di desa Bukti, bangkit sebagai saingan Lovina. Pengembangan Yeh Sanih mendapat dukungan yang lebih ketimbang Lovina, baik dari pihak pengusaha maupun pengamat pariwsata. Karena Yeh Sanih memang nama asli sebuah kolam alami di desa Bukti di belahan timur wilayah Buleleng. Tetapi para turis kebanyakan minta para agen perjalanan untuk memilih Lovina.

Lovina "dibekukan" dengan resmi

Pengembangan pariwisata di Bali yang pesat di tahun 1980, mendorong pemerintah membentuk kawasan-kawasan wisata, seperti Kawasan Wisata “Kuta” dan “Sanur”. Di kabupaten Buleleng, dibentuk Kawasan Wisata “Kalibukbuk” dan “Air Sanih”. Dalam waktu itu, ada arahan dari Gubernur Bali, agar nama Lovina tidak dikembangkan lagi, karena nama itu tidak dikenal di Bali. Lagipula yang seharusnya dikembangkan adalah pariwisata budaya Bali. Karena itu, para pengusaha selanjutnya memakai nama-nama seperti Manggala, Krisna, Angsoka, Nirwana, Lila Cita, Banyualit, Kalibukbuk, Aditya, Ayodia, dan lainnya.

Sedangkan Anak Agung Panji Tisna sendiri sudah membangun hotel dengan nama “Tasik Madu”, terletak 100 meter di sebelah Barat Lovina, yang mejadi tempat tujuan alternatif. Sedangkan Lovina tidak boleh dihadirkan. Nama Lovina disimpan oleh pemiliknya, Anak Agung Ngurah Sentanu. Setelah Pondok Lovina direnovasi, selanjutnya memakai nama alias yaitu: Pondok Wisata Permata (Permata Cottages).

Terpendam selama 10 tahun, "Lovina" muncul sebagai "Maskot"

Dunia pariwisata telah mengenal Lovina sejak lama sebagai sebuah destinasi di Bali Utara. Permintaan dari pebisnis dan agen perjalanan pun menuntut agar Lovina dihadirkan kembali. Usaha untuk mengangkat Bali Utara sebagai destinasi wisata antara lain adalah dengan kembali dengan cara mempopulerkan Lovina. Nama "Lovina" sudah pernah memakai nama Pondok Wisata Permata (Permata Cottages), kembali memakai nama "Lovina" ( Lovina Beach Hotel). Akhirnya, Lovina "menguasai" tidak kurang dari 6 pantai desa asli.

Deretan Pantai tersebut berada di 2 (dua) wilayah kecamatan bersebelahan, yaitu Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Banjar. Yang ada di Kecamatan Buleleng, yaitu Pantai Binaria di desa Kalibukbuk, pantai Banyualit didesa Banyualit, Pantai Kubu Gembong di desa Anturan/Tukadmungga, Panta Hepi di desa Tukadmungga, Pantai Penimbangan di desa Pemaron. Sedangkan di Kecamatan Banjar, adalah Pantai Tukad Cebol di Kampung Baru (Kaliasem), pantai Temukus didesa Temukus. Semua pantai terebut bergabung dalam nama Pantai Lovina. Sedangkan, nama kawasan resmi adalah "Kawasan Wisata Kalibukbuk".

Lovina pembawa berkah untuk masyarakat

Lovina yang sejak lahir ditolak, tidak diakui, diragukan, dicurigai. Namun sekarang, Lovina telah membawa berkah untuk banyak orang. Impian Anak Agung Panji Tisna sejak 1953, telah terwujud. Lovina yang bersejarah berbentuk Lovina Beach Hotel masih ada dan dipelihara oleh Anak Agung Ngurah Sentanu sampai sekarang.

Arti "Lovina". "Love" dan "Ina" yang diartikan sebagai Love Indonesia, tidak sesuai dalam konteks Panji Tisna. Istilah “INA” adalah singkatan untuk kontingen atau rombongan atlet Indonesia untuk Asian Games 1963. Sedangkan, Lovina didirikan pada tahun 1953. Menurut Panji Tisna, Lovina memiliki makna filosofis, campuran dua suku kata "Love" dan "Ina". Kata "Love" dari bahasa Inggris berarti kasih yang tulus dan "Ina" dari bahasa Bali atau bahasa daerah yang berarti "ibu". Menurut penggagasnya, Anak Agung Panji Tisna, arti "Lovina" adalah "Cinta Ibu" atau arti luhurnya adalah "Cinta Ibu Pertiwi". (beritabali.com 28/06/2013)

06/29/2013

Tokoh Bali Prihatin Rencana Reklamasi Teluk Benoa

Beritabali.com, Denpasar. Rencana investor untuk membangun sarana wisata dengan mereklamasi teluk Benoa, mengundang keprihatinan tokoh masyarakat Bali. Reklamasi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan lingkungan, seperti yang terjadi pada reklamasi Pulau Serangan.

Keprihatinan ini antara lain disampaikan Tokoh dari Puri Kesiman Denpasar, Anak Agung Kusuma Wardana. Penglingsir atau tokoh Puri Kesiman ini mengaku sudah pernah dihubungi pihak investor terkait rencana reklamasi di Teluk benoa itu.

"Saya sudah pernah dikontak oleh inventor terkait rencana reklamasi itu. Calon investor itu mengaku sudah memegang hak pengelolaan kawasan itu setelah direklamasi,"jelas Kusuma Wardana, di Denpasar, belum lama ini.

Terkait penjelasan investor yang akan mereklamasi Teluk Benoa, Kusuma Wardana mengaku prihatin.

"Waktu itu saya hanya mendengarkan saja penjelasan yang disampaikan. Saya prihatin saja, karena dulu reklamasi sudah merusak Pulau Serangan, sekarang ini ada lagi reklamasi di Teluk Benoa," ujar pria yang akrab dipanggil Turah ini.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya indikasi rencana reklamasi pantai di Teluk Benoa. Dimana menurut rencana reklamasi tersebut bertujuan untuk membentuk daratan baru seluas 400 hektar bagi pembangunan wisata alam dan bahari.

Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya saat Dialog Lingkungan Hidup di Denpasar (21/5/2013) lalu mengatakan, reklamasi di Teluk Benoa tersebut murni demi kepentingan bisnis. Indikasi bahwa akan dilakukanya reklamasi dikuatkan dengan berbagai bukti, salah satunya rencana pembangunan sirkuit di Bali.

“Kuat dugaan, kuat indikasinya ini akan dibangun pulau baru, karena ada pernyataan Menpora mau membuat sirkuit di Bali di antara jalan tol, kemudian ada informasi yang kita dapat di lapangan bahwa mereka sudah mulai sosialisasi ke masyarakat,” ujar Gendo Suardana.

Wayan Gendo Suardana menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Walhi Bali, reklamasi di Teluk Benoa ditargetkan telah selesai dalam 2 tahun kedepan. (Beritabali.com 29/6)

06/28/2013

Menurut prakiraan cuaca BMKG, wilayah Denpasar, Singaraja, & Semarapura hari ini akan berawan. Sedangkan wilayah Negara, Tabanan, Mangupura, Gianyar, Bangli, & Amlapura akan mengalami hujan ringan. Perlu diwaspadai potensi hujan yang disertai kilat/ petir dan angin kencang berdurasi singkat. (Prakiraan cuaca ini berlaku mulai 28 juni pukul 07.00 hingga 29 juni pukul 07.00)

Ronaldo menanam bakau bersama presiden SBY tadi pagi di Tanjung Benoa, Bali. (Foto dari berita dewata)
06/26/2013

Ronaldo menanam bakau bersama presiden SBY tadi pagi di Tanjung Benoa, Bali. (Foto dari berita dewata)

06/25/2013

Ronaldo dikabarkan akan menanam bakau bersama presiden SBY di Bali..

Salah satu kartun dari bogbog..
06/23/2013

Salah satu kartun dari bogbog..

Address

5415 Sampson Drive, Indianapolis, IN
Indianapolis, AL
46237

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CINTA BALI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to CINTA BALI:

Share