12/11/2024
Penampakan BUSANA prajurit estri LANGENKUSUMA di pameran paramaiswari, Kedaton Kraton Yogyakarta.
Sumbernya TDK disebutkan dg rinci, dan saya pribadi (MAAF) meragukannya.
Sekalipun disertai tulisan carakan, saya meragukan data ini dibuat pada jaman yg sama. Kalaupun iya, tampaknya pelukis BUKAN orang Kraton / Jawa:
# penggambaran kudanya aneh..(lebih mirip lukisan Cina).
# prajurit putri KASULTANAN yg memamerkan betis? Vulgar sekali! (Bahkan hari ini saya masih melihat abdi-dalem estri karaton mengenakan nyamping, menutup aurat mata kaki).
- prajurit kraton memakai alas kaki? Hyungalaaah, kemaki tenan. (Saat saya menonton pameran, saya menunjuk kearah 2 orang abdi dalem yg kebetulan lewat bertelanjang kaki: "mBa' guide tahu ngga', klo prajurit kasultanan Ngayogyakarta baru diberi alas kaki setelah diubah fungsinya sebagai prajurit seremonial? Kasihan Khan klo pawai di jalan aspal tanpa alas kaki).
Well... jangan ditanggapi terlalu serius njih, 'Ca.
Saya hanya 4 tahun diajar secuplik adab di dlm kraton Yogyakarta, baik di tepas Dwarapura, di Kagungan Dalem Bangsal Kemandungan, dan terakhir di teras Parentah Hageng beralas karpet hijau yg kadang saya bantu gelar sendiri.
Dan saya juga BUKAN ahlinya budaya Kraton Yogyakarta. Orang terakhir yg (berani) disebut sebagai Ahli budaya Kraton Yogyakarta sudah game-over, dan saya TDK tertarik mengikuti jejak beliau cepat-cepat.
Berbeda dg Mataram lainnya, kasultanan MATARAM YOGYAKARTA tidak memiliki pujangga. Dan yg dianggap AHLI BUDAYA KRATON hanya Ngarsa Dalem.