04/09/2026
YANG KEMARIN DIKURUNG DI TITIK NOL ADALAH MANUSIA.
YANG BERTAHUN-TAHUN DIKURUNG, DIEKSPOR UNTUK DIJADIKAN OBJEK UJI COBA ADALAH MONYET.
Bertepatan dengan Hari Primata Internasional pada 1 September 2026, masyarakat sipil, organisasi perlindungan satwa, pegiat, dan seniman turun dalam aksi damai STOP EKSPOR MONYET di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Poster diangkat. Orasi disuarakan. Edukasi publik dilakukan. Lalu jalanan berubah menjadi panggung yang membongkar wajah sistem itu sendiri.
Dalam pertunjukan pantomim oleh Pantomim Indonesia, seorang peneliti biomedis yang ditempatkan di dalam kandang besar, posisi yang selama ini justru ditempati primata sebagai objek uji coba. Manusia menjadi pihak yang terkurung, diawasi, dan kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.
Di sekeliling kandang, hadir sosok-sosok bertopeng figur pejabat dan pemegang otoritas Indonesia yang namanya berada di sekitar kebijakan, riset, karantina, dan tata kelola satwa.
Menunjukkan satu ironi yang terlalu lama dianggap biasa bahwa ekspor monyet bukan sekadar urusan kandang dan laboratorium. Akan tetapi dalam keputusan, izin, pembiaran, dan sistem yang terus berjalan.
Di luar kandang, sosok Hanoman hadir sebagai saksi. Menyaksikan bagaimana primata lain ditangkap, dipindahkan, diperdagangkan, lalu direduksi menjadi objek penelitian atas nama kebutuhan manusia.
Pantomim itu membalik peran agar kita dipaksa melihat satu ironi yang terlalu lama dianggap biasa: manusia menentukan prosedurnya, manusia menentukan kebutuhannya, tetapi tubuh satwa yang membayar akibatnya.
EKSPOR DAN EKSPLOITASI PRIMATA UNTUK LABORATORIUM ADALAH KEK3JAMAN DAN TIDAK DAPAT DIBENARKAN!! DUKUNG SAINS TANPA EKSPLOITASI HEWAN!
Terima kasih untuk kamu yang terus berdiri bersama kami . Masyarakat sudah bersuara ke jalan, dan lebih dari 46.565 orang telah menyatakan penolakan melalui petisi.
Sekarang giliran pemerintah harus menjawab dengan langkah nyata: BATALKAN KUOTA EKSPOR MONYET.
Badan Karantina Indonesia Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. Kementerian Kehutanan RI DPR RI Prabowo Subianto
__