04/06/2026
Keberanian Petrus Boly menjadi salah satu bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk melangkah maju.
Sebuah rumah jagal sekaligus restoran daging anjing yang telah berdiri lebih dari 45 tahun di Nusa Tenggara Timur resmi berhenti beroperasi untuk selamanya. Penutupan ini merupakan buah dari program Models for Change oleh bersama (JAAN); sebuah program yang secara langsung mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada 2030.
FYI: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) TIDAK bebas rabies. Sebagian besar wilayah di NTT adalah daerah endemis, dan termasuk salah satu wilayah dengan angka perdagangan daging anjing yang tinggi. Ribuan anjing dicuri, diselundupkan, diperjualbelikan setiap tahunnya. Dan praktik ini menjadi salah satu faktor penyebaran rabies yang mematikan.
Bertahun-tahun Petrus Boly menggantungkan hidupnya dari bisnis perdagangan daging anjing. Di balik itu semua, ada penyesalan yang lama dia simpan dan keberanian yang akhirnya dia temukan. Untuk siapapun yang hingga kini berdiri di industri ilegal ini, keputusan Petrus patut untuk dicontoh.
Masih banyak perjuangan yang harus ditempuh. Tapi hari ini, kita boleh sejenak mengapresiasi setiap langkah kecil yang membawa kita lebih dekat pada perubahan yang lebih besar.
Semoga langkah progresif ini bisa menjadi efek domino bagi Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, dan wilayah lain di Indonesia.
Sumber: Humane World for Animals, 17 Maret 2026