04/05/2026
Fifth Sunday of Easter, Year A
A Royal Priesthood
Rev. Fr. David A. Garaman invites us to reflect on the mission of the Church this Fifth Sunday of Easter. Rooted in Christ, we are called to love one another and walk together as one community. Jesus reminds us: “I am the Way, the Truth and the Life.” We are not meant to journey alone, but to trust in Him and walk side by side in faith.
The early Church was not without challenges—there were divisions and misunderstandings. Yet, they came together, listened to one another, and worked towards solutions so that no one was left behind. This is the model of a true Christian community: united, caring, and committed to serving one another.
In the Church, leadership is always grounded in service. Whether priest, ministry leader, or parishioner, being Christian is not about what we gain, but whom we serve when God calls us.
We are a chosen people, a royal priesthood. Each one of us is called to serve, to care, and to give our time for others—especially those in need. This is the spirit of synodality: walking together, listening to one another, with Jesus Christ at the center of it all.
Hari Minggu P***ah Kelima, Tahun A
Imamat Diraja
Rev. Fr. David A. Garaman mengajak umat untuk merenungkan bacaan pada Hari Minggu P***ah Kelima ini, dengan menumpukan perhatian kepada misi Gereja. Berakar dalam Kristus, kita dipanggil untuk saling mengasihi dan berjalan bersama sebagai satu komuniti. Yesus mengingatkan kita: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Kita tidak dipanggil untuk berjalan sendirian, tetapi untuk saling bersama dan terus percaya kepada-Nya.
Gereja awal juga tidak sempurna—terdapat masalah, perpecahan dan salah faham. Namun, mereka berkumpul, saling mendengar, melibatkan komuniti, dan mencari penyelesaian supaya tiada seorang pun yang tersisih. Inilah gambaran komuniti Kristian yang sejati: bersatu, prihatin, dan saling melayani.
Dalam Gereja, kepimpinan berakar pada pelayanan. Sama ada imam, pemimpin pelayanan, atau umat biasa, menjadi seorang Kristian bukan tentang apa yang kita peroleh, tetapi tentang siapa yang kita layani apabila Tuhan memanggil kita.
Kita adalah bangsa pilihan, imamat diraja. Setiap daripada kita dipanggil untuk melayani, saling menjaga, dan memberikan masa kepada mereka yang memerlukan. Inilah semangat sinodaliti: berjalan bersama, saling mendengar, dengan Yesus Kristus sebagai pusat segala-galanya.