Purbalingga INFO

  • Home
  • Purbalingga INFO

Purbalingga INFO sapa bae sing arep promosi iklan barang atau liane,,, olih neng kene..... IKLANE gratissss.....

29/05/2019

sapa sing urung olih THR?

mimin olih WA jere wong PBG sing neng Bandung ninggal. mohon disebar ming tangga batire lur.
21/03/2019

mimin olih WA jere wong PBG sing neng Bandung ninggal. mohon disebar ming tangga batire lur.

20 Halte BRT di Purbalingga Siap BeroperasiPURBALINGGA, SATELITPOST-Sebanyak 20 halte Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah...
13/07/2018

20 Halte BRT di Purbalingga Siap Beroperasi

PURBALINGGA, SATELITPOST-Sebanyak 20 halte Bus Rapid Transit (BRT) di wilayah Purbalingga telah selesai diabangun. Sebanyak 14 unit bus juga siap beroperasi untuk tahapan pertama. Namun, waktu pengoperasian diundur karena ada keterlambatan proses pengadaan armada.

Ketua DPC Organda Kabupaten Purbalingga, Karyono, menyampaikan, nantinya akan ada lebih dari 14 unit armada untuk BRT di wilayah Purwokerto dan Purbalingga. Jumlah tersebut terdiri dari bus ukuran sedang dan ukuran besar. Untuk tahap pertama ini, bus yang akan beroperasi masih uang berukuran sedang, yakni ukuran 3/4 atau roda enam.

“Tahap pertama ini ada 14 unit armada, dibagi menjadi dua yaitu tujuh unit untuk Purwokerto dan tujuh untuk Purbalingga,” kata Karyono, Rabu (11/7).

BRT akan diluncurkan pada awal Juli ini. Namun, karena ada keterlambatan pada tahap pengadaan armada, maka peluncuran ditunda. Ditargetkan kembali akhir Juli sudah bisa diresmikan, sehingga bulan depan sudah mulai beroperasi.

“Sebenarnya 1 Juli, karena ada keterlambatan dari Jakarta ke New Armada, ditargetkan akhir Juli launching kemungkinan awal Agustus sudah beroperasi,” ujarnya.

Saat ini, di wilayah Purbalingga sudah disiapkan 20 halte. Jumlah tersebut terdiri dari 10 di kanan jalan dan 10 di kiri jalan. Selter tersebut di antaranya berada di Terminal Bukateja, SM Bukateja, Pertigaan Bajong, dan Perminal Purbalingga.

“Ada 20 halte artinya kanan kiri, atau pulang-pergi. Tapi bisa bertambah karena katanya dari Dishub akan nyumbang, mungkin akan nambah dua. Rute tidak ada berubahan,” kata dia.

Diketahui, jalur untuk BRT ini nantinya akan melayani trayek koridor Purwokerto Kabupaten Banyumas -Bukateja Kabupaten Purbalingga. Diproyeksikan, halte di Purbalingga ada di Terminal Bukateja, Kedung Menjangan, Jalan S Parman, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Komisari Noto Sumarsono, Taman Kota Usman Janatin, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen Sungkono, Terminal Purbalingga dan Subterminal Jompo. (min)

Mayuh lik dkung PERSIBANGGA langsung ke StadionYang cinta PERSIBANGGA bantu Share
24/04/2017

Mayuh lik dkung PERSIBANGGA langsung ke Stadion
Yang cinta PERSIBANGGA bantu Share

Wong PURBALINGGA paling gantengsetuju lur???AJA NGAKU NEK WONG PURBALINGGA URUNG DUWE KAOS KIYEPEMESANAN/TAKON REGA  ➡️ ...
21/04/2017

Wong PURBALINGGA paling ganteng
setuju lur???
AJA NGAKU NEK WONG PURBALINGGA URUNG DUWE KAOS KIYE
PEMESANAN/TAKON REGA ➡️ bit.ly/pesanKaosPBG
ATAU SMS/WA 089632669461
DIJUAL TERBATAS

(((Eksklusif Tidak dijual ditoko manapun)))

07/04/2017
DiLaporkan pd hari ini Sabtu,18 Maret 2017 sekira pkl 15.00 Wib telah terjadi bencana alamberupa Runtuhnya Jalan Raya Bo...
19/03/2017

DiLaporkan pd hari ini Sabtu,18 Maret 2017 sekira pkl 15.00 Wib telah terjadi bencana alamberupa Runtuhnya Jalan Raya Bobotsari-Karanganyar turut DK. BANJARSARI Kec.Bobotsari yang menghubungkan KecamatanBobotsari dan Kecamatan Karanganyar.Adapun kerugian materil :1. 1 (Satu) Buah mobil Avanza No.Pol R-9426-MC a.n Soiman.2. STNK Kbm Avanza a.n Soiman.3.STNK Spm Vega a.n Wijiningsih.4.STNK Spm Vixion a.n Bambang Rahayu.5.ATM BRI a.n Subekti6.SIM A,SIM C a.n Subekti7.KTP a.n Bambang Rahayu8.Uang tunai sebesar Rp.700.000,-9.Bahan Baku WigKerugian Jiwa : NihilIdentitas Pengemudi Mobil Avanza :Bambang Rahayu, Klaten.22 Okt 1975, Swasta, Islam, Ds. Tunjung muli Rt. 17 Rw. 16 Kec. KarangmoncolPenumbang Mobil Avanza :Subekti, Purbalingga.8 Agst 1978, Swasta, Islam,Ds. Tunjung muli Rt. 17 Rw. 16 Kec. KarangmoncolKronologi Kejadian :Pd hari ini Sabtu,18 Maret 2017 sekira pkl 15.00 Wib Sdr. Bambang Rahayu melaju dari arah Bobotsari hendak plng ke Tunjungmuli sesampainya di jalan raya Bobotsari-Karanganyar tepatnya di Dk.Bandingan Desa Majapura Kec.Bobotsari secara tiba-tiba jalan amblas/runtuh dan Mobil yang ditumpanginya masuk ke sungai klawing. sementara untuk kendaraan blm bisa dievakuasi.

Jembatan kali klawing tugel
18/03/2017

Jembatan kali klawing tugel

Alun-Alun Bakal Direhab Seperti Alun-Alun Bandung ??--Revitalisssi alun-alun Purbalingga batal dilakukan tahun ini. Pemk...
11/03/2017

Alun-Alun Bakal Direhab Seperti Alun-Alun Bandung ??
--
Revitalisssi alun-alun Purbalingga batal dilakukan tahun ini. Pemkab beralasan masih membutuhkan referensi model alun-alun yang representatif. Jika akan direvitalisasi maka harus maksimal. Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM mengatakan, penundaan dilakukan karena tidak ingin tanggung-tanggung dalam merevitalisasi alun-alun Purbalingga. “Rencananya alun-alun Purbalingga akan kami bangun dengan dilengkapi basement seperti di Bandung. Lantai di bawah akan digunakan untuk relokasi PKL dan areal parkir. Sedangkan lantai atasnya digunakan sebagai tempat terbuka hijau,” jelasnya, kemarin (9/3).

Menurutnya, dengan konsep tersebut maka anggaran Rp 3,5 miliar yang sudah sempat dialokasikan sebelumnya tidak akan cukup. “Untuk merevitalisai alun-alun seperti konsep baru membutuhkan anggaran Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Jadi rencana revitalisasi alun-alun tahun ini akan kami tunda dulu. Kami akan mematangkan konsepnya terlebih dahulu,” lanjutnya. Tasdi menambahkan, rencananya revitalisasi alun-alun dengan konsep baru nantinya akan seperti alun-alun di Kota Bandung.

“Nanti akan dilengkapi air mancur dan fasilitas lainnya,” tambahnya. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga Setiyadi menambahkan, rencana awal memang akan direvitalisasi tahun ini. Namun bupati mengatakan akan melihat alun-alun kota Bandung sebagai referensi. “Kalau saat ini tetap direvitalisasi, dikhawatirkan tanggung dan hanya membuang waktu dan biaya saja,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga Sugimin mengatakan, tidak terlalu mempermasalahkan ditundanya revitalisasi alun-alun Purbalingga yang rencananya akan dilakukan tahun ini. Menurut Sugimin, sejak rencana revitalisasi alun-alun digulirkan, pihak dewan tidak mengetahui secara rinci detail anggaran akan digunakan untuk apa.

Diakui Sugimin, ada beberapa proyek yang semua dominan dari eksekutif. Sehingga DPRD yang ikut membahas APBD seakan tidak diberitahu secara detail. “Kami berharap proyek apapun atau misalnya akan ada revitalisasi alun-alun, dewan digandeng dalam teknis dan detail anggarannya,” tuturnya. Terkait dengan ditundanya revitalisasi alun-alun yang sudah dianggarkan di APBD 2017, Sugimin mengatakan, dewan akan segera memanggil DPUPR untuk menjelaskan beberapa proyek yang dilaksanakan tahun ini. Termasuk soal batalnya revitalisasi alun-alun.

Taman Alun-alun Bandung Kini Mulai Kumuh dan Bau Kaki

Keindahan Taman Alun-alun Bandung perlahan pudar. Kerusakan dan kekumuhan di beberapa sudut mulai terlihat. Bahkan, lantai taman yang terbuat dari rumput sintetis mulai mengeluarkan bau tak sedap dari kaki orang yang datang ke situ.

Kondisi itu dibenarkan Zulkarnain (39), salah seorang pegawai kebersihan Taman Alun-alun Bandung. Dia mengakatakan, bau kaki kerap muncul ketika kawasan alun-alun saat diguyur hujan.

"Biasanya bau itu muncul ketika karpet (rumput sintetis) terguyur hujan kemudian terpapar sinari matahari. Jadi baunya itu menguap," ucapnya.

Dia menjelaskan, para pegawai kebersihan sering menyemprotkan cuka dicampur air untuk membersihkan dan meghilangkan bau.

Namun, kondisi itu sulit dihindari, lantaran cuaca saat ini tak menentu.

"Biasanya disemprot sebulan sekali atau dua bulan sekali. Itu pun hanya di bagian samping atau pada bagian sambungan karpet. Ya tetap saja bau, susah sih," ujar Zulkarnain.

"Ini kan ruang publik, tiap hari banyak orang jadi cara membersihakannya hanya memungut sampah berserakan saja, kalau karpetnya ya dibiarkan saja," kata dia.

Lantaran bayaknya warga yang datang, rumput sintetis yang semula berwarna hijau, kini mulai kusam. Karpet pun mulai berdebu dan berpotensi menjadi sarang penyakit.

"Memang kotor sih, ada yang buang sampah, buang ludah sampai kotoran kucing ada. Biasanya kalau sudah disemprot pakai air cuka, s**a keluar binatang seperti serangga gitu," ujar Zulkarnain.

Sikap masyarakat yang abai dengan kebersihan pun turut menjadi pemicu mulai kumuhnya Taman Alun-alun.

"Justru sekarang banyak yang melanggar aturan. Kebanyakan yang buang sampah seperti tisu, bungkus nasi, tulang daging, tusuk sate, tusuk gigi. Kalau pas pertama memang sadar, tapi sekarang malah makin banyak yang melanggar," ucap Zul.

“Semua kegiatan ini harus diawasi dan dipantau agar semua tepat sasaran dan mutu. Imbasnya akan ke masyarakat. Jadi sejak dini harus dilakukan koordinasi intensif soal proyek yang akan direaalisasikan tahun ini,” tegasnya. (tya/amr/sus)

Radarbanyumas

Banjir dan Longsor Mengintai PurbalinggaPurbalingga - Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banyak bencana alam di...
28/02/2017

Banjir dan Longsor Mengintai Purbalingga

Purbalingga - Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu banyak bencana alam di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Dalam dua bulan pertama di awal 2017, tercatat terjadi empat kali bencana banjir dan delapan kali bencana tanah longsor di Kabupaten Purbalingga.

Bencana longsor terparah terjadi di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol yang disertai banjir bandang.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Muhsoni mengatakan longsor di Desa Sirau menyebabkan kerugian hingga Rp325 juta.

"Begitu longsor masuk ke sungai, langsung banjir bandang di Desa Sirau. Yang terdampak dari longsor ada tiga unit rumah, dua jembatan rusak, tiga motor hilang---satu diantaranya ditemukan Kamis kemarin. Perkiraan kerugian karena longsor kurang lebih Rp325 juta," kata Muhsoni kepada KBR, (24/2/2017).

Terkait relokasi warga Sirau, Muhsoni menjelaskan masih menunggu pemeriksaan lokasi longsor dari Badan Geologi Bandung. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi acuan untuk merelokasi warga di Desa Sirau yang rawan longsor.

Distributor dan Pengecer Pupuk Bersubsidi Purbalingga Tak Jual Pupuk ke Luar Daerah PURBALINGGA – Pupuk bersubsidi serin...
28/02/2017

Distributor dan Pengecer Pupuk Bersubsidi Purbalingga Tak Jual Pupuk ke Luar Daerah

PURBALINGGA – Pupuk bersubsidi sering menuai persoalan. Misalnya kelangkaan pupuk di tingkat pengecer dan lainnya. Untuk itu menjelang masa tanam Maret mendatang, distributor dan pengecer pupuk bersubsidi di Purbalingga menandatangani kesepakatan tidak akan menjual pupuk bersubsidi ke luar daerah.

Kesepakatan muncul saat silaturahmi distributor pupuk dan pengecer di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, di PT Mega Eltra sebagai distributor resmi pupuk bersubsidi, Minggu (26/2). Kegiatan ini digagas Polres Purbalingga dan dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Perwakilan dari Polres Purbalingga Iptu Sugiyanto yang juga Kaur Bin Ops Intelkam Polres Purbalingga mengatakan, adanya kesepakatan tersebut akan mendukung ketersediaan pupuk di Purbalingga. Karena komoditas ini penting dalam meringankan petani dalam mengakses pupuk bersubsidi. “Mereka telah sepakat dan siap memenuhi kebutuhan pupuk petani sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK),” tuturnya. Tak kurang dari 30 pengecer dari beberapa kecamatan seperti Kejobong, Pengadegan dan lainnya membaur menjadi satu. Kegiatan ini juga untuk wadah mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan, terutama soal distribusi pupuk bersubsidi. Perwakilan PT Mega Eltra Purbalingga, Kusnadi menyambut baik kesepakatan. Pihaknya siap bertanggungjawab soal pengadaan dan pendistribusian pupuk bersubsidi hingga ke tingkat paling bawah. “Kalau sering silaturahmi, maka akan mudah mengetahui persoalan dari pengecer. Sehingga bisa menjadi bahan evaluasi kami,” ungkapnya. Kasi Perdagangan dan Distribusi Dinperindag Kabupaten Purbalingga Martha Dwi Hudiati mengaku siap bersinergi dengan pemerintah untuk ikut mengawasi pupuk bersubsidi. “Menjalin komunikasi dan kesepakatan juga sebagai awal yang baik dalam kelangsungan adanya pupuk bersubsidi di Purbalingga,” tuturnya. (adv/amr/sus)

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/distributor-dan-pengecer-pupuk-bersubsidi-purbalingga-tak-jual-pupuk-ke-luar-daerah/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Giliran PKL Alun-Alun Purbalingga DitertibkanPURBALINGGA – Satpol PP Kabupaten Purbalingga terus gencar menertibkan Peda...
28/02/2017

Giliran PKL Alun-Alun Purbalingga Ditertibkan

PURBALINGGA – Satpol PP Kabupaten Purbalingga terus gencar menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di zona larangan bagi PKL. Setelah menertibkan PKL yang berjualan di Jalan Jendral Soedirman, pada Jumat (24/2) malam, Satpol PP menertibkan PKL yang berjualan di zona larangan berjualan PKL di alun-alun Purbalingga.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Purbalingga R Imam Wahyudi mengatakan, berdasarkan pantauan beberapa hari terakhir, PKL berjualan melebihi batas yang telah ditentukan di sebelah barat dan timur alun-alun. Di sebelah barat ada tujuh PKL yang ditertibkan. Yakni penjual kacang rebus, dua penjual wedang ronde, penjual es campur, penjual siomay dan pempek, penjual cimol dan penjual sop keong. Di sebelah timur alun-alun ada lima PKL yang ditertibkan. Yakni dua penjual wedang ronde, dua penjual jagung rebus dan penjual sriping. “Selain itu ada PKL buah durian yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan dibiarkan di depan SMA 1 Muhammadiah. Ada tujuh PKL penjual durian yang ditertibkan. Juga ditemukan PKL nasi goreng yang berjualan di trotoar samping RSIA Ummu Hani,” jelasnya. Dia menambahkan, dalam razia penertiban, pihaknya membina PKL yang berjualan di sebelah barat dan timur agar kembali ke ketentuan awal berjualan di Jalan Piere Tendean. Sebab, PKL yang berjualan melebihi batas berdagang di alun-alun merupakan PKL Jalan Piere Tendean.

“Kami juga membina PKL yang berjualan durian di depan SMA 1 Muhammadiyah. Hasilnya, para PKL berjanji akan menyediakan tempat sampah agar sampahnya tidak berserakan lagi. Jika seluruh PKL yang kami bina tetap tak bisa memenuhi komitmen, kami akan bertindak tegas,” imbuhnya. Sementara itu, Satpol PP juga menertibkan kendaraan yang parkir di trotoar Jalan Jenderal Soedirman. Sebab, hal itu melanggar Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Sekretaris Satpol PP Kabupaten Purbalingga Drs Endot Marwanto mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen menjadikan Jalan Jenderal Soedirman sebagai kawasan tertib. “Tak hanya kawasan tertib lalu lintas, saat ini kawasan tersebut juga sudah dijadikan kawasan tertib PKL, parkir dan PGOT. Jika tak tertib maka akan kami tertibkan,” jelasnya, kemarin. Dia mengakui, masih banyak oknum di sepanjang jalan yang tidak memenuhi komitmen. “Karena itu, kami akan terus menggelar razia penertiban agar kawasan Jalan Jenderal Soedirman menjadi kawasan tertib,” katanya. Dia menambahkan, untuk penertiban parkir akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Namun Kabid Perhubungan Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga Sunarto mengatakan, untuk penertiban parkir di trotoar merupakan tanggung jawab Satpol PP. Pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap penertiban parkir di tepi jalan umum. (tya/sus)

Address


Telephone

+6289668253081

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Purbalingga INFO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Purbalingga INFO:

  • Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization?

Share