Animal Friends Jogja [AFJ]

Website Contact the organization

Animal Friends Jogja [AFJ] Animals-Environment-Friendship

Kunjungi laman khusus adopsi kami di:

adopsi.org/animalfriendsjogja
(623)

we are simply friends who share similar views on treating non human animals with the respect and compassion they so rightly deserve

we are simply friends who believe non-human animals are irreplaceable individuals with morally significant interests thus their welfare should be seriously taken into consideration. This includes the right to live free from unnecessary suffering and exploitation

we are simply friends who support sustainable living as it is in natural balance and respectful of humanity's symbiotic relationship with the Earth's natural ecology and cycle

19/09/2026

“Setelah dikhianati keluarga sendiri, aku memilih meninggalkan rumah dan hidup sebagai kucing gelandangan. Tunggu sampai episode 30; ketika sebuah helikopter berputar di atas rumah singgah, belasan pria berjas turun sambil membungkuk, dan identitas asliku akhirnya terbongkar. Semua itu sengaja kutinggalkan demi mencari satu manusia yang mencintaiku dengan tulus.” ~~ Budi

Manusia menciptakan hiburan dan menikmatinya. Sementara makhluk lain dijadikan alat karena dianggap tidak mampu melawan....
14/09/2026

Manusia menciptakan hiburan dan menikmatinya. Sementara makhluk lain dijadikan alat karena dianggap tidak mampu melawan.

Kesenangan penonton bukan alat membungkam pertanyaan tentang apa yang mungkin dirasakan hewan tersebut.

Kebebasan berkarya tidak pernah menghapus tanggung jawab etis. Kalau alasan “banyak yang senang” dijadikan pembenaran, eksploitasi satwa dalam sirkus, atraksi wisata/kebun binatang, dan berbagai pertunjukan tidak akan pernah dianggap bermasalah; bukankah semuanya juga pernah dipenuhi tepuk tangan?

Sejarah hiburan manusia dipenuhi atraksi yang dahulu disambut tepuk tangan, kemudian kita sadari dibangun di atas penderitaan makhluk lain.

Kreativitas memiliki kemampuan untuk menciptakan ‘ketakutan’ tanpa harus menciptakan penderitaan makhluk hidup.

HEWAN BUKAN HIBURAN! HEWAN BUKAN PROPERTI!

11/09/2026

BEGINI CARA MANUSIA 'MENYELESAIKAN' MASALAH. ISI-NYA MASIH HIDUP!!

Kardus digeletakkan jauh dari pemukiman warga. Dua makhluk kecil berusia tiga bulan sengaja ditinggalkan tanpa makanan, dan tanpa tahu harus berlindung ke mana.

Kakak perawat satwa pun tidak menjumpai ibu kucing di sekitar lokasi. 13 Agustus, sebuah keputusan manusia membuat anak sekecil ini harus belajar satu hal terlalu cepat: BAGAIMANA RASANYA DIBUANG.

Sekarang mereka di bawah naungan AFJ. Tetapi penyelamatan bukan berarti persoalan selesai; bertambah lagi dua perut yang harus tetap kenyang, kesehatan yang harus dijaga, vaksinasi, sterilisasi ketika cukup usia, dan hari-panjang yang harus kami tanggung sampai mereka bertemu .

Bagian terakhir itu mungkin tidak mudah. Mereka kucing kampung, motif mujaer. Bukan jenis yang biasanya membuat orang berebut mengisi formulir adopsi.

Tapi sejak kapan cantik harus punya silsilah?

Mereka tidak butuh itu untuk pantas dicintai. Tidak perlu rambut panjang, warna langka, atau label tertentu untuk layak memiliki keluarga. Mereka bisa merasakan takut ketika ditinggalkan, nyaman ketika disayang, dan membangun ikatan dengan manusia yang memperlakukan mereka sebagai sahabat. Nyawanya utuh, perasaannya utuh, dan haknya untuk dicintai juga utuh.

Orang yang membuang mungkin sudah selesai dengan urusannya. Kami belum!

Hari ini kami membuka dua pintu sekaligus untuk dua anak meong yang kami beri nama Pipo & Popo.

Kalau kamu belum bisa mengadopsi, tolong bantu kami merawat mereka sampai hari ketika seseorang datang menjemput. Dan kalau kamu siap memberikan komitmen seumur hidup, adopsi mereka dan akhiri penantiannya. Bisa juga membantu Pipo & Popo bertemu keluarga baru dengan share postingan ini.

Jika satu keputusan manusia pernah membuat hidup mereka terlantar, semoga keputusan manusia lainnya bisa mengubah arah hidup mereka; mencintai tanpa syarat sampai akhir hayat. 🤍🐾

DONASI :
Rek BNI 0248838020
a/n Animal Friends Jogja (Sahabat Satwa Jogja)

ADOPSI :
Info lengkap & cara adopsi silakan kunjungi linktr.ee di akun IG

__

Kita sering kali mengukur kehidupan hewan dari hal-hal yang paling mudah dihitung manusia; seperti jumlah makanan tersed...
08/09/2026

Kita sering kali mengukur kehidupan hewan dari hal-hal yang paling mudah dihitung manusia; seperti jumlah makanan tersedia, air tersedia, tubuh masih hidup, produksi masih berjalan.

Siapa yang menentukan mereka sebagai angka produksi? Bukankah mereka lahir untuk menjalani hidup melalui tubuh, gerakan, pilihan, jarak, eksplorasi, istirahat, interaksi, dan berbagai perilaku yang memungkinkan tubuh itu bekerja sebagaimana mestinya?

Gerakan sederhana hampir tidak pernah kita pikirkan, karena tubuh kita bisa melakukannya kapan saja.

Ruang adalah kemungkinan. Kemungkinan untuk berjalan ketika tubuh ingin bergerak.
Untuk meregang ketika otot membutuhkannya. Untuk menjauh ketika merasa tidak nyaman.
Untuk mencari tempat lain ketika ingin beristirahat.

Mengepakkan sayap merupakan bagian dari perilaku alami ayam; cara mereka meregangkan tubuh, menjaga keseimbangan, dan menggunakan tubuh sebagaimana mestinya.

Namun, bagi setiap individu yang menghabiskan seluruh hidupnya di kandang baterai, bahkan gerakan sesederhana mengerentangkan kedua sayap secara penuh menjadi sesuatu yang sulit dilakukan.

Tolak ukur kesejahteraan seharusnya tidak cukup berhenti pada pemberian pakan yang layak, akan tetapi pemberian ruang yang cukup untuk melakukan apa yang secara alami perlu mereka lakukan, hidup sebagai dirinya sendiri.

Sebab ada perbedaan besar antara memberikan tempat untuk hidup dan sekadar menyisakan tempat agar tidak mati.

__

Ada pertemuan yang ternyata tidak pernah diberi waktu untuk terjadi.Dear seseorang yang tidak sempat disambut dengan pel...
07/09/2026

Ada pertemuan yang ternyata tidak pernah diberi waktu untuk terjadi.

Dear seseorang yang tidak sempat disambut dengan pelukan para meong dan guguk, Fajar Sahrudin.

Akhir September 2025, kebaikanmu sampai di rumah singgah Animal Friends Jogja. Kamu mengirimkan makanan untuk para meong dan guguk, lalu menitipkan dukungan dana untuk membantu kehidupan dan perawatan mereka. Tetapi di antara semua yang kamu kirimkan, ada sesuatu yang kemudian tinggal jauh lebih lama di ingatan kami: sepucuk surat kecil.

Kamu meminta meong dan guguk agar makan yang banyak supaya tubuh dan rambutnya sehat. Kamu berharap mereka tidak perlu lagi mengais sampah untuk mendapatkan makanan. Kamu bahkan menitipkan sebuah harapan agar suatu hari nanti, mereka menemukan & dan hidup bahagia.

Dulu kami membaca surat kecil itu dengan mata yang basah. Undangan kami untukmu saat itu tidak pernah sempat menjadi sebuah pertemuan. Dan hari ini, kami membacanya lagi dengan hati yang jauh lebih berat.💔

Para satwa terlantar yang kami rawat tidak pernah memahami siapa yang mengirimkan tanda cinta untuk mereka. Mereka tidak mengenal namamu, tidak tahu bagaimana ceritamu, dan tidak pernah mengerti betapa besar kepedulian dan cinta yang kamu titipkan di kehidupan mereka.

Bunga ini mungkin tidak akan pernah cukup untuk mewakili kesedihan kami. Hanya tanda kecil bahwa di rumah singgah AFJ, meong dan guguk yang menerima kebaikanmu tidak melupakannya.

Kepada keluarga dan orang-orang yang mencintai Fajar, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga diberi kekuatan melewati kehilangan yang begitu berat ini.

Terima kasih kak Fajar, untuk pernah ada dan akan selalu ada. Di antara segala hal yang pernah kamu hadapi, kamu menyisakan begitu banyak kasih untuk makhluk lain yang sering kali diabaikan.

__

04/09/2026

YANG KEMARIN DIKURUNG DI TITIK NOL ADALAH MANUSIA.

YANG BERTAHUN-TAHUN DIKURUNG, DIEKSPOR UNTUK DIJADIKAN OBJEK UJI COBA ADALAH MONYET.

Bertepatan dengan Hari Primata Internasional pada 1 September 2026, masyarakat sipil, organisasi perlindungan satwa, pegiat, dan seniman turun dalam aksi damai STOP EKSPOR MONYET di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Poster diangkat. Orasi disuarakan. Edukasi publik dilakukan. Lalu jalanan berubah menjadi panggung yang membongkar wajah sistem itu sendiri.

Dalam pertunjukan pantomim oleh Pantomim Indonesia, seorang peneliti biomedis yang ditempatkan di dalam kandang besar, posisi yang selama ini justru ditempati primata sebagai objek uji coba. Manusia menjadi pihak yang terkurung, diawasi, dan kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.

Di sekeliling kandang, hadir sosok-sosok bertopeng figur pejabat dan pemegang otoritas Indonesia yang namanya berada di sekitar kebijakan, riset, karantina, dan tata kelola satwa.
Menunjukkan satu ironi yang terlalu lama dianggap biasa bahwa ekspor monyet bukan sekadar urusan kandang dan laboratorium. Akan tetapi dalam keputusan, izin, pembiaran, dan sistem yang terus berjalan.

Di luar kandang, sosok Hanoman hadir sebagai saksi. Menyaksikan bagaimana primata lain ditangkap, dipindahkan, diperdagangkan, lalu direduksi menjadi objek penelitian atas nama kebutuhan manusia.

Pantomim itu membalik peran agar kita dipaksa melihat satu ironi yang terlalu lama dianggap biasa: manusia menentukan prosedurnya, manusia menentukan kebutuhannya, tetapi tubuh satwa yang membayar akibatnya.

EKSPOR DAN EKSPLOITASI PRIMATA UNTUK LABORATORIUM ADALAH KEK3JAMAN DAN TIDAK DAPAT DIBENARKAN!! DUKUNG SAINS TANPA EKSPLOITASI HEWAN!

Terima kasih untuk kamu yang terus berdiri bersama kami . Masyarakat sudah bersuara ke jalan, dan lebih dari 46.565 orang telah menyatakan penolakan melalui petisi.

Sekarang giliran pemerintah harus menjawab dengan langkah nyata: BATALKAN KUOTA EKSPOR MONYET.

Badan Karantina Indonesia Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. Kementerian Kehutanan RI DPR RI Prabowo Subianto

__

🔥MONYET EKOR PANJANG MEMANGGILMU! KEPUTUSAN YANG DIBUAT MANUSIA BUTUH PERLAWANAN DARI MANUSIA!!🔥Hari ini kamu masih bisa...
31/08/2026

🔥MONYET EKOR PANJANG MEMANGGILMU! KEPUTUSAN YANG DIBUAT MANUSIA BUTUH PERLAWANAN DARI MANUSIA!!🔥

Hari ini kamu masih bisa bilang, “Semangat! Semoga aksinya ramai!”

BESOK, KAMU BISA IKUT MEMBUATNYA RAMAI. Tidak perlu menjadi aktivis. Datang saja dengan satu keyakinan:

MONYET BUKAN OBJEK UJI COBA!

Bawa penolakan ini keluar dari layar dan terdengar langsung di ruang publik. Mari berdiri bersama kami, TURUN DAN TUNTUT PERUBAHAN!

Hari/Tanggal: Selasa, 1 September 2026
Pukul: 3 - 5 sore WIB
Tempat: Titik Nol Kilometer Yogyakarta
🙉 Bawa poster tuntutanmu dan ajak temanmu

HENTIKAN EKSPOR MONYET EKOR PANJANG DARI INDONESIA UNTUK EKSPERIMEN YANG KEJAM!
Indonesia telah menetapkan kuota ekspor 1.928 monyet ekor panjang pada 2026, kuota ekspor pertama yang tercatat sejak 2022. Saat ini ribuan individu hidup dalam ketakutan, stres, sakit, dan menderita. Primata tidak seharusnya ditangkap, diternakkan, diperdagangkan, dan diekspor untuk uji coba di laboratorium dunia.

26/08/2026

Hari ini milik mereka. Tapi kayaknya mereka nggak tahu.😬

Selamat Hari Guguk Sedunia buat makhluk yang kalau senang nggak pernah setengah-setengah.

Semoga makin banyak guguk yang bukan hanya hidup. Tapi juga punya kesempatan hidup yang cukup aman buat berlari, cukup makanan yang layak, cukup nyaman buat bermain, bebas mengendus, istirahat, mendapatkan forever home & forever family, dan cukup dicintai untuk menjadi dirinya sendiri.

Silakan zoomies nak-anak!!🔥🔥

Hari Anjing Sedunia | 26 Agustus 2026
__

Address

Yogyakarta City

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Animal Friends Jogja [AFJ] posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Animal Friends Jogja [AFJ]:

Shortcuts

Share